EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 21. Kemunculan Eagle Lady


__ADS_3

Anggara yang berangkat terlebih dahulu ke tempat yang telah ditentukan oleh Raymond. Sesampainya, disana suasana tampak lengang dan sepi.


Sepi sekali disini.


Ucap Anggara dalam hati.


"Bos! Keadaan ini sangat mencurigakan."


Ucap Leo.


"Kau benar...posisikan anak buahmu! Bersembunyilah, dan tetap senyap...tunggu perintah dariku...lalu, serang!"


Ucap Anggara.


"Baik, bos!"


Ucap Leo kemudian meneruskan perintah dari Anggara.


"Sudah, bos!"


Ucap Leo.


"Aku akan masuk ke dalam!"


Ucap Anggara. Dan, Leo mengaggukkan kepalanya. Sesampainya di dalam, Anggara bertemu dengan Raymond.


"Anggara! Akhirnya, kau datang."


Sapa Raymond.


"Tidak perlu basa-basi, Raymond...katakan, dimana adikku."


Ucap Anggara.


"Hahaha, Raymond...kau masih saja sama seperti dahulu...tidak suka berbasa-basi."


Ucap Raymond sambil tertawa.


"Siapa, yang ingin berbasa-basi dengan bos tolol sepertimu!"


Ucap Anggara.


"Sialan kau, Anggara! Lihat, saja bagaimana aku akan menyiksamu nanti!"


Ancam Raymond.


"Menyiksaku? Aku menjadi penasaran...bagaimana, kau akan melakukannya."


Ucap Anggara.


"Hegh! Sombong sekali...kalian! Bawa gadis itu kemari!"


Ucap Raymond memberi perintah.


"Baik, bos!"


Ucap anak buah Raymond segera pergi ke tempat Yuri disekap dan membawanya ke hadapan bos mereka.


"Ini, bos gadis itu!"


Ucap anak buah Raymond.


"Kakak!"


Ucap Yuri.


"Yuri!"


Ucap Anggara panik.


"Hahaha, pertemuan yang mengharukan."


Ucap Raymond.


"Lepaskan, dia!"


Ucap Anggara.


"Boleh saja, tetapi kau harus mengorbankan sesuatu untukku."


Ucap Raymond.


"Apa, yang kau inginkan!"


Ucap Anggara.


"Batalkan, perjanjian kerjasamamu dengan tuan Tetzuya Takamoto!"


Ucap Raymond.


"Baik!"


Ucap Anggara.


"Jangan, kakak!"


Ucap Yuri.


"Diam, kau!"


Ucap Raymond sambil menampar Yuri.


"Plakk."


"Argh."


Pekik Yuri.


"Yuri!"


Ucap Anggara ingin segera melihat keadaan Yuri. Tetapi, kedua anak buah Raymond mencegahnya.


"Raymond! Beraninya, kau!"


Ucap Anggara.


"Oh, Anggara! Maaf, tanganku sama sekali tidak dapat dikendalikan!"


Ucap Raymond.


"Raymond, dasar keparat! Lepaskan, aku! Ayo, bertarung!"


Ucap Anggara. Sementara, itu Eagle Lady telah sampai disana. Dan, ia melihat dari atas sebuah tempat strategis untuk melihat situasi serta keadaan. Dan, ia melihat segalanya.


"Lemah sekali, di hadapanku saja ia tampak berkuasa...dasar, lelaki!"


Ucap Eagle Lady.


"Dari sini, aku dapat melumpuhkan mereka semua dalam satu serangan...akan tetapi, aku harus melepaskan Yuri dahulu sebelum menghajar mereka."


Ucap Eagle Lady yang kemudian beraksi. Ia melemparkan sebuah pisau ke arah anak buah yang memegang Anggara dengan kuat.


"Akh!"


Pekik mereka.

__ADS_1


"Kena!"


Ucap Eagle Lady. Raymond terkejut, sedangkan Anggara segera menerobos untuk menyelamatkan Yuri.


