Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 6. Kekuatan para Demon Hunters


__ADS_3

Jack dan ketiga demon Hunter itu kembali ke pintu dungeon, sebab mereka tidak mendapatkan cermin yang mereka cari. Jim dan Aaron terus saja menyalahkan Jack yang teledor dan kehilangan cermin itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada yang bisa mengubah apa yang sudah terjadi, hanya bisa memperbaiki.


Di dalam lift menuju ke dungeon, Jack merenung. Dia yang tadinya banyak bicara tiba-tiba saja menjadi pendiam. Jack bergeming setelah Aaron bicara padanya beberapa saat yang lalu.


"Dengan apa kau akan bertanggungjawab? Semua iblis dan monster sekarang berkeliaran karena ulahmu. Dunia manusia terancam!"


"Saya akan bergabung dengan demon Hunter! Saya akan bertanggungjawab untuk membuat monster itu kembali ke dunia mereka! Saya akan berusaha," ucap Jack berjanji. Ia merasa bersalah karena sudah menyebabkan semua kekacauan ini.


"Apa kau bisa? Kau bahkan tidak berani melihat darah. Kau penakut!"


"Saya bisa, tuan Aaron!" cetus Jack yakin.


"Bibirmu berkata yakin, tapi matamu menyiratkan keraguan yang besar. Aku tahu itu." Aaron menyentuh dahi Jack dengan jari telunjuknya. Pria itu memandang rendah Jack.


"Benar, bahkan kau masih dilindungi oleh Lilian. Apa kau tidak malu?" sentak Jim yang ikut memojokkan Jack.


"Maafkan saya, maka dari itu tokoh berikan saya kesempatan untuk menjadi seorang demon Hunter!" Jack membungkukkan badannya. Dia benar-benar menyesal.


"Buktikan. Bahwa kau berani, bahwa kau bisa. Pemilik darah spesial seperti dirimu, harus berguna!" cetus Aaron ketus.


"Sementara ini kau ada di level E, level terbawah." Jim berkata sambil menatap tajam pada Jack. Kata-katanya menyiratkan bahwa Jim akan melihat usaha Jack sebagai pemburu iblis.


Sesampainya di dungeon, beberapa pemburu iblis yang lain masih berusaha menahan iblis kelas bawah di portal. Selama iblis monster kelas bawah, terkurung di portal. Maka semuanya aman, tapi yang mereka harus khawatirkan adalah iblis kelas atas yang menerobos keluar dari portal.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Abraham, seorang demon Hunter dengan level A, memiliki senjata palu dan rambut biru. Dia adalah pemilik elemen tanah. Tubuhnya tinggi dan besar dari teman-temannya.

__ADS_1


"Saat ini keadaan masih terkendali senior. Ada beberapa dari pemburu level e berada di portal lain dan menjaga monster agar tetap dibawah." Jelas salah seorang demon Hunter yang menjaga salah satu portal.


"Apa maksudnya? Apa pintu portal yang terbuka tidak hanya satu? Jadi ada berapa?" gumam Jack yang berusaha mencerna ucapan seorang demon Hunter yang menjaga portal.


"Benar, portalnya tidak hanya satu. Portal yang kau buka adalah portal utama yang membuat para monster juga iblis keluar dari Dungeon yang semula terkunci untuk tidak pergi ke dunia manusia."


Ucapan seorang pria berambut coklat dan diikat satu itu tiba-tiba saja bicara pada Jack. Dia adalah salah satu demon Hunter. Wajahnya terlihat ramah pada Jack, berbeda dengan demon Hunter yang lain. Mereka sangat jutek pada Jack.


"Oh begitu ya." Jack mengangguk-anggukkan kepalanya. "Perkenalkan nama saya Jack," kata pria itu sopan.


"Kau bisa memanggilku Greg, aku demon Hunter level B. Aku ahli dalam bidang medis juga," Greg memperkenalkan dirinya juga pada Jack. Greg adalah pemilik rambut coklat, memiliki senjata pedang dan berada di level B, dia pengendali angin.


