
♦️
Kirisaki yang merangkul Kuzaki secara perlahan-lahan berjalan menuju ke yang lainnya, meskipun Kuzaki berat Kirisaki tetap merangkulnya. melewati banyak pepohonan itu membuat Kirisaki kesulitan
♦️
Yama dan Izami masih terpukau dan menatap langit dimana cahaya itu lewat tadi meskipun sudah tidak ada, Izami dengan cepat tersadar lalu mengembalikan pandangannya ke Yama yang sedang melihat ke langit, Izami langsung berpikir
*Aku harus cepat memikirkan rencana sebelum pandangannya kembali kepada ku, pertama-tama aku harus mengetahui letak jantungnya itu yang telah menjadi sekecil tungau. jika letak jantung pada awalnya di tengah-tengah dada, yang berarti jantungnya masih terletak disana dia hanya memperkecilnya bukan memindahkannya. pertama aku harus membuatnya lengah dulu dengan menggunakan pembakaran yang di kombinasikan dengan kabut berminyak milik Yon agar sekitarnya terbakar dan dia memfokuskan untuk memadamkan apinya, dia pasti akan membesarkan kedua tangannya lalu memanjangkannya dan mengibaskan tangannya ke samping kanan dan kiri hanya untuk menghasilkan hembusan angin yang kencang dan api itu pun hilang, disaat seperti itu aku harus cepat menusuk jantungnya dengan tusukan api biru* pikir Izami dihatinya sambil merencanakan serangan yang akan dia lakukan
*Tidak mungkin… apa Toshio kalah melawan mereka berdua lalu mati? aku tidak akan memaafkannya, aku tidak akan pernah memaafkan mereka! jika mereka datang kesini akan langsung ku bunuh mereka!! mereka harus membayarnya dengan nyawa mereka* ujar Yama dihatinya dengan kesal dan tidak akan memaafkan mereka
Setelah Yama berbicara dihatinya sebuah kabut tebal muncul di sekitarnya, Yama yang menyadarinya mengembalikan pandangannya lalu melihat sekelilingnya
*Kabut ini lagi, apa yang mereka rencanakan kali ini? tunggu sebentar… kenapa kabut ini memiliki bau? terlebih lagi baunya seperti bensin? apa jangan bilang?!…
"?!?!" Yama menoleh kebelakang dan melihat sebuah api biru
Sebuah api biru di belakangnya menyebar ke seluruh kabut lalu kabut itu berubah menjadi api biru dan tidak sengaja membakar pohon yang tumbang, api biru itu berada di tanah dan mengelilingi Yama, api biru itu setinggi dada Yama
"Sialan, aku baru tau jika kabut memiliki bau terlebih lagi bensin dan kabut itu terbakar gara-gara api biru itu dan menjadi begini apalagi apinya setinggi dada ku jika aku membiarkannya begini aku akan mati kekurangan oksigen dan kepanasan, api itu juga membakar pohon yang tumbang" kata Yama yang terjebak di api itu
Yama membesarkan kedua tangannya dan memanjangkan kedua tangannya juga, lalu mengibaskan kedua tangannya secara bersamaan lalu menghasilkan hembusan angin kencang yang membuat api itu menghilang dari sekitarnya dan pohon itu juga, disaat api itu hilang Izami muncul di belakang Yama dengan pedangnya yang di selimuti api biru yang besar dan dengan mata yang terpejam lalu kedua tangannya menggenggam erat pedangnya lalu mengangkatnya ke atas bahu bagian kiri lalu menghentakkan kaki kirinya dengan keras untuk memperkuat pijakannya, setelah itu kaki kanan Izami melangkah mundur lalu mengucapkan tekniknya sembari membuka matanya lalu memajukan pedangnya secara cepat kearah punggung bagian jantungnya
...[Teknik api biru: tusukan api biru]...
"Jdhuuusss....."
