
♦️
Di atas menara Tokyo, tengah hari saat hujan. semua orang yang berada disana langsung berteduh ke tempat aman, sementara mereka masih berada di atas menara Tokyo, tubuh Kitsukami yang basah akibat hujan itu sementara Ryuujiki yang aman-aman saja karena dirinya tidak terkena air hujan. titik-titik air hujan tersebut hanya melayang di udara di atas kepalanya dan sekitar tubuhnya, bahkan ada yang terpental
"Kitsukami, sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu kepada mu" ujar Ryuujiki
"Apa itu?"
"Apa kau ada hubungannya dengan kasus yang organisasi ESH sedang jalankan?" tanya Ryuujiki
"Ya ada, tapi aku hanya disuruh untuk melakukan hal kecil saja. yaitu, menaruh satu lukisan agung dan menjadikannya lukisan-lukisan kecil lalu menyebarkannya ke seluruh jepang" jawab Kitsukami
"Oh? jadi begitu ya, ku pikir kau melakukan kerja sama dengannya untuk menguasai Jepang dengan geng mu itu" pikir Ryuujiki
"Tentu saja tidak begitu, geng amatiran seperti ini tidak mungkin akan menguasai Jepang hanya dengan melakukan kerja sama dengannya" balas Kitsukami
"Dengannya? jadi kau disuruh oleh satu orang untuk menyebarkan lukisan itu ya, berapa gaji mu dari melakukan begituan?" tanya Ryuujiki
"Cukup besar, aku membagikannya kepada seluruh anggota dan kapten geng, namun mereka malah menggunakan uang itu untuk kepentingan yang tidak jelas. maka dari itu aku muak dengan mereka" jawab Kitsukami
"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan satu lagi, kau ke atas menara Tokyo ini tidak dengan cara biasa kan? tidak mungkin ada manusia biasa yang akan memanjat menara Tokyo hingga setinggi ini" tanya Ryuujiki
"Sungguh hebat, kau bahkan mengetahuinya dengan cepat sebelum aku memberitahumu ya. sungguh hebat si nomor satu dari sisi gelap Jepang" puji Kitsukami sambil bertepuk tangan
"Jadi begitu, ku kira gengnya itu hanya berisi orang normal saja tapi pemimpinnya bahkan memiliki kekuatan roh" ujar Ryuujiki
"Sudahi basa-basinya, langsung mulai saja pertarungannya, kita lihat siapa yang terkuat di sisi gelap Jepang, antara kau atau aku" kata Kitsukami sambil bersiap-siap
"Oh, baiklah jangan menyesal jika kau terluka parah" ujar Ryuujiki
Mereka berdiri di besi merah yang lumayan besar berada di menara, mereka menjadikan besi itu untuk pijakannya saat bertarung dan berdiri. Kitsukami mundur lalu bersiap-siap lalu ia berlari kearah Ryuujiki yang sedang berdiam diri lalu menyeringai disaat Kitsukami berlari kearahnya dengan mengepalkan tangan kanannya lalu saat berada di dekatnya, Kitsukami hendak memukulnya dengan kepalan tangan kanannya, namun Ryuujiki menghentakkan kakinya di besi merah itu duluan saat Kitsukami hendak memukulnya, hentakan kakinya menghasilkan angin kecil lalu menghempaskan Kitsukami hingga menabrak besi merah lainnya, Kitsukami mencoba bergerak lalu dia menghilang dari tempatnya berada
*Dia menghilang? apa dia menggunakan fast teleport? tidak mungkin, seharusnya orang lain yang tidak berhubungan dengan organisasi ESH tidak bisa melakukan hal itu, lalu apa?* tanya Ryuujiki dihatinya sambil berpikir dan melihat sekelilingnya
Lalu dari belakang Ryuujiki, Kitsukami muncul dengan tendangan betisnya namun tendangannya hanya mengenai sesuatu saja dan tidak terkena tubuhnya Ryuujiki, lalu dia turun dan melompat mundur menjauh darinya
*Kenapa tendangan ku tidak mengenainya dan justru hanya mengenai sesuatu yang berada di dekatnya?!* tanya Kitsukami dihatinya sambil panik dan terkejut
Lalu Ryuujiki menengok kebelakang lalu membalikkan badannya kebelakang
"Oi, apa tadi itu? kenapa kau bisa menghilang lalu muncul-muncul di belakang ku? apa jangan bilang kau memiliki hubungan dengan organisasi ESH?" tanya Ryuujiki yang menghadap kearahnya
"Tidak, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan organisasi itu, dan tadi itu adalah kekuatan ku" jawab Kitsukami
