Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 24. Negeri Asgarda


__ADS_3

Benda itu berhasil Jack temukan dan Jack berhasil mengusir iblis Igor dari tubuh temannya. Jack yang terluka parah akhirnya siuman. Tak hanya itu, teman-temannya sangat berterimakasih pada Jack, bahkan dia mentraktirnya makan bersama.


Kini Jack dan ketiga temannya sedang makan bersama di restoran di dunia manusia. Lilian, Jim dan Greg juga ikut kesana. Mereka ingin merasakan apa yang namanya makan di restoran.


Begitu memasuki cafe, Lilian, Jim dan Greg terpana melihatnya. Apalagi menu makanan yang tidak dipahami oleh mereka, namun pemandangan disana begitu menarik perhatian mereka.


"Tidak disangka, di dunia modern banyak hal-hal yang tidak kita ketahui," ucap Jim seraya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut cafe itu.


"Kau benar Jim, disini sangat menakjubkan! Berbeda dengan tempat asal kita," celetuk Greg yang sontak saja membuat Jack dan ketiga temannya terheran-heran. Apa yang dimaksud Greg dengan tempat asal kita?


"Tempat asal kita? Apa maksud anda tuan Greg? Kita kan tinggal ditempat yang sama, dunia manusia." kata Danny bingung.


"Ya, memang dunia manusia tapi berbeda saja dengan disini. Disana lebih banyak pepohonan daripada gedung-gedung yang menjulang tinggi. Bahkan penerangan di negeri kami, masih menggunakan lilin dan lampu petromax." jelas Lilian pada Jack dan ketiga temannya.


"Apakah begitu? Negeri apa tempat tinggal kalian?" tanya Jack penasaran. Ia juga baru pertama kali mendengar soal ini.

__ADS_1


"Negeri itu bernama Asgarda, sangat jauh dari sini dan tidak sembarang orang bisa pergi kesana." jelas Jimmy.


Kemudian Jimmy menjelaskan tentang negeri Asgarda, negeri itu disebut negeri para demon Hunter terlahir. Termasuk demon Hunter legendaris, dan keturunan demon Hunter legendaris itu adalah Jack.


"Apa kau tidak salah tuan Jim? Apa dia benar-benar keturunan Hunters legendaris?" tanya Erick dengan tatapan tidak meyakinkan pada Jack. Dari penampilan dan masa lalu Jack, sangat tidak mungkin bahwa Jack adalah keturunan orang hebat.


"Ya, melihat dari masa lalunya yang seorang pecundang dan kampungan, alias si nol besar. Kita tidak akan pernah menyangka bahwa Jack ternyata adalah keturunan Hunters legendaris yang hebat!" celetuk Fred dengan bangganya kepada Jack.


"Kau benar juga, haha."


Mereka bertujuh tertawa sambil mengobrol dan makan-makan di cafe itu. Semuanya Erick yang mentraktir. Erick mengatakan, ini adalah ucapan terimakasih terutama kepada para demon Hunter yang sudah menyelamatkannya dari jeratan iblis.


"Baiklah, ini sudah waktunya kita pergi!" ujar Greg setelah melihat surat yang dikirimkan oleh seseorang lewat burung gagak.


"Ada apa senior Greg? Mengapa terburu-buru?" tanya Jack seraya menatap Greg yang terlihat serius.

__ADS_1


"Kau dipanggil oleh tuan Asgard," jawab Greg yang membuat Jimmy, Jack dan Lilian terbelalak mendengarnya. Ada apa gerangan Jack dipanggil oleh ketua Demon Hunter? Mendadak hati Jack jadi berdebar-debar karenanya.


"Apa aku berbuat kesalahan? Astaga!" Jack sudah panik duluan, bahkan sebelum bertemu dengan petinggi demon Hunter yang belum pernah ia temui.


"Tenanglah! Kau tidak akan mati," ucap Jim seraya menepuk-nepuk bahu Jack sambil tersenyum. Dia berusaha menenangkan Jack yang panik.


***


Prestasi Jack yang berkembang pusat juga menarik perhatian si ketua Demon Hunters tertinggi, yaitu Asgard yang saat ini berada di Asgarda.


Terlihat seorang pria paruh baya dengan otot-ototnya yang masih kekar berada di sebuah ruangan seperti istana. Lalu seekor burung gagak hinggap di tangannya.


"Apa kau sudah mengirimkannya?" tanya pria bernama Asgard itu kepada si burung gagak.


"Sudah, tuan!" jawab burung gagak itu

__ADS_1


"Aku tidak sabar ingin segera bertemu dengannya." Asgard mengulum senyum tipisnya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jack.


****


__ADS_2