
"Kau masih mengingat ku kan Kirisaki?" tanya orang itu
"Emm... aku kenal dengan mu tapi aku lupa namamu... hehehe" jawab Kirisaki dengan tertawa
"Ya ampun kau ini.... sepertinya aku harus perkenalan diri lagi"
"Kirisaki, kau mengenal orang ini?" tanya Shito
"Iya, tapi aku lupa namanya" ujar Kirisaki
"Perkenalkan, namaku Ozaku Ren, kalian bisa panggil aku Ren. aku adalah teman SMA dulunya Kirisaki" jawab Ren
"Oh begitu... maaf karena sudah mencurigai mu, perkenalkan juga namaku Shizuku soito kau boleh panggil aku Shito saja" kata Shito sambil meminta maaf
"Ahaha... tidak apa-apa lagipula baru bertemu jadi wajar saja" ujar Ren sambil tertawa
"Ren, kenapa kau memakai jubah bertudung hitam begitu? bukannya gampang di curigai?" tanya Kirisaki
Ren langsung mendekati mereka dan menjawabnya dengan berbisik-bisik
"Sebenarnya aku sedang bersembunyi" jawab Ren sambil berbisik-bisik
"Dari siapa?" tanya Kirisaki lagi
"Makhluk tak kasat mata" jawab Ren
"Makhluk tak kasat mata? oh... aku paham jadi begitu alasannya" ujar Kirisaki
"Oh kau pernah melihatnya kah?" tanya Ren
"Iya, aku sering melihatnya"
"Bagaimana bentuknya dan ciri-ciri nya?"
"Ada banyak, aku tidak tau harus dari mana"
"Oh begitu..." ujar Ren sambil mengangguk-anggukkan kepalanya
"Oh ya apakah kau tau kenapa tidak ada orang disini?" tanya Shito
"Ini terserah kalian mau percaya atau tidak, yang pasti semua orang yang ada disini, sudah mati" jawab Ren
Mereka terkejut akan jawaban Ren
"Kenapa begitu? apakah ada seorang pembunuh?" tanya Shito lagi
"Tidak ada seorang pembunuh yang kesini, lebih tepatnya mereka dibunuh oleh seseorang yang memanggil dirinya sebagai "Kapten" dengan pedang yang ada di pinggangnya"
"Apa katamu? seorang Kapten?" tanya Shito dengan terkejut
"Ya, orang itu membunuh semua orang termasuk ibu ku"
"Oh maaf sudah menanyai itu" kata Shito dengan rasa kasihan
"Ah, tidak apa-apa. lagipula itu salah ku"
"Apa yang kau maksud?" tanya Shito lagi
"Agar kami lebih paham, coba ceritakan apa yang terjadi" ujar Kirisaki
"Oi Kirisaki, apa kau tidak kasihan pada teman mu itu, dia pasti tidak ingin mengingat kejadian itu" kata Shito dengan berbisik-bisik ke Kirisaki
"Tidak apa-apa, lagipula aku sudah merelakan mereka" jawab Ren sambil mendengar bisikan mereka
"Jadi, bagaimana kejadiannya?" tanya Kirisaki
"Ini kejadian 1 tahun lalu sebelum di jadikan berita"
1 Tahun yang lalu di gang itu
Saat itu, Ren sedang menaiki kereta untuk pulang ke rumah setelah pulang sekolah, karena rumahnya jauh dengan sekolahnya, dia menaiki kereta untuk berangkat ke sekolah. di kereta, dia sedang berdiri sambil menjinjing tasnya, setelah sampai, dia segera menuju kerumahnya
Setelah sampai, dia di sambut dengan pria yang berambut hitam kecoklatan dengan katana di kiri pinggang nya yang sedang berbincang dengan ibunya
__ADS_1
"Ibu, siapa dia?" tanya Ren
"Oh Ren, kau sudah pulang ya, dia ini katanya ingin menemui mu. apa kau kenal dia Ren?" jawab ibunya sambil bertanya kepada Ren
"Tidak tau" jawab Ren
"Oh begitu..."
