Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 43. Lilian cemburu


__ADS_3

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Aaron melihat sosok ibu dan adiknya Louis yang berdiri dihadapannya dan mengulurkan tangan ke arahnya. Keduanya tersenyum melihat Aaron, kemudian Aaron pun pergi bersama mereka berdua menuju ke tempat yang lebih baik.


Sedangkan sekarang, setelah Aaron tidak bernafas lagi. Jack menangis sejadinya, begitu pula dengan Dominic. Pria yang merupakan senior menyebalkan bagi Jack ini, menangis tanpa suara. Namun wajahnya terlihat sangat terluka, dia kehilangan Aaron. Sosok teman yang baik dan selalu mendukungnya, disaat orang lain membencinya.


"Kau bilang akan melatihku untuk belajar pedang! Kau bilang kau akan membuatku menjadi demon Hunter yang hebat...ta-tapi... kenapa senior? Kenapa kau pergi secepat ini? Kau... hiks..."


"Jangan cengeng! Bukankah dia bilang padamu untuk berlatih dan jangan pernah menyerah? Jadi hentikan tangisanmu itu, dasar cengeng."


"Tapi senior juga menangis," ucap Jack sambil menatap ke arah Dominic yang wajahnya basah oleh air mata.


Seketika Dominic pun naik pitam karena ucapan Jack yang mengejeknya. "Sialan kau! Apa kau mau mati?" sentak Dominic dengan berurai air mata.

__ADS_1


"Tidak apa senior, aku tau kau sedih dan berduka. Keluarkan saja agar hatimu tenang, keluarkan saja sama sepertiku!" ujar Jack para seniornya itu.


Mereka pun menangisi jenazah Aaron dengan penuh duka. Orang itu sudah mengorbankan nyawa dan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di dalam dungeon.


Prosesi pemakaman Aaron dilakukan secara sederhana, akan tetapi banyak orang yang hadir melayat dan mengantar kepergian terakhir Aaron. Terutama adik Aaron satu-satunya yang bernama Jane. Gadis itu baru berusia 16 tahun, dia sangat cantik, tapi dia bukan seorang demon Hunter melainkan seorang penjual bunga. Dia menolak menjadi Demon Hunter dan memilih kehidupan yang menurutnya normal.


Jane juga menyesal karena dia sudah bersikap buruk pada kakaknya. Jane sebenarnya malu karena dia sudah menuduh kakaknya yang membunuh ibunya dulu.


Setelah selesai pemakaman, Jack mendekati Jane yang sedang duduk sendirian tak jauh dari pemakaman Aaron dan pemakaman Demon Hunter lainnya. Aaron diperlakukan dengan hormat, karena jasanya yang sudah menyelamatkan orang banyak.


"Terimakasih," Jane tersenyum tipis kemudian mengambil sapu tangan itu dan mengusap air matanya yang masih saja terus mengalir.

__ADS_1


"Maafkan aku, bila aku mengganggumu nona. Tapi, ada hal yang harus aku sampaikan padamu. Karena aku tidak tahu kapan lagi kita akan bertemu," ucap Jack lembut. Dia berusaha bicara tentang pesan terakhir Aaron dengan hati-hati kepada adiknya.


"Tentang apa?"


"Pesan terakhir senior Aaron untukmu. Apa kau mau mendengarnya sekarang?" tanya Jack lembut. Jane menganggukkan kepalanya, ia berusaha untuk tersenyum.


"Dia berpesan kepadaku agar aku menemui mu. Dan dia memintaku untuk menyampaikan padamu, jangan lupa makan, jaga kesehatan, jangan terlalu bamyak begadang dan mengatakan kepadamu.....bahwa dia minta maaf karena dia bukan Kakak yang baik. Lalu terakhir...dia mengatakan padaku untuk menyampaikan bahwa dia bangga memiliki adik seperti dirimu dan dia sangat menyayangimu."


Pesan terakhir yang disampaikan oleh Jack dari Aaron untuk adiknya. Jane menangis tersedu-sedu, saat mendengarnya. Dia pikir sikap dingin kakaknya selama ini karena Aaron membencinya. Tapi ternyata kakaknya sangat menyayanginya.


"Kakak...hiks...kakak..."

__ADS_1


Jack menarik Jane ke dalam pelukannya, ia mengusap-usap pelan punggung Jane. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap kedekatan mereka dengan tatapan tak suka. Ya, dia adalah Lilian ,entah kenapa dia seperti itu.


****


__ADS_2