Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
perawan palsu


__ADS_3

Aku masih memantau percakapan Jum dengan Mas Mail melalui CCTV ini.


"Gini sayang mas sayang sama kamu, mas gak akan sia-siakan kamu sayang, asal kan kamu nurut sama mas, Jum nurut saja sama mas, apa yang Jum harap kan sebentar lagi akan terhujud, mas sedang menyiapkan sesuatu untuk Jum".


"Apa itu mas",Jum menghentikan tangisan nya.


"Adalah jangan sampai sekarang kasih tau nya, yang jelas mas masih mau behubungan lama dengan Jum,nggak mungkin mas setega itu melepas Jum, kamu itu sudah seperti candu bagi mas, di kantor hanya senyum mu yang terbayang"lagi dia membelai rambut Jum.


"Tahu gak sayang, kamu itu yang paling cantik, mas gak peduli siapa kamu, dan apa latar belakang mu, kalu sudah cinta,ya cinta,kamu sempurna bagi mas Jum,mas gak butuh kamu pintar, gak butuh kamu berkarir satu yang mas butuh kamu nurut sama mas Jum".


"Aahh yang benar mas"wanita itu dengan genit nya senyum-senyum, sayangnya senyum nya itu memang manis, jelas Mas Mail yang tampan tergoda.


"Ya benar dong,"Mas Mail menarik tubuh Jum sampai mereka berpelukan.


Di kecup nya jidat licin Jum, lalu saling mengeratkan pelukan,ku palingkan wajah ku melihat itu.


Rupanya meraka memang saling mencintai, aku beristighfar berulang kali, air mata ku sudah sejak kapan jatuh, rasa perih dan ter iris di dada ini,terbakar amarah yang bersemayam di sana.


Ku kuat kan hati YA ALLAH jangan rapuh, jangan lemah, Mas Mail berdiri lalu mengajak Jum juga berdiri,dia melingkarkan tangan nya ke pingggang ramping wanita itu, mengendong nya masuk ke kamar, tentu saja adegan, demi adegan tak luput ku abadikan.

__ADS_1


Ku matikan rekaman CCTV aku hendak melihat anak-anak bermain dengan papa nya, rupanya meraka bertiga sudah tertidur setelah lelah bermain, Mas Mail memamg sesayang itu terhadap anaknya, itulah kenapa dia ingin menambah anak lagi, dan aku tak pernah meloloskan pintanya yang satu ini.


Ku langkahkan kaki menuju ruang belakang, terdengar suara Jum yang sedang berbicara, seperti sedang menelfon ria dengan seseorang,ku tajam kan pendengarkan ke kamar nya suaranya sedikit berisik,tapi karena tidak ada kebisingan aku cukup jelas mendengarkan nya.


"Ya kamu harus pintar-pintar lah gimana supaya bos kamu percaya, aku aja waktu pertama kali bos nyobain,dia bahagia banget, karena berhasil membobol keperawanan aku"lalu dia terkikik.


Apa maksudnya?.


"Iya benar, suer"lanjutnya.


"Hissss kamu kok gak percaya, ya memang berdarahlah,meski gak perawan sekarang mah gampang, beli darah perawan online, sini aku ajari, jadi beli aja darah perawan online nanti aku pesanin,nah pas mau di pake selipin di dalam,beres deh perawan lagi,nah sehari sebelumnya kamu minum rebusan sirih yang banyak, biar keset".


Astagafirilullah,dada ku berdenyut lambat, jadi dia maksud sedang mengajarkan temen nya,melakukan apa yang telah dia lakukan kepada Mas Mail,fix Mas Mail di bohongi oleh nya seolah-olah,ular ini masih perawan,rupanya permainan Jum sudah sangat jauh.


"Jum buka pintu nya Jum"teriak ku dari luar,seketika suara hilang, tak ada lagi pembicaraan.


"Jum,buka"tak ada gerakkan,gemes kutandang pintu nya.


DUBRAK!!!!.

__ADS_1


"Bukak, Jum".


"Iya bu, sebantar bu" ucapnya,pintu di buka.


"Apa, kamu ngomong apa barusan? "


"Ngomong apa gimana sih bu, yang ibu maksud?".


"Kamu ngobrol dengan seseorang di telepon ? jangan kira saya gak dengar Jum, apa yang kamu maksud di obrolan kamu barusan Jum".


"Eeeehhhhmmm ma-ma-maksud ibu, yang mana?, aduh saya jadi takut, ibu marah-marah gini".


"Yang soal beli darah perawan ! pahamkan?".


Ku berkata penuh penekanan disetiap kata.


"Owhh itu, Jum kira apaan bu, itu doang cerita bu, Jum tadi nemu cerita di internet bu, cerita nya seru bu, Jum mengucapkan dialog yang di cerita bu, aduh sampai jantungan Jum bu, kirain ada apa sampai ibu dobrak pintu,cuma salah paham bu"ucap nya sambil menunjukkan jari tengan dan telunjuk membentuk huruf V.


"Kamu ngak usah ngaco Jum"

__ADS_1


"Aduh beneran bu,suer bu, ngapain Jum begitu-gituan buk, takut di marahi bapak di kampung bu".


Aku langsung pergi ke kamar ku, awas aja kamu Jum, nanti akan saya bongkar ke busukan kamu Jum.


__ADS_2