EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 33. Sarang Ekskusif


__ADS_3

Malam hari, Sarang Eksklusif pukul 24.00...


Eagle Lady dan seorang lelaki kepercayaan Angela dan Simon segera bergerak ditengah malam. Mereka mengendap-ngendap di dalam kegelapan. Agar terhindar dari para anak buah Angela dan Simon yang sedang berpatroli hilir mudik.


"Penjagaan sangat ketat."


Ucap lelaki tersebut.


"Memang penjagaan sangat ketat sekali...pasti hal yang mereka lakukan bertentangan dengan hukum."


Ucap Eagle Lady.


"Kata-katamu ini...seolah-olah kau adalah seseorang yang berdiri tegak di jalur yang benar."


Komentar lelaki tersebut.


"Oh, ya? Apakah, menurutmu seperti itu?"


Ucap Eagle Lady.


"Tidak kelihatan seperti itu? Tetapi, itu hanya pendapatku saja."


Ucap lelaki tersebut.


"Baguslah! Segera tunjukkan ke arah mana seharusnya...aku tidak ingin membuang waktuku disini."


Ucap Eagle Lady.


"Baiklah! Aku membawa peta tentang sarang eksklusif ini...disini kita berada sekarang...dan, disini adalah sarang yang sebenarnya."


Ucap lelaki tersebut.


"Jadi, lingkaran ini adalah sarang?"


Ucap Eagle Lady.


"Ya, dan ini adalah titik pusat dari sarang...ini adalah merupakan tempat para ilmuwan membuat penelitian."


Ucap lelaki tersebut.


"Bagus kalau begitu! Mari bergerak!"


Ucap Eagle Lady. Dan, lelaki tersebut menganggukkan kepalanya saja menyetujui tindakan selanjutnya dari Eagle Lady. Lalu, keduanya pun bergerak terpisah. Eagle Lady menuju pusat sarang. Sedangkan, sang lelaki yang ternyata adalah anak buah dari Tetzuya. Ia pergi ke sebuah tempat yang dikenal sarang.


Dimana, tempat tersebut banyak menyimpan anak-anak remaja berusia 17 tahun ke atas. Lelaki tersebut diperintahkan oleh Tetzuya untuk menghancurkan sarang dan membantu anak-anak keluar melarikan diri dari tempat tersebut.


Sedangkan, Eagle Lady ia memiiki tugas untuk menyelamatkan adiknya. Oleh sebab itu, ia segera pergi menuju pusat sarang. Di dalam pusat sarang, ia harus bertindak hati-hati. Lagi, ia harus menyamar menjadi seorang ilmuwan disana untuk menemukan lokasi tepat dimana adiknya berada. Ia mendengar percakapan beberapa ilmuwan.


"Sungguh aku tidak menyangka...remaja tersebut memiliki tekad yang kuat...sudah beberapa kali ia dijadikan subjek...tidak pernah gagal sekali pun."


Ucap seorang ilmuwan.


"Ya, tentu saja...sekarang, karena tingkat keberhasilannya tinggi...kita harus memindahkannya ke tempat baru."


Ucap ilmuwan lainnya.


Apa! Dipindahkan ke tempat baru? Mau mereka bawa kemana lagi subjek yang mereka bicarakan itu...jangan-jangan subjek tersebut adalah adikku.


Ucap Eagle Lady dalam hati.


Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi...aku harus bergerak cepat!


Ucap Eagle Lady dalam hati lagi. Kemudian, ia pun segera berpisah dari dua ilmuwan. Ia masuk ke sebuah ruangan. Dimana, ruangan tersebut dipenuhi dengan alat-alat elektronik penunjang penelitian para ilmuwan. Dan, disana ia menemukan sebuah tubuh terbaring lemah.


Eagle Lady terkejut melihatnya. Perlahan ia mendekati tubuh tersebut dengan jantung yang berdebar. Berharap kalau tubuh itu bukan adiknya. Sebab, ia tidak akan tahan melihat penderitaan yang ditanggung adiknya.


"To...long...a...ku...mereka menyiksaku."


Ucapnya dengan bibir pucat.


Kasihan sekali...tetapi kudengar dari suaranya dia bukan adikku.


Ucap Eagle Lady dalam hati. Seketika, hatinya terasa pedih dan terluka melihat kondisi dari tubuh tersebut. Seakan, sangat menderita, lemah dan tidak berdaya. Timbul dendam kesumat membara dalam hati Eagle Lady.


Sungguh biadab sekali mereka...memperlakukan manusia bagaikan hewan....seakan, nyawa manusia tidak ada artinya bagi mereka...tidak dapat kubiarkan.


Ucap Eagle Lady lagi dalam hati.


"Ka...kak...to...longlah...aku...mereka menyiksaku setiap hari."


Ucap anak remaja tersebut.


"Aku akan menolongmu!"


Ucapnya sambil melepaskan segala alat yang terpasang di tubuh anak remaja tersebut.


"Dimana, anak yang lain."


Tanya Eagle Lady.


"Mereka semua berada di sarang."


Balas anak remaja.


"Di sarang? Maksudku bukan itu, apakah selain kamu...apakah ada anak lain dalam kondisi seperti kamu."


Tanya Eagle Lady sekali lagi.


"Ada, tetapi dia diistimewakan...tubuhnya sangat kuat...dan, sebentar lagi penelitian untuknya segera selesai...dan, dia juga akan dipindahkan."


Jawab anak remaja.


"Dipindahkan? Kemana?"

__ADS_1


Ucap Eagle Lady.


"Dia dipindahkan ke sarang utama."


Ucap anak remaja.


"Sarang utama? Dimana itu?"


Ucap Eagle Lady.