"Kekuatan mu? ah jadi begitu, maka dari itu kau bisa sampai kesini tanpa perlu menaiki tangga dari menara" ujar Ryuujiki
"Serang lah aku!! tunjukkan semua kekuatan yang kau memiliki!!" kata Ryuujiki menantang Kitsukami dengan suara keras
"Oh? baiklah, akan ku terima tantangan mu itu, bersiaplah!!" balas Kitsukami
Kedua tangan Kitsukami menyentuh besi merah tersebut lalu tangannya berubah menjadi warna merah lalu ia mengangkatnya lagi dan menghilang lagi dari sana
*Dia memiliki kekuatan lain?! tidak mungkin, seharusnya setiap individu yang di beri kekuatan roh hanya bisa satu saja, hanya sebagian saja dari seluruh manusia memiliki dua kekuatan roh, tapi kenapa dia memiliki dua kekuatan? apa jangan bilang…?!* tanya Ryuujiki dihatinya yang terkejut
Kitsukami muncul berada di bawahnya lalu hendak memukul dagunya dari bawah dengan kepalan tangannya yang berwarna merah
"Huh?! kenapa kau ada disitu?" tanya Ryuujiki yang menyadarinya
Ryuujiki langsung melototinya sebelum pukulannya mengenai dagunya, hanya dengan melototinya Ryuujiki menghempaskan Kitsukami, Kitsukami yang terhempas langsung menahannya dengan memijakkan kedua kakinya di besi merah itu dengan tujuan untuk menghentikan dirinya agar tidak terhempas lebih jauh lagi, lalu kakinya juga berubah menjadi merah dan mampu menahan hembusan angin itu
"Oi, kenapa kau memiliki dua kekuatan roh?!" tanya Ryuujiki
"Akan ku jawab nanti, sekarang aku mau tanya, bagaimana caranya kau menghasilkan hembusan angin kencang tadi itu?" tanya balik Kitsukami
"Karena ini hujan dan juga anginnya berhembus lumayan kencang, jadi ku manfaatkan saja angin ini lalu mengubahnya menjadi lebih kencang lalu ku gunakan untuk menyerang mu" jawab Ryuujiki
"Jadi begitu, aku lupa karena sudah lama aku tidak bertarung dengan mu" balas Kitsukami yang menyeringai
"Apa yang kau maksud?" tanya Ryuujiki
"Apa kau ingat dengan nomor 07 di masa lalu mu?" tanya balik Kitsukami
"Nomor 07? jangan bilang kau…!!"
"Ya, aku si peringkat 07 saat itu, tidak kusangka kau masih mengingatnya" ujar Kitsukami
♦️
Tujuh tahun yang lalu di sebuah laboratorium yang sedang melaksanakan pertarungan, mereka melakukan pertarungannya di sebuah ruangan yang hanya berwarna putih dan ada kaca besar dimana banyak profesor yang melihat eksperimen
"Nomor 01, Ryuujiki atamaru silahkan masuk" panggil salah satu profesor melalui speaker yang ada disana
Sebuah pintu besar yang ada di ruangan itu terbuka satu, lalu Ryuujiki pun keluar dari sana dan masuk ke ruangan itu dengan wajah yang tidak tau apa-apa
"Oi, kenapa kita harus bertarung satu sama lain?" tanya Ryuujiki dari ruangan itu
"Pertarungan ini akan menentukan siapa yang paling kuat di sini, kami akan terus menguji kekuatan kalian semua melalui pertarungan ini, jika ada pihak yang kalah maka kami akan meningkatkan kekuatannya melalui eksperimen yang cukup panjang lalu mengujinya lagi hingga kalian dewasa" jawab salah satu profesor melalui speaker
"Cih… entah mengapa aku benci di jadikan bahan eksperimen kalian, pokoknya cepatlah mulai pertarungannya lalu selesai kan dengan cepat, aku lagi malas untuk bertarung lagi saat ini" ujar Ryuujiki
"Baiklah, silahkan masuk nomor 07, Kitsukami Jouen" panggil profesor itu melalui speaker
Pintu besar satunya lagi terbuka dan Kitsukami keluar dari sana dengan wajah yang datar
"Oi, kalian, kenapa aku ada disini? bukankah jam pertarungannya masih lama lagi?" tanya Kitsukami melihat kearah kaca
"Kami mohon maaf karena waktu pertarungannya di percepat karena suatu alasan" jawab Professor itu melalui speaker
"Jadi begitu"
"Syukurlah jika kau mengerti, silahkan siap-siap karena pertarungan akan segera dimulai beberapa detik lagi!!" ujar profesor melalui speaker
Mereka berdua bersiap-siap di posisi masing-masing, Kitsukami yang bersiap-siap untuk menyerang sementara Ryuujiki yang masih bersantai-santai saja
"Kalau begitu, mulai!!"
