Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 51 Pertarungan dimulai dan amarah Izami


__ADS_3

♦️


Saat Fumiya dan dua temannya sedang berkeliling, mereka berhenti gara-gara teriakan tersebut


"Hei Sakura, apa kau mendengar teriakan keras itu?" tanya Fumiya


"Dengar, bahkan itu jelas lagi" jawab Sakura


"Darimana teriakan itu berasal?" tanya Fumiya


"Sepertinya dibawah kita" jawab Mikukaze yang mengira-ngira


"Kalau begitu ayo cepat kita kebawah" ajak Fumiya sambil berlari duluan lalu yang lainnya mengikutinya


♦️


Di aula tersebut, Izami berhadapan dengannya, si manusia logam cair menusuk kedua bahu Emi dengan logam cairnya yang berbentuk seperti tentakel runcing ujungnya sehingga membuatnya tidak terjatuh, Emi dalam keadaan tidak sadar


"Sebelum kita mulai, ada yang ingin aku bicarakan" ujarnya sambil melangkah sedikit kearahnya


"Lalu apa itu?" tanya Izami


"Jika bilah pedang mu itu mengenai tubuh ku, maka dia akan langsung ku bunuh dengan tali logam cair ku itu" jawabnya


"Kau menggunakannya sebagai sandera ya… pengecut sekali" ujar Izami sambil menyeringai


"Ini itu bermain pintar, kau pasti tidak ingin sandera mati bukan?" tanya balik dirinya


"Tentu saja" jawab Izami


"Karena itu… aku mengandalkan mu Yon!!" sambung Izami sambil memerintah Yon


Yon langsung berlari dan menghilangkan tubuhnya dengan kabutnya di seluruh tubuh, si manusia logam cair itu melihat pergerakannya


*Dia menghilang ya… tapi sayangnya seluruh ruangan ini sudah ku taruh beberapa cairan logam, dan itu akan menjadi perangkap tak terlihat bagimu* ujarnya dihatinya dengan tersenyum licik


Saat Yon sedang berlari tanpa sadar saat ia berjalan kedepan dibawahnya muncul tentakel itu, Yon dengan cepat menggunakan fast teleport ke belakang


*Tadi itu hampir saja, jika aku mengenai itu maka tamatlah riwayat ku* ujar dirinya dihatinya dengan perasaan lega


Tentakel tadi menyerang lengan Yon dan memberikan luka gores yang cukup fatal hingga mengeluarkan darah


*Tentakel itu bisa mengetahui keberadaan ku?* tanya Yon dihatinya yang terkejut


*Jadi disana kamu rupanya…* ujar si manusia logam cair dengan wajah menyeringai


*Tidak mungkin, tentakel itu bisa mengetahui keberadaannya?!* tanya Izami dihatinya yang sangat terkejut


Si manusia logam cair itu mengarahkan lengannya kearah Yon meskipun dirinya tidak melihatnya, lengannya semakin panjang dan ujungnya tajam, lengannya mengenai lengan kanan Yon hingga membuatnya tergores, Yon memegangi lengannya dengan tangan kirinya untuk mencegah darahnya keluar lebih banyak


*Sial, jika begini terus aku yang akan terpojokkan* ujar Yon dihatinya


*Aku tidak bisa membiarkan Yon terpojokkan! aku harus menyerangnya* ujar Izami dihatinya


Izami memutuskan untuk menyerangnya, ia berlari sembari memegang pedangnya, lalu bilah pedangnya muncul api biru hingga menyelimutinya, saat di dekatnya ia mendorong maju pedangnya kedepan, pedangnya mengenai tubuhnya dari belakang. namun sayangnya pedangnya malah menembus tubuhnya saja


*Pedangku hanya menembus saja?!* ujar Izami dihatinya dengan terkejut


Lalu manusia logam cair menolehkan kepalanya lalu menyeringai


"Tubuh ku itu terbuat dari logam cair, jadi benda apapun yang mengenai tubuh ku, maka itu hanya menembus saja" ujar dirinya


"Sialan…!!" Izami kesal


Punggungnya mengeluarkan satu tentakel lalu Izami dengan cepat melompat mundur menjauh namun tentakelnya menusuk bahu kanannya hingga membuatnya berlubang


"Akhh!"


Ia membalikkan tubuhnya ke Izami lalu tubuhnya mengeluarkan banyak tentakel logam cair dan menusuk badan Izami


"Ghakk!!"