"Sebuah tempat rahasia...aku pun tidak mendengar dengan jelas...tampaknya mereka sengaja menyembunyikannya."


Ucap anak remaja.


Ini menemui jalan buntu...ah...tidak...lelaki itu pasti tahu tentang tempat yang disebut sarang utama.


Ucap Eagle Lady dalam hati. Eagle Lady segera membawa pergi anak remaja tersebut. Sebelum meninggalkan ruangan tersebut, Eagle Lady memberi hadiah kepada dua nama tersebut. Dengan memasang bom, di ruangan tersebut.


Eagle Lady berjalan sambil memapah tubuh anak remaja tersebut. Sesekali, ia melihat kesana kemari memastikan tidak ada satu pun anak buah Angela dan Simon disana. Lalu, berjalan kembali tetapi sewaspada apa pun akhirnya Eagle Lady pun ketahuan juga. Ia kepergok dengan anak buah Angela dan Simon. Ia pun harus melumpuhakan beberapa anak buah Angela dan Simon dengan menembak mereka.


"


Z


U


U


B


.


.


.


"


Suara tembakan tersebut tidak terdengar sebab Eagle Lady memasang alat peredam pada pistol kesayangannya.


"Ayo, kita berjalan lagi."


Ucap Eagle Lady. Baru beberapa meter berjalan, datang lagi beberapa anak buah Angela dan Simon. Mereka memergoki Eagle Lady yang membawa seorang anak remaja korban penelitian.


"Hei, siapa kau! Jangan, bawa anak itu!"


Ucap anak buah.


"Oh, sial!"


Ucap Eagle Lady.


Baku tembak pun tak terelakkan lagi terjadi. Eagle Lady menembakkan pelurunya kepada semua anak buah tersebut.


"Lindungi kepalamu."


Ucap Eagle Lady kepada anak remaja yang ia selamatkan. Anak tersebut pun memenuhi perintah Eagle Lady dan melindungi kepalanya.


"


D


R


.


.


.


D


R


.


.


D


R


.


.


.


"


"Akh."


Mereka pun mati meregang nyawa. Eage Lady dan anak remaja itu pun berjalan kembali. Sampai di tempat aman, Eagle Lady pun menyuruh anak remaja itu untuk cepat pergi dari tempat tersebut.


"Dari sini kau berjalan lurus saja...ikuti jalur jalan ini jangan berbelok...nanti, kau akan menemukan sebuah desa di ujung jalan...mintalah bantuan kepada mereka."


Ucap Eagle Lady.


"Baiklah, kakak! Kakak, tidak ikut denganku?"


Tanya anak remaja.


"Tidak! Aku masih harus mencari adikku."

__ADS_1


Jawab Eagle Lady.


"Pergilah!"


Ucapnya lagi.


"Terima kasih, kak!"


Ucap anak remaja tersebut dan Eagle Lady mengusap lembut kepala anak remaja tersebut. Setelahnya, Eagle Lady pun segera masuk kembali ke dalam. Akan tetapi, ia bertemu dengan lelaki yang sebelumnya berpisah dengannya membagi tugas dan rencana.


"Kau?"


Ucap Eagle Lady.


"Ya, aku."


Ucap lelaki tersebut.


"Apakah, kau sudah kau selesaikan yang disana?"


Ucap Eagle Lady.


"Disana? Tentu saja, sudah!"


Ucap lelaki tersebut.


"Cepat sekali!"


Ucap Eagle Lady.


"Aku mendapat bantuan...mereka sedang memasang bom di sekitar area sarang...waktu kita tidak banyak...hanya tersisa satu jam sebelum...mereka menekan pemicunya."


Ucap lelaki tersebut.


"Baiklah! Kita masuk bersama!"


Ajak Eagle Lady. Lelaki tersebut menganggukkan kepalanya saja.


"Hancurkan! Apa, yang perlu dihancurkan...dan, kau harus secepatnya menemukan adikmu."


Ucap lelaki tersebut.


"Baiklah!"


Ucap Eagle Lady sambil terus merangsek masuk ke dalam sarang pusat. Eagle Lady terus mencari adiknya dimana pun. Tetapi, sayang ia tidak menemukannya. Sebab, Angela dan Simon sudah memindahkan adik Eagle Lady ke sarang utama. Lelaki yang menjadi anak buah Tetzuya Takamoto, sudah selesai memasang bom. Dia juga sudah menyiapkan pemicunya.


"Bagaimana, apa kau sudah menemukan adikmu?"


Tanya lelaki tersebut.


"Tidak! Aku sudah menyisir seluruh tempat...tetapi, aku tidak menemukannya."


Jawab Eagle Lady.


"Lalu, bagaimana?"


Ucap lelaki tersebut.


"Hancurkan saja, tempat ini."


Ucap Eagle Lady sambil berjalan keluar sarang.


"Siap!"


Ucap sang lelaki tersebut sambil berlari keluar sarang sambil menekan tombol pemicu ledakan. Terjadilah, ledakan dahsyat di tempat tersebut. Disaat yang bersamaan terjadi ledakan juga di sarang satunya lagi.


"Dhuarr...dhuarr...dhuarr."


Gambar ilustrasi



"


D


H


U


U


A


R


R


.


.


.


"


Demikian sarang yang dibangun oleh Angela dan Simon pun hancur berantakan. Hanya puing-puing saja yang tersisa. Saat itu, Eagle Lady melihat sebuah mobil van berwarna putih melintas di hadapan puing-puing reruntuhan. Ia melihat seorang wanita tersenyum kepadanya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Eagle Lady menjadi heran. Dengan wanita tersebut. Ia ingin mengejarnya, akan tetapi situasi tidak memungkinkan. Sebab, saat itu seluruh anak buah dari lelaki tersebut sedang berkumpul.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2