Api biru yang terkumpul di pedang Izami menyerang lurus horizontal membentuk pedangnya ke punggung bagian jantung, lalu serangan itu menghasilkan sebuah asap, Izami merenggangkan kedua tangannya kebawah lurus setelah menyerangnya
*Seharusnya dia pasti mati kali ini, api biru yang ku kumpulkan di pedang ku itu banyak dan seharusnya bisa membuat lubang di bagian dadanya dan mengenai jantungnya meskipun sekecil apapun* ujar Izami dihatinya sambil memperkirakan
"Ya ampun, tadi itu hampir saja, jika saja aku lengah sedikit pun aku akan mati dengan mudah" ujar Yama dengan lega dan membuka tangannya usai menutupi seluruh tubuhnya
*Apa?!* Izami terkejut melihat itu
"Kalau mau menyerang beri tau dulu, jangan dadakan" ujar Yama
"B-Bagaimana bisa kau mengetahui serangan ku itu?" tanya Izami yang gugup
"Caranya gampang kok, jika seseorang tidak menyerang saat musuhnya terjebak dalam sebuah jebakan maka ada kemungkinan akan menyerang setelah sang musuh keluar dari jebakan itu" jawab Yama dengan santai
*Hanya begitu? ku kira dia akan menggunakan kata-kata keren* Izami terheran dengan jawaban Yama
"Itu teknik terhebat mu bukan?" tanya Yama
Izami hanya terdiam saja saat di tanyai dan berwajah murung
"Jadi begitu, aku telah menggagalkan serangan terkuat mu, hahaha… sekarang kalian harus mati" ujar Yama sambil menertawakan Izami
"Tidak, kau yang akan mati!" ujar Izami yang datang dari belakang Yama hendak menusuk jantungnya dengan pedang yang lebih tajam
"Hmmmhh..." Yama tersenyum sambil menoleh kebelakang sedikit
...[Teknik api biru: tusukan api biru]...
Izami mempraktekkan gerakan dan mengucapkan teknik yang sama, saat dia akan menusuknya, tubuh Yama menjadi kecil sekecil semut di tanah sebelum terkena serangan itu, Izami kebingungan dan menganggap Yama bahwa dia menghilang
"Apa? dia menghilang? apa dia menggunakan fast teleport?" tanya Izami yang kebingungan
"Itu bukan menghilang, melainkan memperkecil ukuran tubuh… dasar bodoh!" jawab Yama yang tiba-tiba muncul sambil melompat ke kepala di belakangnya dengan tubuh yang kecil lalu mengembalikannya semula dengan kepalan tangan kanannya yang menjadi besar
Pukulan Yama mengenai kepala bagian belakang Izami, Izami yang merasakan langsung kesakitan dan terhempas ketanah lalu berdiri dan menengok kebelakang dan melihat Yama yang ada dibelakangnya
"Bagaimana bisa kau ada di belakang ku? apa kau menggunakan fast teleport secara mendadak?" tanya Izami yang kebingungan
"Sudah ku bilang kan, bahwa kekuatan ku adalah 'Size body' kau tau lah karena aku sudah menjelaskannya" jawab Yama
*Ah iya aku lupa, aku lupa bahwa kekuatannya adalah 'Size body' jadi dia bisa mengatur ukuran tubuhnya sesuka hatinya, huh... bodohnya aku jika saja aku–
"Ghakkk!!"
Saat sedang berbicara dihatinya, perut Izami langsung di pukul oleh Yama dengan kepalan tangan kanannya yang besar lalu menjadi panjang saat mengenai perutnya, tubuh Izami ikut terdorong akibat kepalan tangan kanan Yama yang menjadi panjang hingga menabrak sebuah pohon besar lalu terjatuh tidak sadarkan diri,
"Dhurrr..."