"Hahaha… ini sudah berakhir, hanya kau sendiri yang bisa bertarung!" ujar dirinya dengan wajah merasa gembira


"Oh, begitu ya…" balas Izami sambil senyum melecehkan


"Apa yang lucu?" tanya dirinya


Lalu tubuh Izami hilang seperti kabut usai di tusuk oleh tentakelnya, lalu kabut tebal muncul


"Apa?! tadi itu bukan dirinya?!" tanya dirinya dengan amat terkejut


"Kabut apa ini? kenapa muncul begitu saja?!" tanya dirinya lagi sambil melihat sekelilingnya


Lalu muncul seperti bayangan orang dari pengelihatannya


"Huh? kenapa ada seperti bayangan orang didalam kabut ini?" tanya dirinya


Ia langsung menyerang semua bayangan itu tanpa mengetahui apapun, bayangan itu menghilang usai ia serang


"Jadi begitu… bayangan ini hanya untuk menipu ku saja ya…" ujar dirinya dengan senyum melecehkan


Dia mengangkat tangan kanannya keatas lalu berubah menjadi panjang dan memutarkan lengannya diatas untuk menghasilkan angin supaya kabut tersebut hilang. usai kabut itu menghilang, Izami sudah berada dibelakangnya dengan posisi ingin mengeluarkan teknik tusukan api birunya dengan mata tertutup


...[Teknik api biru: tusukan api biru]...


Izami mendorong pedangnya kedepan tepat berada dekat dari punggungnya, pedang yang ia dorong menghasilkan sebuah serangan api biru yang menyerupai bentuk pedangnya lalu mengenai punggungnya hingga tembus kedepan, manusia logam cair itu menoleh kebelakang usai dirinya diserang lalu dia menghilang dan logam cairnya jatuh kelantai


"Hah… hah… hah… akhirnya dia mati juga" ujar Izami yang kelelahan


Cairan logam tadi berjalan dilantai menuju cairan logam lainnya lalu membentuk tubuhnya lagi


"Oi, oi, jangan bercanda, dia masih hidup lagi?!" ujar Izami yang amat terkejut saat melihatnya


"Kau pikir aku akan mati begitu saja dan ini berakhir?" tanya dirinya


"Sepertinya aku meremehkan mu" ujar Izami dengan senyuman yang memperlihatkan giginya


*Sanderanya sudah diamankan oleh temannya ya… jadi kabut itu hanya berfungsi untuk menganggu pengelihatan ku lalu menyelamatkan sandera, lumayan pintar* ujar dirinya dihatinya sambil melihat kearah Emi yang tadinya dijadikan sandera


Izami yang melihat pandangan musuhnya mengarah ke hal lain langsung berlari kearahnya lalu mendorong kan pedangnya kearah pipinya namun itu juga masih menembus dan tidak mengenai apapun


*Rupanya masih sama seperti tadi, ku kira ini akan berbeda* ujar Izami dihatinya


Lalu si manusia logam cair itu menoleh kearah Izami sambil memasang wajah menakutkan, Izami langsung melompat mundur menjauh darinya, lalu tentakel logamnya yang berasal dari punggungnya menyerang Izami lalu Izami menahannya dengan pedangnya


"Sialan… ini hanya membuang-buang waktu saja!" kata Izami yang kesal sambil menahan serangannya


Lalu logam cair yang berada di tanah seketika membentuk tentakel itu lagi


"Yang benar saja, menahan segini saja sudah kesulitan apa lagi menahan yang banyak itu?!" ujar Izami yang kesal lagi


Tentakel yang lainnya mengambil beberapa barang yang berantakan disana lalu melemparkannya ke Izami yang sedang menahan serangannya


"Oi, oi jangan bercanda!!" ujar Izami yang melihat keatas


Saat barang-barang tersebut masih di udara, Izami memutuskan untuk lari darisana untuk menghindari barang-barang yang akan jatuh, ia berlari kearah Yon


"Jedhuff…"


Barang-barang itu terjatuh dan menghasilkan suara yang cukup keras


♦️


"Jedhuff…" suara tadi


Fumiya dan dua temannya sedang berlarian dilantai satu sambil menerobos keramaian, lalu saat tidak sengaja lewat aula yang tidak terpakai dan mendengar suara itu mereka terhenti begitu juga dengan para pengunjung


"Suara apa itu?"


"Apa lagi kali ini?"


