
...🔪🔪🔪...
Dibawah sana sangat menjijikan, pasalnya bamyak anggota tubuh manusia dan organ dalamnya yang berceceran dibawah sana. Aaron saja sampai mual melihatnya. Ini lebih buruk daripada melihat darah. Seandainya saja jika Jack berada dalam mode biasanya, mungkin pria itu sudah muntah.
"Senior, ayo kita selamatkan orang-orang yang berada disini. Senior Dominic juga berada disana bersama mereka."
"Kau tau dimana?" tanya Aaron seraya melirik ke arah Jack yang matanya masih menyala berwarna biru.
Jack menganggukkan kepalanya, indra penciumannya sangat tajam bila dalam mode seperti ini. Terkadang dia berada dibawah alam sadarnya.
"Show me, Jack!" seru Aaron pada Jack untuk mengantarnya ke tempat itu.
Pria dengan senjata kapak legendaris itu berjalan selangkah didepan Aaron. Jack menuntun jalan Aaron menuju ke tempat para manusia yang masih selamat dan juga Dominic berada.
Mereka berjalan sambil menghindari beberapa organ dalam manusia dan darah yang berceceran disana. Aaron menduga bahwa monster ini telah memakan banyak manusia, atau jangan-jangan monster ini adalah salah satu dari monster tingkat atas. Kalau benar, maka tidak akan mudah melawannya.
Ssshh...
Terdengar suara desis, seperti suara ular yang cukup keras, di telinga Aaron. Jika Jack memiliki indra penciuman yang tajam, maka Aaron memiliki pendengaran yang tajam.
__ADS_1
"Kau dengar itu Jack?" tanya Aaron dengan wajah waspadanya.
"Dengar apa senior?" Jack malah bertanya balik, ia tidak mendengar apa-apa disana.
"Suara desis ular. Sepertinya monster yang kita hadapi adalah ular!" tukas Aaron dengan sangat yakin, seratus persen.
Mereka pun sampai di dekat pintu berwarna merah yang tertutup. Disinilah Jack mulai mencium bau menyengat dan bau wewangian bercampur jadi satu.
"Wangi apa ini? Wanginya sangat menyejukkan." gumam Aaron sambil tersenyum. Pria itu seperti tersihir dan melangkah tanpa sadar ke depan pintu berwarna merah. Pintu yang tampak mencurigakan.
"Senior, kau mau kemana! Kau bilang jangan dulu masuk ke pintu itu!" seru Jack pada seniornya itu.
Aaron membuka pintu berwarna merah itu, terlihat ada beberapa kepala manusia yang tergantung disana. Sangat creepy dan membuat Jack mual. Namun Aaron tampak aneh, dia terus berjalan seperti terhipnotis oleh sesuatu.
'Senior sangat aneh? Dia kenapa?' batin Jack heran. Saat ini Jack sudah kembali ke mode biasa, matanya juga sudah normal. Tidak biru seperti tadi.
Bahkan rasa takutnya semakin besar kala ia merasakan udara semakin mencekam disana. Jack menarik tangan Aaron. Namun Aaron menepisnya begitu saja.
Plak!
__ADS_1
"Senior, kenapa..." lirih Jack heran karena Aaron berubah. Sikap dan auranya berbeda satu yang biasanya.
"Jangan sentuh aku, Jack." ucap Aaron datar. Saat netra Aaron bertemu dengan Jack, alangkah kagetnya Jack melihat mata Aaron berwarna putih semua.
"Senior apa yang terjadi?" tanya Jack terheran-heran. Lagi-lagi Aaron mengacuhkannya dan melangkah terus ke depan, yang tak tahu mau kemana.
Sedangkan dalam pikiran Aaron, suara seorang wanita memanggilnya dengan lirih. Wanita itu adalah wanita yang berarti dalam hidup Aaron.
Aaron, kesini nak. Ibu ada disini, tolong ibu nak. Ibu sangat kesakitan. Tolong nak!
"Aku disini Bu, aku akan menolong ibu. Ibu tenang saja." gumam Aaron yang terdengar oleh Jack.
"Senior..."
Tidak, ada yang aneh disini.Tapi apa? Mengapa senior seperti terhipnotis sesuatu?
Jack terlonjak kaget manakala Aaron akan lompat ke dalam kobaran Abi yang tiba-tiba muncul didepan mereka.
"Senior! Awas!"
__ADS_1
...****...