Anggara berhasil menyelamatkan Yuri. Dan, Raynond masih berteriak kesal sebab ada orang yang secara diam-diam menyelamatkan Yuri dan merusak rencananya.


"Kurang ajar! Siapa, kau! Keluar!"


Ucap Raymond. Dan, Anggara berhasil membawa Yuri dari sana. Lalu, ia memberi perintah kepada seluruh anak buahnya untuk menyerang.


Pertarungan berdarah antar dua kelompok mafia pun tidak terelakkan lagi. Baku hantam serta suara desingan peluru pun sudah tidak terhitung lagi terdengar memenuhi arena pertarungan dan pertempuran tersebut.


"Dhuakk."


"Dess."


Raymond bertarung dengan Anggara. Dan, yang lainnya menggunakan senjata untuk menyerang lawannya.


Eagle Lady yang masih memperhatikan pertarungan serta pertempuran tersebut hanya tersenyum saja melihatnya.


"Nah, ini sangat seru! Pertempuran sesungguhnya...tanganku sudah gatal menggunakan senjata kesayanganku."


Ucap Eagle Lady keluar dari tempatnya mengawasi. Serta terjun langsung ke arena pertarungan serta pertempuran berdarah tersebut.


"Eagle Lady!"


Seru para anak buah Raymond dan Anggara.


"Apa!"


Ucap Raymond dan Anggara. Dan, Raymond pun tersenyum.


"Eagle Lady! Kau datang ke arena ini dan kau berpihak kepada siapa?"


Tanya Raymond.


"Tebak saja."


Ucap Eagle Lady sambil menembakkan pistolnya ke arah anak buah Raymond.


"


D


O


R


.


.


.


"


Melihat anak buahnya mati di tangan Eagle Lady. Seketika membuat Raymond menjadi emosi.


"Dasar, kau wanita pembunuh keparat!"


Ucap Raymond.


"Kubunuh kau!"


Ucap Raymond hendak menyerang Eagle Lady, namun Anggara menghentikannya.


"Lawanmu adalah aku."


Ucap Anggara.


Ucap Raymond mencoba memprovokasi.


"Tidak perlu, kau ingatkan aku...aku lebih tahu tentang itu...yang terpenting sekarang dia sudah membantuku menyelamatkan adikku...apa yang bisa kulakukan selanjutnya...jika, bukan membunuhmu?"


Ucap Anggara langsung menyerang Raymond secara membabi buta. Dan, Eagle Lady pun bertindak mennghabisi seluruh anak buah Raymond yang tersisa.


Gerakannya cukup gesit dan lincah. Ia bersembunyi di balik tembok ketika ia diserang oleh anak buah Raymond dengan menggunakan pistol.


"


D


O


R


.


.


.


"


"Sialan!"


Ucapnya, namun tidak mengenai tubuhnya. Ia pun balas menyerang dengan menggunakan bom asap dan kemudian ia menembaki anak buah Raymond sehingga menyisakan seorang di antara mereka.


"


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.

__ADS_1


"


Ia pun melemparkan pisau ke arah seorang anak buah Raymond yang hendak melarikan diri.


"Zuub."


Pisau tersebut mengenai sasarannya. Dan, anak buah tersebut pun mati. Kini, hanya tinggal Raymond dan Anggara saja yang sedang berkelahi.


Anak buah Anggara dan Leo semuanya sangat kagum dengan Eagle Lady karena sanggup mengalahkan seluruh anak buah Raymond sendirian.


Pantas saja, Peter yang merupakan ketua pembunuh bayaran nomor satu di Indonesia tersebut bisa tewas di tangan Eagle Lady.


Ini pertama kalinya Leo melihat kehebatan Eagle Lady beraksi membantu kelompok mereka untuk menyerang Raymond serta anak buahnya dan menyelamatkan Yuri.


Dan, pertarungan disana pun sudah berakhir. Raymond menyerah kalah dan berlutut di kaki Anggara memohon ampun.