"Suara ini terdengar seperti barang terjatuh"


Kata para pengunjung yang berhenti sejenak


"Suara apa lagi kali ini?" tanya Fumiya


"Suara ini terdengar tidak jauh dari kita" ujar Sakura

__ADS_1


"Suara ini berasal dari ruangan ini" ujar Mikukaze yang melihat kearah ruangan aula


Lalu mereka berdua melihat kearah aula juga


"Bukankah ini aula yang tidak terpakai dan tempat kita menemukan Yukizu-san?" tanya Fumiya


^^^Note:Itu nama si manusia logam cair itu, mereka menamainya begitu^^^


"Iya benar, tapi bukankah Yukizu-san sedang berada didalam lukisan?" tanya Sakura balik


"Aku tidak tau apa yang terjadi. Miku, kau coba cek lukisan di kelas kita, apakah Yukizu-san keluar atau tidak, nanti kabari aku lewat ponsel mu" ujar Fumiya sambil memerintah Mikukaze


"Baik" jawab Mikukaze


Mikukaze langsung bergegas menuju kelasnya sambil melewati keramaian, sedangkan mereka berdua langsung masuk ke aula itu. saat mereka membuka pintunya mereka melihat beberapa orang yang ada disana


"Eh…? ada orang disini?" tanya Fumiya yang terkejut saat masuk


"Ha……h?!" tanya mereka semua yang menoleh kebelakang dengan wajah serius


"Hiii… kenapa mereka menoleh kebelakang dengan wajah serius begitu?" tanya Sakura yang ketakutan lalu memegang lengan Fumiya


"Lepaskan aku Sakura" pinta Fumiya sambil berusaha melepaskan Sakura


"Tidak, wajah mereka sangat serius, kita harus pergi dari sini, Fumiya" balas Sakura yang mengajaknya pergi


*Ini kesempatan ku, aku akan menjadikan salah satu dari mereka berdua selagi mereka semua sedang lengah!* kata Yukizu dihatinya dengan rencana licik


"Eh Fumiya? apa yang kau lakukan disini?" tanya Futaka


"Bagaimana dengan dirimu? aku kesini hanya untuk mengecek aula in—


"Cshhh…"


"Akhh!!"


"?!?!?!"


Kedua bahu dan lutut Fumiya tertusuk oleh tentakelnya hingga berlubang saat hendak menjawab pertanyaannya, lalu Yukizu membawanya kearahnya, semua orang pandangannya mengarah ke Yukizu yang menangkap Fumiya


"Fumiya!!" panggil Sakura dari bawah


"Tenang saja, aku baik-baik saja!" jawab Fumiya


"Sialan…!! andai saja aku tadi tidak lengah!" ujar Izami yang kesal terhadap dirinya sendiri


"Dia sekarang menjadikan Fumiya sandera?!" kata Futaka yang terkejut


"Kenapa kau melakukan ini, Yukizu-san?" tanya Fumiya


"Tujuan sebenar ku adalah menghancurkan sekolah ini beserta orang-orangnya" jawab Yukizu


"Dan kenapa kau memberiku nama jelek seperti itu?" sambungnya sambil bertanya


"Jadi itu tujuan mu yang sebenarnya… tentang nama mu itu… karena kami menganggapnya bagus dan juga wujud mu itu seperti perempuan, jadi cocok" jawab Fumiya


"Cih… dasar manusia sialan!" ujar Yukizu dengan nada kesal


Lalu Yukizu melemparkannya kearah dinding dengan tentakelnya, Yon dengan cepat langsung menangkapnya saat di udara dengan menggunakan fast teleportnya lalu ke tempatnya tadi ia berada lagi


"Ah, terima kasih" ucap Fumiya


"Tidak apa-apa, apa kau bisa berdiri?" tanya Yon


"Iya" jawab Fumiya


Lalu Yon menurunkan Fumiya perlahan-lahan, Fumiya berusaha berdiri dengan baik namun dirinya kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh, Yon pun menangkapnya lalu merangkulnya sambil Fumiya berusaha berdiri dengan memanfaatkan rangkulannya


"Jangan di paksakan" kata Yon


^^^*Momen romantis dulu yekan :)^^^


"Ah, baik" balas Fumiya dengan perasaan tersipu malu hingga pipinya berwarna merah


"Aaaa… romantisnya, Fumiya kau sangat imut!" ujar Sakura sambil memfoto-foto Fumiya