Setelah menabrakkannya ke pohon itu tangannya kembali pada Yama lalu mengembalikannya seperti semula, Yon mengintip dan melihat Izami di tabrakan ke pohon dari balik pohon arah selatan alias belakang Yama yang berjarak lumayan jauh merasa kasihan, namun dia tidak bisa menolong apapun
*Sialan, aku hanya diam dan memperhatikan mereka saja, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan untuk membantu Izami, padahal dia tau jika dirinya sudah terluka parah sejak awal namun dia tetap memaksakan diri untuk menolong kami, apalagi energi rohnya tinggal sedikit… akhhh aku kesal dengan diri ku sendiri* kata Yon dihatinya yang merasa kasihan kepada Izami dan kesal terhadap dirinya sendiri
Sebelum Izami bangun, Yama melihat-lihat sekelilingnya, dan tidak sengaja dia melihat Yon yang sedang mengintip dari balik pohon di belakangnya, dia tersenyum kearahnya dan Yon melihat itu lalu dia bersembunyi ke batang pohon itu dengan rasa panik
"Sialan, aku ketahuan, aku harus berbuat apa? mereka bertiga belum sadar lagi, apa aku harus menggunakan kabut ku lagi untuk kabur? hmm… boleh lah–
"Mau kabur kemana kau dengan menggunakan kabut mu itu?" tanya Yama yang muncul usai menggunakan fast teleport yang berada di depan mata Yon
Yon yang melihat Yama muncul di depan matanya memberikan tatapan mata melotot terkejut dan tubuhnya membeku tidak bisa bergerak
"Ada apa dengan mu? kenapa tatapan mu itu melotot terkejut? ini biasa saja, tidak ada hal yang perlu di kejutkan" tanya Yama lagi yang kebingungan dengan tatapan Yon
"Tidak menjawab ya… baiklah, aku akan membantu mu untuk bisa berbicara dengan memukul mu beberapa kali" ujar Yama
Yama memukul Yon dengan kepalan kedua tangan yang besar berkali-kali hingga pohon yang dia jadikan tempat sembunyi itu tumbang dan Yon pun terjatuh ke tanah dengan tubuhnya yang masih tidak bisa ia gerakkan, belum selesai sampai disana, Yama menginjak-injak tubuh Yon yang terjatuh dengan kaki kanannya yang besar, dia menginjak-injak tubuh Yon berkali-kali hingga dia mengeluarkan darah yang banyak namun Yama belum berhenti
"Ghakk!!"
"Terus, cepat terus keluarkan darah mu itu!! aku akan membunuhmu seperti kedua teman lain mu membunuh adikku!! hahahaha…" ujar Yama sambil menginjak-injak tubuh Yon
*Sialan!! kumohon bergeraklah tubuh ku!! akhhh!!… aku harus menggerakkannya sebelum aku mati karena di injak-injak oleh dirinya* kata Yon dihatinya yang menyuruh tubuhnya untuk bergerak
__ADS_1
Setelah menginjak-injak tubuhnya Yon berkali-kali, Yama berhenti sejenak dan meninggikan lalu membesarkan kedua kakinya lalu Yama hendak menginjak tubuh Yon dengan kaki kanannya yang besar itu, Izami tersadar lalu bangun dari jatuhnya dan melihat Yon yang akan di injak oleh kaki kanannya Yama. dia langsung bergerak namun lukanya yang parah membuatnya berjalan pelan-pelan
♦️
Saat tengah berjalan sambil merangkul Kuzaki menuju kearah yang lain, dari jarak yang tidak begitu jauh Kirisaki melihat sebuah kaki yang besar dan tinggi, kaki itu setinggi dengan pohon tinggi yang ada disana
"Woi, apa-apaan itu? kenapa besar dan tinggi sekali?!" tanya Kirisaki yang kebingungan dan terkejut melihat itu
"Mungkin saja itu kekuatannya si Yama atau kakaknya Toshio itu" jawab Kuzaki yang sedang di rangkul Kirisaki
"Eh? kenapa kakinya bisa setinggi itu? apa kekuatannya dia Titan?" tanya Kirisaki lagi
"Entah lah, untuk mengetahuinya lebih lagi, kita harus cepat-cepat kesana" balas Kuzaki
"Ah, baiklah, sebentar lagi kita akan sampai ke yang lain" jawab Kirisaki
Kirisaki mempercepat geraknya meskipun dia masih merangkul Kuzaki yang berat
