Dungeon Demon Hunters

Dungeon Demon Hunters
Bab 13. Senjata pembasmi iblis


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Tepat saat Jack akan menebas leher si monster itu, Lilian dan Jim datang kesana dan membuka pintu.


Mereka melihat kobaran api dari dari Jack dan membakar juga si monsternya. Tapi monster itu masih hidup dan berusaha menyerang Jack dengan benang benang saktinya.


"AAARGHHH! KAU TIDAK AKAN BISA MEMBUNUHKU .... PEMBURU IBLIS SIALAN!" teriak monster benang itu yang berusaha mengendalikan Jack. Sebenarnya iblis itu mulai panik karena Jack memotong tangannya dan sekarang dia kesulitan memulihkan diri. Kekuatan regenerasinya menjadi lambat.


Sial! Sial! Kenapa tubuhku tidak bisa beregenerasi cepat?


Jack juga tidak mau menyerah, ia tetap menyerang meski tangannya terluka saat ini. Namun darah yang mengucur dari tangannya berubah jadi api merah.


"Iblis tingkat 6!" gumam Lilian saat melihat sebelah mata iblis itu.


"Seperti apa kata senior Edgar, kekuatannya bangkit," gumam Jim cemas melihat bagaimana Jack kesulitan mengendalikan dirinya.


Sedangkan Fred, Erick dan Danny tercengang melihat semua itu. Mereka bingung, kenapa Jack bisa sehebat itu dan siapa dua orang yang berpakaian seperti pendekar modern itu. Membawa senjata panah dan pistol listrik.


"Jack...dia sangat kuat!"


"Dia...apakah itu benar-benar dia?" desis Erick tak percaya begitu saja. Padahal dia melihat bagaimana Jack didepan matanya sendiri.


"Hey! Kenapa kalian disini? Dia datang menyelamatkan kalian, harusnya kalian pergi!" ujar Jim pada ketiga pria itu.


"Pergilah ke tempat yang aman," ucap Lilian menimpali.


Ketiga pria itu pun pergi keluar dari pintu, setelah pintu dibuka oleh Lilian dan Jim. Sementara Lilian dan Jim berusaha membantu Jack.


Ledakan kekuatan Jack semakin besar dan tak terkendali, hingga tempat itu pun bergetar karenanya.


"Tidak akan aku biarkan, iblis pemakan manusia, hidup dengan tenang. Dia harus mati dan tidak akan bisa diampuni!"


AAARGHHH!!


Jack berteriak kencang, seiringan dengan pusaran api yang mengelilingi tubuhnya dan tubuh iblis itu. Monster benang hampir kewalahan karena kekuatan jurus darah milik Jack, sangat menggiurkan dan membuatnya lemah.


Disaat dirinya lemah, monster itu tiba-tiba saja terdiam. Ia melihat ada sosok lain dibelakang Jack, sosok dengan rambut merah dan memiliki kalung berbentuk api.


Tidak akan aku biarkan, iblis pemakan manusia, hidup dengan tenang. Dia harus mati dan tidak akan bisa diampuni.

__ADS_1


Sosok itu mengucapkan hal yang sama dengan apa yang diucapkan oleh Jack. Seketika matanya bergetar dan saat itu pula, Jack memanfaatkan kesempatan untuk memotong kepala si monster benang itu.


SRET!


Kepala si monster akhirnya terpisah dari badannya dan menggelinding ke depan Lilian. Lilian dan Jim terkagum-kagum karena melihat Jack mengalahkan iblis tingkat 6 seorang diri. Tanpa bantuan siapapun.


Wush~~


Sling!


Tiba-tiba saja muncul sesuatu di lengan Jack yang bertuliskan A. Jim terkejut melihat itu, artinya Jack selevel dengannya saat ini. Dari level E, D, Jack sudah naik menjadi A.


"Lilian, bakar!" ujar Jim pada temannya itu.


Lilian langsung membakar tubuh dan kepala monster itu dengan panah apinya. Monster itu terlihat marah pada Jack, sebelum dia menghilang. Dia mengucapkan sebuah kata-kata pada pria itu.


"Kau...pasti akan mati ditangan Tuan Aragon. Pasti!"


Setelah iblis itu menghilang dan jadi butiran debu. Tubuh Jack tiba-tiba ambruk, Lilian dan Jim menghampirinya. "Jack!"


Tak berselang lama kemudian, Jack membuka matanya perlahan. "Aku dimana? Apa yang terjadi? Bukankah tadi aku berada di dungeon?" pria itu terlihat seperti orang linglung.


