EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 42. Kemarahan Yuri


__ADS_3

Yuri sudah sampai di depan pintu apartemen Stella. Ia memencet bel berulangkali sebab ia tidak sabaran ingin bertemu dengan Stella. Sedangkan, Stella ia baru saja sampai di apartemennya dan ia melihat Yuri sudah ada di depan pintu apartemennya. Ia pun segera menghampirinya.


"Yuri?"


Sapa Stella. Yuri menoleh.


"Kak Stella?"


Ucap Yuri.


"Mengapa, kau memencet bel berulangkali?"


Tanya Stella.


"Oh, aku mengira kakak sudah ada di dalam apartemen...jadi, aku memencet bel berulangkali."


Balas Yuri.


"Ya sudah, ayo masuk ke dalam."


Ucap Stella sambil membuka pintu apartemennya dengan menggunakan kunci. Yuri segera masuk ke dalam bersama Stella dan ia segera duduk di kursi tamu.


"Ah, lelahnya?"


Ucap Stella sambil meregangkan otot tubuhnya.Yuri diam saja, ia tampak tidak peduli. Stella yang mengetahui hal tersebut ia pun segera bertanya kepada Yuri.


"Yuri? Kau diam saja...ada apa?"


Tanya Stella.


"Kakak? Jika, aku mengajukan pertanyaan...apakah, kakak dapat menjawabnya."


Balas Yuri.


Aneh, Yuri tampak sangat berbeda kali ini.


Ucap Stella dalam hati.


"Yuri? Silahkan, kau bertanya...aku akan menjawabnya."


Ucap Stella.


"Baiklah, kalau begitu...kakak? Apakah, identitas kakak yang sebenarnya."


Tanya Yuri tiba-tiba membuka pertanyaan.


"Deg!"


Tiba-tiba, detak jantung Stella berdebar kencang.


Apa ini pertanyaan Yuri? Dia bertanya begini kepadaku?


Ucap Stella dalam hati.


Apakah, dia mengetahui sudah mengetahui identitasku yang sebenarnya?


Ucap Stella lagi dalam hati.


"Mengapa, kakak diam? Jawab pertanyaanku, kakak?"


Ucap Yuri.


"Yuri? Untuk apa kau bertanya tentang identitasku."


Ucap Stella.


"Jawab saja, kakak!"


Ucap Yuri tegas.


"Kau tahu kalau identitasku adalah orang biasa."


Jawab Stella.


"Oh, ya? Lalu, apa ini kakak?"


Ucap Yuri sambil mencampakkan sebuah file kehadapan Stella. Stella terkejut.


"Apa ini, Yuri?"


Tanya Stella.


"Tidak perlu, kakak berpura-pura lagi...file itu berisi semua tentang informasi, kakak."


Jawab Yuri.


"Kau menyelidikiku?"


Ucap Stella sambil membaca isi file.


"Tidak awalnya, sampai aku mengetahui isi dari file ini sepenuhnya."


Ucap Yuri.


"Jadi, sudah sejauh mana kau mengetahuinya."


Ucap Stella.


"Sampai ke tahap bahwa kaulah pembunuh kakak keduaku."


Ucap Yuri.


"Dan, identitas aslimu adalah Eagle Lady...seorang pembunuh bayaran nomor satu di Indonesia."


Ucap Yuri begitu jelas dan padat.


"Oh, jadi kau sudah mengetahuinya sampai sejauh itu...jadi, katakan apa maumu."


Ucap Stella.


"Mauku adalah kau jauhi kakakku!"


Ucap Yuri tiba-tiba yang membuat Stella terkejut.

__ADS_1


"Kau keluar dari perusahaan kakakku dan pergi menjauh sejauh-jauhnya...dari hidup kakakku."


Ucap Yuri.


"Lalu, bagaimana jika aku menolak."


Ucap Stella.


"Maka aku akan mengatakan kepada kakakku...identitas aslimu yang sebenarnya kepadanya."


Ucap Yuri mengancam Stella.


"Oh, jadi begitu ya? Dahulu kau begitu mendukungku dengan kakakmu...dan, sekarang kau ingin aku menjauhi kakakmu...Yuri apa keputusanmu ini sudah final?"


Ucap Stella.


"Final!"


Ucap Yuri.


"Yuri? Kau tahu jika aku sudah bertindak dan membuat keputusan...maka, tidak ada satu pun orang yang bisa menghalangiku...termasuk itu dirimu sekali pun."


Ucap Stella.


"Kalau begitu, kakak? Persiapkan dirimu...untuk menerima kehancuranmu."


Ucap Yuri sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen lalu berkata sekali lagi...


"Ingat, kakak! Pembunuh kakakku tidak akan pernah kuizinkan...memasuki rumah keluarga mafia Kala Hitam."


Ucap Yuri dan Stella hanya terbengong saja mendengarnya. Ia terduduk lemas di kursi tamu. Ia sungguh tidak menyangka jika identitasnya dapat terekspos dengan mudahnya. Tidak tahu, informasi yang didapat Yuri darimana. Akan tetapi, ternyata hal yang terjadi kepadanya ini memang merupakan akibat dari kesalahannya sendiri.


......................


Kediaman Anggara...


Anggara baru saja kembali ke rumahnya. Ia bermaksud mencari Yuri di dalam kamarnya. Akan tetapi, ternyata Yuri tidak berada di rumah.


"Yuri!"


Teriaknya keras. Ia membuka pintu kamar Yuri.


"Yuri?"


Panggilnya lagi, dan suasana di kamar Yuri begitu sepi.


