Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 32 Misi pencarian anggota yang hilang


__ADS_3

Di sisi pemabuk, setelah dia meninggalkan hutan itu dengan keadaan pandangan kabur dan tubuh yang sempoyongan dan hampir tersesat karena lebatnya hutan itu, keluar-keluar dia langsung berada di narusawa. dia berjalan di tepi-tepi jalan dan melihat orang-orang disana sedang melakukan kegiatan sehari-hari, setelah beberapa saat berjalan, semua orang langsung menatapi dirinya dengan pandangan menyeramkan dan langsung menjadi buah bibir


"Apa-apaan dia? padahal masih muda tapi sudah mabuk-mabukan"


"Kasihan sekali, padahal masih muda. anak jaman sekarang tidak benar ya"


"Aku yakin pasti dia memiliki banyak masalah dan lebih memilih untuk bebas bukan menyelesaikannya"


*Cih, kalian tidak tau kenapa aku menjadi seperti ini. orang yang tidak tau dengan masalah orang lain sebaiknya jangan berprasangka buruk kepadanya. ku abaikan sajalah* ujar pemabuk itu dihatinya sambil melirik kearah mereka


*Setahuku, perumahan ini tidak ada kantor polisi, itu setahuku. semoga saja aku menemukan kantor polisi disini,* sambung pemabuk itu sambil membayangkan di pikirannya


Karena tidak peduli, pemabuk itu berhasil melewati orang-orang itu, dia terus melanjutkan jalannya sambil membawa sake di tangan kanannya. setelah lama berjalan, dia berhenti dan duduk di sebuah bangku sejenak sambil meminum sakenya


"Fiuh...... minum sake di siang bolong begini memang terbaik.... hah...." kata pemabuk itu dengan senang sambil meminum sakenya


"Mereka, mereka seperti ku saja. tapi anehnya mereka langsung muncul di tengah hutan bukan saat pas mau masuk hutan. jika benar kejadian mereka sama sepertiku berarti aku harus meminta bantuan organisasi ESH, mereka pernah menolongku saat aku hampir berada di tengah hutan itu" ujarnya


"Tapi bagaimana caraku memanggil mereka? jika saja disini ada kantor polisi atau telepon umum maka akan langsung ku panggil mereka"


"Glek"


"Aghh! kepalaku pusing, untung saja ada sake ini, jadi aku bisa membuang beban pikiran ku"


Setelah dia berbicara sendiri dan meminum sakenya, seseorang datang menghampirinya. tubuhnya tinggi, perempuan, berambut pirang dan memiliki dada yang lumayan besar. dia menyapa pemabuk itu dengan menepuk bahunya, pemabuk yang merasakan itu langsung berbalik badan untuk melihatnya


"Eh? siapa kau?" tanya pemabuk itu dengan kebingungan


"Oh, kau tidak ingat dengan siapa yang menolong mu saat itu?" tanyanya balik


"Hah? sebentar-sebentar...." kata pemabuk itu sambil berusaha mengingatnya


"Ah! kau itu Ryo Miroku!" jawabnya dengan semangat setelah mengingatnya


"Bukan, dia itu malahan rekan ku"


"Eh? salah ya? bentar ku ingat dulu....."


"Ya ampun kau itu pelupa, namaku Nana Kuzaki!" katanya dengan nada tinggi


"Ah benar!"


"Ya ampun padahal umur mu masih 22 tapi sudah kebanyakan minum alkohol dan pelupa. kau benar-benar sampah masyarakat" kata Kuzaki dengan merasa kasihan


"Yah habisnya mau gimana lagi, sake ini enak kok!" balasnya dengan nada tinggi


"Haduh... padahal cuma hanya masalah itu saja kau malah kesal"


"Cepatlah ke intinya, kau datang kesini pasti ada maksud tertentu bukan?" tanya pemabuk itu dengan wajah yang serius


"Ya, aku mendapatkan laporan dari cabang Tokyo dan katanya anggota mereka semuanya menghilang. apa kau tau sesuatu Yushi Manamura?" jawab Kuzaki dan bertanya dengan nada serius

__ADS_1


"Hmm... semua anggotanya menghilang ya? entahlah aku tidak tau apa-apa, omong-omong berapa jumlahnya?"


"Jika tidak salah ada 6"


"Enam ya? sepertinya aku tau sesuatu,"


"Apa itu?"


"Tadi, sebelum aku kesini aku tidak sengaja melihat orang di tengah hutan Aokigahara dan jumlahnya enam, apa itu mereka?"


"Hah? mereka masuk di Aokigahara? tidak mungkin, apalagi di tengah-tengah hutan. mungkin saja mereka adalah roh orang-orang yang bunuh diri disana" kata Kuzaki sambil tidak yakin dengan perkataan Yushi


"Hmm.. kau benar juga, tapi katanya seharusnya aku memiliki kekebalan terhadap gangguan para roh jahat bukan?" tanya Yushi balik


"Entahlah, mungkin ada yang bisa berhasil menembus kekebalan mu itu" kata Kuzaki


"Jadi begitu, ternyata banyak roh jahat yang mungkin bisa menembus kekebalan tubuh ku ini"


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" pamit Kuzaki


"Oke, hati-hati dijalan jangan sampai para roh jahat itu mengambil keperawanan mu"


"Hah?! apa kau bilang?!!"


