
♦️
Setelah kejadian tersebut orang-orang mulai ketakutan dan merasa cemas lalu ingin keluar dari taman bermain tersebut, namun disaat ada salah satu laki-laki yang hendak melewati pintu keluar tiba-tiba saat sebelum mencapainya sebuah pedang yang banyak bermunculan dari bawah keatas dan menghalangi pintu keluar, laki-laki itu langsung terkaget dan berusaha mundur dari pintu keluar. Tidak ada satu orang pun yang bisa keluar dari taman bermain tersebut, mereka pun kemudian bingung apa yang terjadi saat itu
"Apa yang terjadi disini?" tanya salah satu dari banyaknya orang
"Ada apa ini? kenapa ada pedang yang menghalangi pintu keluar?" tanya salah satu juga dari banyaknya orang
Orang-orang pun mulai berkerumun dan mempertanyakan apa yang sedang terjadi, kebisingan dan kericuhan mulai terjadi beberapa ada orang yang panik dan tidak sabaran membuat ricuh dalam kerumunan massa
♦️
Sementara itu, seseorang yang tadi diatas bianglala ternyata adalah Claver Argant, si tangan kiri Lovtrasde. Dirinya pergi ke sebuah ruang kendali Taman bermain tersebut lalu mengumumkan sesuatu dengan menggunakan mic-nya
"Perhatian untuk semua orang, saat ini kami sedang mengalami suatu kesalahan teknis jadi diharapkan semuanya untuk bisa menunggu beberapa waktu kedepan, terima kasih" Claver mengumumkan informasi palsu agar tidak terjadi kegaduhan di taman bermain, suaranya terdengar melalui masing-masing speaker yang berada di tiap Area taman bermain
Di ruang kendali tersebut ternyata... banyak mayat beberapa staf taman bermain yang Claver bunuh secara brutal tanpa ampun, tiap orang ia tebas pada masing-masing bagian tubuh tertentu, Claver melakukan itu agar lebih mudah mengumumkan informasi palsu tadi
♦️
Di sisi lain, mereka bertiga masih berada di Area 13 dan sedang beristirahat karena lelah setelah melakukan pertarungan, cuaca masih hujan dan belum mereda akhirnya mereka memutuskan untuk cari tempat teduh terlebih dahulu dan istirahat sejenak, banyak orang juga yang berteduh di tempat yang sama dengan mereka
"Kapan hujan ini akan reda?" tanya Yukimura sambil melihat keatas langit
"Entah lah, aku bukan orang yang bisa mengendalikan cuaca" Zousei membalas pertanyaan Yukimura
"Intinya setelah hujan ini mereda kita harus cepat-cepat kembali ke markas, yang lain pasti sudah menunggu kita" ujar Kapten
"Huh... baiklah" jawab mereka berdua
♦️
Di sisi lain, di Markas sendiri terdapat beberapa orang yang sudah berkumpul disana dan sisanya hanyalah Yukimura, Zousei dan Kapten yang belum. Mereka menunggu mereka sangat lama hingga kebosanan
"Hei.. kapan Kapten akan kembali?" tanya Shito dengan nada suara yang kurang semangat
"Entahlah, aku tak tau pasti kapan mereka akan kembali" jawab Izami sambil tubuhnya di senderkan ke tembok
"Aku sudah bosan, aku bingung mau melakukan apa, hujannya juga nampak makin deras saja" balas Kirisaki yang juga kebosanan
♦️
Kembali lagi di sisi Kapten, Zousei dan Yukimura yang sedang berteduh di sebuah tempat yang bentuknya sedikit mirip seperti gazebo, disana terdapat beberapa orang juga yang sedang berteduh
Pada saat hujan yang deras, Claver sengaja lewat didepan mereka dengan menggunakan jubah hitam sambil menjatuhkan uang koin 500 Yen (kalau di rupiahkan 52.000an lah kira-kira). koin tersebut jatuh didepan mata Zousei
"Ctingg..." (sfx suara koin jatuh ke tanah)
Zousei menyadari hal tersebut lalu mengambil koin itu
"Ini... 500 Yen" ujar Zousei sambil membawakan uangnya kepada mereka berdua
"Huh? darimana kau mendapatkannya?" tanya Yukimura yang penasaran
"Entah, aku hanya menemukannya tergeletak di tanah" jawabnya
"Hoi, kembalikan itu, jangan kau ambil" Kapten menyuruh Zousei untuk mengembalikannya
"Mungkin itu milik orang itu dan dia tidak sadar menjatuhkannya" sambung Kapten sambil jarinya menunjuk kepada Claver yang sedang berjalan di bawah hujan deras
"Huh.. baiklah" jawab Zousei yang pasrah
Zousei pun segera mengembalikan uang tersebut kepada seseorang yang Kapten maksud
"Permisi... apakah ini uang milik mu? uang ini 500 Yen" tanya Zousei sambil menunjukkan uang itu kepada orang tersebut
Claver pun membalikkan badan karena dirinya dipanggil lalu dengan memasang wajah senyuman palsu ia pun menjawab "Oh iya itu milik ku, sepertinya aku tidak sadar kalau uang ku jatuh" Setelah ia menjawab seperti itu Zousei pun hendak memberikannya namun....
