EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 12. Night Club


__ADS_3

Night Club Starry...


Yuri pergi ke night club untuk merayakan ulang tahun temannya disana. Stella tidak ikut menemaninya, sebab beso Stella akan masuk kerja hari pertama.


Ketika, Yuri bersama temannya masuk ke dalam tempat tersebut. Terdengar suara musik yang keras dan memekakkan telinga.


Yuri bersama temannya sudah memesan ruangan khusus VIP untuk mereka berdua. Di dalam ruangan tersebut sudah tersedia kue ulang tahun dan beberapa botol minuman keras.


Tidak ada minuman ringan disana. Yuri mempertanyakan hal itu kepada temannya. Dan, temannya mengatakan kepadanya minuman ringan hanya untuk anak kecil.


"Mengapa, hanya ada minuman keras saja Sonya? Dimana minuman ringanku."


Ucap Yuri.


"Hahaha...Yuri, kau ini polos sekali...disini tidak ada minuman ringan...yang ada hanya minuman keras seperti ini."


Ucap temannya sonya sambil memegang botol minuman keras.


Ya, dia benar...di night club hanya ada minuman keras...tidak mungkin ada minuman ringan seperti di rumah...kakak, kau selalu memberiku minuman itu setiap aku merayakan hari istimewamu.


Ucap Yuri mengingat kakaknya.


"Kau sangat menyayangiku."


Ucap Yuri bergumam.


"Apa, yang kau katakan...aku tidak dapat mendengarnya."


Ucap Sonya.


"Bukan apa-apa."


Ucap Yuri.


"Oh, ya? Bisakah, kita mulai sekarang? Agar kita bisa pulang lebih awal."


Ucap Yuri lagi.


"Pulang lebih awal? Kau bercanda, Yuri...kita akan menghabiskan malam disini."


Ucap Sonya sambil memegang ponsel dan mulai chating dengan seseorang.


"Kau sedang apa, Sonya?"


Tanya Yuri.


"Aku sedang chating dengan kekasihku, tetapi sampai saat ini dia belum juga datang."


Balas Sonya.


"Kekasih? Kau sudah memiliki kekasih?"


Ucap Yuri.


"Ya, selesai! Dia akan datang bersama dengan temannya."


Ucap Sonya.


"Apa kau mengundangnya juga."


Tanya Yuri.


"Ya, apa arti ulang tahun tanpa orang istimewa."


Balas Sonya.


"Ya, kau benar."


Ucap Yuri.


"Sambil menunggu, kau minum dulu minuman ini bersamaku."


Ucap Sonya sambil menuang minuman tersebut di gelas kaca yang sudah tersedia disana.


"Cheers!"


Ucap Sonya.


"Glup."


Suara air terdengar membasahi kerongkongan Sonya. Sedangkan, Yuri ia hanya melihatnya saja. Sebab, ia memang tidak pernah meminum minuman yang beralkohol tersebut.


"Mengapa, kau tidak meminumnya? Ayolah, bersulang untukku."


Ucap Sonya.


"Aku tidak terbiasa minum, Sonya?"


Ucap Yuri menolak.


"Aku sedang berulang tahun hari ini...apa, kau tidak mau membuat temanmu bahagia?"


Ucap Sonya memojokkan Yuri.


"Baiklah, aku akan minum."


Ucap Yuri yang kemudian segera meminum minuman tersebut.


"Glup."


Ia meminumnya.


"Hoek."

__ADS_1


Karena, ia tidak terbiasa meminum minuman tersebut ia pun memuntahkannya.


"Ahh...kau memuntahkannya?"


Ucap Sonya.


"Maaf! Aku memang tidak biasa minum...bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu?"


Ucap Yuri.


"Haish! Ya, sudahlah...kalau kau tidak bisa minum...daripada kau membuang semua minuman ini."


Ucap Sonya kesal. Dan, Yuri merasa tidak enak kepada Sonya dan berniat untuk mengganti minuman yang telah ia muntahkan.


"Aku bisa menggantinya."


Ucap Yuri.


"Sudahlah, tidak perlu."


Ucap Sonya.


