
****
Aaron mengusap air mata yang membasahi pipinya saat ia menyadari bahwa bayangan tentang kematian keluarganya hanyalah mimpi. Mimpi buruk sekaligus mimpi indah, karena disana ia bisa bertemu dengan keluarganya. Ibu dan adik laki-lakinya yang sudah meninggal.
"Aku ingat bau ini, bau iblis yang sudah memangsa keluargaku dan dia berada di dungeon paling bawah." gumam Aaron yang jelas mencium aroma iblis itu. Bahkan ia sempat terkena hipnotisnya barusan
"Senior, bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Jack cemas. Takutnya Aaron masih berada dalam pengaruh hipnotis si iblis.
Aaron menoleh ke arah Jack dengan bingung. Kemudian dia meringis saat merasakan sakit pada bagian punggung tangannya.
"Kenapa tanganku berdarah?" tanya Aaron yang tidak menyadari tangannya terluka.
"Maafkan aku senior, tadi aku yang melakukannya. Aku terpaksa karena-"
Pluk!
Tangan Aaron menepuk bahu Jack dan menghentikan kata-katanya. Ia menatap Jack dengan lembut dan tersenyum.
'Apa senior Aaron baru saja tersenyum padaku?' batin Jack terheran-heran. Aaron yang biasanya dingin dan serius padanya, bisa tersenyum lembut seperti ini.
"Tak apa-apa Jack, kau sudah melakukan hal yang benar. Terimakasih, karenamu aku kembali ke dunia nyata! Dan sepertinya aku terkena sesuatu yang membuat iblis itu menguasaiku," ucap Aaron menganalisis.
__ADS_1
"Sebenarnya sesuatu itu ada di jantungmu senior. Tadi aku melihatnya!" ujar Jack pada Aaron. Dia memberitahu bahwa ada sesuatu didalam jantung Aaron, sebelumnya ia melihat dengan mata langitnya.
Aaron pun memejamkan matanya, kemudian aliran cahaya biru seperti air memutar disekitar tubuhnya. Udara sejuk dapat Jack rasakan saat Aaron mengaktifkan kekuatannya. Ya, Aaron memiliki kekuatan dengan elemen air.
Wush~
'Woah udaranya langsung terasa sejuk seperti berada di pegunungan.
Beberapa menit kemudian setelah membuka Cakra air didalam tubuhnya. Muncullah hewan dari tubuh Aaron, seperti kecoa besar. Kecoa itulah yang menempel di jantungnya.
Sontak aja Aaron batuk-batuk dan batuknya mengeluarkan darah. Sehingga Jack menjadi panik saat melihatnya.
"Senior! Kau berdarah, astaga!"
'Sial, kecoanya beracun' batin Aaron.
Kemudian dia membunuh kecoa besar itu dengan pedangnya. Sangat mudah dan cepat, padahal kecoa itu adalah monster.
"Jangan sampai kau tertempel oleh makhluk itu!"
"Baik senior," sahut Jack patuh.
__ADS_1
Lalu mereka berdua pun mulai mencari keberadaan Dominic juga si iblis ular yang dimaksud. Jack dengan pendengarannya yang tajam dan Dominic dengan indra penciumannya.
Tap!
Tap!
Tap!
Mereka masih terus berlari dan tentu saja dengan mata menatap waspada pada sekitarnya. Hingga mereka sampai di sebuah tempat mengerikan. Dimana ada banyak orang terkurung di sebuah telur. Seperti telur ular namun transparan. Telur itu memiliki jumlah tidak sedikit, bisa puluhan atas ratusan.
"Senior, sepertinya mereka masih hidup." Kata Jack yang melihat salah satu orang telur itu bergerak-gerak.
Sret!
Aaron menebas telur itu dengan katananya. Lalu manusia itu keluar dari telur ular, tubuhnya lengket dan juga basah. Dan satu lagi, orang itu telanjang tanpa sehelai benang. Seolah bajunya raib oleh cairan lembek di telur itu.
"Uwekk!" hampir saja Jack muntah-muntah saat melihatnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Aaron pada pria itu.
"Kau demon Hunter juga?" tanya Jack yang melihat ada tanda pemburu iblis tingkat E di tangan kirinya.
__ADS_1
...****...