Dua Garis Muncul

Dua Garis Muncul
kamar jum


__ADS_3

Kali ini otak ku mulai mendidih, seperti sebuah gunung yang akan siap meledak, aku bahkan tidak mampu lagi mencerna kata demi kata yang sedang mereka bicarakan, yang ku pahami saat ini mereka tidak menjalani sebuah ikatan yang hanya untuk nafsu melainkan sudah menikah.


Aku berbalik menuju kamar tamu paling ujung, lalu mengunci dan meluap kan semua emosi dan amarah ini agar segara merendam lebih cepat,ternyata aku benaran di bohongi oleh mereka, entah sudah sejak kapan hubungan ini terjadi, dan semenjak kapan mereka menikah aku benar-benar tidak tahu.


Canggih sekali akting mereka,sampai aku baru mengetahui keberadaan tespek itu, dan baru menyadari ada yang tidak beres,kupikir ke curigaan ku terhadap Jum, tidak menghantarkan ku pada sebuah fakta yang ini, gila, suamiku sendiri selingkuh di dalam rumah nya yang di mana ada anak-anak dan istrinya, selera nya yang begitu rendah hanya mampu berselingkuh dengan seorang pembantu.


Ku usap air mata ku dengan kasar, tak perlu bersedih terlalu dalam untuk sebuah penghianatan dan seorang pecundang.


Aku pergi ke kamar ku dan mengambil gawai ku, melakukan video, ku rekam wajahku yang sebam dengan air mata.


'Pukul dua malam, jika video ini sudah sampai kepada siapa pun yang melihat nya, berarti aku sudah rela membagi kisah hidup ku kepada siapa saja menjadikan pelajaran hidup,jangan percaya kepada suami kita 100% sesetia apapun dia, sesayang apa pun dia kepada anak dan istri nya'.

__ADS_1


'Sisakan sedikit ketidak percayaan terhadap nya, dan jangan pernah suami tinggalkan berdua dengan ART yang bukan mahram, terutama untuk ART yang masih muda, kali ini ku ajak kalian melihat rumah tangga ku'.


Lalu ku biarkan kamera tetap merekam aksi ku berjalan ke kamar Jum, masih terdengar sama, Jum masih menangis dengan Mas Mail masih membujuknya, kali ini pintu tertutup rapat,hanya saja aku masih mampu mendengar suara mereka di tengah kesunyian malam, suara Jum kan terdengar jelas di video yang ku pilih mampu merekam suara sebising apapun akan terdengar jelas.


"Sudah sayang jangan nangis lagi nya, nanti cantik nya hilang loh".


Ku arah kan kamera ku ke atas pintu, semoga saja kamera ini mampu merekam adegan di dalam,aku membengkam mulut agar suara isak ku tidak keluar.


"Tapi mas janji nya, janji adalah hutang mas, nggak kasihan tah sama Jum yang lagi ngisi anak nya mas,"suara Jum benar-benar berbeda,pantas saja suamiku tergoda dasar ular.


Terdengar suara lampu di matikan.

__ADS_1


'Satu dua, tiga,empat .....'


Aku terus menghitung dalam hati, hanya agar aku mampu mendengar adegan selanjut nya.


Ya, robbi, ******* wanita ini lagi.


Aku membekam mulut ku lagi, agar tangis ini tidak keluar,hingga hitungan yang entah keberapa itu, aku balik ke kamar tak sanggup mendengar suara-suara tersebut, ku menagis dan memeluk anak-anak ku.


Aku tau harusnya tak ada tangisan, tak ada kesedihan, tapi tetap lah aku wanita yang lemah, ya,aku lemah, tapi ku pastikan aku kuat, aku tak rapuh, aku masih mampu menjalani hari esok.


Kulihat rekaman di gawai ku itu, satu bukti yang tak terbantahkan ada dalam genggaman ku, ternyata rekaman ini mampu menunjukan walupun melalui lubang angin di atas pintu kamar Jum dengan jelas perselingkuhan kedua manusia kejam itu, terlihat adegan Mas Mail sedang membelai Jum, menghapus air mata Jum, dan adegan yang lain yang tak pantas di perlihatkan.

__ADS_1


Ya, bagiku hubungan mereka tetaplah suatu hubungan yang haram, karena bisa aku pastikan Jum menikah dengan mas Mail, bukan di walikan oleh ayah kandungnya, sebab tak mungkin ayah merestui nya,aku sangat mengenal sekali pak Joko, beliau sampai sujud-sujud katika rumah Jum yang awal nya berdinding papan, menjadi 50% berdinding semen.


Jadi jelas pernikahan Mas Mail dan Jum pernikahan yang tak sah, dan itu tak ada beda nya dengan hubungan yang haram, YA ALLAH mas, sampai segitu terbuai nya kamu dengan daur muda mas.


__ADS_2