Dia jauh dari rumah...setahuku, kakaknya yang memiliki uang yang sangat banyak...dia mana mungkin memiliki uang...tetapi, dari pakaian mewah yang dipakainya itu...bukan pakaian yang ia beli dengan harga murah...apa benar dia memiliki uang?


Ucap Sonya dalam hati. Ketika, Sonya sedang berpikir tiba-tiba saja dua lelaki masuk ruang khusus VIP tersebut. Salah satunya adalah kekasih dari Sonya dan satunya lagi adalah temannya.


"Hai, baby?"


Sapa kekasih Sonya langsung saja mencium pipi kiri dan kanan Sonya. Yuri yang melihatnya menjadi risih dan ia pun membuang muka. Sonya yang melihat hal tersebut sadar kalau Yuri tidak terbiasa melihat hal yang dilakukan oleh kekasih Sonya kepada Sonya. Ia pun segera saja mengomel kepada kekasihnya itu.


"Baby? Kau dari mana saja...dari tadi aku menunggumu disini...ini kan hari ulang tahunku?"


Ucap Sonya manja kepada kekasihnya.


"Maaf, baby? Tadi aku ada sedikit pekerjaan...jadi, aku baru datang."


Ucap kekasih Sonya yang bernama Rendy.


"Oh, begitu ya? Maaf, baby...aku curiga kepadamu."


Ucap Sonya.


"Tidak apa-apa, baby? Oh, ya...kenalkan dulu ini temanku Lucky."


Ucap Rendy mengenalkan temannya kepada Sonya dan Yuri. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan minum bersama.


Lucky menatap Yuri yang merasa kikuk dengan keadaan tersebut. Sebab, ia sama sekali tidak pernah melakukan hal tersebut. Sebab, Anggara melarangnya untuk keluar rumah.


Anggara tidak ingin adiknya terlibat dalam hal yag tidak baik di luar sana. Cukup hanya dirinya saja yang berkecimpung dalam dunia hitam. Dan, Lucky melihat kesempatan tersebut.


Memang niat lelaki bernama Lucky tersebut tidak baik. Ia ingin sekali bermain-main dengan Yuri untuk sementara waktu. Maka dari itu ia meminta kepada temannya, Rendy untuk berpisah ruangan dengan mereka.


Rendy menyetujui hal tersebut. Ia dan Sonya mengambil ruangan lain dan meninggalkan Yuri disana. Yuri ingin ikut dengan mereka akan tetapi, dihalangi oleh Lucky.


Ucap Lucky sambil memegang tangan Yuri.


"Hei, lepaskan tanganku!"


Ucap Yuri.


"Apa melepaskanmu? Baiklah, tetapi kau harus melayaniku."


Ucap Lucky.


"Apa! Tidak! Yuri, tolong aku!"


Ucap Yuri meminta tolong kepada Sonya. Akan tetapi, Sonya tidak dapat menolongnya karena ia sendiri sedang mabuk berat.


"Sudah, nikmati saja...apa susahnya!"


Ucap Sonya. Seketika, kata-kata Sonya pun membuat Yuri bagaikan tersambar petir.


"Sonya, kau temanku...tolong aku!"


Ucap Yuri. Lagi, Sonya tidak mempedulikannya dan pergi meninggalkannya disana bersama dengan Lucky. Yuri menangis sedih dan ia menyesal.


"Huu...hiks...kak Stella, apa yang kau katakan benar!"


Ucapnya sambil menangis.


"Sudah, jangan menangis...ayo, aku akan membuatmu senang dan bahagia."


Ucap Lucky yang sudah kehilangan akal dan hendak menyentuh Yuri. Akan tetapi, Yuri segera memukul kepala Lucy dengan botol minuman keras.


"Prakk."


Seketika, darah mengucur dari kepala Lucky. Melihat hal tersebut Lucy pun menjadi marah.


"Aduh...sakitnya, dasar kau gadis kurang ajar...kemari kau."


Ucap Lucky sambil hendak meraih Yuri namun, Yuri pun mendorong tubuh Lucky sampai jatuh. Dan, ia pun segera keluar dari sana. Di luar ia bertemu dengan Stella yang saat itu memang sedang mengkhawatirkan dirinya.