Kitsukami menghilang dari tempatnya dengan cepat lalu muncul di depan mata persis Ryuujiki, dengan mengepalkan tangannya dia hendak memukul wajahnya namun pukulannya justru menabrak sesuatu yang berada di dekatnya lalu ia terpental hingga menabrak tembok putih yang ada di ruangan. Kitsukami bangkit lagi lalu tangannya menyentuh pintu besar itu yang terbuat dari besi, tubuhnya menjadi berwarna seperti besi pintu yang ia sentuh lalu ia menghilang lagi
"Cih… ini mengapa aku benci dengan kekuatan teleportasi, kekuatan itu cukup merepotkan karena bisa berpindah-pindah tempat sesuka hatinya" ujar Ryuujiki yang kesal sambil melihat sekelilingnya
Secara dadakan Kitsukami muncul di udara dan tubuhnya berada di arah atas kepala Ryuujiki, (efek di perlambat) ia hendak memukul kepala atasnya dengan kepalan tangan besinya, namun Ryuujiki melihat kearah atas disaat yang bersamaan
"Kena kau!!" ujar dirinya dengan wajah menyeringai
*Sialan!! di udara aku tidak bisa mengendalikan keseimbangan ku!!* ujar Kitsukami dihatinya yang kaget
Ryuujiki mengangkat tangannya keatas lalu telapak tangan kanannya mengenai tubuhnya Kitsukami, lalu tubuh Kitsukami terpental keatas hingga menabrak tembok putih yang ada diatas begitu saja hanya dengan sentuhan telapak tangan Ryuujiki di tubuhnya (efek normal)
__ADS_1
"Gahak!!"
"Ya ampun, kenapa kalian menyuruhku untuk bertarung melawannya?!" tanya Ryuujiki yang pandangannya mengarah ke kaca
"Kami hanya ingin menguji seberapa besar kekuatan mu dengan dirinya dan ingin memastikan apakah kau itu yang terkuat dari semua manusia yang ada di laboratorium" jawab Professor melalui speaker
"Cih… jika cuma pengujian maka cepatlah!!" ujar Ryuujiki dengan kesal
"Oi, kau, cepatlah kalah sebelum ini terasa lebih membosankan lagi" pinta Ryuujiki yang melihat kearah atas
Kitsukami menghilang lagi dari atas lalu muncul dihadapannya dan hendak menendang wajah Ryuujiki dengan betisnya namun tendangannya masih mengenai sesuatu yang tidak terlihat melindungi Ryuujiki, Kitsukami hampir terhempas namun ia menahannya dengan tubuhnya yang menjadi besi dan berat badannya naik
"Oh? kuat juga ya kau tidak terhempas setelah dekat dengan diri ku, tapi sampai kapan kau akan menahannya?" tanya Ryuujiki
"Aku… akan membuktikan bahwa diriku jauh lebih kuat dibandingkan dengan mu!!" ujar Kitsukami
"Hahaha… kau menarik sekali" ujar Ryuujiki sambil tertawa
Ryuujiki mendekatkan kepalanya lalu melototinya dengan wajah menyeringai, Kitsukami yang menahan dirinya agar tidak terhempas terkena hembusan angin kencang dari depannya setelah Ryuujiki melototinya, hembusan angin kencang itu membuat Kitsukami tidak bisa menahannya lalu ia terhempas hingga menabrak pintu besi besar dan ada bekas bentuk tubuhnya di pintu itu
"Oi, apa sudah selesai?" tanya Ryuujiki ke arah kaca
"Jika ingin menyelesaikannya, buat lawan mu hingga dia tidak sadarkan diri" jawab Professor melalui speaker
"Cih… ini merepotkan" ujar Ryuujiki
Kitsukami menghilang dari tempatnya lalu muncul kembali dihadapannya Ryuujiki
"Oh? kau ingin di hajar ya?" tanya Ryuujiki
Kitsukami hendak memukul wajahnya namun sebelum itu Ryuujiki mengangkat kakinya hingga ke bahu Kitsukami dengan cepat lalu menendang kepalanya dari bahunya, ia terhempas hingga menabrak tembok lain. Ryuujiki menuju kearahnya dengan cepat lalu menendang dagunya dengan kakinya keatas saat dirinya masih belum tersadar, lalu Ryuujiki langsung melompat kearahnya lalu memukulnya berkali-kali
..."WIND PUNCH"...
