Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 32. Masuk ke masa lalu


__ADS_3

Dengan cepat Jack menarik tangan Aaron sebelum pria itu jatuh ke dan jurang kobaran api. Sontak saja mata Jack terbelalak melihat pemandangan mengerikan itu.


Aaron terselamatkan, namun sepasang matanya masih berwarna putih seolah dipengaruhi sesuatu. Dan Jack berusaha untuk menyadarkannya.


"Senior, sadarlah! Kau ini kenapa?" sentak Jack seraya menepuk-nepuk pipi senior nya itu. Tatapan Aaron masih kosong ke depan, wajahnya datar dan tidak berekspresi.


Ada apa ini? Senior kenapa?


"Jangan halangi aku, sialan!" teriak Aaron tiba-tiba, bahkan dia menarik pedangnya dan menancapkan pedang itu ke perut Jack.


Jleb!


"Aahhhh!" pekik Jack meringis kesakitan manakala pedang itu telah menusuk perutnya. Darah pun mulai keluar dari luka perut Jack dan merembes membasahi bajunya.


"Senior...kau..."


"Jangan halangi aku untuk bertemu dengan ibuku!" teriak Aaron emosi. Jack semakin tidak mengerti.


Tidak lama untuk Jack menimba-nimba apa yang terjadi. Dia pun mengira ada iblis yang bisa menggunakan jurus mimpi dan bisa mempengaruhi seseorang. Aaron terkena pengaruhnya, tapi berasal darimana media itu? Media yang menjadi pengaruh Aaron bisa seperti ini.

__ADS_1


"Mata langit, aktif!"


HAP!


Jack mengaktifkan mata langitnya, terlihat beberapa garis urat didekat matanya dan bola mata Jack berwarna hitam kelam saat mata langit diaktifkan. Mata langit Jack sangat berguna untuk melihat partikel-partikel kecil didalam tubuh seseorang.


"Apa yang ada didalam jantung senior?" tanya Jack saat ia melihat dengan mata langitnya. Ada sesuatu didalam jantung Aaron.


Sedangkan Aaron sendiri, dia masih berada dalam alam bawah sadarnya. Dia bermimpi tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu.


#Alam mimpi Aaron...


Terlihat seorang anak laki-laki dengan pakaian lusuhnya sedang mendorong gerobak berisi kayu dan disampingnya ada seorang wanita dewasa yang sedang menggandeng tangan seorang anak laki-laki dan menggendong anak perempuan yang lebih kecil dari si anak laki-laki pendorong gerobak.


"Tidak apa-apa Bu, ini tidak berat. Ibu gendong saja Louis dan Rose." kata Aaron kecil sambil tersenyum.


Aaron adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dia tinggal bersama ibu dan kedua adiknya. Louis dan Jane yang masih kecil-kecil, bahkan Jane masih berusia 1 tahun. Aaron dan keluarganya dalam kemiskinan, namun mereka bahagia karena memiliki satu sama lain.


Hingga pada suatu malam yang dingin setelah hujan. Aaron, ibu dan kedua adiknya sedang tertidur pulas. Tiba-tiba saja pintu rumah mereka hancur oleh sesuatu yang datang.

__ADS_1


Ibu Aaron pergi ke pintu depan lebih dulu, dia meminta Aaron untuk menjaga kedua adiknya. "Aaron, kau disini jaga adik-adikmu ya...ibu akan pergi ke depan untuk melihat apa yang terjadi." ucap ibu Aaron pada putranya.


"Iya ibu," jawab Aaron sambil mengusap-usap matanya, berusaha memulihkan kesadarannya.


Ibu Aaron melihat kedua anaknya yang lain masih tertidur dengan pulasnya. Aaron pun terjaga untuk menjaga adik-adiknya.


Tak lama kemudian, terdengar suara kencang dari ruangan depan dan jeritan ibu Aaron dan suara gaduh dari sana. Hingga kedua adik Aaron pun terbangun.


"Kakak, apa itu suara ibu?" tanya Louis dengan wajah polosnya menatap sang kakak.


"Ibu...ibu..." Jane yang belum lancar bicara, ia memanggil-manggil ibunya. Tapi Jane dapat merasakan bahwa ibunya dalam bahaya.


"Kalian tunggu disini dulu, kakak akan menemui ibu! Tung--"


Belum sempat Aaron menyelesaikan kata-katanya, ibunya sudah datang menghampiri mereka dalam keadaan terluka. Sehingga ketiga anaknya menjadi panik dan ketakutan.


"Ibu! Ibu kenapa?" tanya Louis cemas. Sedangkan Aaron berusaha terlihat tenang, padahal ia sama cemasnya dengan Louis saat ini.


Ibu Aaron memegang lehernya yang berdarah-darah, terlihat ia menahan sakitnya.

__ADS_1


"Aaron, bawa kedua adikmu pergi dari sini! Cepat!!" titah ibu Aaron pada Aaron. "Kau harus menjaga mereka, Aaron."


...***...


__ADS_2