♦️
Pada saat Yama menggerakkan kakinya kebawah dan hendak menginjak tubuh Yon dengan kakinya secara pelan, saat kakinya dekat dengan tubuh Yon, Huziure yang terbangun dan melihat Yon akan di injak oleh kaki yang amat besar langsung bergerak dan menahan kakinya yang besar itu dengan pedangnya. meskipun kakinya berat ia tetap menahannya hingga tiba-tiba pedang itu sedikit retak lalu Yama mempercepat gerakan kaki kanannya dan Huziure mulai kesulitan menahan itu, tak lama kemudian pedangnya patah Huziure pun hanya bisa pasrah, Yama yang mengetahui itu langsung bergerak perlahan-lahan untuk menginjak mereka dan melihat mereka pasrah, saat telapak kakinya berada di depan mata Huziure, Izami memaksakan dirinya lagi dan berlari cepat sambil memegangi pedangnya dengan kedua tangannya lalu saat berada di dekat kakinya ia berlari lebih cepat lalu melompat sementara jarak telapak kakinya telah mengenai rambut di kepala Huziure. (efek di perlambat) saat Izami melompat pedangnya ia selimuti api biru yang banyak terlebih dahulu, Izami hampir mencapai pergelangan kakinya lalu dengan paksaan dia mengayunkan pedangnya dengan kedua tangannya dan bilah pedangnya mengenai pergelangan kakinya, lalu dia mendorong bilah pedang itu hingga pergelangan kakinya terputus, (efek kembali normal) Yama yang melihat itu terkejut, Izami pun mendarat dengan aman sementara Huziure cepat-cepat mengangkat tubuh Yon lalu pergi dari sana, tubuh Yama menjadi tidak seimbang setelah pergelangan kakinya di putus dan tubuhnya hampir terjatuh ke tanah
"Cih, tadi itu hampir saja aku akan menginjak mereka, tapi pergelangan kaki ku malah terputus gara-gara pengguna api biru sialan itu" ujar Yama dari atas dengan kesal
*Sial, tubuh ku... dan pandangan ku agak mulai kabur, apa aku akan pingsan sekarang? tidak, aku harus mengalahkan dia dulu!! tapi tubuhku yang mulai melemas dan pandangan ku yang mulai kabur itu mengganggu saja* ujar Izami dihatinya sambil memegangi kepalanya dengan tangan kanannya
Izami lagi-lagi memaksakan dirinya lagi, dia melompat ke atas ke Yama, meskipun lompatannya rendah dan tidak mencapai tubuh Yama, dirinya dibantu oleh tekniknya. di saat yang bersamaan kaki kana Yama selesai beregenerasi dan tubuhnya menjadi seimbang lagi
...[Teknik api biru: blue fire boost]...
Sebuah api biru muncul di telapak kedua kaki Izami dan api biru itu mendorong lompatan Izami, pada saat dia akan terjatuh, Izami langsung bergerak ke betis kirinya yang besar untuk dijadikan pijakan kaki lalu melompat lagi, dia terus melakukan itu hingga mencapai pahanya lalu dia melompat ke lebih atas dan melihat tubuh Yama
..."Bakudo 57: gravity controller"...
Izami mengucapkan itu pada saat dirinya melompat ke atas dan api biru yang ada di kedua kakinya menghilang usai mengucapkan itu, di saat dia melihat tubuh Yama dia langsung terbang kesana dengan gravitasinya yang ringan, Yama yang melihat Izami mengucapkan selamat kepadanya
"Selamat, kau telah mencapai sini, aku sudah menunggu kedatangan mu, pengguna api biru" ucap selamat Yama ke Izami
"Aku memiliki nama sendiri, nama ku Kizuki Izami, ingatlah itu setelah kau sudah mati" balas Izami
Izami maju kearahnya dengan gegabah tanpa rencana, dia menggerakkan pedangnya dengan cepat ke bagian jantungnya dan hendak menusuknya, Yama yang melihat itu langsung memegang bilah pedangnya lalu mematahkannya dengan ibu jari dan jari telunjuk yang ia besarkan, Izami yang melihat itu langsung menggunakan pedang api birunya
...[Teknik api biru: pedang api biru]...
