EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 26. Ledakan Dahsyat


__ADS_3

Bandara Internasional Kualanamu Airport...


Anggara dan Stella pergi ke sebuah bandara untuk menjemput Tetzuya Takamoto beserta istri. Sampai disana mereka segera bertemu dengan Tetzuya Takamoto dan Natasha.


Kedua pasutri tersebut telah menunggu disana sejak pesawat lepas landas di bandara tersebut. Senyum ramah terpancar dari wajah Anggara dan Stella menyambut mafia Jepang tersebut dan istrinya.


"Halo, bos Anggara!"


Sapa Tetzuya


"Halo, tuan Tetzuya...bagaimana, dengan penerbangannya."


Balas Anggara.


"Penerbanganya sangat bagus dan nyaman."


Ucap Tetzuya.


"Oh, ya kenalkan istri saya...Natasha."


Ucap Tetzuya memperkenalkan Natasha kepada Anggara dan juga Stella.


"Halo, semuanya."


Ucap Natasha sambil menjabat tangan Anggara dan Stella bergantian.


"Oh, ya...bos Anggara...apakah, wanita cantik itu calon nyonyamu?"


Tanya Tetzuya.


"Ah, dia...bukan, tuan...dia adalah sekretarisku...namanya adalah Stella."


Ucap Anggara sambil menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan, Stella yang mendengar kata-kata Anggara dahinya menjadi berkerut.


Oh, bukan ya rupanya? Kukira selama ini dia serius...ternyata hanya bermain-main saja...dasar lelaki...aku akan memberimu pelajaran nanti!


Ucap Stella dalam hati.


"Oh, begitu ya? Aku berpikir berlebihan rupanya."


Ucap Tetzuya dan Natasha hanya tersenyum saja sambil melirik Stella.


Mengapa, dia melirikku? Wanita ini tampak tak sesimpel itu.


Ucap Stella lagi dalam hati.


"Kalau begitu, tuan Tetzuya...mari ikut denganku dan akan aku tunjukkan tempat tuan beserta istri untuk beristirahat sejenak."


Ucap Anggara.


"Ya, baiklah."


Ucap Tetzuya sambil mengikuti langkah kaki Anggara membawanya dan istrinya. Sedangkan, Stella pun mengikuti mereka dari belakang. Dalam hati ia mengumpat kesal kepada Anggara.


Sial! Memang dia anggap aku apa...seperti pengawal saja aku ini dimatanya.


Ucap Stella dalam hati. Setelah, Anggara menyelesaikan urusannya dengan Tetzuya Takamoto dan istrinya. Anggara merasa lelah lalu mengajak Stella kembali bersama.


Akan tetapi, Stella menolak ajakan Anggara. Sebab, Stella mengetahui keinginan Anggara hanya dengan melihat raut wajahnya yang tampak gembira tersebut.


"Tidak! Aku tahu apa yang kau inginkan, pak Angara?"


Ucap Stella.


"Jika, kau sudah mengetahuinya...lalu, mengapa kau menolaknya."


Ucap Anggara.


"Ayolah, Stella sayang? Aku mohon, sekali saja."


Ucap Anggara memelas.


"Saat ini, kau bilang begitu...tetapi, nanti kau akan bilang lain lagi...pak Anggara, sepertinya kau ini memang tidak pernah puas."


Ucap Stella.


"Aku ini seorang lelaki, sayang? Apa, kau pikir aku akan puas jika hanya sekali?"


Ucap Anggara.


"Berhenti, pak Anggara...berikan saja, aku janji yang kau ucapkan kemarin...dan, aku akan menggunakannya dengan baik."


Ucap Stella.


"Jadi, kau tidak mau?"


Tanya Anggara.


"Tidak! Berikan, apa yang aku minta."


Ucap Stella.


"Baiklah, kau boleh cuti selama dua minggu serta bonusnya akan aku kirimkan melalui rekening."


Ucap Anggara kecewa.


"Bagus, kalau begitu! Permisi!"


