EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 20. Penculikan Yuri


__ADS_3

Anggara tersenyum puas. Melihat wanita yang ia cintai tertidur dalam pelukkannya. Ia menatap wajah Stella yang masih terlelap.


"Kau sangat cantik, sayang? Bagaimana, aku dapat menahan diriku untuk tidak memakanmu?"


Ucap Anggara. Kemudian, Anggara bangkit perlahan dari tempat tidur. Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu, setelahnya ia pun segera berpakaian dan meninggalkan Stella disana. Sebelum pergi ia mengecup lembut kening Stella.


"Cup."


"Aku pergi ke kantor dahulu ya, sayang?"


Ucapnya lembut. Kemudian, ia pun melenggang pergi meninggalkan apartemen Stella. Yuri yang saat itu ingin mengunjungi Stella di apartemennya.


Merasa terkejut ketika tiba-tiba melihat kakaknya keluar dari apartemen Stella. Terburu-buru, ia pun masuk kembali ke dalam apartemennya.


Itu kakak!


Ucapnya dalam hati terkejut.


"Untung saja, aku segera masuk ke dalam apartemen."


Ucap Yuri.


"Mengapa, kakak keluar dari apartemen kak Stella? Apa, yang telah mereka berdua lakukan?"


Ucap Yuri penasaran. Sementara itu, Stella terbangun dari tidurnya. Dan, ia mendapati Anggara tidak berada lagi di sebelahnya. Anggara sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri.


"Cih! Dasar, Anggara lelaki busuk! Setelah, puas dia malah pergi meninggalkan aku."


Ucap Stella kesal.


"Aduh, sakitnya seluruh tubuhku...dia sangat ganas sekali tadi malam dan dia meninggalkan banyak sekali bekas di tubuhku...bagaimana, aku menutupinya?"


Ucap Stella. Dan, tidak lama bel apartemennya pun berbunyi.


"Tet."


"Itu pasti, Yuri...aku tidak ingin dia melihat semua bekas ini...aku bisa malu nanti di hadapannya...lebih baik tidak perlu membuka pintu."


Ucap Stella.


"Lebih baik aku membersihkan diri dahulu."


Ucapnya lagi. Stella beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Sedangkan, di luar Yuri masih menunggu.


Stella bersiap-siap berangkat ke kantor menyusul Anggara. Ia memakai syal menutupi bidang lehernya karena banyak bekas ditinggalkan oleh Anggara disana.


Ketika, pintu dibuka. Stella terkejut mendapati Yuri masih ada disana menunggu dirinya keluar dari apartemen.


"Yuri?"


Ucap Stella.


"Hehe, kak Stella? Sudah rapi dan wangi...tetapi, kak Stella mengapa kau pakai syal? Bukankah, cuaca cerah dan tidak hujan?"


Ucap Yuri sengaja memancing.


"Um? Ini aku sedang mencoba trend baru...jadi, aku mencoba pakai syal."


Ucap Stella.


"Oh, ya? Trend baru?"


Ucap Yuri curiga.


"Ck, sudahlah! Aku mau berangkat bekerja...nanti, bisa terlambat...kau, baik-baiklah di apartemen."


Ucap Stella kemudian pergi meninggalkan Yuri disana.


"Mengapa, dengan kakak Stella? Apa, kakakku menyiksanya habis-habisan kemarin malam?"


Ucap Yuri sambil berpikir.


"Kakakku pasti menyiksanya...kalau tidak mana mungkin ia menutupi bidang lehernya dengan syal...kakak, kau ganas sekali."


Ucap Yuri sambil tersenyum senang. Lalu, Yuri pun keluar dari apartemen. Niatnya ingin membeli sarapan pagi untuk dirinya.


Akan tetapi, tiba-tiba ada seseorang yang menyergapnya dari belakang. Dan, membekap mulutnya dengan menggunakan sapu tangan yang telah bercampur dengan obat bius.

__ADS_1


Banyak saksi mata yang ada disana mengetahui kejadian tersebut. Akan tetapi, mereka tidak dapat menolong Yuri sebab mereka takut akan terkena imbasnya.


Para penculik tersebut pun leluasa untuk membawa Yuri ke suatu tempat di bekas pengolahan limbah pabrik. Dan, salah satunya pun menelepon orang nomor satu yang menjadi biang dari penculikan tersebut.


"Bos!"


Sapanya.


"Bagaimana? Apakah, berhasil?"


Balasnya.


"Berhasil, bos! Kami sudah membawanya ke pabrik bekas pengolahan limbah bos."


Ucap anak buah tersebut.


"Bagus sekali! Tunggu disana, aku akan segera datang."


Ucapnya lagi.


"Baik, bos."


Ucap anak buah tersebut patuh.


"Haha...Anggara kali ini kena kau! Aku berhasil menculik adikmu...lihat saja...apa yang akan aku lakukan kepadanya!"


Ucap lelaki tersebut yang ternyata adalah Raymond. Yang memiliki dendam terhadap Anggara. Ia segera pergi menemui Yuri yang telah berhasil di tahan oleh anak buahnya.


"Apa pun yang terjadi, aku selangkah lebih unggul darimu Anggara."


Ucap Raymond tersenyum senang. Sedangkan, di sisi lain Anggara disibukkan dengan pekerjaannya. Stella sampai disana setelah Anggara sampai terlebih dahulu ke perusahaan untuk bekerja. Anggara melihatnya dan menyapanya.


