Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 38. Terkena racun ular


__ADS_3

Jack melihat bisa yang dimuntahkan ular besar itu mengarah pada Aaron. Dengan kecepatan tinggi, Jack menghampiri Aaron dan menghalangi racun ular itu agar tidak mengenai Aaron.


Sret!


"Jackson!" teriak Aaron terkejut manakala ia melihat punggung Jack dipenuhi racun ular berwarna hijau.


"Aku tidak apa-apa senior. Senior selamatkan saja yang lain, aku akan menahannya disini." ucap Jack sambil tersenyum. Ia tidak terlihat takut, meski sudah terkena racun.


Aaron terharu dengan apa yang dilakukan oleh Jack untuk menyelamatkan dirinya. Tak berselang lama setelah itu, ular besar kembali datang dan menyerang Jack. Tubuh Jack sudah terluka cukup parah, ditambah lagi racun yang mengenai tubuhnya.


Reynold dan para demon Hunter yang diselamatkan oleh Jack dan Aaron, merasa bersalah karena telah menjadi beban dan tidak membantu apa-apa.


'Aku harus cepat dan menolong Jackson' batin Aaron.


Tanpa bicara apa-apa Aaron mengeluarkan lagi jurusnya untuk menghancurkan batu yang dibekukan olehnya barusan. Dalam sekali tebasan, batu yang beku itu hancur berkeping-keping.


BRAK!

__ADS_1


"Pergilah! Pergi ke tempat yang aman. Hati-hati dengan jurang api," ujar Aaron memberitahu tentang jurang api yang ada di jalanan tadi.


"Senior, maaf kami tidak membantu!" kata Reynold merasa bersalah pada Aaron


"Kalian bisa membantuku dengan pergi dari sini, pergilah! Monster tingkat atas bukan tandingan kalian," ucap Aaron tegas. Bukan maksud merendahkan mereka, tapi Aaron hanya takut dengan keselamatan mereka. Sudah banyak nyawa yang jadi korban, jangan sampai ada nyawa lainnya.


Reynold dan 5 orang teman-temannya language pergi dari sana, melewati gua dan berencana untuk keluar dari tempat terkutuk itu. Dungeon yang menjebak mereka.


Pertarungan sengit terjadi antara Jack, ular itu dan Aaron. Terlihat beberapa tubuh Jack yang sudah terluka.


'Sial! Mengapa aku merasa panas di punggungku? Apa ini efek racun?' Jack merasa panas di punggungnya, pada bagian yang terkena racun ular itu.


"Tidak apa-apa senior!"


Sret!


Lantas mereka pun menebas leher si ular bersama-sama, akan tetapi mereka dikejutkan dengan kepala si ular yang tumbuh lagi. Bahkan menjadi 3 bagian.

__ADS_1


"Sial! Ini bukan tubuh aslinya!" seru Jack geram.


"Aku akan mencari tubuh aslinya, tapi apa kau bisa sendirian disini dan menangani ular itu?" tanya Aaron pada Jack.


"Aku bisa...uhuk...uhuk..." tiba-tiba saja Jack batuk dan mengeluarkan lendir hijau seperti racun ular itu. Seketika Aaron menjadi panik melihatnya.


"Jackson, kau terkena racun ular." Aaron merasa bersalah dengan keadaan Jack saat ini.


"Aku masih bisa senior, aku bisa." kata Jack dengan nafas terengah-engah.


Sshh....


Sambil bertarung dengan ular, Jack merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya. Kepalanya berdenyut nyeri, tubuhnya panas.


"Aku akan menolongnya, senior..." suara parau seorang pria, membuat Aaron dan Jack menoleh ke arah pria yang berdiri di pintu gua. Dia adalah Dominic, pria itu terlihat berjalan pincang dan membawa senjatanya yang sudah berlumuran darah.


"Senior! Kau baik-baik saja?" tanya Jack dengan senyum mengembang di bibirnya, dia senang melihat Dominic baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa kau berharap aku mati?" sinis Dominic seperti biasanya. "Beruntung aku punya penawar racun untukmu, kau harus berterima kasih seumur hidupmu!" cetus Dominic kemudian mendekati Jack. Dia mengeluarkan sebuah botol berisi cairan berwarna bening.


****


__ADS_2