Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 28. Terbukanya mata langit


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Jack terkejut dan menutup matanya, kala ia merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam sana. Jack meringis kesakitan dan berusaha membuka matanya kembali walaupun sulit. Disisi lain, Asgard si pelaku yang sudah menaburkan bubuk pada mata Jack, malah tersenyum saat melihat Jack tampak kesakitan.


"AAARGHHH! Tuan besar, apa yang anda lakukan? Apa yang anda taburkan kepada mata saya?" tanya Jack dengan mata yang masih terpejam.


"Tenanglah. Bukalah matamu perlahan-lahan dan katakan buka," ucap Asgard dengan nada bicaranya yang penuh wibawa dan aura ketenangan.


Pria itu pun menuruti instruksi dari Asgard, kemudian dia pun membuka matanya sambil mengucapkan kata buka. Tak lama kemudian, ia merasa matanya terasa segar dan berbeda dari biasanya.


"Aneh. Padahal tadi sangat sakit, kenapa sekarang terasa segar?" gumam Jack sambil memegangi kelopak matanya.


"Oh! ASTAGA!" pekik Jack saat ia bisa melihat organ dalam tubuh Asgard, bahkan ia bisa mendengar detak jantungnya juga. Bagaimana jantung itu bergetar didalam sana. Ia jug bisa melihat darah mengalir didalam tubuhnya.


"Apa kau sudah bisa melihatnya?" tanya Asgard kepada pria itu.

__ADS_1


"Me-melihat?" Jack tergagap.


"Ya, apa kau merasa ada yang berbeda dari penglihatanmu?" tanya Asgard lagi.


"A-aku...aku bisa melihat jantungmu, ginjal, usus, bahkan aliran darah juga. Kenapa aku seperti ini?" tanya Jack bingung.


"Itu adalah hadiah dariku, untuk membukanya."


Asgard pun menjelaskan bahwa ia memberikan hadiah kepada Jack, yang bernama mata langit. Sebenarnya Jack zudus memiliki mata langit itu dan Asgard hanya membukanya saja. Mata langit adalah karunia yang sebenarnya berada pada diri seseorang dan hanya perlu dibangkitkan. Ketua Demon Hunters, Asgard mengetahui bahwa Jack mempunyai mata langit dan dia hanya bantu membukanya.


Bahkan saat ini Jack sedang berada didalam misinya, bersama Aaron dan Dominic yang memiliki level ss. Sebenarnya Jack enggan pergi bersama Dominic, mengingat dia pernah berkonflik dengan pria ini. Kematian salah satu rekannya tak mudah untuk Jack lupakan. Dan kesalnya, pria itu malah playing Victim dengannya.


"Kenapa aku harus setim dengan bocah ini lagi? Bocah pengecut yang membuat temannya mati." ketus Dominic seraya menatap sinis pada Jack.


"Hey! Padahal kau sangat tau benar kejadiannya seperti apa. Tapi kenapa kau masih menuduhku? Senior, aku tidak ingin membuat masalah denganmu." cetus Jack tegas. Ia bahkan berani menatap balik Dominic dengan tajam.

__ADS_1


"Sudah! Jangan berdebat! Sekarang kita berada dalam misi, jadi jangan banyak bicara!" sergah Aaron kepada kedua orang itu.


Mereka bertiga lalu masuk ke dalam sebuah dungeon yang terlihat sepi. Namun, Jack dengan kemampuan mata langitnya. Bisa melihat ada kepulan asap merah disana. Asal merah yang berasal dari iblis.


Aaron, Jack dan Dominic melangkah semakin dalam ke tempat itu. Aneh, tak ada jejak pembunuhan, darah ataupun sesuatu disana. Padahal jelas, ada laporan bahwa disana ada iblis yang bersemayam.


"Jack! Apa kau merasakan sesuatu?"


"Aku melihat kepulan asap merah, tapi..." ucap Jack terhenti begitu saja.


"Tapi apa?"


"Kepulan asap merah itu tidak berujung dan tidak tahu asalnya darimana. Mereka terpecah-pecah," jelas Jack bingung. Kepulan asap itu seperti tidak memiliki asal muasal.


...,****...

__ADS_1


__ADS_2