"Mengapa, kau masuk kantor?"


Tanya Anggara.


"Bukankah, aku harus bekerja? Jika, tidak bukankah kau akan menyuruhku membayar kompensasi?"


Balas Stella pedas. Anggara tersenyum.


"Kau memang kucing liarku! Kata-katamu sangat pedas!"


Ucap Anggara.


Ucap Stella.


"Iyakah? Sampai kau memakai syal?"


Ucap Anggara.


"Akibat perbuatan siapa yang membuatku harus memakai syal seperti ini."


Ucap Stella. Anggara tersenyum.


"Bukankah, kau juga menyukainya?"


Ucap Anggara.


"Jika, bukan kau memaksaku...tidak mungkin aku mau!"


Ucap Stella kesal namun, jauh di lubuk hatinya justru ia merasa sangat senang dan bahagia.


Berpura-puralah terus kucing liarku? Dan, aku akan menemanimu bermain sampai kau puas.


Ucap Anggara dalam hati. Lalu, tidak lama kemudian ponsel Anggara pun berdering. Ia melihat layar ponselnya. Dahinya seketika berkerut.


🎶🎶🎶


Raymond? Untuk apa dia meneleponku.


Ucap Anggara yang kemudian segera menerima panggilan tersebut.


"Halo!"


Sapanya.


"Anggara? Ini aku.

__ADS_1


Ucap Raymond.


"Aku tahu! Tidak perlu banyak basa basi...bicara!"


Ucap Anggara dengan nada tinggi.


"Lihat dirimu, kau masih saja sombong."


Ucap Raymond.


"Aku tidak memerlukan kesombongan untuk berbicara denganmu...tetapi, jika memang kesombongan diperlukan untuk mengatasimu...maka, aku pasti akan menggunakannya dengan baik!"


Ucap Anggara. Stella diam tidak bicara, dia hanya mendengarkannya saja.


Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi diantara dia dengan orang yang menelepon dirinya.


Ucap Stella dalam hati.


"Oh, kalau begitu...aku sangat menantikannya...malam ini datanglah ke tempat pabrik bekas pengolahan limbah...aku menunggumu disana!"


Ucap Raymomd yang kemudian memutuskan panggilan teleponnya. Tetapi, sebelum sambungan telepon benar-benar diputuskan Anggara mendengar suara Yuri disana.


"Kakak! Kakak! Tolong, selamatkan aku."


Ucap Yuri. Anggara terkejut.


"Yuri! Halo...halo...


Ucap Anggara. Dan, sambungan pun mati.


"Tut...tut...tut."


Stella yang tiba-tiba terkejut karena mendengar Anggara memanggil nama Yuri menjadi penasaran. Ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi, akan tetapi ia takut jika identitasnya akan terbongkar. Maka Stella pun akhirnya diam saja.


"Pabrik bekas pengolahan limbah! Raymond kau bermain-main denganku...awas! Kali ini kau akan tamat!"


Ucap Anggara. Ia pun menghubungi Leo.


"Ya, bos!"


Sapa Leo.


"Kumpulkan semua anak buah! Kita ke pabrik bekas pengolahan limbah."


Perintah Anggara.


"Baik, bos!"


Ucap Leo menyanggupi permintaan Anggara. Leo segera melaksanakan perintahnya. Setelahnya, mereka pun segera berangkat bersama ke tempat tujuan untuk membebaskan Yuri yang sedang diculik.


Ketika, Anggara berangkat bersama dengan anak buahnya saat itu jam masih menunjukkan pukul 3 sore. Sedangkan, jam pulang kantor pukul 5 sore. Stella menjadi khawatir akan keselamatan Yuri dan Anggara.


"Aku sudah menyuruh gadis itu untuk tinggal di apartemen baik-baik...tetapi, dia tidak mau dengar...sekarang ia diculik."


Ucap Stella.


"Sekarang masih pukul 3 sore, jam pulang kantor masih dua jam lagi...kalau tidak cepat tidak akan terkejar waktu untuk menyelamatkan mereka."


Ucap Stella lagi.


"Sudahlah! Sudah tidak ada waktu lagi."


Ucap Stella akhirnya segera meninggalkan kantor dan pulang lebih cepat dari biasanya. Sebelumnya, ia menemui resepsionis untuk memberikan alasan. Setelahnya, ia segera meluncur pulang ke apartemennya.


Sesampainya di apartemen. Ia membuka lemari yang menuju lorong rahasia dimana ia menyimpan perlengkapannya selama ini.


"Akhirnya, aku harus beraksi sekali lagi kali ini! Akan tetap, sekali aku membunuh maka tangan ini tidak akan berhenti!"


Ucap Stella yang telah siap dengan segala perlengkapannya. Lalu, ia pun segera beraksi. Kali ini ia akan memberikan kejutan kepada dua kelompok mafia besar yang saling bermusuhan.


Stella kembali dengan wujud Eagle Lady. Sang pembunuh bayaran yang beberapa waktu lalu telah mengguncang dunia hitam dengan aksinya membunuh adik Anggara sekaligus kakak dari Yuri.


Namun, kali ini ia kembali bukan untuk misi membunuh. Ia kembali dengan misi untuk menyelamatkan Yuri yang telah diculik oleh Raymond.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2