
Perasaan Lilian yang tidak jelas dan sesak ini, akhirnya terjawab dengan kata-kata Greg. Cinta? Apa benar Lilian mencintai Jack? Bagaimana dan sejak kapan begini?
"Apa kau masih akan menyangkalnya Lilian?" tanya Greg kepada Lilian yang masih membeku, gadis itu tidak bisa menjawab. Lidahnya seakan kelu, ia bingung harus bagaimana menjawabnya? Bagaimana jika itu benar, bahwa ia mencintai Jack?
"A-apa yang senior katakan? Aku mencintainya? Bagaimana mungkin?" entah mengapa Lilian malah menyangkal rasanya sendiri di depan Greg. Pria yang berprofesi sebagai Hunter medis itu hanya menanggapi ucapan Lilian dengan senyuman tipis.
"Tidak apa-apa bila kau menyangkalnya sekarang, tapi nanti kau akan menyadarinya setelah Jack jadian dengan adiknya Aaron." celetuk Greg yang membuat Lilian tidak nyaman.
"I-itu..." Lilian gugup dan tidak dapat membayangkan jika Jack jadian dengan wanita lain. Sejak awal Lilian memang tidak suka pada Jack karena sikapnya yang polos dan ceria, tapi sekarang malah sebaliknya. Sebenarnya, tipe pria idaman Lilian adalah seorang pria yang kuat dan juga pemberani. Sedangkan Jack, dia mungkin kuat dalam mode suhunya. Tapi pria itu penakut, jauh dari bayangan pria idamannya.
"Dan aku yakin, Jack juga menyukaimu. Hanya saja kau terlalu cuek." celetuk Greg blak-blakan.
"Senior bicara apa sih?" ketus Lilian sambil memalingkan wajahnya. Greg tersenyum tipis dan tenang menghadapinya.
__ADS_1
"Zaman sekarang, menyatakan cinta untuk kaum wanita...itu sah-sah saja," ujar Greg dan membuat Lilian tercengang dengan kata-katanya. Lilian memikirkannya dengan baik, apakah benar rasanya ini cinta atau bukan?
Setelah menghibur Jane yang menangis dan sewang berduka. Jack pun mengantar Jane untuk tinggal bersama dengan demon Hunter wanita yang rumahnya dekat di sana. Yaitu rumah Lilian.
Melihat Jack mengantar Jane ke rumahnya, membuat Lilian kesal dan cemburu. Ia menatap Jack dengan kesal, tapi ia juga tidak bisa bersikap tidak baik pada Jane yang belum lama dikenalnya.
"Jadi, apa boleh Jane menginap disini semalam saja? Rumahnya jauh dari sini, dia akan kemalaman kalau pulang sekarang." tanya Jack pada Lilian.
"Iya."
"Nona silahkan masuk dan kau pulanglah!" ujar Lilian pada Jane dan Jack. Jane disuruh masuk dan Jack disuruh pulang olehnya. Jack pun mengucapkan salam pamit, lalu beranjak pergi dari sana. Namun sebelum itu, Jack bicara diambang pintu rumah Lilian.
"Jane! Jika kau butuh apa-apa, kau bisa minta pada senior Lilian. Dia adalah orang yang baik meski sedikit galak dan aku sangat percaya padanya!" ujar Jack setengah berteriak.
__ADS_1
Ucapan Jack tentu saja terdengar oleh Lilian dan Jane. Jane senyum-senyum sendiri, ia merasa Jack sangat perhatian pada dirinya. Sedangkan Lilian merasa kesal dan dongkol karena Jack sebegitu perhatiannya pada Jane.
"Hey! Aku tidak galak!" sanggah Lilian kesal.
"Iya-iya senior Lilian sangat BAIK." kata Jack dari luar sana. "Jadi, aku titip Jane ya kak!" ucapnya lagi yang membuat Lilian jengkel.
"Terimakasih sudah memperhatikanku kak Jack." kata Jane menyahut dari dalam sana.
'Kenapa aku kesal seperti ini ya?' Lilian kesal dalam hatinya. Dia mendelik sinis pada Jane tanpa gadis itu sadari. Lilian mulai bertanya-tanya didalam hati, apa dia sedang cemburu? Dan apa ini cinta?
****
Di dalam perjalanan pulang dari rumah Lilian, Jack hendak kembali ke markas dungeon. Namun langkahnya terhenti saat dia melihat bayangan hitam di depannya, seperti sosok manusia bertubuh kurus
__ADS_1
"Bau monster," gumam Jack dengan raut wajah waspada. Di sana hanya ia seorang dan jalanan juga sepi.
...****...