EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 17. Trik Licik Yuri Untuk Anggara


__ADS_3

Apartemen Selasih kota...


Yuri sudah kembali ke apartemen. Ia membuang begitu saja high heels yang ia pakai dan segera ia duduk di sofa kesayangannya. Ia mengambil file dari dalam tasnya. Dan, mulai membaca setiap informasi yang ada di dalamnya.


Ia sangat terkejut ketika ia mengetahui bahwa ada hubungan khusus antara kakaknya dan Stella sebelumnya di sebuah rumah hiburan malam milik nyonya Ling Hao.


"Hm? Jadi, seperti itu! Pantas saja, kakakku menyuruh Leo untuk menelepon kak Stella."


Ucap Yuri.


"Sebab, ia tidak ingin ketahuan oleh kak Stella kalau itu adalah dirinya...hm? Kakakku benar-benar licik."


Ucap Yuri.


"Disini masih ada satu file lagi? Tentang informasi apa, ya?"


Ucap Yuri. Tetapi, ketika ia hendak membuka file tersebut tiba-tiba saja ponselnya berdering.


🎶🎶🎶


"Siapa yang menelepon?"


Ucap Yuri sambil meraih ponselnya. Saat ia tahu bahwa yang menelepon dirinya adalah Sonya. Yuri menjadi emosi dan membuang ponselnya begitu saja ke lantai.


"Tidak mau bicara denganmu!"


Ucap Yuri.


"Brakk."


"Haish! Hanya karena teman siluman seperti Sonya aku harus membeli ponsel lagi...lalu? Darimana ia tahu nomor ponselku?"


Ucap Yuri.


"Akh, sudahlah! Simpan saja dulu file ini, dan pergi membeli ponsel baru."


Ucap Yuri lagi dan kemudian pergi meninggalkan apartemennya menuju sebuah pusat perbelanjaan khusus menjual ponsel pintar.


Yuri melihat kesana kemari begitu ia sampai di pusat perbelanjaan khusus menjual ponsel pintar tersebut. Seorang pegawai wanita penjual ponsel pun menghampirinya.


"Nona, terlihat sedang mencari sesuatu? Sedang mencari apa?"


Tanya pegawai ponsel tersebut.


"Um? Ponsel pintar yang paling bagus! Oh, bukan ponsel pintar yang paling murah."


Ucap Yuri tiba-tiba, membuat pegawai ponsel tersebut tertawa.


Untuk apa beli yang mahal...karena, ponsel-ponsel tersebut akan berakhir mengenaskan di tanganku.


Ucap Yuri dalam hati.


"Hahaha, nona lucu sekali...kalau begitu, ayo biar aku perlihatkan kepada nona deretan ponsel pintar dengan harga paling murah dan terjangkau."


Ucap pegawai ponsel. Kemudian, Yuri pun mengikuti langkah kaki pegawai ponsel tersebut menuju tokonya.


"Di sini, duduklah."


Ucap pegawai ponsel.


"Ya, terima kasih."


Ucap Yuri. Tanpa, disengaja ternyata Sonya datang ke toko tersebut untuk membeli ponsel baru bersama kekasihnya.


"Baby? Aku mau ponsel yang paling mahal dan bagus!"


Ucap Sonya kepada Rendy.


"Iya, baby? Kau pilih saja."


Ucap Rendy dengan gaya sok kerennya.


"Uhh, makasih baby?"


Ucap Sonya sambil mengecup pipi Rendy. Yuri mengenal suara berisik yang begitu dikenalnya dan ia melihat Sonya dan Rendy. Melihat hal tersebut membuat Yuri menjadi kesal.


Karena, ketika di Night Club. Sonya tidak mau menolong dirinya. Sonya malah menyerahkan dirinya kepada Lucky. Seorang lelaki remaja nakal teman Rendy.


"Berharap tidak bertemu dengannya...sekarang, malah bertemu dengannya disini...ini benar-benar masalah!"


Ucap Yuri. Tidak lama pegawai toko pun membawakan Yuri deretan ponsel kelas bawah dan paling murah.


"Nona, ini adalah ponsel kelas bawah dan yang paling murah."


Ucap pegawai ponsel.


"Baiklah, kalau begitu aku akan melihatnya sebentar...nanti, aku akan memanggilmu!"


Ucap Yuri.


"Tidak masalah! Saya tinggal sebentar."


