Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 17. Kendali Iblis


__ADS_3

****


Jack memilih pergi dari kumpulan Demon Hunter tersebut dan kembali seorang diri menjalani kehidupan. Dia tidak mau menyerah begitu saja karena yakin suatu saat nanti bisa menemukan bukti kalau Dominic yang bersalah dan seharusnya mendapatkan hukuman serta dikucilkan oleh para Demon Hunter bukan dirinya.


“Sudah terbiasa aku hidup sendiri jadi aku tidak terkejut saat hal ini terjadi. Aku akan mencari cara untuk membuktikan kalau Dominic yang bersalah bukannya diriku,” gumam Jack sambil berjalan menjauh dan membawa kapaknya diletakkan di punggung dengan pelekat elastis.


Beberapa hari kemudian, Jack menyadari kalau dirinya sudah tidak diterima oleh para Demon Hunter. Jim dan bahkan Lilian juga berubah sikap menjadi dingin dan menjauhi Jack tanpa alasan yang jelas.


“Jack masih saja keliling sekitar sini. Seperti orang tidak punya arah tujuan saja,” kata Jim yang terlihat tidak menyukai saat melihat Jack lewat.


“Biarlah. Kalau tidak suka, setidaknya dia tidak mengganggu kita. Aku juga tidak menyangka kalau dirinya setega itu terhadap Demon antara lainnya,” ujar Lilian yang sebenarnya merasa sedih dan juga kecewa karena sudah berharap terlalu banyak terhadap pria itu tetapi ternyata Jack sangat tega terhadap orang lain.


Jack sebenarnya mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang tetapi mencoba untuk pura-pura tidak mendengar hal itu untuk melindungi hatinya sendiri. Hal terpenting, Jack memiliki misi untuk membunuh iblis dan monster sehari minimal satu. Dia membuat misi sendiri dan menjalankan seorang diri.


Bahkan, Jack juga tidak mau menolong ketika melihat ada Demon Hunter yang kesulitan melawan monster maupun iblis. Cukup sekali dirinya mendapat tuduhan dan dianggap membuat salah satu dari Demon Hunter terbunuh. Dia tidak mau lagi peduli terhadap orang lain yang belum tentu memedulikan hati dan pikirannya.


“Aku harus pura-pura tidak melihat ketika mereka membutuhkan bantuan daripada aku mendapatkan masalah lagi. Sementara itu, aku bisa berjelajah dan tinggal di markas atau kembali ke kosan. Atau ... Apa lebih baik aku kembali bekerja?”


Jack sedang menimbang-nimbang keputusan apa yang akan dia perbuat saat ini. Pria itu merasa sendirian dan kesepian karena tidak ada satu dari antara temannya yang membela atau mendengarkan perkataannya terlebih dahulu. Sekarang Jack bertanggung jawab penuh terhadap pilihannya sendiri.


Seekor monster terlihat sedang mengejar anak kecil yang berlari ketakutan dan berusaha untuk bersembunyi di tempat tertutup. Jack melihat hal itu dan segera meraih kapak yang ada di punggungnya serta menebaskan langsung kepada monster tersebut hingga terbelah menjadi dua dan musnah. “Musnah kau monster!”


Setelah monster itu mati, Jack menengok ke arah anak kecil yang bersembunyi di sela bawah gedung. “Hai, Nak. Jangan takut dan keluarlah dari situ karena monster itu sudah musnah,” ucap Jack dengan senyum sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


“Benarkah, Kak?” Anak kecil itu bertanya dalam kondisi tubuh gemetar ketakutan karena sejak tadi dia dikejar oleh monster tersebut tanpa ada satu orang pun yang menolong.


Sejak para iblis dan juga monster muncul ke dunia manusia, banyak orang tidak berani keluar saat malam hari. Bukan menjadi sebuah rahasia karena para monster dan iblis lebih sering berkeliling ketika matahari sudah terbenam.


“Iya, sudah aman. Di mana rumah kamu? Aku akan mengantarmu pulang.”


