EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 27. Adik Stella


__ADS_3

Stella sangat terkejut sekali ketika melihat Yuri dan Leo sedang menunggu dirinya di depan pintu apartemen Stella. Yuri memberengut sejak tiba di apartemen tersebut. Sebab, ia baru saja bertengkar dengan Leo. Karena, Leo bersikeras mengajaknya kembali ke kediaman.


"Eh, itu Yuri dan Leo? Sedang, apa mereka di depan pintu apartemenku."


Ucap Stella.


"Untung saja, aku sudah berganti pakaian..jika, tidak mereka pasti akan curiga kepadaku."


Ucap Stella sambil berjalan menuju Yuri dan Leo.


"Nah, itu nona Stella!"


Seru Leo tiba-tiba, sehingga membuat Yuri tersenyum senang.


"Ah, kakak Stella!"


Panggil Yuri. Stella tersenyum.


"Kakak? Kakak darimana saja? Aku sudah satu jam menunggumu disini."


Ucap Yuri.


"Oh, tadi kakak pergi keluar sebentar...ada urusan penting yang harus kakak selesaikan."


Ucap Stella.


"Oh, begitu ya?"


Ucap Yuri.


"Dan, kau ada apa datang ke apartemen selarut ini?


Ucap Stella.


"Kakak? Aku datang kesini sebab aku sangat bosan sekali berada di rumah."


Ucap Yuri.


"Bosan? Apa, yang membuatmu bosan? Bukankah, kakakmu tidak mengizinkan kau keluar rumah."


Tanya Stella.


"Justru itulah yang membuatku bosan, kakak? Jadi, mumpung kakak tidak ada di rumah...aku segera pergi saja bersama dengan kak Leo."


Balas Yuri.


"Oh, kakakmu tidak ada di rumah? Kemana, dia pergi."


Ucap Stella.


"Aku tidak tahu, kakak?"


Ucap Yuri.


"Kau adiknya, Yuri...masa kau tidak tahu?"


Ucap Yuri mulai dilanda api cemburu.


"Itu, nona Stella...bos pergi ke tempat rumah hiburan nyonya Ling Hao."


Ucap Leo tiba-tiba.


"Apa! Oh, jadi dia sudah memulai lagi kebiasaan lamanya ya?"


Ucap Stella dengan raut wajah kecewa.


"Mungkin saja, nona?"


Ucap Leo.


Bos bilang aku harus memanas-manasi, calon nyonya.


Ucap Leo dalam hati.


"Ugh! Dasar, lelaki...sudahlah tidak perlu memikirkan dia...kita bersenang-senang saja di sini."


Ucap Stella memberi usul.


"Bagus, kakak! Tetapi, kalau mau senang-senang jangan disini kakak?"


Ucap Yuri.


"Kita pergi keluar! Kakak, kita makan-makan saja diluar sampai pagi...bagaimana?"


Ucap Yuri lagi.


"Nona Yuri, bos akan membunuhku...jika, aku membiarkanmu kehilangan kendali."


Ucap Leo.


"Biar saja, siapa suruh kakakku kembali bersama dengan wanita-wanita menyebalkan itu."

__ADS_1


Ucap Yuri.


"Nona Stella, kumohon? Nona Yuri, masih kecil."


Ucap Leo.


"Kau tenang saja, Leo...bersamaku dia akan aman...kau kembali saja...nanti, aku akan mengantarkannya pulang."


Ucap Stella.


"Baiklah, nona! Aku mohon diri."


Ucap Leo kemudian segera pergi dari sana. Ia mempercayakan Yuri kepada Stella. Ia yakin bila Yuri bersama dengan Stella, maka Yuri pasti aman.


"Ayo, Yuri!"


Ajak Stella.


"Iya, kakak!"


Ucap Yuri sambil menggandeng tangan Stella keluar dari apartemen Selasih kota menuju ke sebuah tempat. Awalnya, Yuri mengira kalau Stella akan membawanya ke restoran mewah. Tetapi, ternyata Stella membawanya ke suatu tempat yang tidak terduga.


"Kakak! Tempat apa ini?"


Ucap Yuri.


"Ini adalah tempat istimewa di pinggir jalan...namanya warung jajanan pinggir jalan."


Ucap Stella.


"Apa! Kakak, aku tidak mau makan disini...lihat saja tempat ini, kakak? Tidak bersih dan tidak higienis."


Teriak Yuri.


"Ssttt! Pelankan, suaramu...apa, kau ingin mengundang masalah?"


Ucap Stella.


"Baiklah, kakak aku akan diam!"


Ucap Yuri.


"Nak Stella, bukan?"


Tanya seorang lelaki pemilik warung tersebut.


"Iya, paman...aku Stella."


Balas Stella.


Ucap pemilik warung.


"Iya, paman...sudah lama sekali."


Ucap Stella. Yuri diam saja ketika pemilik warung mengenal Stella dan berbincang dengannya. Tetapi, ia sangat terkejut ketika pemilik warung mengatakan tentang adik dari Stella.