"Terima kasih dan selamat tinggal" sambung Claver sambil tersenyum licik mengarah kebawah
Zousei yang sedang memegang itu tiba-tiba terdiam dan bingung "Huh?"
Lalu secara dadakan koin tadi yang awalnya hanya koin logam biasa tiba-tiba berubah menjadi sebuah bilah pedang yang langsung menusuk bahu kanannya
"Zsshh.." (sfx suara tertusuk)
"Hah? Apa?!?!" Zousei pun terheran-heran setelah melihat dirinya tertusuk oleh sebuah pedang
Dirinya pun bergerak mundur sambil tangan kirinya menutupi luka tersebut, Kapten dan Yukimura pun melihat kejadian tersebut langsung berdiri dari duduknya dan menuju kearahnya
"Oi Zousei apa yang terjadi pada mu?" tanya Yukimura yang lalu memegangi Zousei
"Siapa kau?!?!" tanya Kapten dengan nada lantang
Claver pun menghilang sekejap dalam derasnya hujan lalu tiba-tiba muncul dibelakang mereka bertiga sambil tangan kanannya memegang pedang lalu menebas mereka bersamaan pada saat dirinya menghilang tadi
"Zsshhh.." (Sfx suara tebasan)
"Ghakkk..." seketika mereka bertiga langsung terluka mengeluarkan darah dari mulutnya karena tebasan pedang itu mengenai bagian perut
"Aku adalah...
....Pembunuh bayaran dari Inggris" jawab Claver setelah selesai menyerang mereka bertiga
*Apa-apaan orang ini?! kecepatan serangannya sangat cepat melebihi fast teleport!!* Yukimura terkaget dengan serangan tersebut sambil bergumam didalam hatinya
Setelah itu mereka pun terjatuh lalu mengeluarkan muntah darah dan kemudian masing-masing memegang perut mereka untuk menutupi luka pendarahannya lalu mencoba bangkit kembali
"Aghh!! sialan kau!!" ujar Zousei yang kesal sambil membalikkan badannya perlahan-lahan
"Apakah hanya segini kemampuan organisasi ESH?" tanya orang itu (Claver) sambil meremehkannya
"Nampaknya aku terlalu melebih-lebihkan kalian, bahkan kalian saja tidak waspada terhadap serangan ini, hahaha..." sambungnya sambil tertawa kecil
Zousei pun terpancing emosi lalu mencoba berlari langsung menyerang kearah orang itu namun pada langkah pertamanya Zousei sudah kesusahan untuk berjalan
"Jangan paksakan diri mu Zousei, kau lah yang paling lengah dan ceroboh disini" ujar Yukimura memperingatkannya
__ADS_1
"Cihh!! tapi dia sangat menyebalkan!!" balas Zousei dengan tatapan tajam ke arah orang itu
"Kau!!..." Claver menunjuk kearah Zousei dengan tangan kanannya
"Dengarkan kata rekan mu, disinilah kau yang paling mudah di kelabui oleh musuh" sambung Claver
Emosi Zousei pun semakin menjadi-jadi, ia pun akhirnya terpaksa harus memendam semua emosi itu agar tidak terpancing jebakan musuh
"Kau bilang diri mu adalah Pembunuh bayaran dari Inggris kan?" tanya Kapten
"Jangan-jangan kau adalah Claver Argant?!" sambung Kapten yang menebak identitas orang tersebut
"Oh tampaknya kau mengetahui tentang diri ku ya" ujar orang itu
Lalu orang tersebut membuka jubahnya lalu melepaskannya, dan benar itu adalah Claver Argant yang memiliki dua pedang di punggungnya, Claver sendiri memakai pakaian hitam dengan celana panjang hitam juga dan rambutnya pirang
"Benar... seperti dugaan ku" ujar Kapten yang membenarkannya
"Zousei, bukannya nama Claver Argant itu seperti yang dikatakan pencuri tadi pagi?" tanya Yukimura sambil mengingat-ingat kembali
