Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 10. Misi pertama di dungeon


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Setelah insiden monster yang membunuh sebagian para demon Hunter yang berada di ruang medis. Dan juga sebagian monster yang kabur kabur dari dunia dungeon. Serta, dimana kekuatan Jackson bangkit kala itu.


Para demon Hunter yang berada di level tertinggi, memutuskan untuk mengikutsertakan Jackson ke dalam misi resmi bersama demon Hunter lainnya dan memasuki dungeon, dimana tempat para monster dan iblis itu berada.


"Apa? Saya ikut ke dalam dungeon?" tanya Jack tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari Greg, salah satu diamond Hunter yang menangani bagian medis. Greg diminta pimpinan demon Hunter untuk menyampaikan kabar baik ini kepada Jack.


"Iya, ketua Demon Hunters sudah menyetujui agar kau bergabung. Selamat ya!" pria bernama Greg itu tersenyum tulus, dia memberikan ucapan selamat kepada Jack.


"Apa kau serius senior? Benarkah ketua Demon Hunter sendiri yang mengatakan bahwa dia setuju, agar aku ikut bergabung dalam misi resmi?" Jack kembali mengulang pertanyaannya. Rasanya ia masih belum percaya bahwa pimpinan demon Hunter yang belum pernah dia temui sekalipun, menyetujui dirinya bergabung ke dalam misi.


"Ya. Tapi kau harus berhati-hati, walaupun nanti akan ada demon Hunter yang lain membantumu." Greg selalu mengingatkan Jack untuk berhati-hati dalam setiap keadaan. Kekuatan Jack bisa saja meledak sewaktu-waktu seperti kemarin dan dia akan kesulitan untuk mengendalikannya.


"Benar, dan kau juga tidak boleh sombong hanya karena kau memiliki elemen api." celetuk Jimmy, yang tiba-tiba saja sudah berdiri di ambang pintu.


Sontak saja Jack lantas menundukkan kepalanya seraya memberikan hormat. Walau bagaimanapun juga, level Demon Hunter Jimmy lebih tinggi darinya. Artinya, Jimmy adalah senior.


Jimmy selalu memandang Jack dengan sinis, apalagi ketika Jack dekat dengan Lilian. Kini, pria itu menyenangkan kedua tangannya di dada.


"Ya senior, saya tidak akan sombong. Lagipula saat itu saya juga tidak menyadari kekuatan saya," ucap Jack seraya terkekeh dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.


"Cih! Dasar bodoh. Bagaimana bisa dengan wajah konyol seperti ini kau menjadi pemilik darah spesial? Aku tidak habis pikir!" cetus Jimmy yang selalu menganggap Jack sebagai orang bodoh. Tapi melihat kekuatannya kemarin, Jimmy terkesima. Ia akui Jack dalam mode demon Hunter lebih keren dan terlihat seperti orang yang berbeda.


"Sudahlah Jim, jangan terus menghina Jack didepannya. Aku tau bawa di belakangnya kau memujinya, kau juga merasa bahwa dia keren!" ujar Greg seraya menyenggol lengan Jimmy. Mendengar ucapan Greg, lantas Jack pun menatap ke arah Jimmy yang saat ini wajahnya tiba-tiba berubah menjadi panik. Matanya memutar ke sana kemari, seolah mengatakan bahwa dia sedang gugup saat ini.


'Sial! Kenapa Greg malah memberitahu dia? Yang ada nanti dia menjadi besar kepala'


"Terimakasih senior Jim, saya akan belajar dari senior Jim!" ujar Jack sambil tersenyum.


"Ingat...jangan sombong. Dan aku tidak mau mengajarimu! Dasar," desis Jimmy, lalu pria itu pun pergi keluar dari ruangan tersebut. Sementara Jack dan Greg tertawa-tawa disana setelah melihat kejaiman Jimmy.

__ADS_1


"Walaupun dia seperti itu, tapi dia adalah orang yang baik. Hanya saja mulutnya memang pedas. Maka dari itu, ucapannya jangan diambil hati," ucap Greg seraya menepuk bahu Jack dan tersenyum.


"Iya, saya tau senior. Saya malah lebih senang berteman dengan orang-orang yang terlihat pemarah, namun sebenarnya dia sangat baik. Daripada memiliki teman yang didepan terlihat baik, tapi sebenarnya dia menyimpan keburukan dan mencelakai. Teman-teman seperti ini sudah sering saya temukan, saat tinggal di dunia atas." Kata Jack saat ia mengingat kehidupannya yang dulu.


Greg hanya bisa tersenyum dan menyemangati Jack, bahwa tidak semua hal didunia ini akan sesuai dengan harapan kita. Namun, jika kita berusaha, berani dan pantang menyerah, yakinlah bahwa semua yang kita inginkan pasti bisa diraih. Jack setuju dengan ucapan Greg, ia senang karena kumiliki seseorang yang ramah padanya dan juga bisa memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik.