Orang itu mendekati Ren dan bertanya
"Apakah kau yang namanya Ozaku Ren?" tanya Orang itu
"Ya.... emangnya kenapa? kau ingin menemui ku?" tanya Ren sambil kebingungan
"Oh jadi kau ya... lebih baik kita bicarakan ini di kamar mu saja" ujar Pria itu
"Oh baiklah" jawab Ren
"Kalau begitu, maaf sudah merepotkan ya Bu... saya mau ke kamar Ren dulu" kata Pria itu sambil berpamitan dengan ibunya Ren
"Oh tidak apa-apa, nanti saya hidangkan makanan ringan sedikit" jawab ibunya
Ren bersama Pria itu menuju ke kamarnya Ren dengan menggunakan tangga karena kamarnya berada di lantai dua untuk membicarakan sesuatu, setelah sampai mereka pun masuk dan mereka langsung duduk di lantai
"Jadi, kenapa kau ingin menemui ku?" tanya Ren
"Kau punya barang itu bukan?" tanya pria itu balik
"Barang apa yang kau maksud? aku tidak paham" jawab Ren sambil tidak mengerti
"Barang yang bisa melihat makhluk tak kasat mata itu, kau punya kan?"
"Oh itu, kau juga tau ya, aku punya emangnya kenapa?" jawab Ren
"Nah bagus, sekarang dimana barang itu?" tanya pria itu
"Sebelum itu, siapa kau? kenapa datang-datang meminta ku untuk menunjukkan barang itu dan darimana kau mengetahuinya?"
"Oh maaf aku lupa, kau boleh panggil aku "Kapten" dan alasan ku ingin melihat barang itu karena aku adalah agen dari organisasi detektif makhluk tak kasat mata. aku mengetahuinya karena aku mendengar laporan bahwa ada seorang anak yang memiliki barang itu, makanya aku kesini. jadi sudah jelas kan?"
"Ok, jadi dimana barang itu?"
"Kan ku bawakan, sebentar. aku mau mencarinya dulu" ujar Ren
Ren pun mencari barang itu di seluruh kamarnya, dia pun menemukannya dan membawa itu ke pria itu
"Nah ini dia, apa kau tau cara kerjanya?" tanya Ren sambil meletakkan barang itu
Barang itu berbentuk kubus hitam yang kecil dan terdapat warna biru yang kecil diantara warna hitam itu dan ada sebuah kristal hijau yang agak besar berada di biru-biru kecil itu
"Jadi ini barangnya ya... aku belum tau cara kerjanya, bisa kau jelaskan?"
"Jadi, kau tinggal ulurkan satu jari tangan terserah mu di kristal hijau itu, lalu tutup kedua mata mu itu, setelah beberapa detik. buka matamu lagi dan kau akan melihat makhluk-makhluk itu dan cara untuk mengembalikannya kau tinggal lakukan seperti tadi, namun itu dalam keadaan mata terbuka"
"Oh jadi begitu ya... baiklah aku akan mencobanya"
Pria itu langsung mencobanya seperti yang Ren jelaskan, dan setelah beberapa detik dia berhasil melihat makhluk-makhluk itu
"Bagaimana? sudah bisa bukan? dan menakjubkan bukan?" tanya Ren
"Wah ini menakjubkan, baru pertama kali aku melihat ini, ini.... serasa aku ke dunia lain"
"Hahahaha.... rasanya memang begitu, tapi nyatanya tidak. tunggu, kau tidak ketakutan melihat mereka?" tawa Ren sambil bertanya ke pria itu
"Tidak, kenapa memangnya?"
"Hmmm.. ini aneh, semua orang yang baru pertama kali melihat mereka seharusnya ketakutan tapi, kau tidak. apa kau sudah terbiasa?"
"Yah... sepertinya aku karena aku bekerja sebagai agen makhluk tak kasat mata jadi mungkin sudah tidak ketakutan lagi"
"Oh begitu... apa kau sudah puas melihat-lihatnya? jika sudah, kembalikan itu pada ku lagi" kata Ren
Ekspresi pria itu berubah menjadi tersenyum mencurigakan
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum begitu? ada apa memangnya?" tanya Ren
Pria itu langsung berdiri dan dia mengarahkan tangan kanannya ke depan seperti sedang memegang sesuatu
"Terima kasih karena sudah menunjukkan benda ini pada ku" ujar pria itu
Ren langsung kebingungan tentang jawaban pria itu dan pria seperti sedang menyeret seseuatu lalu dia membawanya keluar
"Apa yang sedang kau lakukan?"
"Tidak ada, sekarang, kau tidak di butuhkan lagi" jawab pria itu
"Hah.. apa yang kau maksu–
"Cshhhh...."
"HAH?!"