Api biru membentuk bilah pedang yang patah itu dan menyatu dengan pedang tersebut, Izami melanjutkannya namun tubuh Yama menjadi kecil lagi lalu terjatuh ke tanah dan tusukan Izami meleset, dia masih berdiri di angkasa karena gravitasinya di ringankan, lalu dia turun ke tanah dengan mengembalikan gravitasinya seperti semula dan pengendalian gravitasinya hilang. Izami mencari-cari Yama di tanah lalu di depannya muncul Yama yang ukuran tubuhnya di kembalikan seperti semula, dia hendak memukul Izami dengan kepalan tangan kanannya yang besar, ia menggerakkan tangan kanannya ke Izami lalu Izami melangkah mundur
Namun Kirisaki datang tepat waktu dan langsung berlari cepat meninggalkan Kuzaki di bawah pohon kearahnya lalu menebas tangan kanan Yama dengan Excaliburnya dari arah yang dekat, Yama dan Izami terkejut
"Kirisaki?" tanya Izami yang melangkah mundur
"Kau... pasti yang membunuhnya kan?!" tanya Yama sambil menoleh kebelakang dan melihat Kirisaki
"Iya" jawab Kirisaki
Izami langsung mundur menjauh begitu juga dengan Kirisaki, tatapan menakutkan dari Yama membuat mereka berdua ketakutan
..."Pelepasan batas: Titan"...
"?!?!?"
Yama seketika berubah menjadi makhluk yang besar dan tinggi melebihi tinggi pohon yang ada di hutan itu, tinggi pohon itu hanya setara dengan lututnya, sedangkan manusia setara dengan jari kelingking kakinya
"Oi, apa-apaan itu?! kenapa dia tinggi sekali?!" tanya Kirisaki yang terkejut melihatnya
"Dia seperti manusia jaman dulu saja, memiliki tubuh yang besar dan juga sangat tinggi, jika sekali melangkah saja kita akan mati" ujar Izami
"Ghuakkk!!" Izami mengeluarkan darah
"Izami-san, apa kau tidak apa-apa?" tanya Kirisaki
"Tidak, ini bukan apa-apa, aku masih bisa bergerak. Ghuakkk!!" jawab Izami sambil mengeluarkan darahnya lagi
"Tapi kondisi tubuh mu itu terluka parah, kau mungkin mati jika melawan dia bersama ku"
"Tidak, ini bukan apa-apa, ngomong-ngomong Kirisaki, dari mana kau mendapatkan pedang itu? dan kenapa tangan kanan mu tidak mengeluarkan cahaya itu lagi?" tanya Izami
"Aku mengetahui kekuatan ku yang sebenarnya, yaitu adalah Excalibur"
"Apa katamu?! Excalibur legendaris itu?!"
"Yup"
"Jadi begitu, sepertinya ini akan lebih mudah lagi untuk mela—
Huziure menidurkan Izami dengan peluru pembuat tidur dari pistolnya, lalu dia merangkulnya bersama dengan empat lainnya
"Terima kasih karena telah menidurkannya" kata Kirisaki
"Tidak apa-apa, aku mengandalkan mu, pengguna pedang roh suci, Excalibur" ujar Huziure yang mengandalkannya
"Iya, serahkan saja ini padaku"
Huziure yang merangkul mereka berempat secara bersamaan meskipun berat langsung berlari dengan cepat menuju luar hutan dan meninggalkan Kirisaki sendirian
"Baiklah, aku tidak tau kau sekuat apa, tapi… aku akan mengalahkan mu!!" ujar Kirisaki dari bawah Yama
Yama membalikkan badannya kearah barat alias arah dimana Huziure menuju keluar hutan lalu dia mengibaskan tangan kanannya kearah Kirisaki dan menghasilkan hembusan angin yang super sangat kencang hingga pohon-pohon itu terhempas beserta Kirisaki juga lalu Kirisaki menabrak sebuah pohon di belakangnya saat terhempas
"Hanya dengan mengibaskan tangannya saja bisa menghasilkan hembusan angin seperti ini bagaimana jika dia menyerang ya" kata Kirisaki
__ADS_1
Yama membalikkan badannya ke arah Kirisaki alias Utara, lalu mengangkat kaki kanannya laku hendak menginjakkannya ke Kirisaki dengan lambat karena tubuhnya yang besar dan berat
