Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 46. Tawaran Saia


__ADS_3

Sepulang dari rumah Lilian untuk mengantar Jack. Pria itu malah bertemu iblis saat akan kembali ke markas demon Hunter. Jack dapat merasakan dan mencium kehadiran iblis di sana.


Hingga atensi Jack tertuju pada sosok bayangan hitam, pria bertubuh tinggi dan memiliki rambut gondrong. Pria itu berdiri cukup jauh darinya. Dia berada didepan ilalang ilalang yang menyapa malam hari, terlihat seram. Jika Jack adalah Jack yang dulu, dia mungkin akan melarikan diri karena ketakutan. Akan tetapi, Jack yang sekarang berbeda.


"Bau iblis yang sangat pekat. Dan sepertinya dia sudah membunuh banyak orang!" gumam Jack yang mencium bau menyengat itu. Dia menatap ke depan, dimana sosok itu masih berdiri di sana.


"Mata langit, terbukalah!" Jack menutup matanya, ia memusatkan pikiran untuk membuka mata langit miliknya agar bisa melihat seperti apa makhluk yang masih berdiri tegap di sana.


Sling!


Beberapa detik kemudian, Jack membuka matanya yang berwarna biru menyala. Dia menatap ke depan, melalui mata langitnya ia dapat melihat sosok itu tidak memiliki pusat kehidupan ataupun aliran darah.


"Aneh..." gumam Jack. "Meskipun dia bukan manusia dan dia adalah iblis, harusnya dia masih memiliki aliran darah. Kenapa ini tidak?" Jack bertanya-tanya karena bingung.

__ADS_1


Tak hanya aneh dengan tubuh si iblis itu, Jack juga merasakan aura yang gelap dan mencekam disekitarnya. Seakan malam semakin gelap karena kehadirannya. Sosok ini membuat Jack ingin lari, namun ia juga penasaran.


"Jackson Alharaz."


Suara itu tepat dibelakang Jack dan sontak saja membuatnya terkejut bukan main. Sekarang sosok yang membuat Jack penasaran itu sudah berada dibelakangnya. Bahkan tanpa Jack sadari.


Refleks, Jack menebaskan kapaknya pada makhluk yang memiliki mata yang berwarna merah itu. Wujudnya sangat tampan, seperti manusia biasa dan memiliki rambut gondrong berwarna perak.


Srak!


"Apa yang kau lakukan? Mencoba membunuhku?" Jack kembali mendengar suara itu, ia berusaha mencari iblis tersebut. Akan tetapi, dia tidak melihatnya lagi. Jack dapat merasakan bahwa iblis ini bukan sembarang iblis. Dia sangat cepat, bisa jadi iblis tingkat atas.


"Tunjukkan dirimu! Jangan jadi pengecut!" sentak Jack yang mulai habis kesabarannya karena iblis ini tidak menunjukkan dirinya dan malah main kucing-kucingan.

__ADS_1


Wush~


Angin berhembus kencang dari arah depannya. Diselingi cahaya hitam pekat. Kemudian cahaya hitam pekat itu berkumpul dan menjadi wujud pria rambut putih tadi. Dia tersenyum pada Jack dan berdiri tak jauh darinya.


"Aku tidak tahu bahwa kau seorang pemarah," ucap iblis itu sambil tersenyum sinis. Dia memandang Jack dengan tatapan datar.


'Sialan! Mengapa iblisnya lebih tampan dariku?' batin Jack merasa iri dengan ketampanan iblis itu. "Woy Jack! Ini bukan saatnya kau terpesona," celetuk Jack sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Jack pun serius menatap iblis itu, di keningnya ada mata yang bertuliskan 2. Deg! Seketika Jack merasa jantungnya berhenti sejenak, saat melihat iblis tingkat atas 2 berada ditempat ini. Tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal Lilian dan dua rekan Demon Hunternya.


"Jackson Alharaz, seorang pemilik jurus darah dan darah spesial. Aku memiliki penawaran kepadamu. Yang bisa menentukan hidup dan matimu, disini." ucap iblis itu sambil tersenyum sinis.


"Sebelum itu, aku harus memperkenalkan diriku lebih dulu. Namaku Saia," ucap Saia kepada Jack.

__ADS_1


****


__ADS_2