Pria itu mengeluarkan katana nya yang ada di pinggangnya lalu menebas tangan kanan kanan Ren, namun tidak parah, dia hanya terkena luka gores saja
*Apa yang dia lakukan??!!! kenapa dia melukai ku?!!* kesal Ren di hatinya
Orang itu mengambil barang itu dan segera menuju ke pintu, di tangga nya ada ibunya yang sedang mengantarkan makanan dan minuman di sebuah nampan sambil berjalan menuju kamarnya Ren, sebelum pria itu membuka pintunya, Ren bertanya dengan suara kencang di kamarnya
"Apa yang kau lakukan?!!! dan kembalikkan barang itu!! kau tidak boleh mengambilnya!!!" pinta Ren dengan suara yang kencang
Suara Ren sampai terdengar keluar kamarnya dan ibunya yang sedang berjalan dan tidak sengaja mendengar itu pun bertanya kepada Ren dari luar kamarnya
"Ren?! ada apa? kenapa kau berteriak?" tanya ibunya dari luar kamarnya
Ren pun mendengar itu dan dia merasa panik
*Sial, ibu akan datang ke sini, aku harus mengalihkan perhatiannya agar ibuku tidak ikut dalam permasalahan ini juga* ujar Ren di hatinya
"Oi, sebelum kau pergi dari ruangan ini, kau harus melewati mayat ku dulu!" seru Ren dengan tegas
"Hah, melewati mayat mu dulu? aku merasa tidak pantas untuk melewati mayat mu itu, aku bukanlah lawan mu, tapi dia ini lawan mu" jawab pria itu sambil menunjukkan lawannya
Ren pun terbingung kan dengan apa yang dia katakan, dia bingung siapa lawannya
"Siapa yang kau maksud? disini tidak ada siapa-siapa selain kau dan aku" ujar Ren
"Oh, kau tidak bisa melihatnya ya, jadi kau yabg kalah"
"Apa yang kau mak– GHAKKKKK!!!"
Ren terpukul oleh sesuatu dari arah samping
*Apa yang terjadi padaku? kenapa aku merasa ada sesuatu yang memukul ku? apa jangan-jangan, dia membebaskan salah satu dari mereka?! jika iya, maka ini gawat. aku harus bersembunyi*
Pria itu langsung keluar dari kamarnya dan bertemu dengan ibunya, ibunya bertanya kepada dia, namun dia malah memenggal kepalanya. dan dia langsung meninggalkan itu
*Sial! aku harus bermain kejar-kejaran dengan dia, sepertinya ibu sudah mati ya... rasanya aku ingin menangis, tapi tidak untuk sekarang, sekarang aku harus kejar-kejaran dengan dia!!*
Ren pun berlari keluar kamarnya dan dia melihat ibunya yang sudah mati dengan kepalanya yang terpenggal. makhluk itu terus mengejarnya, setelah melihat jasad ibunya, Ren merasa dirinya sudah tidak di kejar. namun dia melihat kebelakang dan dia terkejut karena jasad ibunya yang menghilang. dia pun langsung di kejar lagi dan Ren berlari lagi
Ren menuju pintu depan, namun pintu itu sudah terbuka. setelah keluar, dia melihat banyak darah yang berceceran dimana-mana, dia terus dan terus berlari dari rumah satu ke rumah lainnya sehingga barang-barang yang ada di rumah lainnya berantakan. dia beristirahat sejenak di sebuah rumah hitam dan sambil mengobati lukanya dengan perban.
*Sial sial sial!!! banyak darah dimana-mana, ini seperti mimpi buruk saja. di tambah ada makhluk yang sedang mengejar ku!!* keluh Ren di hatinya
Sebelum dia selesai mengobati lukanya, makhluk itu menemukan Ren terlebih dahulu. Ren langsung menyadari itu dan dia berlari lagi dan darahnya tidak sengaja terjatuh kebawah
Setelah beberapa jam dia di kejar, dia pun aman dengan bersembunyi di sebuah bawah jembatan yang tidak jauh dari gang itu, Ren menunggu sampai beberapa jam. setelah malam, dia melihat keadaan disana. Ren merinding saat berjalan menyusuri jalan itu sambil melihat rumah-rumah itu
"Yah begitulah ceritanya..." ujar Ren
"Jadi kau tau Ciri-cirinya kan?" tanya Kirisaki
"Yups, aku cuma tau ciri-ciri orang itu tapi tidak untuk makhluk itu" jawab Ren
"Jadi, kau bisa ikut kami berdua?" tanya Kirisaki lagi
"Kemana?"
__ADS_1
"Nanti ku jelaskan"
Bersambung.......