Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 41. Mode cupu ternyata suhu


__ADS_3

Kali ini monster ular itu tidak main-main lagi, ia merasa Aaron cukup hebat dan ia pun mengeluarkan kekuatannya. Jurus darah iblis yang kuat.


"Jurus darah iblis! Serangan ular mematikan!" ujar si monster ular itu, kemudian tubuhnya membelah diri semakin banyak. Sinar merah menyeruak keluar dari tubuhnya, dia memperbesar juga ukuran tubuhnya.


Ular-ular itu bergerak bukan menuju ke arah Aaron, melainkan pergi ke atas dungeon dengan membawa racun-racun didalam tubuhnya.


Kenapa ularnya pergi ke atas dan bukannya menyerangku? Jangan-jangan...


Aaron mengerutkan keningnya, manakala ia melihat ular-ular pergi ke atas sana. Bukan menyerang dirinya. Ia mulai memikirkan sesuatu yang buruk dan akan terjadi.


"Kau pasti bertanya-tanya bukan? Mengapa ular itu pergi ke atas sana? Mungkin saja... orang-orang yang akan kau selamatkan itu, akan mati dalam hitungan menit, ah tidak...bisa jadi dalam hitungan detik!" ular wanita itu tersenyum licik.


"Sialan!" umpat Aaron yang dilema, haruskan ia menyelamatkan mereka atau menumpaskan dendamnya dan membunuh ular ini.


"Saranku, lebih baik kau habiskan tenagamu dengan hal yang lebih bermanfaat!" seru monster ular itu.

__ADS_1


Aaron berada dalam dilema, haruskah ia pergi dari sana atau disini menyerang si iblis. Namun,suara Jack dari atas sana membuat Aaron tenang. Jack mengatakan pada Aaron dengan suara keras, bahwa Jack yang akan menyelamatkan semua orang diatas sana dan Aaron hanya perlu fokus dibawah sana.


Dan ya, saat ini Jack dan Dominic yang sudah berhasil menyegel 3 kepala ular itu untuk sementara. Sekarang sedang berusaha untuk menyelamatkan Reynolds dan demon hunter lain yang sedang melarikan diri menuju ke atas. Mereka tidak mau menjadi beban karena berada disini dan tidak bisa membantu apa-apa.


"Rey, bagaimana ini? Kenapa tiba-tiba banyak ular disini?" tanya seorang pria kepada Reynold, ular-ular berbisa itu kini menghadang jalan mereka didepan dan ukurannya tidak biasa.


"Aku tidak tahu..."


BRUK!


BRUK!


"Kita akan mati, tidak!!" teriak orang-orang itu ketakutan mereka sudah pasrah dengan apa yang terjadi sekarang. Mereka berada diambang hidup dan mati.


Hingga tiba-tiba sesuatu yang cepat seperti petir atau kilat, datang menghampiri mereka ke bawah lubang itu. Tidak terlihat siapa yang datang karena orang itu sangat cepat sam mengeluarkan cahaya biru.

__ADS_1


"Jurus nafas petir pertama. MENGGELEGAR!"


Jack lah yang datang dengan mata terpejam, sambil membawa kapak yang sudah menyala seperti petir yang siap menyambar. Melihat Jack dalam mode seperti itu, tentu saja membuat mereka terpana kagum.


Pasalnya, mereka baru kali ini melihat Jack dalam mode suhunya. Mereka tidak menyangka bahwa Jack yang culun bisa seperti ini.


"Astaga? Senior Jack ternyata dia..."


Petir yang berasal dari kapal itu menyambar ular-ular beracun di sana dengan mudahnya Jack menghabisi mereka.


"Pergilah dari sini! Ular-ular itu akan kembali bangkit selama tubuh utamanya belum musnah!" titah Jack dengan mata terpejam.


"Ayo!" ajak Reynolds pada teman-teman yang lainnya. Begitu diberi tali oleh Jack, mereka langsung naik ke atas.


****

__ADS_1


Sementara itu, Aaron terlihat berdarah-darah dan terkapar tidak berdaya diatas tanah. Namun pedangnya menancap ditubuh si ular.


****


__ADS_2