"Aaaaghhh! berhenti memfoto ku, Sakura!" pinta Fumiya sambil mengejarnya


"Ya ampun mereka berdua itu…" ujar Futaka yang merasa sedikit kesal


"Yon, kau tidak lupa dengan peraturan organisasi kita kan? Setiap anggota dilarang hubungan dekat dengan orang yang mereka tolong, baik perempuan maupun laki-laki" tanya Izami yang menengok kearahnya sambil mengatakan salah satu peraturannya


"Tentu saja, aku tidak akan melakukan itu" jawab Yon


Saat Fumiya sedang mengejar Sakura sambil dirinya memfoto Fumiya, tiba-tiba ponselnya berdering dan mendapatkan panggilan dari Mikukaze, Fumiya langsung mengangkatnya Sakura pun menghampirinya


"Halo, Miku, bagaimana?" tanya Fumiya


♦️


"Fumiya, aku sangat terkejut dengan ini. aku tidak menyangka bahwa lukisan yang dipajang itu hanyalah sebuah gambar cetakan foto berwarna saja, bukan yang sebenarnya"


"Yang berarti Yukizu-san memiliki niat jahat saat lukisannya diambil oleh Bu kepsek, tidak, mungkin dia memiliki niat jahat dari dulu"


♦️


"Ah, jadi begitu, Yukizu-san sudah berada di aula yang tidak terpakai dari tadi bersama dua orang asing dan Futaka, dia mengatakan bahwa dia memiliki rencana jahat, yaitu menghancurkan sekolah beserta orang-orangnya"


"Miku, kau harus mengatakan ini kepada para guru dan bu kepsek hingga mereka percaya, jika tidak akan ada korban disini"


♦️


"Baiklah, aku akan langsung kesana"


Miku menutup panggilannya lalu cepat-cepat menuju keruang guru


♦️


"Bagaimana katanya?" tanya Sakura


"Lukisan yang terpajang itu hanyalah sebuah gambar cetak foto berwarna" jawab Fumiya


"Jadi ini yang asli ya" ujar Sakura


"Kalian sudah melupakan keberadaan ku, tidak bisa ku maafkan!!" ujar Yukizu dengan penuh amarah


Yukizu mengeluarkan banyak tentakel dari seluruh tubuhnya lalu mengarahkannya kedepan arah mereka semua


"Semuanya, cepat lari!!" perintah Izami


Semua orang lari ke pintu, sementara Izami hanya berdiam diri disana saja


"Kenapa kau hanya berdiam diri saja?!" tanya Futaka yang mengkhawatirkannya


"Aku akan menahan serangannya" jawab Izami


"Apa?! kau gila?!" tanya Futaka lagi


"Yon, buat dia pingsan" pinta Izami


Yon langsung menyerang lehernya dengan tangan kanannya yang jari-jarinya dirapatkan dengan sangat keras dan sakit sehingga membuatnya pingsan


"Terima kasih, Yon" ucap Izami


"Jangan sampai mati, Izami" ujar Yon


"Ya, aku tidak akan mati, kau pikir siapa aku?" jawab Izami


Yon pun keluar dari sana sambil merangkul dua orang yang tidak sadar


Semua tentakel itu menyerang Izami dan Izami menahan semua tentakel itu dengan pedangnya, tubuhnya mundur sendiri akibat dorongan dari tentakel tersebut yang mengenai pedangnya


*Jika aku menahannya terus menerus maka pedang ku akan patah, aku harus menahan serangannya dengan sesuatu* ujar Izami dihatinya


Pedang Izami seketika retak sedikit akibat dorongan dari tentakel tersebut


..."Bakudo 89: Metal Shield protector"...


Sebuah pelindung logam muncul didepan Izami dan menahan serangan sekaligus dorongan dari tentakel tersebut, Izami langsung berlari menuju pintu keluar namun tangan Yukizu yang ia angkat keatas lalu menjadi panjang dan membentuk sebuah pisau memotong atap aula hingga menembus lalu memotong lantai dua, reruntuhan tersebut terjatuh kebawah kearah pintu

__ADS_1


"Cih… menghalangi saja!" ujar Izami yang sedang berlari kearah pintu lalu tiba-tiba diatasnya ada reruntuhan yang akan jatuh


Izami langsung memotong reruntuhan tersebut dengan pedangnya yang terselimuti api biru sebelum terjatuh kelantai dan menghempaskan nya, potongan reruntuhan tersebut membukakan celah untuk ke pintu keluar, Izami melewati celah tersebut sementara pelindung logam itu hancur karena tentakelnya