Jack merasa kasihan melihat anak kecil yang ketakutan itu dan berbaik hati untuk mengantarkannya pulang. Sepanjang perjalanan, Jack menggendong bocah lelaki itu dan mengajaknya bicara. Ternyata bocah itu mencari ibunya yang sedang keluar rumah tanpa memberitahu terlebih dahulu nanti tiba-tiba melihat ada monster yang langsung mengejarnya.


Setelah sampai di sebuah rumah, Jack meminta anak kecil itu untuk kembali ke rumah dan menunggu ibunya. Ternyata ibunya sudah berada di sana dan merasa khawatir.


“Anakku! Ke mana saja kamu? Ibu mencari kamu. Jangan pernah keluar rumah sendirian, mengerti?” Wanita yang terlihat masih cantik meski sudah memiliki anak sekitar usia tujuh tahun itu pun merasa khawatir.


“Maaf, Ibu,” ucap lirih bocah itu.


Wanita itu mengucapkan terima kasih karena Jack sudah menyelamatkan anaknya. Setelah itu, Jack pergi menuju ke kos miliknya yang cukup berantakan karena kejadian tempo lalu.


“Ah, aku harus membereskan semua ini, tapi besok saja. Aku memilih tidur.”


Dunia manusia menjadi kacau dan lebih kacau ketika malam. Namun, semua orang masih mencoba hidup dengan baik dalam wilayah yang dinyatakan cukup aman. Jack pun terlelap. Dia memutuskan besok akan mulai kembali bekerja.


Jack tumbuh menjadi pribadi yang makin berani dan kuat. Bahkan di tempat kerja, Erick, Fred, dan Danny pun menjadi baik dengannya. Namun, suatu hari ada hal aneh terjadi di tempat kerja.


“Ada apa dengannya?” gumam Jack yang menatap ke arah Fred.

__ADS_1


Fred hari ini terlihat begitu berbeda. Ada aura hitam yang muncul dari tubuh Fred dan bisa terlihat dengan jelas oleh Jack yang sudah menjadi Demon Hunter. Belakangan ini sikap Fred pun berubah dan jadi jarang bicara padahal sebelumnya mereka sangat akrab.


“Ada apa, Jack?” tanya Erick penasaran.


“Apa yang terjadi dengan Fred? Dia tidak terlihat baik-baik saja dan belakangan ini jarang berkumpul dengan kita serta jarang berinteraksi,” kata Jack sambil menatap Fred yang selalu menghindar.


“Mungkin Fred sedang ada masalah dengan keluarga. Biarkan saja dulu. Nanti kalau sudah membaik, pasti bergabung lagi dengan kita. Benar, kan, Danny?” Erick tidak merasa curiga sama sekali karena mereka sama-sama pria yang sudah dewasa dan terkadang ada permasalahan tersendiri yang tidak bisa diucapkan kepada kawan.


Apa yang dipikirkan oleh Erick justru berbeda dengan yang dipikirkan Jack. Jack pun mencoba mendekati Fred dan memegang tangannya. “Fred? Ada apa ini? Apakah kamu ....”


Jack terkejut saat matanya bertatap langsung dengan Fred. Ternyata Fred berada dalam pengaruh iblis. Jack menatap mata Fred dengan dalam untuk menggali informasi. Iblis apa yang saat ini sedang mengendalikan dan mempengaruhi kawannya.


“Kenapa Jack? Apakah kamu kenal Igor?” ujar Fred dengan senyum mengerikan. Igor menitipkan salam karena bisa melihat Jack dari mata Fred.


Igor adalah salah satu iblis yang kuat. Jack tidak menyangka kalau kawannya bisa dipengaruhi oleh iblis. Kapan dan di mana Fred mengalami hal mengerikan itu?


“Siapa Igor? Fred, apakah kamu baik-baik saja?” Jack berusaha untuk berpura-pura tidak mengenal Igor dan tetap fokus untuk berkomunikasi dengan kawannya.


Namun, Fred justru menyeringai. Seperti beberapa saat kehilangan kesadaran. “Apa kamu tak tahu aku? Igor, panggil namaku, Igor. Bukankah kamu salah satu dari mereka yang mencoba menangkapku?”


Jack terbelalak. Dia tak menyangka iblis itu sangat berani seperti menantang dirinya.


...****...

__ADS_1


__ADS_2