
...***...
Perjalanan Jack dan Abraham rupanya tidak berjalan mulus, sebab di perjalanan mereka bertemu dengan sesosok monster berwujud serigala dan memiliki kepala manusia.
Sosok kepala manusia itu berlumuran darah, giginya taring semua dan banyak bekas daging berceceran disana. Abraham yang memiliki indera pendengaran tajam, langsung peka saat makhluk itu mendekat dan akan menyerang Jackson.
Pria itu pun mendorong Jack untuk menjauh, sebelum Jack diserang dan dilukai oleh monster itu.
"Senior!" Jack berteriak saat ia melihat monster itu hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari Abraham.
Namun, pria bertubuh kekar dan berbadan tinggi itu dengan sigap menghindar dari serangan si serigala. Dia bahkan sudah bersiap dengan senjata palunya.
"Roaarghh!!" monster serigala itu mengerang, tubuhnya melayang dan hendak menerkam Abraham. Namun...
"Jurus tanah pertama..."
__ADS_1
Angin berhembus, manakala Abraham menghentakkan kakinya. Seketika tanah pun bergetar, bersamaan dengan senjata palu miliknya. Seketika mata Jack melebar kagum menatap Abraham. Ini sudah kedua kalinya Jack melihat Abraham beraksi.
Bukannya menolong, Jack malah melongo melihat sosok Abraham yang begitu berkarisma dan gagah perkasa. Dalam hati Jack juga bermimpi ingin seperti Abraham.
Terjadilah pertarungan singkat antara Abraham dan monster serigala itu. Monster serigala berhasil dilumpuhkan Abraham dengan satu serangan saja.
Monster itu pun menghilang setelah Abraham membakar kepala si monster yang terpotong tadi.
Prok, prok, prok!
Abraham kemudian berjalan mendekati Jack dan memukul kepala Jack dengan kesal. Dia mengesalkan sikap Jack yang malah diam di pojokan dan bukannya membantu mengalahkan monster.
"Ckck, dasar! Harusnya kau membantuku, bukannya diam dipojokkan seperti itu. Bagaimana bisa kau menjadi level A? Padahal orang-orang bilang kalau kau hebat. Tapi kau seperti bocah pada umumnya," decak Abraham heran.
"Hehe, aku juga tidak tahu kenapa aku disebut hebat. Padahal aku seperti ini," ucap Jack dengan senyum polosnya. Sebenarnya saat ia berubah menjadi kuat, terkadang ia sendiri tidak menyadarinya. Contoh, saat dia melawan Iblis atas kala itu.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah tuan Asgard yang merupakan ketua Demon Hunter. Setelah melalui gunung dan bertemu beberapa monster, mereka pun sampai di kota yang masih tampak seperti kota zaman dulu. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu, bahkan pakaian yang dikenakan mereka pun berbeda dengan pakaian modern yang dipakai Jack.
Sepertinya benar kata Lilian, duniaku berbeda dengan Asgarda. Batin Jack yang memang merasakan perbedaan antara dunianya dan negeri Asgarda.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai disebuah rumah berlantai 2. Rumah itu berada di pinggir pantai Asgarda. Begitu Jack dan Abraham sampai di depan pintu itu, tiba-tiba saja pintu itu terbuka lebar seakan akan tahu kedatangan mereka.
Jack dan Abraham melangkah masuk ke dalam sana. Terlihat beberapa orang yang memakai seragam khusus demon Hunter berjaga disana. Mereka sepertinya memiliki peringkat tinggi dalam demon Hunter.
"Jackson Alharaz, Abraham Taylor?" tanya seorang pria berpakaian serba hitam dan bertubuh tinggi kepada Abraham dan Jack.
"Ya, kami ingin bertemu dengan tuan Asgard." sahut Abraham.
"Ikut saya, saya akan tunjukkan jalannya." Pria berbadan tinggi itu bicara dengan wajah datar. Lalu ia menuntun Abraham dan Jack ke tempat dimana Asgard berada.
"Kalian sudah datang?"
__ADS_1
...****...