Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 18. Pengaruh iblis


__ADS_3

****


“Jack! Kamu kenapa, huh?” Erick menepuk pundak kawannya dan membuat semua pemikiran di dalam benak Jack pun buyar.


“Ada apa, Erick?” Jack merasa bingung karena dirinya berada di belakang restoran.


“Kamu dari tadi di sini dan bengong. Ada apa? Fred dan Danny sudah pulang beberapa belas menit yang lalu, tetapi kamu belum bersiap-siap untuk pulang,” jelas Erick yang membuat Jack semakin bingung.


“Bukannya tadi aku sedang berbicara dengan Fred? Kenapa tiba-tiba ....” Jack baru paham kalau memang kemungkinan besar Fred dan membuat Jack jadi seperti orang linglung terkena pengaruh.


“Ayolah, kita lebih baik siap-siap dan segera pulang karena sudah selesai bekerja,” ujar Erick sambil merangkul kawannya itu dan mengajak berjalan untuk masuk ke restoran terlebih dahulu dan bersiap-siap pulang.


Jack kali ini pulang ke kosnya karena memikirkan tentang Fred. Setelah sampai di kos, dia mencoba menghubungi Fred, tetapi tidak ada tanggapan.


“Bagaimana Igor bisa mempengaruhi Fred? Apa yang harus aku lakukan?” Jack berjanji di dalam hati akan menyelidiki hal itu dan membuat semuanya tuntas.


Hari demi hari pun berlalu dan tetap Jack menyelidiki tentang iblis bernama Igor dan bagaimana cara iblis itu bisa mempengaruhi Fred. Jack merasa kalau hal ini bukan sebuah kebetulan belaka dan ada maksud tujuan tertentu dari iblis itu mempengaruhi Fred.


Aura negatif di tubuh Fred makin hari semakin besar dan terlihat kental. Jack khawatir kalau Fred akan melakukan hal-hal buruk karena dipengaruhi oleh iblis Igor.


“Jack, apa yang kamu pikirkan? Cepat antarkan pesanan!” seru chef yang melihat kinerja Jack agak menurun seperti ada hal berat yang sedang dipikirkan.


“Baik, chef?” Jack segera kembali bekerja karena dirinya sebagai waiters di restoran. Dia tidak bisa tenang karena mengamati gerak-gerik dari Fred.

__ADS_1


“Kenapa? Kamu mulai mengkhawatirkan tentang tubuh ini? Kalau begitu coba cari tahu bagaimana caraku mengendalikannya,” ucap Fred dalam pengaruh Igor. Tentu saja Fred tidak tahu dan tidak ingat mengatakan hal-hal tersebut kepada Jack.


“Baik, aku menantangmu! Berikan informasi dan aku akan menemukan bagaimana caranya dan memusnahkan kamu!” Jack mencoba menantang iblis Igor agar mau memberitahu. Ternyata apa yang dia lakukan berhasil.


“Baik. Informasi yang akan aku berikan seperti sebuah teka-teki yang kamu tidak akan bisa menemukan jawabannya. Aku mengendalikan tubuh ini melalui sebuah benda. Pikir saja sisanya karena waktu yang dimiliki oleh tubuh ini tidak lama lagi. Hanya tiga hari lagi, atau dia akan mati,” kata Fred sambil menyeringai. Iblis Igor tidak sedang bercanda karena dia bisa mengendalikan tubuh Fred melalui sebuah benda yang dimiliki oleh Fred.


“Baik, aku akan menemukan dan memusnahkan kamu!” Jack tidak merasa takut sama sekali dan justru senang mendapatkan sedikit petunjuk untuk bisa memusnahkan iblis itu.


“Aku tidak sabar untuk menunggumu dan juga tidak sabar untuk memangsa tubuh ini.” Fred akan dimangsa oleh iblis Igor jika tiga hari Jack tidak bisa menemukan benda yang membuat Iblis Igor bisa mempengaruhi Fred.


Iblis Igor memiliki rencana sendiri yang tidak diketahui oleh Jack. Tentu saja iblis itu licik dan penuh tipu daya sehingga mencoba untuk memanipulasi pikiran manusia. Apalagi Jack sudah menjadi Demon Hunter dan terkenal membasmi para iblis dan juga monster dengan membabi buta dan memiliki misi memusnahkan minimal sehari satu monster. Berita itu sudah menyebar dan para iblis serta monster menghindari Jack yang semakin kuat.