"Banyak darah! Ini...ini dimana?" Jack bergidik ngeri saat melihat di sekitarnya banyak darah. Dia kembali ke sifat penakutnya.


Setelah itu, Jack, Lilian dan Jim pun pergi dari sana. Rumah tersebut di hancurkan dan mayat-mayat yang ada disana di kuburkan dengan layak, tak jauh dari rumah itu dan kebetulan disana ada pemakaman.


"Jack... terimakasih sudah menyelamatkan kami," ucap Danny pada Jack sopan.


"Eh? Aku?" Jack menunjuk pada wajahnya sendiri dengan bingung.


"Iya, terimakasih Jack!" kata Fred pada temannya itu.


"Jika tidak ada kau, tidak tahu akan seperti apa jadinya nasib kami. Maaf, karena selama ini aku selalu mengganggumu!" Erick menyesali semua perbuatannya di masa lalu kepada Jack.


"Aku juga minta maaf Jack, maaf."


"Maaf!"


Fred dan Danny juga meminta maaf kepada Jack. Mereka pernah menganggu Jack dulu.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kalian semuanya, jangan khawatir!" kata Jack seraya tersenyum.


Kemudian tanpa disangka-sangka, Erick, Fred dan Danny memeluk Jack seperti seorang kawan. Jim memutar bola mata malas melihatnya.


"Kau sangat keren Jack, tadi kau seperti iron Man!" seloroh Fred sambil tertawa kecil.


"Aku pikir dia seperti Chris Evans di film fantastik four!" celetuk Danny yang sontak membuat keempat pria itu tertawa kecuali Jim.


"Jack, ayo kita pergi! Kita masih punya banyak urusan!" ujar Jim pada Jack dengan gaya cueknya.


"Guys, aku harus pergi. Ingatlah, jangan pernah kalian datang ke tempat ini lagi. Bahaya!" ujar Jack memperingatkan teman-temannya untuk tidak datang ke tempat ini lagi karena berbahaya.


"Hah? Memangnya kau mau kemana Jack? Apa kau tidak akan kembali bersama kami?" tanya Erick heran.


"Aku memiliki tugas yang harus aku selesaikan. Aku belum bisa kembali, lagipula duniaku bukan disini lagi."


"Apa kau ghost?" tanya Fred terkejut.


"Haha...aku masih manusia, setidaknya untuk saat ini," seloroh Jack sambil tersenyum. Setelah mengantar ketiga pria itu ke tempat aman, ia dan kedua rekan demon Hunternya kembali ke markas mereka.


****


Semua orang sudah punya senjata pembasmi monster dan iblis masing-masing. Hanya Jack saja yang belum. Rata-rata diantara mereka mengunakan pedang dan dibuatkan oleh demon Hunter yang memiliki kemampuan membuat senjata. Jack diminta datang ke tempat orang yang membuat senjata, dia melihat beragam senjata disana. Sebenarnya ia tidak suka senjata disana. Namun, ia harus memilihnya untuk melindungi diri.


Wush~


Jack kaget ketika senjata seperti kapak melesat ke arahnya bersamaan dengan cahaya terang. Jack memegang kapak itu.


"Wow...kapak ini terasa ringan." Jack mengangkat kapak itu dengan mudahnya. Kapak terlihat kuno dan berat, padahal baginya ringan.


"Luar biasa! Kau adalah pemegang senjata terpilih. Kapak legendaris itu telah memilihmu, nak!" ucap si pak tua bernama Jenox, si pembuat senjata demon Hunter. Si pembuat senjata demon Hunter mengatakan bahwa Jack adalah yang yang terpilih untuk memegang kapak sang demon Hunter legendaris zaman dulu.


"Kapak legendaris? Ini?"


"Ya, kapak legendaris itu adalah milik seorang demon Hunter terhebat di zaman dulu. Aku tidak menduga bahwa dia akan memiliki seorang pewaris di era ini. Jagalah kapak itu baik-baik dan gunakan dengan bijak. Dan selamat untukmu!" Jenox menatap mata Jack dengan berbinar-binar. Jack tidak paham apa maksud Jenox, ia hanya tersenyum saja agar semua cepat selesai.


Jack pun pergi dari tempat penempa senjata demon Hunter sambil membawa kapak yang katanya legendaris itu. Dia akan bertanya pada rekannya tentang siapa sosok pemilik kapak itu sebelumnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2