"Habisi dia! Jangan, sisakan akar yang akan menjeratmu di kemudian hari."


Ucap Eagle Lady.


"Kau benar! Maaf, Raymond kau harus mati hari ini!"


Ucap Anggara sambil melepaskan tembakan tepat di kepala Raymond.


"


D


O


R


.


.


.


"


"Selesai."


Ucap Anggara.


"Baiklah, urusanku sudah selesai disini...aku akan pergi!"


Ucap Eagle Lady.


"Hei, urusan disini sudah selesai...tetapi, urusan kita belum!"


Ucap Anggara.


"Oh, apa kau ingin membalas kematian keluargamu? Apa, kematian Peter belum cukup untukmu?"


Ucap Eagle Lady.


"Itu belum cukup bagiku! Tetapi, karena kau sudah membantuku menyelamatkan adikku dan menghancurkan Raymond...maka, untuk masalah itu aku kesampingkan dahulu."


Ucap Anggara.


"Baiklah, aku dapat menerimanya."


Ucap Eagle Lady kemudian meninggalkan Anggara disana bersama dengan seluruh anak buahnya.


Wanita yang misterius! Mirip sekali dengan Stella serta suaranya pun juga sama...apa mungkin Stella adalah dia?"


Ucap Anggara dalam hati curiga.


"Bos! Mengapa, membiarkannya pergi."


Tanya Leo.


"Dia sudah membantu kita membereskan masalah Raymond! Jadi, untuk saat ini tidak perlu mengurus dia...biarkan saja dahulu."


Ucap Anggara.


"Ah, baiklah bos!"


Ucap Leo.


"Mudah-mudahan saja, bos tidak tertarik kepadanya...sebab, dia bukan kucing liar milik bos itu!"


Ucap Leo asal.


"Leo! Apa, kau sudah bosan hidup?"


Ucap Anggara.


"Eh, bos? Tidak, bos! Kesini, kau Leo!"


Ucap Anggara sambil melayangkan pukulan serta tinjuan kepada Leo sehingga, Leo babak belur.


"Ampun, bos?"


Ucap Leo.


"Lain kali, berbicaralah yang benar! Huh!"


Ucap Anggara meninggalkan Leo disana dengan luka-luka habis dipukuli oleh Anggara habis-habisan. Sementara itu, Eagle Lady yang masih berada disana masih tersenyum saja.


"Sifatnya yang pemarah dan mudah kesal itu...memang tidak dapat dihilangkan...kasihan sekali, si Leo itu."


Ucap Eagle Lady.


"Sungguh, aku tidak menyangka jika dia adalah anggaota keluarga yang adiknya kubunuh itu...benar-benar diluar dugaan."


Ucap Eagle Lady segera menghilang meninggalkan tempat berdarah tersebut. Kembali, ke apartemen dan serta melanjutkan penyamarannya.


Sedangkan, Yuri dibawa kembali ke kediaman Anggara dan tidak diperbolehkan untuk keluar dari sana. Yuri dihukum berat oleh Anggara.


Dan, berita tentang hancurnya kelompok mafia Raymond telah tersebar di seluruh belahan dunia. Dan, berita ini pun sampai ke telinga mafia Internasional Tetzuya Takamoto.


"Bagus sekali, Anggara! Kau memang rekan yang tangguh."


Ucapnya.


"Eagle Lady! Aku harus mendapatkannya untuk menjadi pengawal pribadi, istriku Natasha."


Ucap Tetzuya Takamoto.


"Kapan kita berangkat?"


Ucap Natasha.


"Mosugu tsuma."


(Segera istriku)


Ucap Tetzuya Takamoto yang baru saja menikahi Natasha di Jepang. Di kediaman keluarga mafia terkenal tersebut. Natasha telah menjadi satu-satunya wanita berkebangsaan Indonesia yang menikah dengan ketua mafia Jepang.


Bersambung...


EAGLE LADY


__ADS_1


__ADS_2