"Ya.. kau benar" jawab Zousei
"Ya ampun, sekarang identitas ku sudah terkenal begitu cepat ya" ujar Claver
"Apa yang membuat penyihir dari Inggris ikut campur masalah ini?" tanya Kapten
"Karena itu menyangkut dengan bisnis jadi tidak akan ku beri tau" jawabnya sambil memasang tatapan remeh
"Penyihir?!" Yukimura dan Zousei pun terkaget-kaget
Kapten pun berbisik-bisik kepada mereka berdua "Kalian berdua, suruh orang-orang disekitar ini untuk mencari tempat aman dan menjauh dari sini. banyak orang yang melihat kita jadi kita harus prioritaskan evakuasi warga dulu" pinta Kapten sambil membisikkannya kepada mereka berdua
"Baik!" jawab mereka
Mereka berdua pun segera mengevakuasi para warga dari area sekitar walaupun dengan keadaan belum sembuh total, luka tadi masih membekas namun tidak terlalu dalam sehingga mereka rasa masih bisa melakukannya
Claver melihat ke mereka berdua yang pergi meninggalkan Kapten sendirian "Oh ada apa ini? kenapa mereka malah meninggalkan Kapten yang keadaannya kritis seperti ini sendirian?" tanya Claver
Disaat Claver sedang lengah sedikit Kapten pun menggunakan kekuatan gravitasi untuk mengangkat sebuah tanah lalu melemparkannya kearah Claver, namun dugaan Kapten salah Claver pun dengan sigapnya mengambil pedang yang berada di kanan lalu membelah serangan tadi
"Kau pikir pembunuh seperti ku bisa lengah dengan serangan sederhana ini?" tanya Claver dengan tatapan serius
"Haha... sudah ku duga akan begitu" jawab Kapten dengan tertawa kecil
"Jika kau mengetahui nama ku, bukan kah harusnya kau mengetahui kekuatan sihir ku?" tanya Claver lagi
"Hah?" Kapten pun kebingungan
Sebuah pedang yang melayang muncul dari belakang Kapten secara tiba-tiba lalu hendak menusuknya dari belakang, Kapten pun menyadari hal tersebut lalu menoleh ke belakang dan menghentikan pedang tersebut dengan kekuatan gravitasinya lalu tangan kanannya memegang kendali pedang tersebut, Kapten pun membalikkan badannya ke posisi semula
"Oh aku tidak sangka kau masih bisa menyadari serangan ku, sepertinya aku tidak bisa meremehkan mu sebagai Kapten ya" ujar Claver sambil memasang wajah serius
Kapten tanpa basa-basi langsung melemparkan pedang tersebut dengan kecepatan yang sangat cepat kearah Claver, namun.... Claver menghentikannya lalu merubah pedang tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil tajam yang berjumlah banyak
*Apa?!?!* Kapten pun terkejut dalam hatinya
Claver menggerakkan tangan kirinya untuk mengendalikan serpihan-serpihan kecil itu, lalu langsung ia balikkan menuju Kapten lagi dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya. Karena energi roh yang terbatas Kapten pun terpaksa harus menunduk ke tanah untuk menghindarinya
"Kau pikir dengan gerakan murahan seperti itu dapat menghalau serangan ku?" tanya Claver
Serpihan itu pun langsung mengarah pada posisi Kapten dimanapun itu, Kapten pun harus berlari meskipun dalam keadaan parah
*Jika begini terus maka aku akan kelelahan, terpaksa aku harus menggunakan sedikit kekuatan roh ku* ujarnya didalam hati sambil berlari
Pada saat terakhir dia pun berhenti lari dan membalikkan badannya ke arah serpihan itu lalu dengan menggerakkan kedua tangannya
..."Gravity technique: Heavy field 10x"...
