Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 37. Aaron dengan jurusnya


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Ctarr!!!


Bukan hanya tanah yang bergetar karena gerakan si ular besar itu, namun langit juga ikut bergetar karenanya. Tanah-tanah didalam gua itu berjatuhan ke bawah, beberapa demon Hunter menghindari serpihan tanah dan batu yang berjatuhan dari langit-langit.


Brugh!


Brugh!


"Cari tempat yang aman! Reynold, bawa pergi teman-temanmu yang lain dari sini!" titah Aaron pada Reynold dan teman-temannya.


"Tapi senior, kami bisa membantu senior Aaron dan senior Jack." tukas Aaron.


"Kalian bisa membantuku dan Jack, dengan pergi dari sini dan menyelamatkan diri kalian sendiri! Pertarungan iblis kelas atas, bukan untuk kalian!" seru Aaron yang merasakan hawa iblis atas penuh tekanan di sana. Jika benar ada iblis atas di sana, maka keselamatan demon Hunter level bawah yang belum mumpuni untuk melawan. Mereka hanya akan terancam dengan yang namanya kematian. Dan Aaron takut nanti tidak bisa melindungi mereka.


"Senior..."


"Reynold pergi! Biarkan aku dan Jack yang berada disini!" ujar Aaron lagi dengan tegas. Akhirnya Reynold mengikuti perintah atasannya dan mengajak semua rekannya pergi dari sana. Namun, saat mereka akan sampai didepan gua untuk jalan keluar. Tiba-tiba saja jalan itu tertutup oleh batu besar dari atas langit-langit.


BUK!


Reynold dan teman-temannya, panik melihat jalan satu-satunya menuju ke atas tertutup. Mereka kebingungan.


"Ayo kita coba buka! Jangan panik!" kata Reynold pada teman temannya.

__ADS_1


"Ya."


Mereka pun mencoba membuka batu besar itu bersama-sama, namun alangkah terkejutnya mereka saat muncul ular-ular dari sana. Ular dengan warna-warna aneh, ular seperti ini beracun.


"Huahh!"


"Mundur!" teriak Reynold saat melihat ular-ular itu mendekatinya dan juga teman-temannya.


"Kyaakk!!" pekik seorang pria saat tangannya digigit ular itu dan langsung melepuh. Sontak semua orang terkejut saat melihatnya.


"Tolong...aku tidak mau terbakar, senior Jack... senior Aaron tolong..." pria itu merasa terbakar, mulanya pada bagian tangan kemudian menjalar ke bagian tubuhnya yang lain. Tangannya sudah menjadi tengkorak.


"SAKIT! TOLONG..."


"Jurus pertama ilmu air!" setelah mengucapkan itu, pedang Aaron bercahaya biru muda lalu mengeluarkan air. Dia pun memotong tangan pria itu dengan terpaksa, agar menghentikan racun ular.


Sret!


"Aaahh... tanganku!" pekik pria itu saat tangannya di putus sampai sikutnya. Dia sangat kesakitan, bahkan sampai menangis. Darahnya mengucur deras ke bawah.


"Jurus air ilmu kedua, penyembuhan!" Aaron kemudian mengerahkan jurus ilmu air penyembuhannya untuk menekan pendarahan ditangan pria itu.


Wush~


Pendarahan ditangan pria itu berhenti karena jurus air Aaron. "Ini tidak menyembuhkan, hanya bisa meredakan pendarahan. Maaf untuk tanganmu." Sesal Aaron karena dia memotong tangan pria itu. Aaron yang terlihat dingin dan ketus, ternyata bisa minta maaf juga. Aaron bahkan membungkus tangan pria itu dengan kain yang disobek dari bajunya.

__ADS_1


"Tidak apa senior, saya paham kenapa senior melakukannya. Justru saya yang harus--"


BUGH!


Suara gaduh dari batu yang berjatuhan, membuat pria itu menghentikan ucapannya. Dia tidak


"Monster ular itu akan segera menutup tempat ini untuk menjebak kita, senior." teriak Jack yang sekarang sudah terlihat terluka karena bertarung dengan ulat besar itu. Ternyata, tidak mudah untuk membunuhnya.


"Jack benar, pergilah dari sini!" ujar Aaron pada bawahannya itu.


Kemudian Aaron pun berusaha membuka batu itu dengan kekuatannya. Jurus ilmu air ketiga, yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Jurus ketiga ilmu air, gelombang 3 kali lipat!" Kedua tangan Aaron terlentang dan mengeluarkan banyak air dari sana. Air itu membentuk seperti sebuah gelombang.


Semua orang takjub dengan kekuatan Aaron, semilir air didalam tubuh Aaron juga membuat udara disekitarnya jadi sejuk.


"Senior Aaron keren sekali,"


"Tidak heran dia adalah level ss." celetuk seorang pria yang memandangi Aaron dengan kagum. Aura Aaron begitu kuat.


"Freeze!" Batu besar itu berubah menjadi beku, karena kekuatannya. Setelah beku, akan mudah bagi mereka untuk memotongnya.


"Senior awas!!" teriak Jack panik saat melihat sesuatu meluncur cepat ke arah Aaron.


...****...

__ADS_1


__ADS_2