Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 23. Jack terluka parah


__ADS_3

Igor berhasil melarikan diri setelah kepalanya hampir ditebas oleh Jack. Sayangnya Jack terluka kala itu karena serangan Igor pada perutnya.


BRUGH!


Sontak saja pria itu jatuh terduduk sambil memegang perutnya yang kini berdarah-darah dan ada sebagian luka bakar disana. Jack tidak percaya, padahal sedikit lagi dia bisa menebak lehernya. Ternyata benar apa kata Lilian sebelumnya, mengalahkan iblis atas tidak semudah yang dibayangkan.


"Jack! Kau kenapa? Apa yang terjadi?" suara Fred membuat Jack menoleh ke arah tangannya itu. Jack tersenyum melihat temannya yang tampak linglung itu.


"Jack!" panggil Fred pada temannya itu.


"Semuanya sudah baik-baik saja," hanya itu saja yang Jack katakan kepada Fred. "Apakah mau terluka Fred?" tanya Jack kemudian.


"A-aku...aku tidak apa-apa. Memangnya kenapa? Eh, tapi aku merasa tubuhku pegal dan tanganku kebas seperti habis melakukan sesuatu yang keras!" jelas Fred bingung, ia merasakan beberapa bagian tubuhnya sakit dan dia lelah. Sungguh, Fred tidak tau apa yang terjadi dan mengapa dia berapa di dekat jalan Stanvers. Rupanya pria itu tidak mengingat semuanya.


Tak lama kemudian, Jimmy dan Aaron muncul. Lalu mereka menghampiri Jack yang saat ini wajahnya pucat pasi, darah pun bercucuran dari perutnya.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" tanya Jimmy dengan nada cemas.


"Maaf, kau harus bertarung seorang diri!" cetus Aaron yang tadinya akan menolong Jack, namun ia terlambat. Disisi lain, matahari mulai naik ke atas, menandakan bahwa hari sudah pagi. Jelas saja, iblis dan monster kembali bersembunyi di ruang gelap dungeon.


"Tidak apa-apa, aku tidak ma--ti..."


Bruk!


Tubuh Jack ambruk seketika, dengan sigap Aaron menangkapnya. Meski sebelumnya mereka menyalahkan Jack atas meninggalnya salah satu rekan mereka. Akan tetapi, mereka tetap memedulikan satu sama lain.


Danny dan Erick sudah siuman keesokan harinya begitu mereka diobati. Sedangkan Fred, dia dalam keadaan baik-baik saja, meskipun beberapa bagian tubuhnya pegal-pegal. Lalu bagaimana dengan Jack? Dia belum siuman juga dan sudah 3 hari Jack tidak sadarkan diri karena luka dalam yang cukup parah.


"Karena kalian sudah sembuh, kalian harus kembali ke dunia atas. Aaron, kau bawa mereka!" titah Greg pada kawannya Aaron untuk mengantar ketiga teman Jack kembali ke dunia mereka.


"TIDAK!" serempak ketiga kawan Jack menjawab tidak. Mereka tidak mau kembali sebelum melihat Jack sadarkan diri.

__ADS_1


"Kami tidak akan pergi dari sini sebelum melihat Jack siuman," ucap Erick yang disetujui juga oleh Danny dan Fred.


"Tapi..."


"Sudahlah tidak apa-apa, biarkan saja mereka berada disini. Kalian bertiga boleh disini sampai Jackson siuman, setelah itu enyahlah!" tegas Aaron pada ketiga teman Jack itu.


Diambang pintu, terlihat Lilian tengah memandangi Jack dengan sendu. Tatapan Lilian yang sendu, mengandung arti mendalam.


'Jack, kapan kau akan siuman? Kenapa kau tertidur begitu lama? Kau akan bangun kan? Bukankah katanya kau akan belajar panah dariku?Kau harus baik-baik saja Jack, harus!' Lilian yang terlihat dingin diluar, tapi sebenarnya memiliki kehangatan didalam hatinya. Dia peduli pada Jack.


Tuhan seakan mendengar doa Lilian, saat itu juga Jack mulai membuka matanya. Danny, Fred dan Erick terlihat senang melihatnya.


"JACK! Kau sudah bangun?"


****

__ADS_1


__ADS_2