****


Sementara itu di dunia atas, dunia manusia. Lebih tepatnya cafe tempat Jack bekerja. Beberapa pengunjung terlihat sedang duduk dan makan di cafe tersebut. Sang manager dan beberapa karyawan kafe itu, terlihat lesu dan tidak bergairah. Mengapa? Itu karena semakin hari pelanggan di cafe itu semakin sedikit. Hanya hitungan hari saja yang datang.


"Apa benar monster dan iblis itu ada, seperti apa yang dikabarkan oleh berita?" tanya seorang karyawan wanita kepada temannya. Tatapannya melihat saluran televisi yang menayangkan beberapa orang bilang di jalan Stanvers, jalanan tempat tinggal Jack berada.


"Buktinya si Jack juga menghilang tanpa kabar," jawab temannya yang membenarkan semua itu.


"Ini pasti hanya isu saja, aku tidak pernah melihat monster iblis atau apapun itu!" seru Erik yang tidak percaya dengan adanya monster atau iblis. Baginya pemerintah hanya melebih-lebihkan saja dan di daerah itu hanya terjadi gempa biasa. Ada kabar yang mengatakan fakta dan menutupinya. Entah mana yang benar. Yang jelas sekarang jalan Stanvers ditutup dan semua orang dilarang untuk pergi kesana.


"Bagaimana kalau kita mencoba membuktikan itu semua dan datang kesana?" saran seorang karyawan pria, teman Erick juga.


"Untuk apa kesana, tidak ada gunanya!" cetus seorang pria bertubuh tinggi dengan kulit eksotis.


"Kenapa? Apa kau takut?" tanya Erick dengan tatapan meremehkan pada pria itu.


"Ti-tidak!" jawab pria bernama Fred itu.


"Kalau begitu, nanti malam kita bertiga kesana. Kau, aku dan Danny," ujar Erick pada kedua temannya itu. Erick dan Danny terlihat bersemangat, sedangkan Fred terlihat gelisah. Dia takut bahwa iblis dan monster itu benar adanya.


****


Di dalam dungeon, Jack sedang bersama Jimmy, Lilian, Edgar dan ketiga orang demon Hunter level E sedang membasmi monster disana. Beruntung saat itu tidak ada iblis/monster tingkat atas yang muncul disana. Sehingga tantangan tidak begitu besar untuk Lilian, Edgar dan Jimmy yang memiliki tingkat diatas E.


Mereka bertarung cukup baik, menyelamatkan manusia yang bisa diselamatkan disana. Tapi manusia yang mati mereka kuburkan ditempat yang layak. Meski ada beberapa bagian tubuh mereka yang tidak lengkap karena dimakan oleh monster.

__ADS_1


Sama seperti halnya demon Hunter, iblis dan monster juga memiliki beberapa tingkatan. Ada ditingkat bawah, menengah dan atas.


"Jangan lengah Jack!" ujar Lilian dengan suara keras saat ia melihat Jack melamun ditengah pertarungan. Dan sesosok monster bertopeng mengarah pada pria itu.


Jack bergeming, dengan pedang pinjaman dari Greg yang berlumuran darah monster yang ia serang tadi. Pria itu menatap kosong ke depan.


"JACKSON ALHARAZ! SADARLAH!" teriak Edgar yang sedang melawan beberapa monster dan tidak sengaja melihat Jack melamun.


Entah apa yang merasuki Jack, tiba-tiba saja keluar sinar merah dari tubuhnya. Aura Jack juga terlihat berbeda dengan sebelumnya.


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Jimmy terheran-heran. Dia juga masih berada ditengah pertarungan bersama 2 demon Hunter level e yang lain.


"Jack, bahaya!" teriak Lilian saat melihat Jack yang akan di makan oleh monster bertopeng itu tapi dia diam saja.


Sedetik kemudian, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Leher monster itu terpenggal dalam sekali tebas oleh Jack.


SRET!


Darah monster itu mengucur dan muncrat sampai ke wajah Jack. Semua orang disana tercengang melihat Jack seperti itu.


"Hebat sekali! Apa dia benar-benar level E?" tanya seorang demon Hunter level E yang tertegun melihat kekuatan Jack.


"Kekuatannya setara dengan Level A." gumam Jimmy pelan.


Jack mendekati Lilian yang saat itu memang posisinya tidak jauh darinya. Aneh, Lilian merasa Jack bukan seperti Jack yang biasanya.


"Aragon," bisik Jack yang terdengar oleh Lilian.


Kemudian Jack terbang ke atas dengan cepat, melewati dungeon dan entah mau kemana. Semua orang kaget melihatnya.


"Dasar anak itu! Kenapa dia berbuat sembarangan? Gila!" sentak Jimmy seraya menatap ke atas, dimana Jack menghilang barusan.

__ADS_1


...****...


__ADS_2