EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 35. Kekesalan Anggara


__ADS_3

Yuri menemui Stella di ruangan kerjanya. Saat itu Stella sedang bekerja dengan serius sehingga ia tidak menyadari kalau Yuri masuk ke dalam ruangannya.


"Kakak?"


Sapanya.


"Oh, hai Yuri."


Balas Stella terkejut mendapati Yuri datang menyapanya.


"Kakak sedang apa?"


Ucap Yuri.


"Seperti yang kau lihat, kakak sedang bekerja."


Ucap Stella.


"Uhm?"


Yuri melihat-lihat berkas-berkas yang sedang dikerjakan oleh Stella.


"Mengapa?"


Ucap Stella.


"Pekerjaan kakak, banyak sekali."


Ucap Yuri.


"Iya, kakak sudah libur dua hari...dan, hari ini pekerjaan kakak menumpuk."


Ucap Stella santai.


"Apa! Kakak, libur dua hari?"


Tanya Yuri terkejut.


"Ya."


Balas Stella pendek.


"Kemana saja kakak selama libur dua hari itu?"


Tanya Yuri lagi.


"Kemana? Tentu saja, pergi ke rumah nenek."


Balas Stella sambil tersenyum menutupi kebohongannya.


"Oh, jadi kakak masih memiliki keluarga lain selain...adik kakak itu?"


Ucap Yuri. Dan, Stella hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja.


"Mengapa, kakak tidak pernah mengatakannya."


Ucap Yuri sambil melirik Stella yang masih serius bekerja. Melihat, Stella yang hanya fokus dengan pekerjaannya. Seketika membuat Yuri mengambil semua berkas yang sedang dikerjakan oleh Stella.


"Yuri? Mengapa, kau mengambil semua berkas-berkas itu?"


Ucap Stella.


"Karena kakak sedari tadi hanya...fokus dengan pekerjaan kakak...aku tidak suka diabaikan oleh kakak saat aku berbicara dengan kakak."


Ucap Yuri dengan ekspresi wajah yang cemberut.


"Oh, Yuri maaf...jika aku mengabaikanmu...tetapi, sungguh pekerjaanku benar-benar menumpuk sekali hari ini."


Ucap Stella.


"Kau tahu? Kakakmu itu setiap hari dia selalu saja memaksaku...melakukan hal ini dan itu."


Ucap stella lagi.


"Oh, ya? Jadi, menurutmu aku adalah tipe bos yang suka memaksamu melakukan ini dan itu."


Ucap Anggara tiba-tiba ada disana.


Ck, untuk apa sih dia datang kesini...aku ingin mengadu ke adiknya pun jadi tidak leluasa.


Ucap Stella dalam hati.


"Tentu saja, kau memang seperti itu...suka memaksaku melakukan hal-hal yang tidak kusuka."


Ucap Stella.


"Oh, begitu ya?"


Ucap Anggara.


"Yuri! Tunggu kakak di kantin kantor...kakak ingin mengikir cakar kucing liar yang tajam ini."


Ucap Anggara.


Sepertinya, Kakak dan kak Stella akan ada pertunjukan seru...ingin menonton...tetapi, kakak malah menyuruhku pergi?

__ADS_1


Ucap Yuri dalam hati.


"Tetapi, kakak? Aku ingin menontonnya."


Ucap Yuri.


"Yuri, ini adalah drama 21+, kau tidak boleh menontonnya...kau masih belum cukup dewasa...pergilah!"


Ucap Anggara.


"Haish! Baiklah, kakakku yang pelit...benar-benar menyebalkan...huh!"


Ucap Yuri bersungut-sungut kesal.


"Apanya yang drama 21+, pak Anggara? Sepertinya, anda ini sudah hilang akal ya?"


Ucap Stella.


"Oh, jadi yang kita lakukan selama ini bukan drama 21+."


Ucap Anggara.


"Bukan...sama sekali bukan, pak Anggara?"


Ucap Stella.


"Benarkah?"


Ucap Anggara sambil berjalan mendekati Stella. Berdiri di hadapannya sambil menatap wajah Stella yang cantik dari jarak yang sangat dekat. Stella menyadari hal tersebut mencoba menghindar. Akan tetapi, tidak bisa sebab Anggara segera memeluknya.


"Apa ini, pak Anggara? Lepaskan! Ini adalah kantor...banyak pasang mata yang melihat."


Ucap Stella merasa tidak enak.


"Memangnya mengapa? Itu bukan urusan mereka."


Ucap Anggara semakin mengancangkan pelukannya.


"Pak Anggara? Anda benar-benar, pria yang tidak tahu malu ya? Benar-benar ingin mengekspresikannya dengan cara seperti ini."


Ucap Stella mencoba memberontak.


"Oh, ya? Begitu ya...jangan mencoba memberontak...kalau tidak nanti akan lain jadinya."


Ucap Anggara.


"Oh, pak Anggara sedang mengancamku ya?"


Ucap Stella.


"Aku sedang tidak mengancammu...tetapi, jika memang begitu...maka, boleh saja...lakukan sesukamu...dan, kau akan mendapatkan balasannya."


Ucap Anggara.


Ucap Stella.


"Ini balasannya."