"Tuan Aaron, tuan Abraham!" teriakan seorang pria membuat para demon Hunter DNA Jack yang ada disana menoleh ke arahnya.


Seorang pria terlihat berdarah-darah, bajunya compang-camping seperti di robek-robek. Pria itu kini jatuh terduduk lalu memuntahkan darah. Semua orang menghampirinya, tapi Greg lebih dulu.


"Iblis...iblis atas ada di portal nomor 2, uhuk...uhuk..." pria itu jatuh tidak sadarkan diri.


"Greg, kau obati dia! Dan kau anak baru, ikut aku!" ujar Abraham dengan senjata palunya yang seperti Thor. Dia mengajak Jack untuk pergi dan sementara itu Jack memakai senjata belati karena dia tidak bisa memegang pedang.


"Baik senior!"


"Edgar, kau juga!" Abraham melirik ke arah pria yang berambut hitam dan memiliki senjata panah. Dia adalah Edgar, demon Hunter level B yang memiliki kekuatan air dan senjata panah api.


Edgar, Abraham, Jack dan dua orang pria level E pergi bersama ke portal yang dimaksud. Disanalah terlihat seorang iblis dengan wujud ular besar sedang asyik memangsa para demon Hunter tanpa perasaan.

__ADS_1


"Apa kalian ingin jadi makananku juga? Baguslah, kalian datang tanpa di undang." kata monster ular itu sambil menjilat darah di bibirnya. Di mata monster itu terlihat nomor 5. Dia adalah monster tingkat 5. Monster itu biasanya dihadapi oleh demon Hunter dengan tingkat level B.


"Tingkat 5!"


"Serang, Edgar!" titah Abraham pada Edgar.


Edgar mengarahkan anak panahnya pada makhluk itu. Terlihat ada pasaran air didalam panahnya, juga cahaya berwarna biru.


Wush~


"Water Arrow!" seru Edgar seraya melepaskan anak panah itu tepat ke kepala si ular.


Kini giliran Abraham yang beraksi, dia melemparkan palunya yang sudah di lumuri tanah entah dari mana. Seketika palu itu melesat cepat tepat ke kepala si makhluk ular tersebut.


Ular tingkat 5 itu langsung jatuh tersungkur karena ulah Edgar dan Abraham. "AHH! SIALAN! Kalian benar-benar membuat kesabaranku habis!" teriak monster ular yang setengah wajahnya sudah hancur karena ditebas oleh palu Abraham. Dengan cepat, kepalanya kembali utuh.


Mereka pun saling menyerang, sementara Jack dan demon Hunter level bawah berusaha membunuh monster lainnya disana. Mereka cukup kesulitan membunuh satu monster saja. Bahkan ada beberapa dari mereka yang ingin merangkak ke dunia atas.


Kala iblis menyerang malam hari, Jack dan demon Hunters berusaha untuk menghentikan mereka merangkak ke dunia manusia. Mereka berada di dungeon saat ini untuk menahan para monster iblis itu. Jack takjub melihat kekuatan para demon Hunter. Disini Jack tau bahwa pemburu iblis memilikinya kekuatan luar biasa. Ada yang memiliki kekuatan petir, air, tanah, udara, angin. Sedangkan saat ini Jack hanya memiliki kekuatan darah spesial dan belum bisa mengendalikannya. Namun setidaknya Jack bisa membantu para demon Hunter yang lain dengan darahnya.


"Jangan melamun! Monsternya ke arahmu!" ujar Edgar pada Jack yang sempat melamun ditengah pertempuran. Sedangkan monster ular sedang mendekat ke arahnya.


"Khik...khik...khik...bau darahmu sangat wangi, aku akan memakanmu!" seru si monster ular itu yang semakin mendekat pada Jack, bahkan sekarang mereka sudah saling berhadapan.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Jack bingung.

__ADS_1


...****...


__ADS_2