Ucap Stella kemudian segera berlalu meninggalkan Anggara disana.


Baguslah, aku bisa memulai rencana menyelidiki panti asuhan tersebut...aku merasa janggal sekali...terutama kepala yayasan tersebut...bu Nirmala...dia tampak aneh sekali.


Ucap Stella dalam hati.


Adikku, bersabarlah...kakak pasti akan datang menyelamatkanmu.


Ucap Stella dalam hati. Dan, Anggara yang merasa kecewa karena perbuatan Stella yang menolak dirinya membuat harga dirinya tercabik-cabik.


"Aku butuh pelampiasan kekecewaan ini."


Ucapnya sambil memencet nomor ponsel seseorang.


"Nyonya, Ling Hao...siapkan beberapa wanita untukku...ingat! Kau tahu, bukan kriterianya? Jangan, membuatku kecewa...aku akan datang malam ini."


Ucap Anggara.

__ADS_1


"Baiklah, tuan Anggara!"


Ucap jawaban di seberang sana sambil memutuskan sambungan.


"Akhirnya, setelah sekian lama...tuan Anggara akan datang kesini lagi...wah, uangku datang...dan, aku akan melayaninya dengan baik."


Ucap nyonya Ling Hao dengan raut wajah gembira.


......................


Malam hari, panti asuhan lokasi terakhir...


Eagle Lady berdiri di depan pintu gerbang yayasan panti asuhan tersebut. Ia menatap keseluruhan bangunan panti asuhan yang ia nilai tidak biasa tersebut.


"Panti asuhan ini lebih terlihat seperti kastil eropa zaman dahulu."


Ucap Eagle Lady.


"Ditambah lagi di malam hari banyak sekali penjaga yang ditempatkan di area-area tertentu...ini memang tidak mudah...tetapi, aku akan menghancurkan wanita itu jika aku menemukan bukti."


Ucap Eagle Lady.


"Bahwa dialah yang menjadi akar dari hilangnya adikku."


Ucap Eagle Lady lagi.


MEMBUNUH ATAU DIBUNUH.


Ucap Eagle Lady dalam hati. Kemudian, ia pun segera bergerak masuk ke dalam panti. Dengan kelihaiannya Stella mampu menerobos masuk panti.


Suasana malam yang gelap gulita menambah keuntungan bagi Eagle Lady. Sebab, tidak banyak penerangan yang terpasang di sekitar halaman panti tersebut.


Sehingga, ia dapat menerobos keamanan dengan mudah. Eagle Lady melewati banyak penjaga dengan mengendap-endap di antara kegelapan lalu memanjat ke lantai atas dengan menggunakan alat yang telah ia siapkan sebelumnya.


"Bruk."


Setelah, menjejakkan kakinya di lantai atas. Eagle Lady pun masih bergerak masuk lebih ke dalam panti tersebut. Ternyata, di lantai atas banyak penjaga berkeliaran hilir mudik.


"Hampir saja!"


Ucapnya sambil bergerak cepat dan menyembunyikan diri.


"Aku tidak memiliki peta ruangan panti ini...sepertinya, aku harus melakukan sesuatu."


Ucap Eagle Lady. Kemudian, ia pun bergerak cepat ia melumpuhkan seorang penjaga disana dan menginterogasinya.


"Jangan, berteriak! Atau, aku akan membunuhmu!"


Ucap Eagle Lady sambil berbisik.


"Akh! Tolong, jangan bunuh aku...aku akan memberimu informasi yang kau butuhkan."


Ucap penjaga.


"Katakan! Dimana, ruang cctv tempat ini."


Tanya Eagle Lady.


"Ruangan cctv ada di lantai bawah."


"Tepatnya."


Ucap Eagle Lady.


"Tepatnya, di ruang bawah tanah."


Ucap penjaga.


"Terima kasih."


Ucapnya lalu menggorok leher penjaga tersebut dan membiarkannya mati.


"Aku tidak bisa mengambil resiko."