"Dak… Duk… dak duk dak duk…"
Ryuujiki memukul wajahnya berkali-kali hingga babak belur dengan kedua tangannya yang terdapat anginnya, lalu ia mendarat sementara Kitsukami terjatuh tak sadarkan diri
"Apa ini sudah selesai?" tanya Ryuujiki lagi
"Ya sudah selesai, lawan sudah tak sadarkan diri, terima kasih atas kerja samanya" jawab Professor melalui speaker
Dua pintu besi besar itu terbuka lagi, Ryuujiki kembali masuk ke pintu yang ada bekas tubuhnya Kitsukami setelah menabrak pintunya sedangkan pintu yang satunya keluar banyak orang-orang lalu menggotongnya dengan tandu lalu masuk ke pintu tersebut
♦️
Masih sama di laboratorium, tempat perkumpulan para Professor, mereka duduk di kursi yang mejanya berbentuk persegi panjang dan lebar
"Jadi, bagaimana tentang pertarungan tadi? apa kalian masih ragu jika Ryuujiki adalah yang terkuat?" tanya salah satu profesor yang memakai kacamata
"Aku belum memastikannya tanpa dia bertarung dengan nomor 02" ujar salah satu profesor perempuan
"Nomor 02? dia cukup kuat juga, tapi apakah dia bisa melawan Ryuujiki yang memiliki kekuatan roh 3 itu sementara kekuatan roh si nomor 02 hanya satu saja, jadi ada kemungkinan dia tidak bisa menang melawannya" ujar salah satu profesor yang badannya besar
"Oi, bongsor dan kalian semua, apa kalian tau dimana si nomor 02 itu?" tanya salah satu profesor wajahnya seperti preman
Tidak satu profesor pun yang menjawab pertanyaan itu
"Beritahukan kepada mereka semua, Hanreil" pinta profesor tadi
Hanreil datang dari balik pintu dengan pakaian yang rapi lalu menjawab pertanyaannya
"Oh? tidak kusangka kau akan tertarik dengan dia ya" ujar profesor perempuan yang terkejut mendengarnya
"Lalu, apa yang ingin kau lakukan kepadanya?" tanya profesor berkacamata
"Dia… aku beri vaksin untuk menguatkan kekuatannya, saat ini sudah 50 vaksin yang dia terima" jawab Hanreil
"Kau ini memang tidak manusiawi ya, Hanreil" ujar profesor bertubuh besar
"Oi, Ryuujiki kau menguping kami dari balik pintu itu kan?!" tanya profesor berwajah preman
Ryuujiki memasuki ruangan itu melalui pintu tadi dengan wajah datar
"Kenapa kau menguping kami?" tanya profesor tadi
"Yah… aku tidak sengaja lewat ruangan ini dan mendengar pembicaraan menarik kalian" jawabnya
"Jadi begitu, akan ku maafkan kau kali ini, tapi jika kau melakukannya lagi… tamatlah riwayat mu" ujar profesor tadi sambil mengancamnya
Ryuujiki keluar dari ruangan itu lalu pintunya di tutup
♦️
Di waktu yang sekarang
"Jadi begitu, setelah kau melarikan diri dari laboratorium kau membentuk sebuah geng lalu kau yang menjadi pemimpinnya begitu?" tanya Ryuujiki
"Kira-kira begitulah"
"Cih… kau sama seperti yang lainnya" ujar Ryuujiki yang kesal
"Mereka semua lari dari laboratorium dan meninggalkan aku sendirian disana, kalian tidak menyelamatkan aku dari laboratorium itu, aku masih tetap disana dan terus tersiksa setiap hari" sambung kata Ryuujiki
"Lalu kenapa kau tidak menghancurkan laboratorium itu jika kau itu paling kuat di sisi gelap Jepang?" tanya Kitsukami
