
Stella pulang dari kantor dengan sejuta rasa kesal di hatinya. Jujur saja, ia sangat cemburu karena ulah Anggara yang secara terang-terangan bermesraan dengan wanita lain selain dirinya. Dan, hal itu telah membuat moodnya menjadi rusak.
"Ck, dia benar-benar sangat menyebalkan...hanya karena permintaannya kutolak...ia beraninya melakukan tindakan seperti ini kepadaku."
Ucap Stella.
"Ia sengaja pamer kemesraan dengan rubah sialan itu di depanku...hanya untuk membuatku cemburu."
Ucap Stella.
"Aish, sudahlah mengapa aku harus memikirkan dia...aku ada janji dengan Yuri...sehari ini dia meneleponku sebanyak dua kali...aku harus cepat!"
Ucap Stella. Tidak lama ponsel Stella berdering nyaring.
🎵🎵🎵
Stella menerima panggilan tersebut saat ia tahu siapa yang telah menghubunginya.
"Halo."
Sapanya.
"Halo, kak Stella...kakak dimana? Aku sudah sampai di mall Superstar."
Ucap Yuri.
"Kakak dalam perjalanan...sebentar lagi sampai."
Ucap Stella.
"Baik, akan aku tunggu kakak di depan pintu masuk."
Ucap Yuri sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Anggara yang sudah tiba disana terlebih dahulu bersama dengannya. Yuri datang bersama Anggara untuk memanas-manasi Stella.
Yuri bekerjasama dengan Anggara untuk membuat Stella cemburu dan mengakui perasaannya. Anggara segera menelepon seorang wanita yang sudah tiba disana. Tetapi, wanita tersebut tidak bersama dengan mereka. Wanita itu menunggu di sebuah resto yang ada di mall untuk berakting dengan Anggara.
"Halo."
Sapanya.
"Halo, bos Anggara?"
Balas wanita itu dengan nada manja.
"Apa, kau sudah siap?"
Ucap Anggara.
"Sudah, bos Anggara."
Ucap wanita tersebut.
"Baik, aku segera kesana."
Ucap Anggara sambil memutuskan panggilannya. Anggara segera pergi menemui wanita bayaran yang diundang untuk berakting dengannya.
"Yuri! Kakak, pergi kesana ya? Nanti, kau kirim pesan dimana posisi kalian berdua...oke."
Ucap Anggara.
"Oke, kak."
Ucap Yuri sambil mengacungkan jempolnya.
"Bagus!"
Ucap Anggara sambil mengusap-usap kepala Yuri. Kemudian, ia pun pergi meninggalkan Yuri disana sedang menunggu Stella. Tidak lama sepeninggal Anggara, Stella pun telah sampai disana. Stella melihat Yuri sedang berdiri disana menunggunya. Stella segera menghampirinya.
"Yuri?"
Sapa Stella.
"Kak Stella."
Balas Yuri.
"Sudah lama menunggu?"
Tanya Stella.
"Tidak! Aku belum lama menunggu kakak disini."
Balas Yuri.
"Oh, kakak pikir kau sudah lama menunggu...maaf, ya?"
Ucap Stella.
"Tidak apa-apa, kakak? Ayo, kita masuk ke dalam...aku sudah tidak sabar ingin berbelanja banyak pakaian mewah."
Ucap Yuri sambil menggandeng lengan Stella.
"Baiklah."
Ucap Stella.
Dia sangat tidak sabaran...sepertinya, isi dalam mall ini akan segera habis dibuatnya...tingkahnya yang lucu masih mengingatkanku akan adik lelakiku...kiranya kemana mereka membawa adikku pergi.
__ADS_1
Ucap bathin Stella.
"Kak Stella, di dalam mall ini banyak menjual pakaian dengan model terbaru."
Ucap Yuri menyadarkan Stella dari lamunan.
"Oh, ya? Pastinya kau sudah tidak sabaran...untuk menghabiskan seluruh uang, kakakmu."
