EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 10. Detektif


__ADS_3

Yuri dan Stella kembali ke apartemen. Yuri memperhatikan raut wajah Stella yang terlihat dingin. Stella yang sadar diperhatikan oleh Yuri pun seketika mengatakan kepada Stella bahwa ia tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut.


"Kau tidak perlu memperhatikan wajahku dengan begitu serius, Yuri...aku tahu kau ingin mengetahui kalau aku diterima bekerja atau tidak, bukan?"


Ucap Stella. Yuri tersenyum cengengesan.


"Hehe...iya, kak Stella...bagaimana? Apa, kakak diterima?"


Tanya Yuri.


"Aku tidak memenuhi syarat untuk bekerja di perusahaan tersebut."


Ucap Stella akhirnya.


Ini tidak mungkin! Mengapa, kakak tidak menerima kak Stella untuk bekerja di perusahaan?"


Ucap Yuri dalam bathin.


"Apa! Bagaimana, mungkin...kakak tidak memenuhi syarat?"


Ucap Yuri terkejut.


"Orang yang mewawancaraiku mengatakan begitu kepadaku."


Ucap Stella sambil melihat pemandangan di hadapannya.


"Apa! Siapa yang mewawancarai, kakak?"


Tanya Yuri.


"Seorang sekretaris wanita."


Balas Stella.


"Apa! Seorang Sekretaris wanita?"


Ucap Yuri. Stella menganggukkan kepalanya.


"Pasti si Yuni sialan itu! Dia selalu berusaha mendekati kakak pertama, setelah kakak keduaku tiada dan kakak pertama memegang alih perusahaan yang dijalankan oleh kakak kedua."


Ucap Yuri.


Kakak kedua? Ternyata Yuri, masih memiliki seorang kakak lagi selain kakak yang sering ia katakan tersebut dan ia bilang kakak keduanya tiada?


Ucap Stella dalam bathin.


"Oh, jadi begitu...pantas saja, dia tampak sangat terobsesi sekali dengan kakak pertamamu itu."


Ucap Stella.


"Tentu saja, kakak! Karena, kakakku sangat tampan sekali dan dia juga punya sisi serta minat yang bagus terhadap wanita."


Ucap Yuri membanggakan kakaknya.


Apa, Yuri membanggakan kakaknya sampai seperti itu.


Ucap Stella dalam bathin.


"Itu berarti kakakmu adalah tipe lelaki brengsek."


Ucap Stella.


"Tidak kakak! Kakakku, tidak seperti itu...dia itu adalah tipe lelaki yang...


Ucap Yuri yang membela kakaknya Anggara. Akan tetapi, belum lagi ia selesai bicara tiba-tiba saja ponsel Stella berbunyi.


🎶🎶🎶


Stella melihat layar ponselnya dan melihat siapa yang menelepon. Ternyata, nomor tidak dikenal yang menelepon dirinya.


"Siapa yang menelepon, kakak."


Tanya Yuri.


"Tidak tahu, nomor tidak dikenal."


Ucap Stella lagi. Kemudian, Stella pun menerima telepon tersebut.


"Halo."


Sapanya. Namun, bukan jawaban yang didapat panggilan tersebut dan Stella masih menunggu.


"Halo?"


Sapanya yang kedua kali. Namun tetap saja telepon tersebut masih sama, tidak ada jawaban. Stella menarik nafas lelah dan emosi sudah berada di puncak ubun-ubun kepalanya.


"Hei, jika kau tidak mau bicara maka aku akan menghancurkan ponselku dan kau tidak akan bisa meneleponku kembali."


Ucap Stella emosi.

__ADS_1


"Kumohon, jangan nona..jangan lakukan itu."


Ucap seseorang disana.


"Siapa kau?"


Tanya Stella.


"Aku Leo, pegawai perusahaan Cipta Prima tempat kau melamar pekerjaan tadi pagi."


Balas seseorang tersebut yang ternyata adalah Leo. Yang merupakan seorang bawahan dari Anggara. Anggara menyuruhnya untuk menelepon Stella.


"Lalu? Ada keperluan apa kau meneleponku."


Ucap Stella.


"Begini, nona tadi pagi ada kesalahan dalam wawancara nona bersama dengan sekretaris Yuni, jadi kami mengadakan wawancara khusus lamaran pekerjaan untuk nona."


Ucap Leo sambil menggaruk--garuk kepalanya. Sebab, Anggara sejak tadi terus memperhatikannya menelepon Stella.


"Oh, ya? Kapan dan pukul berapa?"


Tanya Stella.


"Besok, nona...pukul 10 pagi."


Ucap Leo sambil menelan air liurnya sendiri karena Anggara menatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam menusuk jantungnya.


"Baiklah, besok aku akan datang."


Ucap Stella yang akhirnya segera memutuskan panggilan tersebut. Yuri, yang sejak tadi diam mendengarkan pembicaraan Stella dan si penelepon ia menjadi penasaran.


"Kakak? Siapa, yang meneleponmu?"


Tanya Yuri.


"Pegawai kantor tempat aku melamar pekerjaan."


Balas Stella.


Pegawai kantor? Apa, kakak yang menelepon atau asisten pribadinya? Kak Leo.