"Kau tidak tau ya, orang yang memimpin para profesor dan menjadikan kita semua sebagai subjek percobaannya adalah Hanreil, dia cerdas dan juga mengerikan, setelah kalian semua pergi dan aku di tinggal, yang mengambil alih laboratorium dan eksperimen itu adalah dirinya. keamanannya di perketat 20x lipat lebih ketat dan juga dia memiliki sebuah senjata untuk menonaktifkan kekuatan kita semua melalui sebuah remote, sejak saat itu aku tidak bisa keluar dari sana" jawab Ryuujiki sambil menceritakannya
"Jadi begitu, lalu apakah saat ini kau masih berada di bawah pimpinan Hanreil?" tanya Kitsukami lagi
"Ya, banyak profesor pergi dari sana karena ketakutan akan dirinya, dan mau tidak mau aku menjadi bidaknya" jawab Ryuujiki
"Terima kasih karena telah memberi tau cerita masa lalu mu di lab itu, sekarang, apa kita bisa mulai kembali pertarungannya Ryuujiki?" tanya Kitsukami
"Oh tentu saja"
"Karena kau adalah yang terkuat di sisi gelap Jepang, maka apa kau akan menolong seorang manusia?' tanya Kitsukami sambil berjalan kearah besi merah yang menjadi penyangga di menara
Kitsukami mengambil penyangga itu lalu menjatuhkannya kebawah jalan raya, saat itu ada seorang anak kecil yang sedang mencari mainannya dan tidak sadar bahwa diatasnya ada sebuah besi yang akan terjatuh kearahnya, sebelum itu terjadi, Ryuujiki menggunakan fast teleport ke bawah lalu menahan besi itu dengan satu tangan kanannya
"Eh…??" tanya anak kecil yang terkejut saat melihat keatas
"Ya ampun, ini cukup berat juga, ku kembalikan ini pada mu, Kitsukami!!" ujar Ryuujiki
Ryuujiki melemparkannya keatas kearah Kitsukami berada dengan telapak tangannya yang keluar sebuah angin spiral, Ryuujiki menggunakan fast teleport kearah besi itu lalu menendangnya dengan betisnya sekuat tenaga dan besinya mengarah ke Kitsukami, Kitsukami menahannya dengan seluruh tubuhnya yang keras seperti besi
"Meskipun kau adalah yang terkuat di sisi gelap Jepang tapi kau masih memiliki hati nurani ya" ujar Kitsukami yang terlihat senang
__ADS_1
Kitsukami memegang besi yang ia tahan tadi lalu menjadikannya senjata untuk menyerangnya, Ryuujiki muncul di depan matanya usai menggunakan fast teleport dengan tendangan kakinya namun tendangannya mengenai besi tersebut, pergelangan kaki belakangnya ia tambahkan sebuah angin kencang untuk mempercepat dan memperkuat tendangannya. hembusan angin kencang muncul dan angin itu ia ubah ke pergelangan kaki belakangnya untuk lebih mempercepat, Kitsukami sedang menahan tendangannya dengan besi tersebut dengan kuat, dirinya tidak kuat lagi dan terpental ke belakang bersamaan dengan besinya
*Ia mengubah angin yang berhembusan di sekitarnya untuk di jadikan pendorong di kakinya dan menghasilkan angin lagi lalu mengubahnya lagi untuk di jadikan pendorong lebih, dia hebat dalam mengubah angin* ujar Kitsukami dihatinya
Kitsukami mencoba untuk bergerak sementara Ryuujiki datang kearahnya
"Apa ini sudah selesai? ku pikir kau akan menjadi lebih kuat daripada saat di laboratorium, ternyata dugaan ku salah ya" ujar Ryuujiki
*Aku harus menggiringnya ke tempat sempit untuk mengurangi kekuatannya dalam mengendalikan ataupun mengubah angin* ujar Kitsukami dihatinya
Kitsukami bangkit lalu menghilang lalu muncul di tangga di menara Tokyo, Ryuujiki yang melihatnya langsung kesana
"Kenapa kau kesini?" tanya Ryuujiki
"Kau tidak tau mengapa aku membawa mu kesini? aku membawa mu kesini untuk mengurangi kekuatan angin mu itu" jawab Kitsukami