Ucap pegawai ponsel berlalu meninggalkan Yuri sendiri disana. Pegawai tersebut menghampiri Sonya dan Rendy yang sedang memilih-milih dan melihat jenis ponsel pintar yang mahal dan bagus.


"Nona dan Tuan? Sedang mencari ponsel pintar jenis apa?"


Ucap pegawai ponsel.


"Kami sedang mencari yang paling mahal dan bagus disini."


Ucap Rendy.


"Baiklah, akan saya tunjukkan kepada Nona dan Tuan jenis ponsel yang paling mahal dan paling bagus."

__ADS_1


Ucap pegawai ponsel sambil berlalu dari hadapan Sonya dan Rendy untuk mengambil beberapa ponsel pintar yang paling mahal dan bagus.


Sementara, mereka menunggu. Mata Sonya tiada hentinya melihat keadaan sekeliling toko. Dan, tiba-tiba pandangan matanya tertuju kepada Yuri. Yang saat itu sedang berada di toko ponsel yang sama dengan dirinya.


"Yuri."


Ucap Sonya.


"Baby, kau tunggu disini...aku akan menemui seorang teman."


Ucap Sonya.


"Baik, baby?"


Ucap Rendy. Sonya segera berjalan menghampiri Yuri.


"Hai!"


Sapa Sonya.


"Huh, kukira siapa? Ternyata, kau seorang teman berhati batu."


Ucap Yuri kesal.


"Apa! Beraninya, kau Yuri...menyebutku seperti itu."


Ucap Sonya. Lalu, Sonya melihat deretan ponsel murah di hadapan Yuri. Seketika, ia pun mengejek Yuri.


"Oh, aku tahu! Kau sengaja mengataiku seperti itu sebab kau tidak sanggup untuk membeli ponsel mahal, bukan?"


Ucap Sonya.


"Dan, kau ingin agar aku membelikanmu juga."


Ucap Sonya dengan bangga.


"Apa, kau pikir aku mau barang darimu? Dan, apa kau pikir aku adalah pengemis yang kekurangan? Cih, simpan saja pikiran kotormu itu!"


Ucap Yuri.


"Hegh! Yuri...Yuri...kau itu jauh dari rumah...mana mungkin kau punya uang banyak untuk membeli kemewahan di toko ponsel ini."


Ucap Sonya merendahkan.


"Oh, ya? Meskipun aku jauh dari rumah...aku masih bisa berdiri sendiri...tidak sepertimu, merayu lelaki dan tidur bersama...merelakan kehormatanmu...padahal yang kau dapat hanyalah harta yang tidak seberapa...lalu, apa bedanya kau dengan pel*cur?"


Ucap Yuri.


"Kurang ajar kau, Yuri!"


Ucap Sonya sambil melayangkan satu pukulan ke pipi Yuri. Akan tetapi, tidak berhasil karena Yuri langsung menangkap tangan Sonya.


"Grep."


"Lepaskan, tanganku Yuri!"


Ucap Sonya.


"Plakk."


Ucap Yuri sambil melepaskan tangan Yuri dan menampar pipi Sonya. Sonya meringis kesakitan dan segera pergi mengadu kepada kekasihnya.


"Pergi sana, melapor kepada lelaki yang membayarmu."


Ucap Yuri kesal.


"Baby? Huhu...lihat dia memukulku!"


Sonya mengadu sambil memperlihatkan cap telapak tangan Yuri di pipi Sonya. Melihat itu membuat Rendy menjadi marah.


"Dasar, gadis kecil sialan!"


Ucap Rendy mengepalkan tinjunya. Lalu, ia datang bersama Sonya menemui Yuri yang saat itu sedang duduk santai disana.


"Yuri! Kau, benar-benar keterlaluan! Mengapa, kau memukul Sonya!"


Teriak Rendy.


"Aduh...aduh...tuan Rendy? Sedang marah, ya? Mengapa, kau tidak bertanya saja kepada kekasihmu itu...apa yang sudah ia katakan kepadaku!"


Ucap Yuri. Dan, Rendy menatap Sonya.


"Dia bohong, baby? Aku tidak mengatakan apa pun."


Ucap Sonya.


"Kau dengar? Sonya tidak mengatakan apa pun...itu berarti kau yang berbohong."


Ucap Rendy menuding.


"Haish! Cinta memang buta."


Ucap Yuri.


"Cepat, minta maaf kepada Sonya."


Perintah Rendy.