"Kak Stella...huu...hiks!"


Yuri menangis sambil memeluk Stella.


"Apa yang terjadi padamu!"


Tanya Stella.


"Aku...aku...lelaki itu...dia ingin melakukan sesuatu kepadaku...huu...hiks."


Ucap Yuri mengadu.

__ADS_1


"Kau tunggu disini! Aku akan membereskannya."


Ucap Stella. Namun, baru saja Stella hendak masuk ke dalam untuk menghajar lelaki yang dimaksud oleh Yuri. Tiba-tiba, saja lelaki tersebut keluar dari dalam ruangan sambil memegang kepalanya yang terus mengucurkan darah.


"Kak Stella, itu orangnya!"


Seru Yuri.


"Baiklah, sekarang kau segera pergi dari sini...segera kembali ke apartemen."


Ucap Stella memberi perintah.


"Baik, kakak hati-hati ya?"


Ucap Yuri. Stella menganggukkan kepalanya. Lucky yang melihat Stella tiba-tiba menghadangnya. Ia pun segera memerintahkan seluruh anak buahnya yang ada disana untuk membantunya memberi pelajaran kepada Stella.


Pertarungan tangan kosong pun tidak terelakkan lagi. Stella menghajar seluruh anak buah Lucky sendirian. Stella tidak takut akan rasa sakit dan dikeroyok oleh segerombolan manusia sampah masyarakat. Dan, riuh suara orang-orang disana terdengar jelas.


"Bugh...bak...buk."


Ia memukul dan mengayunkan tinjunya kepada mereka semua. Satu per satu jatuh dan bangkit berdiri lagi sampai Stella kewalahan namun, akhirnya di saat yang sama Anggara tiba-tiba saja hadir disana.


Dan, ia sangat terkejut dengan keadaan Nigh Club tersebut. Terjadi pertarungan dimana seorang wanita sedang dikeroyok oleh segerombolan lelaki.


"Wow, sedang ada pesta disini."


Ucap Anggara.


"Eh, ini sangat seru...seorang wanita memukuli segerombolan lelaki...benar-benar, memalukan!"


Ucap Anggara. Lalu, Anggara memperhatikan seorang wanita yang sedang bertarung. Dan, ia mengenali siapa wanita yang sedang bertarung tersebut.


"Eh, bukankah itu wanitaku? Kurang ajar! Beraninya mereka memukuli wanitaku! Kalian semua, bantu wanitaku bertarung!"


Perintah Anggara.


"Habisi mereka semua!"


Perintahnya lagi.


"Baik, bos!"


Ucap anak buah Anggara. Lalu, beramai-ramai anak buah Anggara membantu Stella bertarung. Stella tiba-tiba saja menjadi heran. Namun, ia tidak peduli ia tetap menghajar orang-orang suruhan Lucky.


Lucky yang melihat ada Anggara disana dan ia mengenal anak buah Anggara. Secepat kilat ia pun kabur meninggalkan arena pertarungan tersebut. Namun, baru saja ia hendak kabur tiba-tiba saja langkahnya di hadang oleh Anggara.


"Mau kabur kemana?"


Ucap Anggara.


"Maaf, bos Anggara! Biarkan aku pergi."


Ucap Lucky.


"Kau sudah berani menyerang wanitaku! Dan, kau ingin aku melepaskanmu?"


Ucap Anggara. Yang kemudian ia melepaskan tembakan dan membunuh Lucky disana. Lucky pun mati di tempat. Sementara, pertarungan tersebut pun sudah berakhir. Dan, anak buah Lucky semuanya dibunuh di tempat.


"


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.


"


Sonya dan Rendy melihat semuanya. Mereka sangat ketakutan dan tidak ingin keluar dari ruangan VIP tempat mereka untuk menghabiskan malam bersama. Sedangkan, Yuri sudah kembali ke apartemen. Untung saja ia tidak bertemu dengan kakaknya disana. Dan, ia sedang menunggu Stella kembali ke apartemen.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2