Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 47. Serangan sekaligus


__ADS_3

Iblis nomor dua tingkat atas itu memperkenalkan dirinya, dia adalah Saia. Iblis dengan kekuatan kabut. Aura pada diri Saia seakan bisa sampai menembus ke tulang, dingin dan menusuk. Jack merasa pesimis bisa mengalahkan iblis ini. Dan jelas kalau Saia sudah memakan banyak manusia, mungkin ratusan.


Bau amis darah yang pekat didalam dirinya yang tercium oleh Jack, menjadi bukti bahwa iblis ini bukan sembarang iblis. Tak heran, tingkatnya saja dua.


"Aku tidak tertarik untuk berkenalan denganmu. Tapi sebaliknya ,aku menjawab pertanyaanmu barusan. Aku menolak untuk menjadi makhluk sesat sepertimu!" ujar Jack tegas. Meski aura Saia menekannya, Jack tidak mau terlihat takut. Ia selalu ingat apa kata-kata seniornya yang berada di level SS ataupun SSS, untuk jangan takut menghadapi apapun. Mau itu iblis bawah atau iblis atas sekalipun.


Dia harus memiliki nyali dan keberanian untuk bisa melangkah ke depan. Di saat-saat seperti ini dia jadi teringat Aaron. Pria yang sudah seperti seorang kakak baginya dan memberikannya nasihat-nasihat. Sekarang pria itu sudah bergabung bersama bintang lainnya di langit.


"Makhluk sesat?" Saia tersenyum sinis, keningnya berkerut. Ia tak suka dikatai sebagai mahluk sesat.


"Memang benar bukan? Iblis adalah makhluk sesat yang tugasnya menghancurkan dunia dan juga membunuh manusia! Mengajak manusia untuk masuk ke neraka bersama kalian," ujar Jack ketus dengan tatapan mata yang merendahkan iblis itu.


Sontak saja Saia terpancing emosi, ia tersenyum menyeringai. Kedua tangannya terulur ke depan, membentuk bola asap. Kemudian bola asap itu menyerang Jack dengan cepat.


Wush~

__ADS_1


Dengan cepat Jack menghindar dari serangan asap itu. Namun semakin menghindar, asap itu semakin menyebar mengelilinginya. Jack sendiri sudah bersiap dan ancang-ancang dengan mempersiapkan senjatanya.


Dia menebas asap itu, tapi nihil. Asap mana yang bisa ditebas?


"Bodoh! Jika ingin menggapai ku, setidaknya kau harus bisa menghadapi dan melewati asap mautku!" ujar Saia yang semakin menambah asap di sekitar Jack.


Jack bingung, bagaimana ia menghadapi asal maut ini. Semakin ia meniupnya, menyingkirkannya, asap itu semakin banyak dan mengepung dirinya.


"Haahhh...haahhh..." nafas Jack semakin sesak, manakala asap itu berkumpul dan semakin mencekiknya.


"TIDAK AKAN!"


****


Ditempat lain, dunia atas. Terjadi serangan habis-habisan iblis kesana. Mereka melewati dungeon dan menyerang bersamaan. Semua demon Hunter turun tangan ke dunia atas untuk menyelamatkan manusia. Bahkan demon Hunter kelas atas juga turun tangan.

__ADS_1


Edrick, satu-satunya demon Hunters dengan level sss level tertinggi pun datang untuk memberikan banyak bantuan. Edrick sedang berusaha membangun benteng pelindung untuk orang-orang yang masih selamat.


"Senior Edrick, jangan bekerja terlalu keras! Nanti anda--"


"Dominic, apa kau meremehkanku? Lebih baik kau bantu yang lain! Atau kalahkan beberapa iblis!" ujar Edrick dengan tangan yang masih membuat formasi perlindungan di sana.


Dominic bermaksud untuk mengingatkan Edrick, perihal nyawa pria itu yang berharga dan harus dijaga. Namun Edrick sama sekali tidak memikirkan dirinya, sekarang banyak nyawa yang sedang dipertaruhkan.


Jeritan jeritan kesakitan orang-orang di dunia atas membuat Edrick sakit hati. Dia ingin menyelamatkan semua orang di sana. Tapi tangannya cuma ada dua dan ia merasa kekuatannya tidak sebesar itu.


"Dominic, dimana si pemilik darah spesial?" tanya Edrick disela-sela kesibukannya membuat tameng pelindung.


"Jack? Dia..."


****

__ADS_1


__ADS_2