Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 39. Pertarungan


__ADS_3

Tadinya Dominic hampir mati karena racun ular, dia bahkan sudah berada didalam telur ular. Beruntung Tuhan masih baik padanya, dia berhasil lepas dan membuat penawar racun. Salah satu keahlian Dominic selain nyinyir, adalah membuat obat.


"Minumlah, 3 tetes saja cukup." kata Dominic sembari melemparkan botol berisi penawar racun itu kepada Jack. Syukurlah, refleks Jack cukup bagus dan dia berhasil menangkap botol itu.


"Jika tidak ada penawar itu, kau sudah pasti menjadi iblis!"


"Ya ya senior, aku paham. Aku akan mentraktir mu makan di dunia atas, itu pun bila kau mengakui kesalahanmu!" seru Jack dengan senyum sinisnya. Ia masih belum puas sebelum Dominic mengaku, bahwa pria itu yang mencelakai para demon Hunter yang lain pada waktu itu.


Dominic berdecak, tentunya ia tidak akan mengakui itu karena takut nama baiknya tercoreng dihadapan orang-orang lainnya.


Tanpa mau bicara lagi pada Dominic, Jack akhirnya meminum obat penawar itu tiga tetes. Lalu ia menyerahkannya kembali kepada Dominic.


"Jack, Dominic, cepat!" ujar Aaron pada kedua pria itu. Ia membutuhkan bantuan untuk melawan ular berkepala tiga ini.


"Senior, biar aku dan senior Dominic yang menangani si kepala 3 ini! Senior carilah tubuh aslinya!" ujar Jack pada Aaron.


"Tubuh aslinya ada di ruang bawah Tanah, dia monster ular wanita!" Dominic memberitahukan pada Aaron bahwa monster ular itu adalah adalah seorang wanita.

__ADS_1


Entah kenapa raut wajah Aaron menjadi suram saat mendengarnya. Ia jadi teringat iblis yang membunuh ibu dan adiknya. Tanpa berbasa-basi lagi, Aaron menggunakan indra penciumannya untuk mencari lokasi si monster itu. Dan ya, baunya sama dengan monster yang membunuh ibu dan adiknya dulu.


Setelah berjalan cukup jauh ke dasar tanah, akhirnya Aaron menemukan monster ular itu. Namun, wujudnya adalah seorang perempuan cantik dengan tanda iblis tingkat atas tiga di matanya.


'Tingkat atas 3!' sejujurnya Aaron tercengang karena monster ular ini adalah iblis tingkat atas. Dia juga adalah monster yang membunuh ibu dan adiknya.


"Kau! Hebat juga bisa menemukan tempat persembunyianku!" wanita ular itu mendekat ke arah Aaron. Lidahnya yang panjang mengeluarkan desisan mengerikan. Cantik tapi mematikan, inilah definisi dari si monster ular.


"Akan aku pastikan kau mati hari ini, aku akan membalas perbuatanmu, iblis sialan!" ujar Aaron dengan amarah yang memburu pada iblis sialan itu.


"Bukan hanya tersinggung. Tapi dendam." tukas Aaron dingin. Atensinya begitu tajam pada monster ular itu.


"Apa kau adalah salah satu orang yang keluarganya ku bunuh? Maaf, tapi kau tidak akan bisa membunuhku. Perlu kau tau, aku sudah membunuh demon Hunter level ss, hem ada 49 orang...dan kau akan jadi yang ke 50." cetus monster itu dengan sombongnya.


"Sebelum itu terjadi, aku yang akan menghabisimu sialan!" Aaron mengeluarkan pedangnya. Kemarahan, kesedihan bercampur dalam dirinya. Jeritan adiknya dan ibunya, membuat niat Aaron semakin kuat untuk membunuh monster ular ini. Dan pertarungan sengit pun dimulai.


****

__ADS_1


Disisi lain, Jack dan Dominic masih sibuk mengalahkan monster kepala tiga yang tiada habisnya. Sekarang ular kepala 3 itu mencoba keluar dari gua dan mengejar demon Hunter lainnya, karena mereka sadar bahwa Jack dan Dominic cukup kuat untuk dilawan.


"Senior!"


"Aku paham!"


"Jurus besi ketiga, pertahanan aktif!" Dominic merentangkan kedua tangannya. Sinar abu muncul dari tangannya itu dan besi-besi berjejeran dari atas lalu menindih si tubuh ular.


Buk!


Buk!


Buk!


"Cool!" Jack berdecak kagum melihat kekuatan Dominic, dibalik sikapmu yang menyebalkan itu.


...****...

__ADS_1


__ADS_2