Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 33. Demi menyelamatkan Jane


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Masih di alam mimpi Aaron...


Melihat ibunya yang bercucuran darah, tentu saja membuat ketiga anaknya menjadi cemas. Dan sekarang, ibu Aaron meminta Aaron untuk membawa pergi kedua adiknya ke tempat yang aman.


"Aaron, cepat nak! Bawa Louis dan Jane pergi dari sini!" ujar ibunya sambil menahan rasa sakit.


Aaron sebagai anak pertama, langsung bergerak cepat membawa kedua adiknya. Aaron menggandeng tangan Louis dan menggendong Jane yang masih bayi.


"Kita mau kemana kak? Kenapa kita meninggalkan ibu?" tanya Louis dengan polosnya. Kini ketiga bersaudara itu sedang berlari menuruni gunung yang penuh dengan pepohonan. Dengan nafas terengah-engah.


"Ibu...ibu.." Jane yang berada di punggung Aaron terus mengoceh memanggil ibunya.


"Nanti kita akan menyusul ibu!" hanya itu yang bisa Aaron ucapkan saat ini pada adik-adiknya. Ia juga tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi langkahnya terus menuntunnya untuk berlari. 'Ibu, semoga ibu baik-baik saja' batin Aaron berdoa dalam hatinya.


Tiba-tiba langkah Aaron terhenti saat ia merasakan angin berhembus kencang melewatinya. Aaron mendengar suara desisan ular dengan keras. Seketika Aaron menjadi panik, tapi dia berusaha untuk tenang karena takut adik-adiknya jadi panik juga.


"Kak, ada angin apa itu?" tanya Louis polos. Dia juga merasakan hembusan angin itu.

__ADS_1


"Mama! Aku mau mama...hiks." si kecil Jane mulai merasa terancam karena hembusan angin itu.


Aaron mempererat genggaman tangannya pada Louis dan memegang Jane semakin kencang juga. "Jane, pegangan pada kakak yang erat ya!"


Namun, saat mereka baru saja berlari beberapa langkah. Ibu mereka muncul dan tiba-tiba berada didepan mereka bertiga dengan sosok berbeda. Kepalanya bertanduk dan terlihat urat-urat syaraf tampak di wajahnya.


"I-ibu.." gumam Aaron dan Louis yang kaget melihat keanehan pada ibu mereka.


"Aaron...ce...cepat la...ri...sebelum...i...ibu...aakhh..." gumam Ibu mereka terbata-bata. Dia seperti menahan sesuatu yang ada didalam dirinya.


"Ibu...ibu..."


Sosok itu mengambil Louis dari Aaron dan bersamaan itu Aaron dan Jane juga jatuh ke tanah. BRUGH!


"Louis!" teriak Aaron saat melihat adiknya di gigit oleh ular itu, dia tidak bisa menyelamatkannya.


"Kakak, Jane...tolong." teriak Louis saat lehernya digigit oleh ular itu. Darah segar mengalir dari lehernya.


"Kau sangat lezat anak kecil!" seru sosok ular itu yang lalu memakan Louis.

__ADS_1


Aaron panik, dia ingin menolong Louis tapi tak bisa. Dia pun memilih menyelamatkan Jane yang bisa diselamatkan. Adik kecilnya itu terduduk di tanah sambil menangis. Saat Aaron menggendongnya, Louis sudah berada disana dalam kondisi tak bernyawa. Aaron menangis sejadinya. Tapi belum lama ia menangis, sosok ibunya yang sudah menjadi iblis itu menyerang Aaron dan berusaha mengambil Jane.


"Ibu...ibu ...aku mau ibu."


"Tidak Jane, dia bukan ibu!" seru Aaron yang lalu mengambil kapak yang biasa ia gunakan untuk menebang kayu dan menebas leher ibunya sendiri. Aaron menangis setelah membunuh ibunya demi menyelamatkan adiknya. Pertarungan Aaron dan iblis sampai membuat luka di bahu kanan Aaron.


"Maafkan aku ibu, maaf..." lirih Aaron menyesal dan sedih karena ibu dan adiknya tiada.


"Kakak jahat, Kakak membunuh ibu! Kakak jahat!" teriak Jane yang menyalahkan kakaknya.


****


Kembali ke dunia saat ini, Aaron masih belum sadarkan diri. Hingga Jack terpaksa menusuk tangan Aaron dengan belati miliknya.


SRET!


"ASTAGA!"


"Senior, syukurlah kau sudah sadar!" seru Jack lega karena mata Aaron sudah kembali seperti semula.

__ADS_1


...****...


__ADS_2