Ucap Stella.
"Tentu saja, salahnya mengapa ia harus memiliki seorang adik seperti aku."
Ucap Yuri.
"Kakak? Bagaimana, dengan toko pakaian itu."
Ucap Yuri.
"Apanya yang bagaimana? Kalau kau menyukai pakaian yang ada disana...lalu apa dayaku."
Ucap Stella.
"Kalau begitu, ayo kita masuk!"
Ucap Yuri sambil tetap menggandeng lengan Stella. Mereka berdua memasuki toko pakaian tersebut. Setelah, masuk ke dalam Yuri segera melepas gandengannya dari lengan Stella. Ia sengaja pergi menjauh untuk mencari kesempatan mengirim pesan kepada kakaknya.
Sementara itu di sisi lain...
Anggara menunggu dengan tidak sabar lagi. Tidak tahu sudah cangkir keberapa kopi yang ia pesan dan minum. Ia bersungut kesal kepada adiknya, Yuri.
"Si Yuri ini, sudah lama begini...masih saja belum memberikan kabar."
Ucap Anggara kesal.
"Sabar, bos...pasti sebentar lagi...adik bos memberi kabar."
Ucap sang wanita.
"Tentu saja, dia harus...jika, tidak akan kustop semua uang bulanan yang kuberikan kepadanya."
Ucap Anggara.
Bos Anggara, terlihat sangat menakutkan...bila sudah menyangkut hal yang berhubungan dengan asmara.
Ucap sang wanita dalam bathin. Tidak lama kemudian ponsel Anggara bergetar. Menandakan, ada pesan masuk.
"Ting."
"Kakak, kami sudah masuk ke toko yang kakak maksud...segeralah datang kesini.
Bunyi pesan Yuri. Dan, Anggara pun tersenyum seketika. Ia pun segera membalas pesan Yuri.
Balas pesan Anggara. Lalu, Anggara pun segera bergerak menuju kesana bersama dengan wanita yang dibayar untuk memanas-manasi Stella.
Di saat yang bersamaan...
Tetzuya bersama istrinya Natasha sedang berjalan-jalan di mall yang sama dengan mereka berempat. Natasha sangat senang ketika, suaminya mengajak dia pergi ke mall untuk berbelanja untuk oleh-oleh dibawa ke negeri sakura.
"Kira-kira, apa ya? Oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jepang."
Ucap Natasha.
"Nata-chan, belilah oleh-oleh khas Indonesia yang paling kau suka...aku akan menerima telepon dahulu."
Ucap Tetzuya sambil mencium kening Natasha.
"Baiklah."
Ucap Natasha. Tetzuya pergi meninggalkan Natasha berbelanja oleh-oleh. Tetzuya menerima panggilan telepon dari anak buahnya.
"Bos!"
Sapa anak buahnya.
"Bicara."
Ucap Tetzuya.
"Hal kemarin yang anda suruh...sudah saya lakukan."
Ucap sang anak buah.
"Hasilnya."
Ucap Tetzuya.
"Dua nama membawanya ke Eropa...disana mereka berdua ternyata memiliki jaringan besar, bos!"
Ucap anak buah Tetzuya.
"Aku sudah menduganya."
Ucap Tetzuya.
"Lalu, bagaimana sekarang bos!
Ucap anak buah Tetzuya.
__ADS_1
"Menyusuplah ke dalam organisasi mereka...cari tahu segala informasi tentang mereka dan laporkan kepadaku."
Ucap Tetzuya.
"Siap, bos!"
Ucap sang anak buah. Lalu, Tetzuya segera memutuskan panggilan teleponnya. Ia segera kembali bergabung dengan Natasha.
"Bagaimana, sayang? Sudah selesai."
Ucap Tetzuya.
"Belum, aku masih memilih-milih lagi oleh-oleh yang lain...yuk kita keluar dari sini dan melihat yang lain."
Ucap Natasha.
"Baiklah, kita pergi kesana saja."