"Sialan!! dia malah kabur" ujar Yukizu dengan amat kesal


Yukizu keluar dari sana lewat celah-celah pintu dengan tubuhnya yang ia jadikan cair


♦️


Dihalaman sekolah, semua orang sudah berkumpul disana


"Semua orang sudah berada diluar sini kan?" tanya Fumiya yang dirinya dirangkul oleh Sakura


"Iya" jawab Mikukaze


"Ada apa dengan mu Fumiya? kenapa dua bahu mu dan lutut mu berlubang?" tanya Mikukaze


"Ah, ini… aku tadi tertusuk oleh tentakel logam cair miliknya hingga berlubang begini" jawab Fumiya


"Kau baik-baik saja kan?" tanya Mikukaze lagi


"Tentu saja" jawab Fumiya


"Hah… hah… hah…" suara Izami yang terengah-engah nafasnya saat berlari


*Hanya menahan serangannya dan mengeluarkan sedikit kekuatan roh saja sudah membuang banyak tenaga, apalagi lari begini* ujar Izami dihatinya yang kelelahan


"Eh? kenapa kau kesini?" tanya Fumiya


Izami menundukkan badannya lalu menekuk lutut sedikit dan memeganginya, itu adalah posisi tubuh kelelahan


"Aku tanya balik, kenapa kalian malah mengumpulkan semua orang dihalaman ini?!" tanya Izami


"Agar aman" jawab Fumiya


"Dasar bodoh! tadinya bawa mereka pergi pulang atau menjauh dari sini! ini akan menjadi medan pertarungan!" balas Izami dengan tegas


"Eh?! ku kira kau akan bertarung di aula itu" ujar Fumiya


"Jika aku bertarung disana makan akan lebih buruk lagi, beberapa ruangan mungkin akan hancur akibat pertarungan ini dan juga jika saja aku lengah sedikit maka aku akan tertimpa reruntuhan ruangan" balas Izami


"Sial, sepertinya ini akan menjadi lebih buruk lagi karena mungkin ada beberapa orang yang terluka" ujar Fumiya


"Oh iya, aku ingin memberitahu mu jika untuk mengalahkannya adalah menghancurkan sebuah kelereng besi kecil yang ada di suatu tempat ditubuhnya" kata Fumiya yang memberitahunya


"Baiklah"


Yukizu yang tubuhnya menjadi cair dan berjalan melata menuju kearah semua orang, cairan logam lainnya pun berkumpul beserta kelereng besi kecil berjalan melata, lalu semua cairan logamnya bersatu di kelereng besi tersebut dan membentuk wujud manusia yang sama seperti tadi namun ukurannya lebih lumayan besar dan agak tinggi


"Eh??! apa itu?!"


"Makhluk apa itu?!"


"Kenapa ada makhluk sepertinya disini?!"


"Sial, apakah ini akan menjadi akhir hidup kita?!"


"Aku tidak ingin mati sekarang"


Semua orang seketika langsung panik saat melihat wujud Yukizu


Izami menghadap kebelakang


"Sialan, kenapa tubuhnya menjadi besar dan tinggi seperti itu?!" tanya Izami yang amat terkejut


"Yon, lindungi semua orang!" pinta Izami dengan tegas


...[Teknik kabut: kabut tebal]...


Kabut tebal muncul lagi di sekumpulan orang-orang, namun di mata mereka tidak ada kabut sama sekali namun saat mereka melihat ke seluruh arah mereka tidak bisa melihat siapapun


"Baiklah, mari kita mulai pertarungannya, Yukizu-san" ujar Izami dengan senyum melecehkan


"Kau mendengarnya ya" kata Yukizu


Yukizu mengeluarkan semua tentakelnya dari seluruh tubuhnya lalu ia arahkan ke Izami, Izami pun menahan serangan tentakelnya yang kira-kira berjumlah 23 hanya dengan satu pedangnya yang retak sedikit, tentakelnya terus mendorong pedangnya Izami dan tubuhnya pun ikut terdorong mundur kebelakang


"Sialan…!!"


Setelah menahannya cukup lama, pedangnya mulai retak lalu patah


..."Bakudo 89: Metal Shield protector, five"...


