Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 40. Aaron dan Monster ular


__ADS_3

Kala Dominic dan Jack sedang sibuk untuk menghalau si monster berkepala tiga itu. Aaron sendiri, sedang sibuk untuk mengalahkan si monster ular dan ternyata adalah monster yang membuat ibu dan adiknya meninggal dunia. Sumpah demi tuhan, Aaron tidak akan pernah melepaskan monster ini.


Serangan Aaron tidak main-main, ia mengeluarkan beberapa jurus andalannya dengan ilmu ke dua dan ketiga dalam ilmu air yang dimilikinya.


Terdengar suara pertarungan hebat didalam dungeon terbawah itu. Dan tentunya si monster ular tidak diam saja. Dia hanya menunjukkan setengah kekuatannya, tidak sepenuhnya dan itu pun sudah membuat Aaron kelelahan. Terlebih lagi, energinya susah terkuras cukup banyak saat ia menolong para bawahannya tadi.


"Jurus air ketiga! Aktif!"


Slashhh~


Wush~


Aaron melancarkan jurus air ketiganya, sontak saja air deras mengalir dari pedangnya bak banjir bandang. Dia arahkan pedang itu ke arah si monster ular.


Namun, untuk ke sekilan kalinya dia gagal untuk menebas leher ular itu. Semakin menggeliat dengan lincah dan sulit hanya untuk digapai saja.

__ADS_1


'Sial, gagal lagi. Dia sangat lincah'


"Hey! Apa kau pikir kau bisa mengalahkan aku? Bodoh...sangat bodoh bila kau berpikir begitu!" kata si monster itu dengan sombongnya. "Yang ada kaulah yang MATI!"


"Jangan banyak omong!" sentak Aaron dengan emosi didalam dirinya. Setiap kali melihat wajah si monster ini, bayangan ibu dan adiknya selalu terlintas di kepalanya. Bagaimana mereka mati dengan mengenaskan.


Aaron berusaha sekuat tenaga untuk menggapai leher iblis itu, namun dia kesulitan. Bahkan serangan si ular semakin gencar dan menyudutkannya. Hingga, 'sret' Aaron kehilangan dua jari tangannya karena darah si ular.


"Aakhh!" pekik Aaron kala ia melihat jari telunjuk kiri dan jempolnya patah. Ternyata si iblis mempunya jurus darah yang mematikan. Kilatan darahnya seperti cambuk dan bisa membunuh orang dengan mudah.


Dengan tenang dan tanpa menanggapi ucapan si Monster, Aaron mengikat lengan jarinya yang putus dengan kain untuk menghentikan pendarahan. Sial, rasanya sangat sakit untuk Aaron.


"Aku berikan dua pilihan untukmu. Pertama kau akan mati disini dengan sia-sia menjadi santapanku, atau... pilihan kedua, kau akan menjadi iblis sama sepertiku dan aku berikan darahku!" kata si monster ular itu dengan sombongnya.


Aaron langsung tersenyum sinis dan meludah didepan si monster. Tentu saja hal yang Aaron lakukan itu melukai harga diri si monster.

__ADS_1


"Cih! Aku tidak akan sudi menjadi makhluk tuhan pembangkang dan berbuat banyak dosa. Kalau kau mau ke neraka, pergi sana sendiri. Jangan ajak ajak orang lain untuk ikut bersamamu!"


Kata-kata Aaron rupanya membuat si monster ular terprovokasi. Dia benar-benar akan serius melawan Aaron. "Shitt! Kau benar-benar kurang ajar. Aku sudah menawarkan tawaran itu dengan baik, namun kau malah memilih menjadi manusia lemah."


"Baiklah kalau begitu. MATILAH DISINI." geram si monster ular itu yang lalu membelah dirinya menjadi beberapa tubuh dan ular raksasa.


Ssshh


"Aku lebih milih mati disini menjadi manusia, daripada mati menjadi seorang iblis!" Aaron berubah, tubuhnya mengeluarkan sinar biru yang dan pusaran air seperti gelombang air laut.


Pertarungan diantara mereka pun tak terelakkan lagi. Hingga akhirnya tanpa disangka-sangka, si monster mulai terpojok.


"Sial! Kalau begini caranya, dia bisa menebas leherku! Kekuatannya lumayan!" desis wanita ular itu. Kemudian dia pun mulai melancarkan strategi lain untuk membuat Aaron lemah.


...****...

__ADS_1


__ADS_2