Ajak Tetzuya. Natasha mengikuti langkah kaki suaminya menuju ke tempat lain yang lebih menarik dan lebih banyak menjual oleh-oleh khas Indonesia. Sementara, situasi romantis tercipta antara Natasha dan Tetzuya. Di sisi lain, situasi menegangkan sedang terjadi di antara Stella dan Anggara.
"Pak Anggara?"
Ucap Stella terkejut begitu melihat Anggara berada di tempat yang sama dengannya. Namun, justru hal yang membuat Stella terkejut adalah bukan hanya Anggara saja tetapi wanita yang berada di samping Anggara.
Dan, kali ini Anggara sedang bersama dengan wanita yang berbeda dengan yang dibawa oleh Anggara pagi tadi. Anggara tersenyum mendekati Stella. Dan, Stella seakan mau muntah melihat aksi Anggara dan wanita di sebelahnya yang sengaja memamerkan kemesraan mereka di hadapan Stella.
Cih! Dia dan rubah tersebut sama-sama pamer kemesraan...benar-benar menyebalkan! Apa tidak bisa dia menggunakan trik yang lain...selain menguras emosiku?
Ucap Stella dalam hati.
"Kakak? Ups! Siapa, wanita itu kakak?"
Tanya Yuri yang pura-pura terkejut melihat hal tersebut berlangsung di hadapannya.
"Yuri? Kau disini?"
Ucap Anggara berpura-pura tidak mengetahui kalau Yuri bersama Stella.
"Ya, kakak? Aku disini sedang berbelanja di sini bersama kak Stella."
Ucap Yuri.
"Kalau, kakak? Kakak, kesini bersama dengan dia...dia, siapa kakak? Pacar baru, kakak ya?"
Ucap Yuri sengaja memanas-manasi keadaan.
"Yuri, um...ya benar ini pacar baru, kakak."
Ucap Anggara mengakui hal tersebut tiba-tiba membuat amarah terukir jelas di wajah cantik Stella.
Apa! Aku tidak salah dengar, bukan? Pacar baru...sejak kapan...dan, wanita tadi pagi siapa? Heh, Anggara dasar playboy sialan!
Ucap Stella dalam hati.
"Oh, jadi rubah ini pacar baru pak Anggara ya? Wah, sangat serasi dengan pak Anggara."
Ucap Stella.
"Oh, Stella benarkah...kami berdua serasi? Dia tidak hanya cantik...tetapi, dia juga sangat cantik dan...
Anggara diam tidak melanjutkan kata-katanya. Ia, mendekati Stella dan berbisik di telinga Stella.
"Dia dapat memanjakanku setiap malam...hmm...ahh."
Bisik Anggara.
"Oh, ya? Apakah, dia sangat tangguh sepertiku?"
Bisik Stella.
"Sudah pasti, tidak sepertimu...tetapi, dia sangat agresif."
Balas bisikan Anggara. Kemudian, ia tersenyum melihat Stella hanya diam termangu dengan gigi bergemeletuk.
"Cih, dasar laki-laki busuk...menjengkelkan."
Ucap Stella kemudian ia pun pergi meninggalkan tempat itu. Yuri memanggilnya.
"Kak Stella! Jangan pergi...aku belum selesai berbelanja."
Teriak Yuri, namun Stella sudah tidak mempedulikannya lagi.
"Oh, kakak? Sandiwara yang bagus sekali...kau berhak atas piala Oscar."
Ucap Yuri.
"Ya, jika itu kakakmu adalah seorang aktor terkenal...sekarang, kejar dan hibur dia."
Ucap Anggara.
"Wah, kakak sangat kejam...tetapi, baiklah."
Ucap Yuri kemudian pergi menyusul Stella yang sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan tempat tersebut. Dan, disana ada dua pasangan suami dan istri yang menyaksikan hal tersebut. Dan, Anggara tidak menyadari hal tersebut.
Bersambung...
EAGLE LADY
__ADS_1