Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 35. Nasihat Aaron


__ADS_3

***


Melihat tanda Demon Hunter di tangan pria yang sebelumnya berada didalam telur ular itu, Jack yakin dia adalah demon Hunter juga.


"Iya, saya demon Hunter. Level E." jawab pria itu yang sedang berusaha bangkit, sembari merasa jijik dengan lengket lengket di tubuhnya karena si telur ular. Jack membantunya berdiri. Dia pun membuka jaketnya dan memakaikan jaket itu pada si pria yang telanjang.


"Astaga! Celanaku kemana? Bajuku!" pekik pria itu saat menyadari dirinya tidak memakai sehelai benang. Dia pun meminjam jaket Jack untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Senior, aku pinjam jaketmu!" ujar pria itu yang tak sengaja melihat tanda level A di tangan kurus Jack. 'Dia terlihat bodoh dan kurus, tapi levelnya sudah A' batin pria itu.


"Oke, santai saja." Jack tak keberatan.


"Nama saya Reynold Burke," ucap Rey memperkenalkan dirinya pada Aaron dan Jack. Aaron terlihat cuek, ia malah fokus melihat ke arah telur-telur itu.

__ADS_1


"Aku Jackson Alharaz."


Mendengar nama Jackson Alharaz, membuat Reynold terkejut bukan main. Nama Jackson Alharaz memang sudah femes dikalangan junior dan para demon Hunter yang baru. Mereka mendengar cerita tentang Jackson yang memilikinya kekuatan jurus darah dan juga mewarisi kapak legendaris sang demon Hunter.


"Kau...kau benar-benar Jackson Alharaz?" tanya Reynold sedikit tak percaya. Sebab dalam bayangannya, Jackson itu tidak seperti ini. Sedangkan Jackson yang berada dihadapannya ini tidak sesuai ekspektasi.


"Ya, memangnya kenapa?" tanya Jack polos.


"Tidak...hanya saja. Kau tidak seperti Jackson yang ada didalam bayanganku. Jackson didalam bayanganku, adalah pria bertubuh tinggi, kekar dan berotot. Tapi, kau sangat kerempeng dan tidak terlihat macho." ucap Reynold jujur.


Aaron memukul kepala Reynold dari belakang ke depan dengan cukup keras. Hingga Reynold memekik kesakitan.


"Aduh sakit! Kenapa senior memukulku?" tanya Reynold sembari mengaduh memegang kepalanya yang dipukul barusan.

__ADS_1


"Jangan menghina seniormu seperti itu! Kau sangat tidak sopan. Memangnya kau bisa sehebat dia apa? Dia bahkan bisa mengalahkan iblis atas dengan kekuatan ilusi seorang diri dengan tangannya sendiri. Dan apa kau bisa memegang kapak legendarisnya? Jika bisa, maka kau bisa menghinanya!" seru Aaron membela Jack.


"Senior, aku sungguh terharu!" Mata Jack terpana melihat Aaron yang membelanya.


Plakk!


Kali ini Jack yang terkena pukulan dari Aaron di jidatnya. "Kenapa aku dipukul juga?"


Aaron menatap Jack dengan menghunus tajam. "Kau juga, kalau ada orang yang menghinamu. Jangan diam saja dan tunjukkin kelebihanmu. Kau ini unggul Jack, hanya saja kau punya masalah dalam rasa percaya diri. Ingatlah, orang-orang akan meremehkanmu bila kau tidak memiliki rasa percaya diri."


"Tapi bukankah terlalu percaya diri, juga salah senior?" tanya Jack ragu-ragu. Dia mengigit bibir bagian bawahnya dengan gemas.


"Benar, tapi bila kau percaya diri dengan apa yang kau punya dan ada buktinya. Untuk apa kau merasa salah dengan rasa percaya diri itu? Kau harusnya bangga, Jack. Bangga dengan apa yang kau punya, kau sudah hebat," ujar Aaron menasehati bawahannya itu. Jack dan Reynold mendengarkan ucapan dari seniornya, memasukkannya ke dalam hati.

__ADS_1


Setelah itu Reynold meminta maaf pada Jack karena sudah menghinanya. Dan setelah itu Aaron memberi instruksi kepada Reynold dan Jack untuk membantunya melepaskan para demon Hunter yang terjebak didalam telur.


...****...


__ADS_2