EAGLE LADY

EAGLE LADY
Bab 40. Yuri Mengetahui Identitas Stella


__ADS_3

Leo menerima tugas yang diperintahkan Anggara kepadanya. Yaitu, ia harus menyelidiki tentang Stella serta dua nama yang membuat Stella berurusan dengan dunia hitam.


"Ini merupakan sebuah teka-teki...aku harus mencari informasi tentang nona Stella...beserta juga dengan dua nama tersebut."


Ucap Leo.


"Tampaknya ini sangat sulit sekali...akan tetapi, aku harus mendapatkan informasi tersebut."


Ucapnya.


"Tetapi, aku harus mendapatkan informasi yang akurat...sebab itu aku membutuhkan bantuan Rubella."


Ucap Leo kemudian segera menelepon seseorang wanita bernama Rubella.


"Halo."


Sapa Leo.


"Halo, lama tidak mendengar suaramu...Leo."


Balas Rubella.


"Akulah, yang sudah lama...tidak mendengar suaramu."


Ucap Leo.


"Ya, kau benar! Lalu, ada apa kau meneleponku?"


Tanya Rubella.


"Kau pasti sudah tahu...kalau aku meneleponmu...berarti...


Leo tidak melanjutkan kata-katanya.


"Ya, aku tahu...yang kau butuhkan adalah informasi...katakan kepadaku, informasi apa yang kau butuhkan."


Ucap Rubella.


"Wah, kau langsung ke titik puncaknya...sebelum kau merundingkannya denganku."


Ucap Leo.


"Untuk apa berbasa basi denganmu! Aku tahu kau pasti akan membayarku dengan harga yang memuaskan...untuk informasi yang kau butuhkan tersebut."


Ucap Rubella.


"Ya, kau benar sekali!"


Ucap Leo.


"Jadi, jangan terlalu banyak bermanis mulut denganku...katakan kepadaku."


Ucap Rubella mendesak.


"Baiklah...aku ingin informasi tentang dua nama...juga, tentang informasi tentang seorang wanita yang bernama Stella."


Ucap Leo.


Apa? Stella...bukankah Stella adalah Eagle Lady? Untuk apa...Leo membutuhkan informasi tentang Stella.


Ucap Rubella dalam hati.


Sepertinya Stella sudah melakukan sesuatu yang membuat seseorang...begitu tertarik menginginkan informasi tentang dirinya.


Ucap Rubella dalam hati lagi.


"Rubella, mengapa kau diam? Kau sanggup tidak?"


Ucap Leo.


"Hanya masalah kecil...baiklah, aku akan mencari informasinya."


Ucap Rubella menyembunyikan identitas asli Stella dari Leo.


"Aku akan menunggu kabar darimu."


Ucap Leo.


"Ya."


Ucap Rubella pendek. Dan, hubungan komunikasi tersebut segera terputus. Leo merasa lega sudah menjalankan perintah dari Anggara. Sedang, Rubella ia merasa berada di dalam dilema. Sebab, Leo meminta informasi tentang Stella. Dan, ia berniat tidak ingin memberikan informasi tentang Stella.


Karena, Stella adalah seseorang yang sangat berharga di dunia hitam. Dan, identitas asli dari Stella harus ia jaga dan tutup rapat-rapat. Agar, Stella senantiasa selamat dari siapa pun orang yang ingin berbuata jahat atau membalas dendam kepada dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana ini, aku tidak bisa memberi tahu indentitas asli dari Stella."


Ucap Rubella.


"Sangat berbahaya baginya nanti...jika, sampai identitas aslinya terbongkar...orang yang dendam dengannya...dengan mudah menemukan dan membunuh dirinya."


Ucapnya.


"Ini tidak bisa dibiarkan...maka nanti aku akan berterus terang saja kepada Leo...bahwa informasi tentang Stella tidak diketahui."


Ucap Rubella mengambil keputusan. Lalu, beberapa hari kemudian. Rubella menelepon Leo memberikan informasi yang ia janjikan saat itu.


"Leo, aku sudah mendapatkan informasi dua nama itu."


Ucap Rubella dalam panggilan via ponsel.


"Cepat! Berikan, kepadaku."


Ucap Leo.


"Baiklah, akan aku kirim filenya."


Ucap Rubella.


"Ya, aku tunggu!"


Ucap Leo. Rubella segera mengirimkan informasi tentang dua nama kepada Leo. Tidak lama kemudian ponsel Leo bergetar menandakan ada pesan masuk. Leo segera membukanya.


"Bagaimana? Apa, kau sudah melihat filenya."


Ucap Rubella.


"Ya, sudah...aku sudah melihatnya...hanya ini saja?"


Ucap Leo.


"Ya."


Ucap Rubella pendek.


"Lalu, informasi tentang Stella."


Ucap Leo.


Ucap Rubella.


"Apa! Tidak ada? Itu tidak mungkin....Rubella, kau adalah seorang pencari informasi handal...bagaimana mungkin, informasi tentang Stella itu tidak ada."


Ucap Leo.