"Kemana, Yuri...padahal aku ingin sekali berbincang dengannya...mengenai masalah yang tadi pagi."


Ucap Anggara. Kemudian, Anggara pergi menemui satpam penjaga rumah.


"Pak satpam!"


Panggil Anggara.


"Ya, pak!"


Jawab pak satpam.


"Dimana, adikku."


"Tadi saya lihat, nona Yuri pergi keluar pak."


Jawab pak satpam.


"Pergi keluar?"


Ucap Anggara.


"Iya, pak!"


Ucap pak satpam.


"Bersama siapa dia keluar."


Ucap Anggara.


"Sendiri, pak...memangnya ada apa ya, pak."


Ucap pak satpam.


"Tidak apa-apa...ya sudah kau lanjutkan kembali pekerjaanmu."


Ucap Anggara.


"Ya, pak."


Ucap pak satpam dan Anggara pun segera masuk ke dalam rumah.


"Kira-kira kemana Yuri pergi...aku jadi khawatir...tidak biasanya dia seperti ini."


Ucap Anggara.


"Apa, ia pergi ke apartemen Stella? Biasanya, dia selalu pergi kesana."


Ucap Anggara.


"Apa, kutelepon saja dia ya?"


Ucap Anggara. Ketika, Anggara hendak menelepon Stella saat itu Leo baru tiba di rumah. Anggara melihatnya dan memanggilnya.


"Leo!"


Panggil Anggara.


"Ya, bos!"


Ucap Leo.


"Apa, Yuri bersamamu? Sebab, dia tidak ada dirumah."


Ucap Anggara.


"Tidak, bos! Ada apa, bos?"

__ADS_1


Ucap Leo.


"Hari ini, Yuri terlihat aneh...tidak seperti biasanya."


Ucap Anggara.


"Aneh bagaimana, bos?"


Ucap Leo.


"Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku...tidak tahu apa itu."


Ucap Anggara.


"Memangnya, apa yang ia sembunyikan bos?"


Ucap Leo.


"Aku tidak tahu...kira-kira apa kau tahu?"


Ucap Anggara.


"Aku tidak tahu, bos...bukankah beberapa hari ini aku pergi? Bos, memerintahkanku untuk menyelidiki tentang dua nama dan identitas nona Stella."


Ucap Leo.


"Iya, aku hampir lupa...kau sudah memberikan filenya kepadaku...dan, aku pun belum memeriksanya."


Ucap Anggara.


"Jadi, ternyata bos belum memeriksanya?"


Ucap Leo.


"Belum, aku benar-benar lupa Leo."


Ucap Anggara.


Syulurlah, bos belum membacanya...andai dia tahu kalau informasi tentang nona Stella tidak ada...maka ia pasti akan marah kepadaku.


Ucap Leo dalam hati.


"Sudahlah, kau pergi saja...aku akan memeriksa filenya."


Ucap Anggara.


"Iya, bos."


Ucap Leo.


"Oh, ya Leo...kau segera pergi ke apartemen Stella...cari Yuri disana."


Perintah Anggara.


"Baik, bos."


Ucap Leo, kemudian segera pergi menjalankan perintah dari Anggara. Sedangkan, Anggara segera memeriksa file tentang dua nama yang melibatkan Stella di dalamnya. Disana, tertulis dengan jelas tentang segalanya yang menyangkut tentang dua nama tersebut dan memang dua nama itu melibatkan seseorang. Anggara terkejut saat ia melihat satu nama tersebut yaitu Eagle Lady.


"Apa! Jadi, dua nama itu melibatkan Eagle Lady...bukannya Stella."


Ucap Anggara.


"Lalu, informasi Stella...aku belum memeriksanya."


Ucap Anggara sambil membaca file tersebut berulang-ulang dan ia tidak menemukan informasi tentang Stella.


"Dimana informasi tentang, Stella?"


Ucap Anggara sambil berpikir.


"Ck, dasar Leo sialan! Kusuruh dia sekaligus mencari informasi...tetapi, ia hanya memberiku informasi tentang dua nama itu saja."


Ucap Anggara. Anggara pun menelepon Leo, yang saat itu sedang perjalanan menuju apartemen Stella.


"Halo, Leo."


Ucap Anggara.


"Bos! Ada apa, bos? Aku sedang di jalan, bos."


Ucap Leo.


"Ada apa? Kau bertanya kepadaku, ada apa?"


Ucap Anggara.


"Eh? Memangnya, ada apa ya bos."


Ucap Leo.


"Aku menyuruhmu mencari informasi tentang dua nama dan Stella...dan, kau hanya memberikan informasi tentang dua nama saja...lalu dimana informasi tentang Stella...katakan kepadaku!"


Ucap Anggara.


"Oh, tentang itu bos...aku lupa bilang sama, bos...kalau infomasi tentang nona Stella tidak ada."


Ucap Leo.


"Apa? Tidak ada...bagaimana mungkin, tidak ada! Leo, jangan main-main denganku! Apa, kau sudah tidak ingin lagi nyawamu?"


Ancam Anggara.


"Bos, ampun bos? Itu, Rubella sang pusat informasi mengatakan kepadaku...kalau informasi tentang nona Stella tidak ada."


Ucap Leo.


"Ck, Leo! Dasar, kau orang yang tidak berguna!"


Ucap Anggara sambil memutuskan hubungan komunikasinya dengan Leo. Ia pun membuang ponselnya begitu saja. Anggara begitu kesal terhadap Leo, sebab Leo tidak bisa diandalkan untuk mencari informasi tentang Stella.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2