Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 16. Disalahkan


__ADS_3

***


Jack menyusul Dominic yang kabur dengan kawannya berambut biru muda. “Berhenti kalian! Kejam sekali kalian ini sudah membunuh kawan sendiri!” gertak Jack menyalahkan Dominic.


Andai Dominic mau membantu, pasti kejadian tidak akan seperti ini. Begitu yang Jack pikirkan karena dia tidak bisa menolong pria berambut cokelat dan melawan iblis sendirian. Lagi pula, mereka saling mengenal, kenapa meninggalkan begitu saja?


“Hah? Apa maksudmu dengan membunuh kawan sendiri? Sepertinya ini semua memang salahmu! Kamu bisa menolong dia, tetapi tidak kamu lakukan. Itu yang membuat dia mati, benar, kan?” Dominic memanipulasi pikiran kawannya agar berpihak padanya dan menyalahkan Jack.


“Enak saja! Dasar!” Jack yang terselimuti rasa amarah pun langsung menyerang begitu saja ke arah Dominic.


Dominic pun meladeni hal itu. Perkelahian tidak dapat dihindari begitu saja dan membuat keduanya saling menyerang. Memiliki kekuatan yang besar, ternyata tidak serta merta membawa kebahagiaan. Jack saat ini seperti dijebak oleh Dominic yang iri terhadap kekuatan dan juga senjata legendaris yang Jack miliki.


Pria berambut biru muda segera pergi untuk memanggil para Demon Hunter lainnya. Dia sudah sepakat dengan Dominic untuk mengusir Jack dengan cara membuat Jack disalahkan atas kematian salah satu Demon Hunter. Mereka berdua juga sepakat ketika Jack menyerang Dominic, maka pria berambut biru muda itu harus melaporkan kejadian ini kepada Demon Hunter yang lain untuk bisa mendapatkan bantuan dan membuktikan kalau Jack yang bersalah.


“Tolong! Tolong!” seru dari pria berambut biru muda yang berlari ke para Demon Hunter yang berkerumun.


“Ada apa? Ada apa?” Para Demon Hunter langsung bertanya dengan khawatir dengan itu.


“Tolong! Orang baru itu sedang menyerang Dominic,” ujar pria berambut biru muda itu sambil terengah-engah mengatur napas.

__ADS_1


“Hah? Orang baru? Maksud kamu itu adalah Jack?” Jim bertanya dan langsung menebak kalau orang baru yang dimaksud oleh Demon Hunter berambut biru muda itu merupakan Jack.


“Iya, dia adalah Jack. Saat ini, dia hendak membunuh Dominic untuk menghilangkan bukti dan saksi kalau dia sudah meninggalkan salah satu dari antara kita untuk dimangsa iblis. Tolong!” Pria berambut biru muda itu berbicara dengan nada yang meyakinkan dan raut wajah khawatir mendukung aktingnya dengan baik.


Para Demon Hunter pun mempercayai perkataan pria itu dan bersama-sama menuju ke tempat Dominic dan Jack yang berkelahi. Abraham, Lilian, Jim, dan yang lain sebenarnya tidak menyangka kalau Jack berbuat sejahat itu. Namun, andai kata bukti transaksi lebih dari satu berarti perkataan itu adalah benar.


Dominic melihat dari kejauhan beberapa Demon Hunter menuju ke arah dirinya yang sedang berkelahi dengan Jack. Momen yang pas sekali karena Dominic memilih pura-pura kalah agar Jack terlihat lebih garang di hadapan para Demon Hunter yang lain.


“Aku bunuh kau! Orang seperti kamu tidak pantas menjadi Demon Hunter!” gertak Jack sambil mengayunkan kapaknya ke arah Dominic yang pura-pura terjatuh.


“Tidak!” Dominic sengaja berteriak seolah-olah meminta bantuan dan memperlihatkan siapa yang jahat.


Jack terkejut saat di sekeliling ada Demon Hunter. Bahkan Lilian barusan memanah kapaknya hingga terjatuh. “Bagus kalian datang! Orang ini sudah-“ belum selesai Jack bicara, Dominic langsung berlari ke arah Abraham.


“Tolong aku, kawan-kawan. Abraham, dia sudah membuat salah satu dari antara kita mati dimangsa iblis berwujud monster mutasi. Aku hendak dibunuh karena mau melaporkan kepada kalian semua,” ujar Dominic dengan pakaian terkoyak karena perkelahian tadi.