"!!!!!!"
Kapten menggunakan kekuatan rohnya untuk mengendalikan serpihan-serpihan kecil itu dan benda tersebut menjadi jatuh ke tanah karena medan gravitasi yang lebih berat disekitarnya, Kapten pun merasa lega sedikit namun ternyata Claver sudah menghilang dari pandangannya
*Apa?! kemana dirinya pergi?!* tanya Kapten di dalam hatinya sambil merasa kaget
Claver pun tiba-tiba muncul dari belakang Kapten sambil memegang kedua pedangnya di masing-masing tangannya dan hendak menyerang sambil melayang untuk mengenai lehernya, namun ternyata Claver malah terjatuh ke tanah akibat medan sekitarnya yang lebih berat dari biasanya
"Hah?!" Claver kaget sambil terjatuh ke tanah
Kapten yang mendengar suara Claver jatuh langsung membalikkan badannya ke belakang dan tertawa melihatnya "Hahaha tak ku sangka kau akan sebodoh ini" tawanya
"Apa-apaan ini!!.. tubuh ku tak bisa ku gerakkan untuk bangun!!" ujar Claver yang sedang berusaha dengan kesal
"Kau menyerang musuh mu tanpa menganalisa kekuatan musuh mu ya... ku kira kau adalah pembunuh yang sudah sangat profesional tapi ternyata tidak, aku kecewa pada mu" ujar Kapten sambil mengejeknya
"Ckk!! sialan kau!!" balas Claver yang sedang kesal
Kapten pun menginjakkan kaki kirinya ke tangan kanan Claver dengan kuat hingga dirinya kesakitan lalu bertanya "Siapa yang menyuruh mu kesini? kenapa penyihir seperti mu datang ke Jepang?" tanya Kapten sambil menginjak kakinya dengan kuat
"Hah... apakah harus ku beritahu tujuan ku kepada mu? aku tidak akan mengkhianati orang yang telah memberikan ku kepercayaan" jawab Claver dengan nada sombong
"Oh begitu kah? apakah kau ingin ku kubur hidup-hidup? aku bisa melakukannya jika kau tetap tidak ingin buka mulut" balas Kapten
"Mau apapun yang kau berikan padaku, aku tetap tidak akan membocorkannya" jawab Claver dengan pilihan yang masih sama
"!!!!!!"