Ucap Eagle Lady lalu segera pergi menuju ruang bawah tanah. Sampai disana, ia mendengar percakapan Nirmala dengan beberapa penjaga.


"Segera, kalian kirimkan anak-anak ini kepada nona Angela dan tuan Simon."


Ucap Nirmala.


"Baik, bos!"


Ucap para penjaga tersebut.


Pengiriman anak-anak...apa, maksudnya ini? Dia menyebut dua nama...Angela dan Simon...siapa mereka?"


Ucap nya dalam hati. Eagle Lady tetap diam sambil bersembunyi. Setelah, merasa aman ia pun bergerak kembali.


Ia menemukan ruangan cctv. Dia dalam ada operator yang menjaga. Secepat kilat, ia mengeluarkan pistolnya lalu menembak operator tersebut.


"


D


O


R


.


.


.


"


Operator itu pun mati di tempat dan ia pun menyingkirkan mayatnya. Kemudian, ia pun melihat-lihat semua hasil rekaman cctv tersebut yang membuatnya terkejut.


"Apa! Mereka melakukan semua ini?"


Ucap Eagle Lady.


"Ini tidak bisa dibiarkan!"


Ucap Eagle Lady.

__ADS_1


"Ini, bukankah ini rekaman tentang adikku? Ternyata, dia tidak diculik...melainkan dia dikirim kepada dua nama itu."


Ucap Eagle Lady.


"Aku harus menghancurkan tempat ini, sebelumnya aku akan mengosongkan tempat ini."


Ucapnya lagi. Lalu, Eagle Lady pun meminta bantuan dari para pengasuh untuk membawa anak-anak pergi ke tempat aman. Sebab, ia akan memasang banyak sekali bom di sekitar tempat itu.


Mulai dari ruang bawah tanah sampai keseluruhan tempat itu dipasangi oleh bom. Awalnya, rencana itu berjalan lancar. Akan tetapi, menjadi kacau sebab ada penjaga lain yang menemukan penjaga mati dengan leher nyaris putus serta darah berceceran.


"Pnyusup! Ada penyusup!"


Teriak penjaga tersebut. Seketika, terjadilah baku tembak disana. Ia menembaki para penjaga dan berhasil mengeluarkan sisa anak-anak panti asuhan.


"


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.


D


O


R


.


.


.


"


Baku tembak dimenangkan oleh Eagle Lady. Sekaligus, ia berhasil membawa sisa anak-anak di panti tersebut dan membawa mereka ke tempat yang aman.


Nirmala yang menjadi anak buah dari Angela dan Simon pun segera menghubungi mereka. Ia mengatakan segalanya kepada keduanya.


"Oh, jadi Eagle Lady sudah keluar dari sarang?"


Ucap Angela.


"Iya, bos!"


Ucap Nirmala.


"Dan, dia juga berhasil membawa anak-anak kabur bersama dirinya dan beberapa pengasuh."


Ucap Nirmala.


"Sialan! Eagle Lady, keparat...beraninya dia."


Ucap Angela.


"Jadi, bagaimana sekarang bos...


Sebelum Nirmala, selesai berbicara tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari dalam ruang bawah tanah dan mengluluh lantakkan panti tersebut.


"


D


H


U


A


R


R


R


.


.


.


"


"Nging!"


Suara berisik terdengar jelas di ponsel Angela. Menandakan hubungan komunikasinya sudah terputus dengan Nirmala. Angela sangat marah dan Simon pun hanya bisa diam saja.


Nirmala tewas dalam ledakan dahsyat tersebut. Ternyata, Eagle Lady kembali lagi ke tempat itu dan meledakkan tempat tersebut dengan memicu tombol pengontrol ledakan.


Eagle Lady segera meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke tempat apartemennya. Sampai disana ia mendapatkan kejutan yang tidak terduga. Yaitu, Yuri sudah ada disana bersama Leo sedang menunggu dirinya.


Bersambung...


EAGLE LADY


__ADS_1


__ADS_2