Adik? Jadi, kakak Stella memiliki seorang adik...kok, kak Stella tidak pernah cerita...kalau dia masih memiliki seorang saudara.


Ucap Yuri dalam hati.


"Nak Stella, hanya berdua sajakah? Lalu, ini siapa dan dimana adikmu itu?"


Tanya pemilik warung.


"Iya, paman...ini Yuri, paman dan adikku dia sudah lama tiada."


Ucap Stella berbohong.


"Apa! Jadi, adikmu sudah tiada?"


Ucap sang paman terkejut.


Apa! Sudah tiada? Kapan? Mengapa, kakak Stella tidak pernah menyinggung hal ini kepadaku.


Ucap Yuri dalam hati. Dan, Stella hanya dapat menganggukkan kepalanya saja. Menanggapi ekspresi pemilik warung.


"Ah, paman...tolong kau sajikan saja, makanan terenak di warungmu ini...teman kecilku ini ingin sekali mencicipinya."


Ucap Stella sambil tersenyum agar pemilik warung tidak bertanya lebih jauh lagi tentang adiknya.


"Baiklah, nak Stella...paman akan sediakan makanan yang paling enak di warung ini."


Ucap pemilik warung tersebut sambil berlalu pergi meninggalkan Stella serta Yuri. Stella mengetahui ada segudang pertanyaan sedang melingkar di kepala Yuri. Tetapi, ia tidak mau merespon Yuri setidaknya untuk saat ini.


Maaf, Yuri...aku tidak ingin kau terlibat dalam masalah...biarlah semua masalah ini aku yang menaggungnya.


Ucap Stella dalam hati.


Tampaknya, kakak Stella benar-benar tidak ingin menyinggungnya denganku...ya sudahlah, itu haknya kakak Stella.


Ucap Yuri dalam hati. Kedunya diam seribu bahasa lalu dalam diam tersebut terusik oleh satu suara yang khas dari seorang mafia terkenal diJepang yaitu Tetzuya Takamoto bersama Natasha.

__ADS_1


"Nona Stella, bukan?"


Serunya.


"Eh, tuan Tetzuya dan nyonya?"


Ucap Stella terkejut.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini."


Ucap Tetzuya.


"Iya, kebetulan sekali."


Ucap Stella tampak kikuk sebab, ia tidak terbiasa berurusan dengan orang penting seperti Tetzuya Takamoto.


"Nona Stella, kau disini bersama teman?"


Ucap Tetzuya.


"Iya, tuan?"


Ucap Stella semakin tidak nyaman dan Natasha mengetahui hal tersebut ia hanya tersenyum saja.


"Bolehkah, kami berdua duduk bersama dengan kalian?"


Ucap Natasha.


"Oh, tentu saja boleh."


Ucap Stella mengizinkan. Yuri yang semenjak tadi hanya terdiam, ia pun segera memberi kode kepada Stella lewat bisikan.


"Kakak! Siapa, mereka."


Tanya Yuri penasaran.


"Mereka adalah rekan bisnis, kakakmu."


Balas Stella.


"Oh! Rekan bisnis, kakak rupanya...terus mengapa, kakak tidak menemani mereka saja?"


Ucap Yuri.


"Kau tahu Yuri? Urusan dan masalah kakakmu cukup rumit, sebaiknya tidak perlu dibahas."


Ucap Stella akhirnya dengan wajah berubah merah.


Sebaiknya, gadis kecil seperti Yuri tidak perlu mengetahui urusan orang dewasa...sebab, dia masih kecil...yang imut sekali...walau terkadang ia sangat manja kepadaku.


Ucap Stella dalam hati.


"Mengapa, kalian berbisik-bisik? Santai saja."


Ucap Tetzuya.


"Eh, iya tuan Tetzuya."


Ucap Stella.


"Oh, ya? Aku tidak melihat bos Anggara...dimana dia?"


Tanya Tetzuya.


"Tuan, kau mencari kakakku ya? Dia sedang sibuk mengurusi amarah dan rasa kecewanya."


Balas Yuri. Stella yang mendengar kata-kata Yuri baru saja membuat Stella yang sedang minum jadi tersedak.


"Uhuk...uhuk...hoek!"


"Ma...maaf, tuan Tetzuya...aku tidak sopan."


Ucap Stella. Dan, Natasha hanya tersenyum saja.


"Ya, tidak apa-apa! Kalian sudah pesan makanan? Kabarnya makanan disini sangat enak."


Ucap Tetzuya.


"Sudah, tuan! Kami sudah memesannya duluan tadi."


Ucap Stella.


"Oh, kalau begitu...aku akan panggil pelayannya dan memesannya lagi."


Ucap Tetzuya sambil tersenyum menatap wajah istrinya. Dan, malam tersebut pun segera berlalu dengan pagi menjelang. Serta kebersamaan mereka pun harus diakhiri sebab, waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi.


Bersambung...


EAGLE LADY


__ADS_1


__ADS_2