Kapten pun mulai memberi tekanan berat yang lebih lagi, Claver pun makin tidak bisa bergerak dan tubuhnya hampir masuk kedalam tanah
"Seharusnya jika salah satu penyihir ataupun pemburu roh dari salah satu pihak dikirimkan ke negara yang bertentangan tanpa izin itu adalah deklarasi perang, apakah benar demikian itu yang ingin kau lakukan?" tanya Kapten sambil merincikan penjelasannya
"Tidak, tidak, tentu saja bukan itu, ini menyangkut tentang bisnis ku, jadi tentu saja rahasia" jawabnya dengan tatapan remeh
"Seharusnya energi roh mu banyak yang terkuras kan? darah mu semakin banyak yang berkurang, itu sangat bahaya loh Kapten" sambung Claver dengan nada mengejek
"Biarkanlah saja, ini masalah ku tidak menyangkut apapun dengan mu" balas Kapten dengan tatapan santai
"Oh ya, kau mengetahui nama ku bukan? jika begitu seharusnya kau tau tentang kekuatan sihir ku juga.." Claver bertanya ke Kapten sambil tersenyum licik
__ADS_1
"Tentu saja, bukankah sihir mu adalah membuat apapun yang memiliki unsur besi kau jadikan sebuah pedang atau serpihan-serpihan kecil bukan?" jawab Kapten sambil memastikannya
"Yeah benar... dan kau hingga sekarang masih tidak menyadarinya?" Claver membenarkannya dan menanyakan hal lain yang tak Kapten ketahui
"Apa maksudmu?" tanya Kapten balik
Kapten pun melihat keadaan sekitar dan ia menemukan sesuatu yang aneh, yaitu kedua pedangnya menghilang dan serpihan-serpihan kecil tadi menghilang juga, sesuatu yang besar menutupi air hujan tepat diatas Kapten lalu bayangan besar mulai terbentuk, saat Kapten melihat keatas alangkah terkejutnya ia melihat sebuah pedang berukuran raksasa tepat diatas Kapten
*Apa?!* Kapten pun terkejut di dalam hatinya melihat pedang tersebut
Pedang tersebut terayun sendiri sambil melayang diatasnya dan mengarah kearah Kapten, Kapten pun terpaksa harus menggunakan fast teleport ke belakang sambil lompat dan serangan tersebut berhasil dihindarinya, ia pun menonaktifkan kekuatannya sehingga Claver pun dapat terbangun lagi dari jatuhnya dengan posisi normal
"Seharusnya kau tidak lengah seperti ini, Kapten" ujar Claver yang mengejeknya
"Aku tidak menyangka diri mu bisa membuat pedang raksasa seperti itu" balas Kapten
"Aku hanya memanfaatkan benda besi yang ada disekitar sini" jawabnya
"Jika semua benda berunsur besi ku satukan menjadi satu kesatuan maka dapat dipastikan kau mati" sambungnya
"Oh iya kah? buktikan sekarang jika begitu" Kapten pun berusaha memancing emosinya
"Baiklah" jawab Claver menuruti permintaannya
..."El fruezqou la virestado del sworde" (author cuma ngasal nulis, ga ada artinya ini)...
Claver pun mengucapkan sebuah mantra sihirnya, ditengah hujan tersebut semua benda berunsur besi pun mendekati kearah Claver lalu menyatukannya menjadi satu kesatuan, baik itu pedang ataupun serpihan-serpihan kecil tajam, Kapten yang melihat proses tersebut langsung tercengang dan tidak menyangka itu bisa terjadi
*Tak ku sangka dia benar-benar melakukannya* ujarnya dalam hati
Semua benda tersebut melayang diatas Claver lalu menjadi sebuah serpihan-serpihan kecil tajam yang begitu banyaknya, Claver mengendalikan semuanya itu dengan menggunakan kedua tangannya
"Jadi... bagaimana Kapten? bukankah aku sudah menuruti permintaan mu?" tanya Claver
"Ini sungguh diluar dugaan ku" jawabnya
"Bahkan bianglala tadi pun ku jadikan serpihan-serpihan kecil tajam ini" ujar Claver
*Kekuatan sihirnya sangat gila!!* ujar Kapten dalam hatinya
..."Del laminato ziel swordo spirale"...
Claver mengucapkan sebuah mantra lagi, mantra yang ia ucapkan membuat seluruh serpihan-serpihan kecil itu terbang menuju Kapten lalu mengelilinginya membentuk spiral, Kapten pun terjebak didalam spiral tersebut di dalam itu juga dirinya di serang oleh serpihan-serpihan itu berkali-kali hingga membuat luka gores yang sangat banyak
"Sialan, dia mengurung ku di dalam spiral ini!!" ujar Kapten dengan kesal
"Aghh... ini sakit sekali!!" Kapten pun merintih kesakitan
Di luar spiral tersebut Claver pun tertawa dengan nada sombong melihat Kapten terjebak didalamnya "Hahaha.... dengan begini diri mu akan mati sedikit demi sedikit" tawanya
Di tengah derasnya hujan, Yukimura dan Zousei yang melihat kejadian tersebut langsung memuncak amarahnya dan melakukan Fast teleport kearah Claver dengan sangat cepat bersamaan sehingga saat berada tepat di sampingnya menimbulkan sebuah angin kencang "Wuzzz..."
