Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 27. Diberi hadiah


__ADS_3

Alangkah kagetnya Jack dan Abraham begitu mereka melihat sosok pria bertubuh tinggi dengan luka berwarna ungu pada setengah wajahnya, menyambut mereka berdua. Inilah sosok tuan Asgard, si ketua Demon Hunter.


Ternyata kutukan itu masih terus berjalan. Batin Abraham saat melihat warna ungu pada wajah Asgard.


'Wajahnya kenapa?' Jack membatin, melihat wajah Asgard yang memiliki warna ungu yang aneh.


"Kalian sudah datang!" sambut Asgard dengan suara bariton rendah miliknya. Suaranya kalem, berwibawa. Meskipun sebelah wajahnya berwarna ungu. Aura kepempimpinan, karisma dan wibawa, terasa pekat. Jack dan Abraham dapat merasakan itu. Inilah aura dari seorang ketua Demon Hunter terkuat zaman dulu.


"Hormat kami, tuan besar!" ujar Abraham seraya menundukkan kepalanya dengan penuh rasa hormat pada Asgard. Awalnya Jack bingung mau bagaimana, tapi melihat Abraham memberi hormat dengan cara seperti itu. Maka Jack pun menurutinya dengan menundukkan kepalanya.


"Hormat, tu-tuan besar." Jack canggung.


Meskipun dia memiliki bekas luka di wajahnya. Tapi aku bisa merasakan aura yang kuat dari dalam dirinya.


Bibir Asgard menyunggingkan senyuman tipis. Lantas ia pun meminta dua anak buahnya yang ada disana, agar menyediakan kursi untuk Abraham dan Jack.

__ADS_1


Namun Abraham dengan cepat menolaknya, ia tidak mau dianggap tidak sopan didepan ketua Demon Hunter yang sudah ia temui dua kali ini.


"Tuan besar, ada apakah gerangan tuan besar memanggil kami kemari?" tanya Abraham lebih dulu. Jack hanya diam saja karena pertanyaannya sudah diwakili oleh Abraham.


Asgard tersenyum, kemudian tangannya mengeluarkan cahaya berwarna biru dan dari telapak tangannya ada sebuah kantong berwarna biru disana. Kantong itu bercahaya terang, yang juga berwarna biru.


"Karena kau sudah menolong semua bawahanmu dan membawa mereka kembali dengan selamat, aku memberikanmu hadiah ini." jelas Asgar yang lalu menyerahkan kantong berwarna biru itu kepada Abraham.


"Saya hanya melakukan tugas saya sebagai manusia, tuan besar. Bahwa kita harus saling menolong." kata Abraham rendah hati.


"Didalam kantong itu, ada obat yang bisa menyembuhkan luka dengan cepat dan juga bisa membangkitkan dua nyawa yang penting. Gunakanlah dengan bijak!"


"Tuan besar, tapi tanggungjawab ini terlalu..."


"Aku yakin kau bisa menggunakannya dengan bijak, Abraham." tidak banyak kata yang diucapkan oleh Asgard.

__ADS_1


Abraham terharu dengan apa yang diberikan oleh Asgard padanya, adalah sesuatu yang sangat berharga dan berkaitan dengan nyawa. Bukan tanpa alasan Asgard memberikannya. Abraham telah menyelamatkan bawahannya tanpa ada yang terluka. Bagi Asgard itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa.


"Lalu kau... Jackson Alharaz bukan?" kini tatapan Asgard beralih pada Jackson yang sedari tadi hanya diam.


"Bisakah kalian tinggalkan kami berdua saja?" ucap Asgard kepada semua orang yang ada di ruangan itu, kecuali pada Jack. Ya, dia ingin bicara pada Jack berdua saja.


Akhirnya Abraham dan dua pengawal yang ada disana keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Asgard dan Jack disana. Begitu pintu ruangan ditutup, jantung Jack tiba-tiba berdebar kencang. Manakala Asgard menatap dirinya dengan intens dan dalam.


Deg, deg, deg!


"Tuan, jika saya berbuat salah! Mohon maafkan saya," ucap Jack buru-buru. Dia masih belum berani mengangkat kepalanya.


"Tidak ada yang harus dimaafkan, jadi kau tidak perlu meminta maaf. Angkatlah kepalamu, Jackson Alharaz!" titah Asgard. Sehingga Jack mengangkat kepalanya, lalu tiba-tiba saja Asgard meniupkan sesuatu ke matanya.


"Aakhhh!!"

__ADS_1


****


__ADS_2