Ucap Yuri dalam hati. Setahu Yuri, Leo adalah tangan kanan dari kakaknya. Yang terbiasa menerima tugas-tugas khusus dari Anggara. Kali ini, kakaknya menyuruh Leo untuk menyampaikan hal penting tersebut kepada Stella. Itu berarti ada sesuatu yang terjadi sebelumnya antara Stella dan kakaknya. Untuk hal tersebut, Yuri berniat untuk mengetahui hal tersebut dengan membayar seseorang untuk menyelidiki hal tersebut.


"Halo, pak Detektif?"


Sapanya suatu hari kepada seorang detektif yang ia minta untuk menyelidiki tentang hubungan Stella dan kakaknya.


Balas seorang detektif di seberang sana.


"Aku ingin bapak menyelidiki sesuatu."


Ucap Yuri.


"Menyelidiki siapa, nona?"


Ucap detektif tersebut lagi.


"Menyelidiki Anggara dan Stella.


Ucap Yuri. Saat nama Anggara disebut seketika bola mata detektif tersebut membulat.


"Apa! Menyelidiki pak Anggara?"


Ucap detektif terkejut.


"Ya."


Ucap Yuri pendek.


"Tapi, nona...maaf sekali, saya tidak bisa melakukannya...nona tidak tahu siapa itu pak Anggara, dia mafia kelas atas Internasional nona...bila menyelidikinya dan memberi informasi tentang dia kepada orang lain hukumannya adalah mati, nona."


Ucap detektif.


"Haish! Paman detektif, kau ini bodoh sekali...dia itu adalah kakakku...kau tidak perlu takut, ada aku dibelakangmu...aku akan menyelamatkanmu!"


Ucap Yuri sambil memegangi kepalanya.


"Apa! Jadi, pak Anggara adalah kakak nona?"


Ucap detektif terkejut.


"Iya, paman detektif!"


Ucap Yuri.


"Jadi, bagaimana? Apakah, paman setuju?"


Ucap Yuri lagi.

__ADS_1


"Ya, baiklah kalau nona dapat menjaminnya."


Ucap detektif tersebut.


"Aku akan menjaminnya, paman detektif?"


Ucap Yuri.


"Baiklah, setuju."


Ucap detektif tersebut sambil mengucapkan kata setuju.


"Oke! Aku akan mentransfer sejumlah uang kepada, paman sebagai uang muka."


Ucap Yuri.


"Hehe, terima kasih saya ucapkan kepada nona."


Ucap detektif tersebut segera mengakhiri panggilan tersebut. Dan, Yuri pun tersenyum senang setelah ia menelepon sang detektif bayaran.


Kakak? Segera, aku akan mengetahui apa yang sebenarnya hubunganmu dengan kak Stella...siapa suruh, kau terlalu mengikatku di rumah saja.


Ucap Yuri dalam hati.


......................


Sementara itu, di dalam ruangan kantor di perusahaan Cipta Prima. Leo sudah selesai menelepon Stella dan Anggara dengan tatapan mata tajamnya sedang menunggu apa yang akan segera disampaikan Leo kepada dirinya.


"Aku sudah menunggu lama, Leo! Katakan!"


Ucap Anggara memecah kesunyian.


"Ya, bos dia sudah menyetujuinya."


Ucap Leo.


"Lalu?"


Ucap Anggara sambil memainkan ballpoint miliknya dan tetap menatap Leo.


"Dia akan datang besok, untuk wawancara ulang bos pukul 10 pagi!"


Ucap Leo.


"Bagus! Besok aku akan mendapatkan Kucing Liar itu dalam dekapanku."


Ucap Anggara sambil tersenyum nakal.


"Jadi, bos...apakah, masih ada tugas lain?"


Tanya Leo. Anggara berpikir sejenak memikirkan sesuatu.


"Ada!"


Balasnya pendek.


"Tugas apa itu, bos?"


Ucap Leo.


"Beberapa hari lalu aku menyuruh orang-orang kita untuk mencari Yuri...tetapi, sampai saat ini belum ada kabar sama sekali...jadi, tugasmu selanjutnya adalah mencari Yuri dan temukan dia...bawa dia pulang ke kediaman dengan selamat."


Perintah Anggara.


"Siap, bos! Aku akan segera mencarinya."


Ucap Leo kemudian segera pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan Anggara dengan senyum bahagianya.


Beberapa saat sebelumnya, Anggara ingin menelepon sendiri Stella. Akan tetapi, ia tidak ingin berbicara langsung dengan Stella. Ia takut Stella akan tanda pada suaranya. Maka, ia menyuruh Leo berhenti mencari Stella dan menyuruhnya segera datang ke perusahaan Cipta Prima.


"Ya, bos!"


Sapa Leo yang masih berkeringat dingin dan gemetaran karena ancaman dari Anggara.


"Hentikan, pencarian wanita tersebut! Segera, datang ke kantorku!"


Ucap Anggara sekenanya.


"Baik, bos!"


Ucap Leo yang segera memutuskan panggilan dari Anggara. Begitulah, Anggara ia selalu memikirkan semuanya dengan perencanaan yang matang dan tidak ingin terburu-buru.


Cepat atau lambat, kucing liar akan segera masuk perangkap! Sudah tidak tertahan lagi ingin melihat raut wajahnya yang terkejut itu...hehehe.


Ucap Anggara dalam hati. Memang, Anggara jika ingin mendapatkan sesuatu maka ia harus berusaha susah payah. Agar apa yang diinginkan oleh dirinya dapat tercapai.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2