“Apa?! Bohong! Dia yang meninggalkan kawannya yang merupakan Demon Hunter di Dungeon. Kawannya adalah pria berambut cokelat. Tadi mereka bersama, termasuk pria berambut biru muda itu!” Jack jelas saja langsung membela diri karena dirinya tidak bersalah atas kematian salah satu Demon Hunter.


“Kawan-kawan, dialah yang berbohong. Kalian semua lihat sendiri, kan? Dia mau membunuh Dominic!” Pria berambut biru muda itu mendukung kepalsuan yang dibuat Dominic.

__ADS_1


Jelas saja para Demon Hunter lebih mempercayai apa yang terlihat mata daripada apa yang dikatakan Jack. Dominic dan pria berambut biru muda sudah menghasut para Demon Hunter dengan drama mereka sehingga semua orang lebih mempercayai tentang cerita pria berambut coklat yang dikorbankan oleh Jack dan akhirnya meninggal. Apalagi dahulu Jack seorang pengecut dan penakut saat belum bergabung resmi menjadi Demon Hunter.


“Jack, tidak seharusnya kamu melakukan ini setelah apa yang kita lakukan untuk memperjuangkan kehidupan kamu,” kata Abraham terlihat begitu kecewa dengan apa yang terjadi.


“Kalian benar-benar tidak mempercayai aku?” Jack bertanya dan heran kenapa semua mempercayai Dominic daripada dirinya.


Tatapan dari para Demon Hunter seolah-olah menyimpulkan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Jack kalau mereka tidak mempercayai Jack. Tentu saja Jack merasa sedih dan kecewa karena para Demon Hunter yang lain justru mempercayai perkataan dari Dominic yang mengada-ada daripada apa yang dia terangkan. Padahal dia sama sekali tidak mengenal Demon Hunter yang meninggal tadi dimangsa oleh iblis dan bagaimana pula dia bisa mengorbankan orang lain demi menyelamatkan diri sendiri? Sungguh tidak masuk akal.


“Baiklah kalau begitu. Memang sejak awal kalian terpaksa menerimaku dan sejak awal juga aku tidak memiliki siapa-siapa di sini,” ujar Jack merasa begitu kecewa dengan para Demon Hunter termasuk Lilian, Jim, dan Abraham.


Jack meninggalkan tempat itu begitu saja dengan langkah yang lesu dan hati yang sedih. Mungkin dirinya terlalu berharap tinggi memiliki teman yang akan membela dan mempercayai dia apa pun yang terjadi. Pada kenyataannya saat ini dirinya melihat sendiri tidak ada satu orang pun dari Demon Hunter yang mendengar perkataannya atau mempercayai apa yang sebenarnya terjadi menimpa dirinya.


Dominic jelas saja menyembunyikan senyum kesenangan di balik kejadian ini. Dia berhasil menendang dan menyingkirkan Jack saat ini. Setidaknya para Demon Hunter percaya perkataan Dominic dan mulai menjauhi Jack.


“Apakah aku ini tidak pantas memiliki teman satu orang pun? Bahkan saat ini aku menjadi pria yang jauh lebih kuat daripada kehidupanku yang sebelumnya dan memiliki senjata legendaris pun tidak membuatku memiliki orang yang mempercayai serta mendukung kehidupanku. Apakah aku tak pantas memiliki teman?” gumam Jack sepanjang perjalanan menjauh dari kerumunan dan menyendiri. Dia sadar, tidak ada yang benar-benar peduli terhadap dirinya. Bahkan saat sedih seperti ini juga tidak ada yang mengejar atau menghentikan langkahnya.


“Jim, apakah benar Jack melakukan hal itu?” Lilian bertanya karena masih bimbang untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Dominic dan pria berambut biru muda.


“Kamu lihat saja sendiri, tak mungkin dia orang berbohong. Pasti yang seorang lah yang berbohong. Biarkan saja Jack. Lagi pula, dia memang beban bagi kita,” tegas Jim tak mau membuat Lilian bimbang dengan pemikiran diri sendiri. Keduanya hanya melihat Jack berlalu pergi.

__ADS_1


...****...


__ADS_2