Ucap Anggara kemudian mencium bibir Stella dengan lembut. Stella terkejut sekali dengan itu. Ciuman itu terasa lembut tetapi terasa sangat panas bagi dirinya. Sebab, Anggara tidak ingin melepas ciumannya dan membuat Stella sudah tidak dapat mengontrol dirinya lagi. Ia pun hanyut dalam ciuman tersebut. Ia hanya bisa mendesahkan suaranya saja.


"Ssh...ahh."


Stella terkejut mendengar suaranya sendiri. Dan, Anggara melepaskan ciumannya ketika ia mendengar suara ******* Stella.


"Sayang? Apa, kau sudah tidak sabar lagi?"


Ucap Anggara menggoda Stella.


"Si...siapa yang sudah tidak sabar lagi...kau ini...cepat, lepaskan aku!"


Ucap Stella marah. Dan, Anggara tersenyum.


"Ternyata bibir dan hatimu...tidak seirama, ya?"


Ucap Anggara.


"Apa maksudmu?"


Ucap Stella.


"Bibirmu itu bilang iya tetapi hatimu...begitu berat untuk mengakuinya...benar-benar aku harus bekerja keras."


Ucap Anggara.


"Cih, siapa suruh kau melakukan hal itu kepadaku."


Ucap Stella.


"Oh, kau sudah menikmatinya berkali-kali denganku...dan kau masih saja tidak peduli kepadaku...apa perlu aku bereksperimen di hadapanmu?"


Ucap Anggara.


"Kau ini sedang berbicara apa, sih?"


Ucap Stella. Anggara diam tidak melanjutkan kata-katanya. Ia pun melepas pelukannya. Anggara segera berlalu dari ruangan kerja Stella. Meninggalkannya disana dengan perasaan bingung.

__ADS_1


Bereksperimen? Apa maksudnya itu? Dia mau melakukan hal apa...sampai ia mengatakan hal itu kepadaku?


Ucap Stella dalam hati.


Ah, sudahlah! Apa peduliku...urusanku masih banyak...tidak perlu memikirkan dia.


Ucap Stella lagi dalam hati. Sedangkan, Anggara kembali ke ruangannya. Disana ia menumpahkan segala kekesalannya. Ia mengobrak-abrik ruangannya sendiri.


Stella begitu sulit bagi dirimu untuk mengakui perasaanmu kepadaku...aku bersumpah...aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku.


Ucap Anggara dalam hati. Anggara merasa kalah karena sikap Stella yang selalu saja bermain kucing-kucingan dengannya. Tanpa memedulikan perasaannya. Serta, tidak dapat memahami dirinya. Membuat Anggara benar-benar kesal. Dan, kekesalannya sudah di atas puncak batas maksimal.


......................


Hotel berbintang La Plaza...


Tetzuya sedang bersama dengan istrinya, Natasha. Sedang membahas dan membicarakan sesuatu bersama dengan Natasha.


"Jadi, apa keputusannya."


Ucap Natasha.


"Dia bilang belum tahu...dia masih mengurusi masalah yang menjerat adiknya itu."


Ucap Tetzuya.


"Bukankah, tuan sudah mengutus orang untuk mengatasi hal tersebut."


Ucap Natasha.


"Ya, tetapi mereka belum menghubungiku."


Ucap Tetzuya.


"Mungkin, sebentar lagi."


Ucap Natasha. Dan, tidak lama kemudian ponsel Tetzuya berbunyi nyaring.


🎵🎵🎵


Tetzuya mengambil ponselnya. Dan, ia melihat siapa yang telah menelepon dirinya. Ia pun segera menerimanya.


"Apa, sudah selesai?"


Ucap Tetzuya.


"Sudah, bos! Akan tetapi, kami tidak berhasil membunuh dua nama itu...mereka kabur."


Ucap anak buah.


"Mereka pasti kabur ke benua Eropa...Kenzo, pergilah ke benua Eropa...sebar anak buahmu ke setiap negara dan wilayah Eropa...cari dan temukan dua nama itu...lalu bunuh keduanya dan selamatkan remaja itu."


Perintah Tetzuya.


"Baik, bos!"


Ucap anak buah yang dipanggil Kenzo tersebut. Lalu, memutuskan panggilan teleponnya.


"Eropa?"


Ucap Natasha.


"Ya."


Ucap Tetzuya.


"Eropa negara yang sangat besar, tuan?"


Ucap Natasha.


"Ya, kau benar...apa, kesayanganku ini ingin berbulan madu kesana."


Ucap Tetzuya.


"Bukankah, kita masih ada urusan disini."


Ucap Natasha.


"Anggap saja urusan disini sudah selesai...kita lanjutkan berbulan madu di Eropa...berkeliling sambil memeriksa keadaan...bagaimana menurutmu?"


Ucap Tetzuya.


"Kalau begitu, terserah tuan saja...kemana kita akan pergi berbulan madu."


Ucap Natasha.


"Nata-chan, kau sudah menjadi istriku...kedepannya jangan panggil aku tuan...panggil namaku."


Ucap Tetzuya lembut di telinga Natasha.


"Baik, Tetzuya-sama."


Ucap Natasha tersenyum lembut. Lalu, Tetzuya membawa Natasha kembali berbaring di atas pembaringan. Tetzuya kembali meminta haknya dan Natasha memberikannya. Dan, malam itu berlalu seiring deru nafas dua insan yang saling mencintai satu sama lain.


Bersambung...

__ADS_1


EAGLE LADY



__ADS_2