"Dia akan menginjakkan kakinya kesini dengan lambat, aku harus memanfaatkan kelambatannya untuk mengambil tindakan" ujar Kirisaki
"Kenapa kau harus berpikir? bukankah kita hanya perlu menyerangnya saja?" tanya seorang roh yang ada di dalam tubuh Kirisaki yang memiliki aura jahat yang pekat
*Kau lagi, kenapa kau muncul?* tanya Kirisaki kepada roh itu
"Aku hanya ingin membantu mu untuk mengalahkannya" jawabnya
*Lalu, apa kau mempunyai rencana?* tanya Kirisaki lagi
"Kau hanya perlu menyerangnya saja, tidak perlu memikirkan rencana yang membuat ini lama" jawab roh itu
*Hah? kenapa seperti itu? tunggu, dimana roh Excalibur itu?* tanya Kirisaki lagi
"Dia sementara tidak ada, jika kau tidak mau aku akan menggerakkan tubuh mu semau ku" jawabnya
*Baiklah jika itu yang kau mau*
Kirisaki langsung melaksanakan apa yang roh itu mau, dia berlari cepat kearah dimana jantungnya berada sambil menghindari kaki yang akan di injakan lalu hendak menyerangnya dari bawah, ia mengangkat pedangnya keatas lalu sebuah cahaya kuning berbentuk seperti bilah pedang Excalibur muncul di langit, lalu Kirisaki mengayunkannya kebawah ke tempat jantung itu berada, bilah pedang Excalibur berbentuk cahaya kuning membuat pedang itu menjadi lebih panjang dan cahaya kuning itu mengenai kepala bagian tengah otaknya lalu kebawah ke jantungnya berlanjut hingga ke bawah dan tubuh Yama seketika terbelah menjadi dua dengan gampangnya, lalu dia menjadi partikel-partikel kecil lalu menghilang. Kirisaki kelelahan setelah melakukan itu, serangannya yang menyerang sebuah makhluk besar membuat heboh semua orang yang memiliki energi roh yang besar
Kirisaki kelelahan lalu pingsan, Huziure datang kembali menjemput Shito dan Kirisaki lalu mengangkatnya dan membawanya keluar dengan menggunakan fast teleport
5 Hari berlalu setelah kejadian itu, tanggal 23 Agustus 2037, pagi hari jam 09.00, mereka semua dari cabang Tokyo berada di rumah sakit kecuali Shito dan Kirisaki akibat terluka parah, Kirisaki dan Shito menjenguk mereka semua lalu mengobrol-ngobrol. hari berikutnya tanggal 24 Agustus 2037, pagi hari lagi jam 08.00, mereka yang di rawat di rumah sakit di bolehkan untuk pulang, di saat yang sama mereka di suruh menghadiri pemakaman Shinji, yang hadir hanya beberapa orang. saudaranya, para anggota dan kapten cabang Saitama. mereka semua bersedih meskipun dia anggota yang tidak berguna, setelah 30 menit di pemakaman mereka semua kembali ke tempat masing-masing
♦️
Di tempat pemakaman Shinji, muncul sebuah retakan lalu retakan itu semakin membesar dan terbuka sebuah pintu dimensi, muncul seseorang dari sana, dia menerbangkan mayat Shinji dan memasukannya ke pintu dimensi itu
"Kau… akan bangkit lagi dengan memiliki kekuatan, Shinji Mikazura" ujar seseorang itu sambil memasukkannya ke pintu dimensi itu lalu pergi dari sana
♦️
Pertarungan di hutan itu hanya berlangsung satu hari saja, sungguh singkat, dan mereka kembali pada sore hari, mereka kesana pada pagi hari
♦️
Di Narusawa, tempat Yushi Manamura berada, dia sedang meminum sake kesukaannya sambil melihat langit dengan lega
"Fiuhh... mereka telah kembali dengan selamat ya, entah mengapa aku lega sekali" ujarnya dengan lega
"Sudah enam hari terlewati, dan aku masih tetap saja disini, hmm… enaknya mau kemana lagi ya, mumpung pagi, nah! bagaimana jika ke Fujikawaguchiko? tempatnya lumayan jauh dari sini tapi yang penting aku sampai disana dengan sela—
"Cshhh..."