"Oh? jadi begitu, benar juga di tempat sempit seperti ini sangat jarang ada angin yang akan berhembusan"
"Karena kau memiliki kekuatan self barrier, jadi tidak akan menyenangkan jika kau tidak bergerak satu langkah pun, kau tidak suka pertarungan yang membosankan bukan?" tanya Kitsukami
"Jadi kau ingin aku tidak menggunakannya? baiklah jika itu yang kau mau"
Ryuujiki pun menonaktifkan kekuatannya, Kitsukami menyeringai dan tanpa ragu langsung menyerang Ryuujiki dengan kepalan tangannya, Ryuujiki menghentakkan kakinya dan angin kencang muncul lalu memundurkan Kitsukami ke belakang, Ryuujiki mengepalkan tangannya lalu langsung memukul wajah Kitsukami lalu kepalanya menabrak tembok besi yang ada di tangga. Ryuujiki memukulinya berkali-kali hingga wajahnya babak belur, lalu ia terjatuh
"Bagaimana bisa… padahal disini tertutup dan sempit, kenapa ada angin?!" tanya Kitsukami yang kesal
"Tidak mungkin kan jika kekuatan ku angin tapi aku tidak bisa menggunakan anginnya? tapi justru malah bisa mengendalikan, mengubah angin" tanya Ryuujiki
"Cih… ku pikir kekuatan mu akan semakin berkurang karena berada di bawah kendali Hanreil, tapi ternyata kau malah justru bertambah kuat ya" ujar Kitsukami sambil mencoba bangkit dari jatuhnya
"Apa sudah cukup ocehan mu itu?" tanya Ryuujiki dengan emosi
Ryuujiki mengepalkan tangannya lagi lebih kuat daripada sebelumnya dan di kepalan tangannya teradapat angin yang menyelimutinya, Ryuujiki berjalan kearahnya dan Kitsukami menjadi terpojokkan Ryuujiki memukul wajahnya dengan kepalan tangan tersebut hingga tembok besi merah itu hancur dan Kitsukami terpental lalu menabrak sebuah tembok dari sebuah bangunan, Ryuujiki menggunakan fast teleport kearahnya
"Apa kau sudah kelelahan?" tanya Ryuujiki
"Tentu saja belum, kau harus membunuh ku jika ingin menang" jawab Kitsukami
"Sesuai yang kau mau, aku akan membunuhmu!!" balas Ryuujiki
Ryuujiki langsung memukul perut Kitsukami dengan pukulan berselimut angin, Kitsukami yang mengenai pukulan itu seharusnya tambah terluka parah namun dia baik-baik saja, tubuhnya mengeras seperti besi saat di pukul
*Sejak kapan dia bisa mengeraskan tubuhnya tanpa besi yang ia sentuh?* tanya Ryuujiki yang kaget melihatnya
"Ini berakhir… Ryuujiki" kata Kitsukami
Ryuujiki melompat mundur menjauh darinya, Kitsukami bangun dan bergerak perlahan-lahan, ia memasukkan tangannya ke saku celana lalu mengambil sesuatu dari saku itu. sakunya berisi sebuah suntikan yang berisi sebuah darah lalu ia menyuntikkannya ke lengan tangan kiri secara keseluruhan
*Apa yang dia suntikan?* tanya Ryuujiki dihatinya yang bingung
Setelah lengannya di suntik, tubuh Kitsukami bergerak dengan sendirinya tanpa kemauannya, cara geraknya sangat aneh
"Sialan… kenapa tubuhku… bergerak sendiri?! kenapa dia berbohong?! dia bilang suntikannya akan berhasil… tapi kenapa ini tidak bekerja?! akhhh!! sialan!!" ujar Kitsukami yang menjadi gila
Kitsukami tiba-tiba menjadi gila setelah dirinya menyuntikkan suntikan yang ada darahnya di lengannya, di punggungnya muncul empat tentakel-tentakel lalu matanya menjadi merah
"Cih… apa yang terjadi padamu?" tanya Ryuujiki
"Berisik"
"Huh?"