"Meminta maaf? Yang benar saja...kakakku saja tidak pernah menyuruhku meminta maaf kepadanya ketika aku berbuat salah kepadanya...lalu, atas dasar apa kau menyuruhku?"


Ucap Yuri.


"Kurang ajar! Kau memang minta dihajar!"

__ADS_1


Ucap Rendy sambil melayangkan pukulan ke arah Yuri namun satu suara menghentikannya.


"Berhenti!"


Ucap satu suara tersebut. Dan, semuanya berpaling ke salah satu suara. Ternyata, pemilik dari toko ponsel tersebut datang menengahi.


"Mengapa, kalian membuat masalah di toko saya? Saya, mohon saya disini hanya mengais rezeki...silahkan kalian pergi dan selesaikan urusan kalian di luar."


Ucap pemilik toko tersebut.


"Baiklah, karena memandang bapak pemilik toko maka masalah ini selesai sampai disini saja."


Ucap Yuri.


"Apa! Tidak, baby? Dia sudah memukulku."


Ucap Sonya.


"Sudah, diam! Apa, kau tidak puas melihat aku dihina?"


Ucap Rendy sambil segera pergi berlalu dari hadapan Sonya dan keluar sendirian meninggalkan Sonya dengan perasaan marah. Dan, Sonya pun berlari mengejar kekasihnya tersebut.


"Aih, niat ingin belanja memborong ponsel...ternyata, malah ada kejadian seperti ini."


Ucap Yuri.


"Apa, nona ingin memborong ponsel yang ada disini?"


Ucap pemilik toko.


"Ya, pak pemilik toko...tetapi, sudah tidak ingin lagi."


Ucap Yuri meningglkan toko.


"Nona, jangan pergi dulu...nanti, toko kami bisa rugi."


Ucap pemilik toko.


"Yah, selama kalian memberiku kompensasi...maka, aku tidak akan membuat usahamu rugi pak pemilik toko?"


Ucap Yuri. Pemilik toko berkeringat dingin.


"Tentu saja, nona? Nona, boleh memilih ponsel apa saja...dan, gratis satu buah ponsel produk baru yang baru datang hari ini."


Ucap pemilik toko.


"Wah, bagus sekali...kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi."


Ucap Yuri dan memborong semua ponsel murah yang ada disana sekaligus membawa satu buah ponsel pintar keluaran terbaru.


Yuri membayar dengan menggunakan kartu gold milik Anggara. Dan, pemilik toko terkejut melihatnya.


"Kartu emas? Nona adalah salah satu dari pemilik kartu gold edisi terbatas yang ada di dunia?"


Ucap pemilik toko.


"Ya."


Ucap Yuri tersenyum.


"Kalau begitu, nona tidak perlu membayarnya...sebab, saya ada hubungan dagang dengan salah satu pemilik kartu emas ini."


Ucap pemilik toko.


"Wow? Apakah, benar...ini semua tidak perlu dibayar pak pemilik toko?"


Ucap Yuri terkejut tidak percaya.


"Ya, itu benar! Hehe...dengan syarat, nona harus hehe...


Pemilik toko tidak melanjutkan kata-katanya.


"Katakan, saja!"


Ucap Yuri.


"Nona, harus menjalin hubungan dagang dengan saya."


Ucap pemilik toko.


"Apa!"


Ucap Yuri.


"Bagaimana, nona?"


Ucap pemilik toko.


"Baik! Kalau begitu, aku setuju pak pemilik toko?"


Ucap Yuri.


"Ah, bagus kalau begitu!"


Ucap pemilik toko sambil menjamu Yuri. Membawanya ke restoran mewah dan membicarakan tentang bisnis disana. Dan, Yuri pun menyetujuinya.


Kesempatan langka untuk membalas kakak sudah datang! Setelah, ini kakak akan kerepotan mengurus masalah ini dan itu...haha...kakak nikmatilah.


Ucap Yuri dalam hati. Ternyata, Yuri memiliki niat lain dibalik menjalin kerjasama dagang dengan pemilik toko. Yaitu, ia ingin kakaknya lari kesana kesini mengurus masalah bisnisnya yang tidak kunjung selesai.


Memang begitulah Yuri, jika tidak memberi masalah ini dan itu kepada kakaknya. Maka namanya bukanlah Yuri. Akan tetapi, ia tidak tahu jika seluruh gerak geriknya sedang dipantau oleh seseorang. Tidak tahu siapa dia.


Bersambung...

__ADS_1


EAGLE LADY



__ADS_2