Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 30. Mode Keren


__ADS_3

Jack dan Aaron mengikuti arah cambuk api yang membawa teman mereka ke bawah lantai. Ternyata cambuk itu juga mungkin terhubung dengan portal, menuju ke tempat iblis yang mereka cari berada.


Cambuk api itu terus menarik tubuh Dominic dengan gerakan cepat. Hingga ia terseret semakin dalam kedalam tanah. Sedangkan Jack dan Aaron masih berada di lantai atas, mereka berdua juga menyusul Dominic.


"Senior Dominic tidak terlihat!" ujar Jack yang tidak melihat Dominic lagi.


"Monster itu pasti sangat cepat." ucap Aaron dengan raut wajah seriusnya.


Semakin masuk ke dalam tanah, Aaron menyadari bahwa pasokan udara juga semakin menipis. Terlihat Jack mulai terengah-engah, jantungnya juga berpacu dengan kencang.


"Haah...haahh...haah..."


Kemudian tangan Aaron mengeluarkan air dan dia memasukan jarinya yang berisi air itu ke dalam mulut Jack. "Minumlah! Air ini akan membuatmu merasa lebih baik. Pertahankan nafasmu secara konstan!" peringat Aaron pada juniornya itu. Jack menganggukkan kepalanya, setelah dia meminum air dari kekuatan air yang diberikan Aaron, pria itu merasa lebih baik.

__ADS_1


Mereka berdua masih berada di pusaran tanah yang terus meluncur ke bawah seolah ada di perosotan. Semakin lama jalanan yang mereka lalui semakin mengecil saja dan Aaron merasa dia harus mendobrak jalanan agar muat untuk tubuh mereka.


"Jack! Gunakan kekuatan kapakmu, untuk membuat jalan di tempat ini. Jika kita tidak membuat jalannya, kita bisa mati!"


"Baik senior!"


"Konsentrasi Jack!" seru Aaron seraya menatap intens pada Jack.Tatapannya begitu lekat dan mengisyaratkan pada Jack untuk konsentrasi. Semua orang tau, sebenarnya Jack memiliki kekuatan yang tidak terbatas dan hebat. Namun, salah satu kekurangannya adalah konsentrasi. Akibat dari tidak konsentrasi, terkadang Jack kesulitan untuk mengendalikan kekuatannya sendiri.


Tentang Cakra. Dalam Hinduisme dan dalam sebagian budaya Asia, cakra dipahami sebagai pusat energi metafisik dan/atau biofisis dalam tubuh manusia. Gerakan Zaman Baru dan, sampai tingkat tertentu, gerakan Pemikiran Baru yang sangat berbeda, juga telah mengadopsi dan mengembangkan teori ini. Dan sekarang Jack sedang membuka cakranya.


"Fokus Jack fokus!" tukas Aaron pada Jack yang sedari tadi masih betah memejamkan matanya, guna membuka aliran Cakra yang ada didalam tubuhnya.


"Jack! Jalan didepan sudah mengecil, cepat!" ujar Aaron panik, dia melihat jalanan di depannya semakin mengecil dan tidak muat untuk mereka berdua lewati.

__ADS_1


Tiba-tiba saja angin berembus kencang dari kapak yang dipegang oleh Jack. Cahaya niru memancar dari kapak itu. Sontak saja, Jack membuka matanya dan bola warna matanya berubah menjadi biru. Termasuk warna putihnya. Kilatan biru itu bercahaya terang sama seperti dengan cahaya kapaknya.


"Jurus kapak Petir pertama..." ucap Jack dan sejurus kemudian, tanah dibawahnya dan Aaron jadi hancur karena kapaknya itu. Lalu jalanan menuju ke bawah sana jadi terbuka lebar.


"Dia benar-benar hebat kalau dalam mode seperti ini. Astaga! Kau terlihat keren Jack." puji Aaron seraya menepuk bahu Jack dengan bangga. Dan Jack masih berada dalam mode kerennya itu.


"Kita harus cepat senior! Aku merasakan senior Dominic dalam bahaya. Ada bau amis disini," ucap Jack serius. Mata birunya masih menyala-nyala. Mengetahui Jack yang masih belum berubah seperti biasanya, Aaron yakin bahwa didalam sini memang berbahaya.


Dan benar saja, kini Aaron merasa kakinya lengket akan sesuatu. Seketika matanya terbelalak melihat ada usus manusia yang tak sengaja diinjak oleh kakinya.


"Shitt!!" umpat Aaron merasa jijik dengan yang ada dibawah kakinya.


***

__ADS_1


__ADS_2