Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
sedikit terkuak


__ADS_3

Keterlaluan Jum,dia sudah berani terang-terangan kepada anak-anak ku tentang kehamilan nya, jelas anak-anak pada kesenangan karena meraka memang ingin aku hamil, tapi apa yang Jum lakukan sudah diluar batas,anak-anak sepatut nya tidak tahu soal ini.


"Nah mulai sekarang kalian panggil mbak dengan sebutan bunda, oke, anak-anak".


"Siap,bunda"ujar kedua anak ku.


"Nah sekali lagi,kalian manggil mbak dengan sebutan apa? ".


"Bunda"kompak ke dua anak ku.


Lalu Jum memintak kedua anak ku mengelus perut nya yang ku perkirakan menginjak usia tiga bulan.


"Assalamualaikum "ucap ku.


"Eh mama datang"kedua anak ku berhamburan ke arahku.


Jum terlonjak, tubuhnya berbalik,menatap ku nanar, aku membalas menatap nya dan kupicingkan mata tajam,kena kamu Jum.


"Ibu, kaget saya bu, ibu kok tumben pulang?".


Dia bertanya dan lekas berdiri menghormati ku.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan Jum, ngajari anak-anak manggil kamu bunda".


"Eh, anu, bu tadi kita main boneka bu, becanda aja bu, iyakan kak, dek.. "suara nya sedikit begetar.


"Yang benar? tadi kamu ngomong serius loh Jum, benaran kamu hamil ?".


Dia diam.


"Iya ma, bunda Jum tu di perut nya ada dedek bayi ma, bentar lagi keluar jadi dedek bayi deh"si sulung menimpalinya.


"Jum? kamu benaran hamil? sama siapa Jum? kok diam aja,jawab Jum".


Masih tak menjawab dalam hitungan tiga detik dia sudah berlari masuk ke kamar nya.


"Mama sudah makan,ayuk makan barengan ma"aja si sulung.


Aku menghela nafas agar meredamkan emosiku.


"Baik, ayuk sayang".


Kali ini ku suapi anak ku satu persatu hingga kenyang,kemudian balik kembali ke kantor, jujur hati ku ketar ketir, karena anak-anak masih dengan Jum, itu jugalah yang membuat ku masih sangat hati-hati memperlakukan Jum, karena keselamatan anak-anak ku masih di tangannya.

__ADS_1


Malam nya aku mengurung diri di kamar tamu, Mas Mail tau aku berada di kamar depan,berarti ada pekerjaan lembur, ku manfaat kan momen tersebut untuk melihat CCTV rumah ini yang sudah di koneksi ke hp ku.


Dari kamar ini aku bisa melihat kejadian siang tadi,rupa nya jam satu siang Mas Mail datang ke rumah,beberapa menit setelah aku meninggal kan rumah.


Dalam rekaman itu ku lihat anak-anak sudah tidur siang, Mas Mail menggedong mereka satu-satu ke dalam kamar ku.


Yuk Titik kerja hanya setengah hari, hari ini, pas rumah sepi, hanya ada dua orang dewasa itu yang bisa saja kembali memadu kasih di kamar ku, video itu menampilkan Jum yang sedang menangis di ruang keluarga, tak rugi aku memasang kamera canggih sehingga suara mereka jelas tersengar.


"Mas,tahu apa yang istri mu katakan tadi?, dia sudah curiga aku hamil, apakah aku hamil dan di hamili oleh siapa, aku bingung mas, bingung mau jawab apa mas,sementara aku di larang oleh mu untuk buka suara, mau sampai kapan mas? hu hu hu hu hu"ular itu tersedu menangis kepada suamiku.


Mas Mail hanya menghela nafas, dan membelai rambut Jum, iiiihhh menjijikan.


"Kalau kamu gak berani mengakui aku di depan istri dan keluarga mu mas, kita pisah aja, biar aku gugurin anak ini,kalau aku sudah nekat, ya nekat mas"ular itu mulai tergugu.


Mengeluarkan nada-nada indah tangisan yang menyentuh hati siapa pun yang mendengarkan.


"Kok gitu ngomong nya sih sayang, yang sabar ya sayang, mas kan lagi berusaha, sebenarnya mas punya hadiah untuk kamu, tapi belum sekarang waktu nya mas sampaikan".


"Alah mas, mas cuma janji doang, capek Jum mas,apa hanya karena Jum hanya seorang pembantu mas, jadi mas permainkan Jum kan mas, jawab mas?, aku ini boneka kamu kan mas? yang bisa kamu pake untuk senang-senang saja,tapi gak ada tanggung jawab nya".


Suaranya kali ini sedikit menghentak, tapi masih dengan nada manja.

__ADS_1


Laki-laki itu membelai tubuh Jum yang memakai kaos tipis dan belahan dada sedikit rendah, aku sama sekali belum pernah melihat dia memakai baju tersebut, pantas saja Mas Mail tergoda, rupanya sudah di niatkan memakai saat aku tidak ada di rumah


__ADS_2