"Dghhh!!!"


Kuzaki langsung memukul wajah Yushi karena perkataan Yushi dengan tangan kanannya dan membuat wajah Yushi babak belur dan terpental mundur. Kuzaki pun langsung pergi darinya


Disaat Kuzaki pergi meninggalkannya, hpnya berbunyi dan dia ditelpon oleh temannya


"Kuzaki, aku merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di hutan Aokigahara, aku tidak tau itu benar atau tidak" jawab Huziure


"Hah? seriusan?"


"Iya, ditengah hutan lebih tepatnya"


*Di tengah hutan? apa yang Yushi katakan itu benar?* tanya Kuzaki dihatinya sambil mengingat perkataan Yushi itu


"Bisakah kau datang kesini Kuzaki?" sambung kata Huziure


"Ya, akan ku usahakan untuk cepat"


Kuzaki langsung menutup telpon itu dan bergegas menuju hutan Aokigahara


Di Aokigahara, luar hutan


Disana terlihat Huziure yang sedang menunggu kedatangan Kuzaki sambil melihat pohon-pohon itu


*Luarnya saja sudah lebat dan banyak pepohonan begini, bagaimana dengan yang ada didalamnya. pokoknya misi yang ditugaskan kepada kami hanyalah untuk membawa kembali anggota cabang Tokyo yang hilang* kata Huziure dihatinya


Setelah menunggu agak lama Kuzaki baru datang dengan nafasnya yang terengah-engah, dia sudah ditunggu Huziure yang sedang bersenderan disalah satu pohon

__ADS_1


"Lama sekali kau ini" kata Huziure


"Maaf, lagian jarak dari Narusawa kesini jauh. apalagi jarang ada kendaraan yang lewat kesini" balas Kuzaki


"Terserah lah. seperti yang ku bilang, aku merasakan tanda-tanda kehidupan dari dalam hutan ini. apa kau merasakannya juga?"


"Sebentar, ku periksa dulu" kata Kuzaki yang ingin memastikannya


Kuzaki memejamkan kedua matanya. disudut pandangnya, dia menelusuri hutan itu sampai kedalamnya tanpa harus menggerakkan tubuhnya. dia terus menelusuri dan menemukan adanya tanda-tanda kehidupan ditengah-tengah dalamnya hutan. Kuzaki yang menyadari itu langsung membuka kedua matanya


"Iya, kau benar Huziure" jawab Kuzaki dengan sangat yakin


"Jumlahnya ada enam, seperti anggota yang hilang itu" sambung Kuzaki


"Kau benar, tapi masalahnya bagaimana mereka bisa sampai dalam hutan itu?" tanya Huziure dengan bingung


"Mungkin kejadian yang mereka alami hampir sama persis dengan yang Yushi alami. Yushi hampir memasuki tengah hutan Aokigahara ini gara-gara tiket festival itu, namun yang ini malahan sudah masuk ketengah hutan" ujar Kuzaki


"Omong-omong siapa Yushi? dia pacar mu?" tanya Huziure dengan wajah polos


"Dghhhhh!!!"


"Ghuakkk!!!"


Kuzaki langsung memukul perut Huziure karena pertanyaan kurang ajarnya dengan kesal


"Sial ini sakit sekali...." kata Huziure yang kesakitan sambil memegangi perutnya


"Baiklah ayo kita masuk kehutan ini" ucap Kuzaki dengan semangat


Kuzaki langsung masuk kedalam hutan itu, Huziure mengikutinya sambil kesakitan dan memegangi perutnya


Di sisi Kirisaki dan 5 lainnya


Mereka sedang menikmati festival itu terutama Shinji, dia malahan bersemangat sekali berbeda dengan yang lainnya. mereka terus mengikuti Shinji setiap dia berjalan, mereka kesal namun tidak ada pilihan lain


"Cih, sampai kapan kita harus mengikutinya?" tanya Zousei dengan kesal


"Entahlah, yang penting kita harus mencari cara untuk melepaskan borgol ini dari tangan kita. jika tidak kita akan mengikutinya terus sampai ujung dunia" jawab Yon


"Andai saja saat itu dia tidak menekannya" kata Yukimura


"Hei Kirisaki, apa kau tau bagaimana ciri-ciri orang yang mengadakan lotre itu?" tanya Izami


"Hmmm... aku tidak terlalu mengingatnya" jawabnya


"Ya sudah lah, omong-omong apa kau tidak curiga, mereka semua ini wajahnya pucat dan juga tatapannya suram, mereka sama sekali tidak bersuara. terlebih lagi mereka hanya diam di tempat saja bukan berkeliling" kata Izami sambil curiga dengan orang-orang yang ada disana


"Kau tidak boleh curiga kepada mereka Izami-san, jika mereka begitu ya sudah biarkan saja tidak usah diurus" ujar Kirisaki yang menasehati Izami


"Hufffttt... ya sudah lah" kata Izami

__ADS_1


Karena mereka bicara saat sedang berjalan, Shinji pun memarahi mereka dan menyuruh untuk diam, mereka pun langsung melaksanakannya. tidak jauh dari tempat mereka berjalan, terlihat sebuah kaki berwarna hitam dan besar yang akan menyusul mereka


Bersambung......


__ADS_2