
***
Tidak ada siapapun selain Jack disana, sebab beberapa temannya yang tadi berada di atas ranjang ruang medis, sudah meninggal dibunuh monster-monster yang tidak memiliki tingkat itu.
"Jackson! Tolong aku! AKU TIDAK MAU MATI!" teriak seorang pria yang dibawa salah satu monster berwujud kadal. Pria itu adalah orang yang mengejek Jackson barusan. Dia meminta tolong pada Jack dan sangat ketakutan.
Akhirnya pria itu dibawa oleh si monster kadal. Jack tentu saja tidak bisa diam saja, dia naik ke dalam lift yang menuju ke dunia atas. Disana tidak ada yang bisa Jack mintai bantuan, karena para senior demon Hunter sedang berada di tempat lain.
Dengan senjata pedang hitam entah milik siapa, Jack pergi ke dunia atas. Dunia manusia, tempat Jack tinggal.
Kumohon, aku harus berguna. Aku harus berguna! Jangan takut! Jack bertekad dalam hatinya, bahwa dia tidak boleh takut dan harus berguna.
Wush~
Angin berhembus kencang ke arahnya, sampai tubuh Jack jatuh tersungkur ke dalam. Tak lama kemudian, Jack melihat monster dengan wujud anak kecil berada didekatnya.
"Khik...khik...khik... darahmu sangat wangi, pasti dagingmu juga wangi," ucap monster berwujud anak kecil dengan luka sobekan di wajahnya itu dan dia tersenyum menyeringai, menakutkan.
Jack kembali bangkit, dia memegang pedang itu dengan berani. Matanya menyiratkan tekad yang kuat, ia tidak boleh menjadi orang yang dilindungi. Ia harus bisa melindungi dan menyelamatkan seseorang.
"Kenapa kau melihatku begitu tuan? Apa kau ingin membunuhku? Dengan caramu memegang pedang seperti itu?" tanya si monster berwujud anak kecil itu mengejek Jack.
"Tidak monster, tidak manusia mereka semua menghinaku! Tapi setelah ini, mereka tidak akan meremehkanku lagi!" teriak Jack geram, ia pun mencoba menghunuskan pedang pada monster itu. Namun gerakan monster itu begitu gesit dan cepat.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa menyentuhku, apalagi membunuhku."
Monster anak kecil itu tertawa-tawa melihat Jack berusaha mati-matian untuk menghabisi iblis monster itu. Bahkan nafas Jack sampai terengah-engah saat mencobanya.
Sial! Aku bahkan tidak bisa mendekatinya? Bagaimana ini? Aku harus menolong temanku tadi.
Tangan monster anak kecil itu memanjang secara tiba-tiba, kuku kuku hitamnya mengarah pada Jack. Urat-urat tangan monster itu terlihat seperti urat tangan pria dewasa.
Dengan cepat Jack menghindar, hingga tangan monster itu tidak bisa menyentuhnya. "Hah? Apa ini? Kau menghindar? Pengecut!" ketus si monster itu. Lalu tangannya kembali memendek ke ukuran normal. Kali ini tahannya mengeluarkan sebuah cairan lengket dan berusaha menggapai Jack. Tidak ada yang bisa Jack lakukan saat ini, ia masih berpikir untuk melumpuhkannya.
"Menjijikkan! Cairan apa ini?" tanya Jack, seraya melihat lengan bajunya terkena cairan lengket itu.
"Kau mau tau? Itu cairan usus manusia yang aku bunuh," ucap monster itu sambil tertawa-tawa. Monster itu terus saja mempermainkan Jack, berkali-kali membuat pria itu terjatuh dan mengulur waktu.
Mendengar tawa monster anak kecil itu, membuat amarah di dalam diri Jack meledak. Tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya panas, Jack pun berdiri dengan kepala yang masih menunduk dan memegang pedang itu.
"Cukup sampai disini. Kau mengulur waktuku, sialan!" umpat Jack geram. Monster itu terheran-heran karena Jack yang tadi diam saja, kini bisa mengumpatnya.
"Wow! Ku kira kau hanya bisa merengek, ternyata kau bisa mengumpat juga," ucap sang monster yang berada didepan pintu lift dunia atas dan bawah itu.
Monster tersebut terperangah saat melihat Jack menaikkan kepalanya. Matanya berubah warna menjadi orange seperti kobaran api. Bibirnya tersenyum lebar, kemudian dia memegang pedang tersebut dan hendak mengayunkannya.
'Apa ini? kenapa aku merasa takut dengan auranya? Apa dia benar-benar si bodoh yang barusan?' batin monster itu ketakutan dan merasa tertekan dengan aura pada diri Jack. Terasa panas seolah membakar tubuhnya.
__ADS_1
"PEDANG API! JURUS API LEVEL PERTAMA!" teriak Jack dengan nafas yang menggebu-gebu, lalu ia berlari mendekati monster itu dengan cepat. Mengayunkan pedangnya yang saat ini penuh kobaran api yang entah muncul dari mana.
AKU PASTI BISA! AKU HARUS BERGUNA!
"HYAAAATTTTT!!" teriak Jack dengan mata terpejam, seraya mengayunkan pedang itu tepat ke leher si monster anak kecil itu. Hingga lehernya terputus dari badannya.
"A-aku...aku mati...tidak! TIDAK! Demon Hunters sialan! Lihat saja...kalian semua pasti akan mati," ujar si kepsla.monster anak kecil itu penuh dendam.
"Kau dan iblis lainnya yang harus bersiap. Karena kami akan menumpaskanmu. Aku janji! Aku dan yang lainnya akan mengembalikan kalian semua ke dunia kalian!" cetus Jack berani. Entah darimana asalnya keberanian itu.
"Tidak akan bisa karena tuan...Aragon akan..." belum sempat mengatakan tentang tuan Aragon itu, kepala monster tingkat bawah itu lenyap menjadi abu.
Beberapa demon Hunter kelas atas tanpa sengaja melihat aksi yang dilakukan Jack barusan. Mereka seperti melihat seseorang di masa lalu. Mereka yakin Jack memiliki tekad yang kuat pada dirinya. Jack punya kemampuan dan berhasil mengalahkan dia iblis dan menyelamatkan manusia. Dia hanya perlu dorongan keberanian dan kepercayaan diri.
"Kau benar juga senior Aaron, dia cukup hebat dan tidak sepenakut dulu!"
"Aku yakin dia punya kemampuan. Hanya saja butuh dorongan keberanian dan kepercayaan diri. Tapi jangan perlakukan dia dengan lembut," ucap Aaron pada salah satu rekannya.
"Lalu...sekarang apa?"
"Biarkan dia bergabung dengan misi resmi!" ujar Aaron sambil tersenyum melihat bagaimana Jack menolong orang yang membencinya tanpa pandang bulu.
...****...
__ADS_1