"Yang kau katakan itu memang benar! Akan tetapi, informasi tentang wanita itu tidak diketahui."


Ucap Rubella.


Apa ini? Rubella tidak mendapatkan informasi tentang nona Stella...lalu, apa yang harus aku laporkan kepada bos Anggara?


Ucap Leo dalam hati.


"Ya, sudahlah kalau begitu...nanti aku akan transfer uangnya."


Ucap Leo.


"Baik."


Ucap Rubella kemudian memutus hubungan teleponnya dengan Leo.


"Haish! Stella? Oh, bukan...Eagle Lady! Kali ini aku berhasil menyelamatkanmu."


Ucap Rubella.


"Tidak tahu, sampai kapan aku dapat menyembunyikan identitas aslimu."


Ucap Rubella lagi sambil menghela nafas panjang. Rubella memang mengetahui segala informasi. Akan tetapi, untuk informasi tentang Stella ia simpan rapat-rapat sebab Stella yang memintanya secara langsung. Stella tidak ingin dikenali oleh siapa pun. Sekaligus, jati dirinya sebagai pembunuh bayaran tidak ingin terekspos di dunia hitam. Karena, ia memiliki banyak musuh di luar sana.


......................


Kediaman Anggara...


Yuri sedang duduk di ruang tamu. Ia menunggu kakaknya kembali dari kantor. Tidak lama kemudian, ia mendengar deru mesin mobil kakaknya. Yuri segera berlari ke halaman rumah untuk menemui kakaknya.


"Kakak? Kau sudah pulang?"


Ucap Yuri.

__ADS_1


"Ya, kakak sudah pulang...ada apa? Mengapa, kau berlari-lari seperti itu."


Tanya Anggara heran.


"Kakak? Apa, kakak sudah mengatakannya kepada kak Stella."


Ucap Yuri.


"Mengatakan, apa?"


Ucap Anggara.


"Benar, bukan? Kakak lupa."


Ucap Yuri cemberut.


"Hehe...sudah tidak perlu cemberut begitu."


Ucap Anggara.


"Huh! Kakak benar-benar membuatku kesal."


Ucap Yuri.


"Besok, kakak janji kakak akan mengatakannya kepadanya."


Ucap Anggara.


"Kakak ini, benar-benar ya? Biasanya kakak tidak pernah lupa...bila menyangkut hal yang berhubungan denganku."


Ucap Yuri.


"Tetapi, lihatlah sekarang! Kakak lupa segalanya."


Ucap Yuri kesal dan segera naik ke lantai atas. Anggara memanggilnya namun tidak ia gubris.


"Yuri! Dengar dulu...jangan marah! Yuri...."


Ucap Anggara.


Gara-gara, masalah yang disebabkan oleh Stella membuatku...jadi melupakan peemintaan Yuri...aish benar-benar.


Ucap Anggara dalam hati. Dan, Anggara tidak bisa meredakan amarah Yuri. Yuri akan marah kepada Anggara sampai permintaannya dituruti oleh Anggara.


Di dalam kamar...


Yuri membanting pintu kamar kasar.


"Brakk."


"Kakak, benar-benar menyebalkan! Dia sama sekali, tidak peduli padaku."


Ucap Yuri.


"Sebaiknya, aku menelepon kak Stella saja...biar aku saja yang membujuk kak Stella."


Ucap Yuri sambil mencari-cari dimana ponselnya ia simpan.


"Dimana ponselku? Aku lupa menaruhnya dimana."


Ucap Yuri dan Yuri sibuk mencari ponselnya. Ia membongkar lemari meja riasnya. Juga, tas mewahnya tidak ketinggalan digeledah olehnya. Ia mengeluarkan seluruh isinya. Saat ia menggeledahnya ia menemukan sebuah file berikut ponsel miliknya.


"Eh? Ini dia ponselku...lelah kumencarinya...lalu file ini?"


Ucap Yuri sambil menyentuh dan melihat-lihat file tersebut.


"File ini bukankah file yang diberikan oleh paman detektif saat itu?"


Ucap Yuri. Yuri lalu, membuka file dan membaca isi file tersebut. Alangkah terkejutnya ia ketika ia membaca file tersebut. Ia melihat informasi asli tentang Stella. Yuri terkejut tidak mempercayainya.


"Kak Stella ternyata adalah Eagle Lady? Dia adalah seorang pembunuh bayaran?"


Ucap Yuri.


"Bagaimana ini? Apakah, aku harus memberitahu kakak?"


Ucapnya lagi sambil meneteskan airmata. Sebab, dari berita yang ia dengar. Pemunuh bayaran yang telah melenyapkan nyawa kakak keduanya adalah Eagle Lady. Yuri tidak dapat menyembunyikan airmatanya.


Ia sudah terlanjur menyayangi Stella seperti kakak kandungnya sendiri. Akan tetapi, sekarang ia mengetahui identitas asli dari Stella. Ia menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, menghadapi Stella.


Bersambung...


EAGLE LADY

__ADS_1



__ADS_2