Yukimura menodongkan pistolnya dari arah kiri kepala Claver sedangkan Zousei dengan cakar di tangan kanannya yang hendak menyerang Claver dari arah kanan kepalanya
"Cepat hentikan serangannya!!" ujar Mereka berdua bersamaan dengan wajah penuh amarah
"Wow wow..." ujar Claver yang terkejut
"Kenapa kalian tidak langsung saja membunuh ku?" tanya Claver sambil memasang wajah remeh
"Sialan kau!!" tanpa pikir panjang Yukimura hendak menarik pelatuknya namun Claver menyerang mereka dari belakang dengan serpihan kecil tajam mengenai punggung mereka berdua
"Aghh!!" teriak mereka berdua kesakitan
Claver langsung menjauh dari mereka berdua dan mereka terjatuh ke tanah akibat serangan tersebut
"Percuma saja, apapun yang kalian lakukan tetap lah percuma" ujarnya mengejek mereka
Serangan spiral itu berhenti dan kembali menuju Claver, tubuh Kapten sempoyongan akibat terkena serangan itu terus menerus dan banyak luka gores di seluruh tubuhnya hingga pakaiannya rusak, sekarang mereka bertiga tidak dapat berbuat apapun untuk mengalahkan Claver
"Akhh.." Kapten berusaha menegakkan badannya agar tidak terjatuh meskipun sempoyongan
"K-kap... ten..." ujar Yukimura berusaha membuka matanya perlahan-lahan
Kapten yang keadaan tubuhnya sempoyongan berjalan menuju Claver
"Oh? belum kapok juga?" tanya Claver
Claver yang melihat Kapten berusaha melawan langsung menyiapkan serpihan-serpihan itu lagi untuk menghabisi nyawa Kapten,
..."Gravity technique: object control"...
Namun... Kapten menggerakkan kepalanya dan kedua tangannya menatap ke arah Claver dan kedua tangannya itu ia gerakkan seperti menggenggam erat sesuatu dan ternyata ia dapat mengendalikan serpihan-serpihan kecil tajam itu
"Apa?!" Claver yang melihat kejadian itu terkejut karena sihirnya dapat di kendalikan oleh orang lain
"B-bagaimana mungkin?!"
"Hah.. dengan begini dipastikan kau bisa langsung mati!" ujar Kapten dengan nada lantang sementara kedua matanya terbuka sedikit dan memasang senyum ejekan
Kapten mengendalikan serpihan-serpihan itu lalu kedua tangannya ia gerakkan ke bawah dan serpihan-serpihan kecil itu mengikutinya menyerang Claver dari atas tubuhnya
..."La sworde crituluzo"...
Claver mengucapkan mantra lagi disaat sebelum dirinya terkena satu serpihan-serpihan tersebut, seketika semua serpihan itu menjadi berhenti dan menyatu satu sama lain lalu membentuk beberapa pedang, rupanya serangan Kapten pun percuma tidak bisa membuatnya terluka
"Hampir saja..." ujarnya
"Namun aku tidak menyangka hal tadi, hanya kau lah orang pertama yang mampu mengendalikan sihir ku" sambung Claver
"Sialan.... lagi-lagi tidak bisa ya.." ujar Kapten yang sudah pasrah
Akhirnya karena tak mampu menahannya lagi, Kapten pun terjatuh ke tanah lalu tak sadarkan diri begitu pula dengan mereka berdua dan pada akhirnya memang tidak ada yang mampu mengalahkan Claver
Hujan masih berlanjut dan tidak ada yang tau kapan akan reda, sementara Claver berbahagia karena telah mengalahkan mereka bertiga
Bersambung...
__ADS_1