"Berisik, berisik, berisik, berisik!!" ujarnya dengan nada keras
"Kenapa … aku menjadi begini?! oi, Ryuujiki jawablah!!" sambung kata Kitsukami
"Entahlah, tanyakan itu kepada takdir" jawab Ryuujiki
"Ha?! jangan bercanda!!" balas Kitsukami
Kitsukami menyerang Ryuujiki dari kejauhan dengan empat tentakelnya namun tentakelnya mengenai suatu penghalang lalu tentakel itu terhempas, Ryuujiki langsung menghentakkan kakinya dengan keras lalu sebuah angin kencang muncul lalu menghempaskan Kitsukami hingga dirinya terjatuh
"Ada apa denganmu? kenapa hanya dengan hembusan angin seperti itu saja dapat membuatmu terhempas lalu jatuh?" tanya Ryuujiki berjalan kearahnya
Saat Ryuujiki mendekatinya Kitsukami tampak ketakutan dan dia merangkak mundur dengan tubuh yang gemetar
"Kenapa kau ketakutan begitu?" tanya Ryuujiki lagi
"Aaaaaa…" Kitsukami ketakutan
"Oi, jawablah pertanyaan ku dasar sialan!!" ujar Ryuujiki dengan kesal
Ryuujiki marah, dia langsung menghentakkan kakinya lagi lalu menghasilkan angin yang cukup kencang, angin yang berhembusan saat hujan ia satukan dengan angin hasil hentakan kakinya dia, tangan Ryuujiki ia ulurkan kedepan kearah Kitsukami
..."INCISION TORNADO"...
Sebuah angin kencang bersatu di atas atap bangunan itu lalu menyatu menjadi sebuah tornado, tornado itu ia arahkan ke Kitsukami lalu ia terjebak di tornado tersebut dan juga didalamnya dia di serang oleh sesuatu, tubuhnya di sayat oleh sebuah angin dari dalam tornado itu hingga terluka parah, setelah beberapa menit tornado itu hilang lalu Kitsukami terjatuh dengan tubuhnya yang terdapat banyak bekas sayatan, Kitsukami tidak sadarkan diri
"Ya ampun, aku tidak tau apa ya g terjadi padamu, tapi sepertinya aku harus menanyakan ini ke Hanreil untuk mencari taunya" ujar Ryuujiki
Hujan semakin deras, Ryuujiki mengangkat Kitsukami di pundaknya, lalu dia melompat dan terbang di udara dengan anginnya. sesampainya di tempat Hanreil berada, dia membawakan Kitsukami ke dirinya
"Oi Hanreil, bisakah kau mencari tau apa yang terjadi padanya? dia menjadi gila saat setelah dia menyuntikkan sesuatu ke lengannya" pinta Ryuujiki sambil meletakkan tubuh Kitsukami di mejanya
"Oh, bukan kah ini Kitsukami si tujuh?" tanya Hanreil
"Ya, setelah dia melarikan diri dari laboratorium menjadi pemimpin geng 'the elite seven' yang kau katakan tadi" jawab Ryuujiki
"Baik lah~~" balas Hanreil dengan wajah yang senang
Beberapa waktu kemudian
"Tidak mungkin!!" ujar Hanreil yang kaget
"Ada apa?" tanya Ryuujiki yang menghampirinya
"Lihat lah, energi rohnya semakin mengecil sedikit demi sedikit secara tiba-tiba" jawab Hanreil yang melihat komputernya
"Dan juga di aliran darahnya, terdapat sesuatu, tunggu… bukankah ini virus 'Aetropotic'?" sambung kata Hanreil yang terkejut lagi saat melihat komputernya
"Aetropotic? apa itu? aku tidak pernah mendengarnya" tanya Ryuujiki
"Itu adalah sebuah virus dimana memasukkan darah orang yang sudah mati ke dalam aliran darah orang yang sedang hidup, itu bisa mengakibatkan gila, dan juga amarah yang terus naik dan ketakutan. terlebih lagi, dia bisa mengurangi energi roh sedikit demi sedikit dalam beberapa menit saja. setelah lewat satu hari, dia akan mati, kau bilang dia menyuntikkan sesuatu di lengannya, maka suntikan itu berisikan darah orang yang sudah mati" jawab Hanreil sambil menjelaskannya
"Lalu, jika virus ini masuk ke dalam tubuh orang yang memiliki kekuatan roh, maka kekuatannya akan hilang dan berubah kekuatan aneh yang tidak jelas" sambung kata Hanreil
"Jadi begitu"
__ADS_1
Bersambung………
Info: itu adalah virus yg author bikin sendiri, itu gak ada di dunia nyata, kalaupun ada pasti gak masuk akal