Jantung Yushi Manamura tertusuk oleh sebuah tangan berkristal dari belakang hingga menembus kedepan
"Ghakk!!"
"S-Siapa kau?" tanya Yushi yang menoleh kebelakang dan wajahnya memucat
"Aku bukan siapa-siapa dan ini adalah perintah, siapapun mau anak kecil, para remaja, atau lansia jika memiliki kaitan dengan masalah organisasi ESH harus di bunuh secepatnya, dan kau adalah salah satunya" jawab orang itu
Yushi pun mati, orang itu menarik tangannya keluar, lalu dia pergi meninggalkannya
...ARC 2\= TALL TREE FOREST...
...TAMAT...
♦️
Di Inggris, Manchester, tanggal 24 Agustus jam 00.00 atau tengah malam
Seorang pelukis sedang berjalan-jalan di sebuah gang yang lumayan besar membawa tas yang berisi lukisannya lalu di kepung oleh sebuah organisasi dan orangnya sangat banyak mereka bersenjata
"Oh, jadi organisasi SCAD masih mengincar ku ya, padahal sudah ku beri salah satu dari lukisan ku saja, apa kalian itu serakah?" tanya sang pelukis
"Yang kau berikan hanyalah sebuah gambar tidak jelas, kau menipu kami, Lovtrasde antrasde" jawab ketua organisasi SCAD yang bernama Bluvolien agres
"Oh begitukah, baiklah akan ku kasih lukisan ini untuk kalian tapi jangan salah kan aku jika terjadi sesuatu" ujar Lovtrasde yang menyerahkan tasnya beserta lukisannya
"Nah begitu, cepat sana pergi, kami sudah tidak membutuhkan mu lagi" kata Bluvolien yang mengusir Lovtrasde
Lovtrasde pun pergi dari gang itu, sementara organisasi itu bersenang-senang sambil membawa tasnya, pada pagi harinya jam 09.00, mereka membuka tas itu dan mendapatkan sebuah lukisan yang sangat indah di sebuah gedung yang rusak
"Ini indah sekali, bagaimana harganya ya jika ini di jual?" tanya salah satu anggota
"Entah lah yang penting kita harus membaginya sama rata" jawab Bluvolien
Di saat mereka bersenang-senang dengan lukisan itu yang belum mereka gadaikan, suatu kejadian aneh terjadi. makhluk yang ada di lukisan itu tiba-tiba keluar dan langsung menyerang mereka tanpa ampun, mereka semua panik dan menembaki makhluk itu dengan semua senjata yang mereka memiliki namun, makhluk itu tidak bisa di bunuh ataupun di lukai dengan senjata manusia, setelah selesai membunuh semua orang, makhluk itu kembali ke lukisan itu lalu Lovtrasde datang dari balik pintu
"Ya ampun, mereka terbunuh dan banyak darah yang keluar dari tubuh mereka, darah mereka semua sangat banyak. ini lumayan sekali untuk menjadi bahan melukis ku" ujar Lovtrasde yang berjalan di darah-darah itu lalu mengambil lukisannya dan mengambil semua darah
Lovtrasde keluar dari gedung tersebut dan mendapatkan sebuah panggilan dari seseorang
"Halo, ini Lovtrasde"
"Oh kau lagi, ada apa kali ini? apa ada misi yang kau akan berikan?"
"Ke Jepang untuk menghadapi organisasi ESH?"
"Baiklah, tapi berapa bayarannya?"
"Oh? 1.000 Pound ya, menarik juga, aku akan mengusahakannya"
Lalu Lovtrasde menutup panggilannya
"Sepertinya aku memiliki tugas yang sangat berat dan bayaran yang sangat besar, tunggu saja aku, Jepang" ujar Lovtrasde yang melihat keatas langit
__ADS_1
^^^*1.000 Pound Inggris\=154.5585 Yen Jepang\=20.277.616 juta rupiah Indonesia^^^
Bersambung....