Namun, Iblis Igor berbeda dengan yang lain karena tidak menghindar dan justru mendekati dengan mengendalikan salah satu kawan Jack. Ada rencana yang Jack tidak ketahui.


“Apa kiranya benda itu? Pasti ada di rumah Fred! Ah, aku tidak mungkin masuk ke sana kalau Fred ada di sana,” gumam Jack sedang mencari ide.


“Ah! Aku dapat ide!” Jack langsung menelepon Erick dan Danny.


“Hallo, bisa bantu aku?” Jack meminta Erick dan Danny untuk mengajak Fred pergi sekitar dua jam lebih. Tentu kedua temannya itu setuju meski tidak tahu apa alasannya.


“Oke, kami bantu! Tenang saja, Jack,” jawab Erick dan Danny bersamaan.


Jack merasa lega karena dirinya bisa memeriksa di dalam kamar Fred untuk merasakan apakah ada barang yang memiliki aura hitam dan jahat sebagai perantara Igor. Jack merasa kalau rencananya akan berhasil.

__ADS_1


Setelah mengetahui Erick dan Danny berhasil mengajak pergi Fred, Jack segera mengendap-endap untuk bisa masuk ke dalam rumah dan menyelinap ke kamar Fred. Jack berhasil masuk ke kamar kawannya itu dan mencari sekiranya barang apa yang digunakan oleh iblis Igor untuk mempengaruhi Fred.


“Barang apa? Barang apa, ya?” Jack masih mencoba mencari dan mengira-ngira barang apa yang digunakan oleh iblis Igor.


Jack mengira kalau Erick dan Danny akan baik-baik saja. Namun semua itu tidak berjalan dengan lancar. Jack mencari benda itu selama tiga puluh menit dan belum menemukan. Tiba-tiba ponselnya berdering.


“Ada apa, Erick?” Jack bertanya karena panggilan telepon tersebut dari nama Erick.


“Kamu kira aku akan bodoh dengan meninggalkan benda yang penting di dalam kamarku sedangkan kamu sedang mengobrak-abrik kamarku untuk mencari benda itu? Kamu kira berhadapan dengan siapa?” Ternyata suara itu adalah Fred.


“Di mana Erick dan Danny?!” Jack merasa khawatir karena ini bertanda buruk.


“Mungkin mereka tidak akan selamat. Temui aku, atau mereka berdua sampah masyarakat ini akan aku bunuh! Mematahkan leher mereka dan memangsa bulat-bulat sangat mudah bagi iblis sepertiku!” Igor mengancam Jack karena kesal merasa dipermainkan dan sedang dianggap remeh.


“Jangan sentuh Erick dan Danny! Katakan di mana kamu?!” Jack jadi merasa bersalah karena memerintahkan kedua temannya dan justru saat ini dalam bahaya.


“Temukan aku di dekat jam dinding besar menara tinggi pusat kota,” ujar Fred yang segera mengakhiri panggilan telepon tersebut.


“Erick! Danny! Sialan! Ternyata aku tidak bisa mengelabui iblis Igor! Aku yakin, barang itu pasti sedang dibawa saat ini. Aku akan ke sana untuk menyelamatkan kawan-kawanku,” kata Jack segera pergi dari tempat itu dan bergegas untuk ke tempat kawannya berada.


Sepanjang perjalanan, Jack hanya bisa berharap ketiga kawannya selamat dari iblis Igor. Erick dan Danny sama sekali tidak tahu kalau Fred dalam kendali iblis. Jack berharap belum terlambat sampai di sana.


Saat itu, Erick sudah luka lebam dan pelipisnya mengeluarkan darah. Sedangkan Danny terkapar dan punggungnya sedang diinjak oleh Fred yang matanya mulai menyala seperti lautan api yang tak padam. Iblis Igor mengeluarkan kekuatannya dan membuat Erick serta Danny ketakutan. Keduanya sudah memohon ampun, tetapi diabaikan begitu saja.

__ADS_1


****


__ADS_2