Izami dengan cepat dan sigap menggunakan teknik rohnya sebelum tentakel tersebut menusuk tubuhnya, ia harus mengorbankan banyak energi roh untuk menggunakan teknik roh tersebut


"Percuma saja" ujar Yukizu dengan wajah menyeringai


Semua tentakel tersebut menembus 5 pelindung yang Izami buat, tentakel itu dengan cepat melewati telinga dan lehernya, Izami hanya bisa terdiam diri dan tercengang


*Yang dia incar bukanlah diri ku, melainkan… semua orang! dia sudah bilang bahwa dia akan menghancurkan sekolah beserta orang-orangnya, karena dia tidak bisa menghancurkan sekolahnya, dia hanya bisa membunuh orang-orangnya!* ujar Izami dihatinya dengan tubuh terdiam diri dan tercengang


Semua tentakel itu masuk kedalam kabut dan menusuk semua orang secara bergantian, Yukizu maju kedepan selangkah dan mengibaskan tangan kanannya untuk menghasilkan angin agar kabut tersebut hilang dari hadapannya. semua orang tertusuk oleh tentakel logam cair milik Yukizu dan lukanya pun hingga berlubang, ada beberapa orang yang terluka di organ vital salah satunya Yon, saat ini dia tidak sadarkan diri dan jatuh ke tanah


"Sialan… ini terjadi lagi, banyak orang yang terluka gara-gara kelengahan ku dan ketidakmampuan ku, aku lemah. aku memang belum bisa menandingi kakak, tapi aku berusaha untuk melindungi banyak orang meskipun aku lemah, hal ini sudah terjadi empat kali, dan ini yang ke lima" ujar Izami dengan perasaan putus asa dan wajah murung menghadap kebawah lalu berbicara sendiri dengan nada yang sedang


Yukizu merasa senang dan gembira melihat Izami putus asa, dirinya tersenyum menyeringai


"Karena sudah melukai banyak orang, aku akan membunuh mu!" sambung Izami sambil mengangkat wajahnya kembali lalu menusukkan bilah pedang api birunya ke jantungnya


..."Teknik pedang api biru: pertukaran jiwa senjata, blue Ifrit"...


Yukizu bingung apa yang ia lakukan, sebuah api biru muncul menyelimuti seluruh badan Izami dan rambutnya berubah menjadi biru dan acak-acakan. (ini sama aja yang pas dia berubah di kereta)


*Apa yang terjadi pada dirinya? kenapa dia berubah seperti itu setelah menusuk jantungnya sendiri?* tanya Yukizu dihatinya yang penasaran


Izami menghilang dari tempatnya berada lalu muncul kembali dibelakangnya sambil mendorong pedangnya kedepan kearah bahu Yukizu namun itu hanya menembusnya saja dan tidak melukainya, Yukizu menoleh kebelakang dengan wajah menyeringai


Izami menghilang lagi darisana lalu muncul lagi didepan hadapan Yukizu dengan posisi berada di melayang udara menggenggam erat pedangnya lalu ia ayunkan dari kepalanya, kepalanya terbelah namun kembali lagi seperti semula, Yukizu langsung menusuk perutnya dengan tentakelnya secara diam-diam. perut Izami berlubang namun kembali lagi akibat regenerasi dari api birunya, Yukizu lanjut menyerang kepalanya dengan tangan kanan tanpa jarinya yang panjang dan juga besar, Izami terhempas ke tanah yang jaraknya cukup jauh darinya


Izami menghilang lagi dari tempatnya dan muncul lagi didepan hadapannya tanpa pedang dengan posisi melayang di udara, dengan wajah polos Izami mengepalkan tangannya dengan cepat. lalu sebuah tebasan pedang yang banyak dan acak menebas seluruh tubuh Yukizu secara bersamaan, dan ia hanya bisa terdiam diri saja lalu salah satu tebasannya mengenai kelereng besi kecil tersebut yang terletak sangat sembunyi di tubuhnya


"Sialan, bagaimana bisa…" ujar dirinya yang setelah itu menjadi partikel-partikel kecil lalu menghilang


Izami masih belum kembali menjadi dirinya, Yon yang masih sadar dengan kondisinya yang sekarat melihat Izami yang masih belum kembali menjadi normal


"Ini… belum, ini belum selesai! aku… akan membunuh semuanya!!" ujar Izami dengan nada tinggi


Api birunya semakin menjadi membesar, Yon yang melihat itu perlahan-lahan berdiri lalu mengepalkan tangannya dan mendekatinya, ia langsung memukul wajah Izami dengan kepalan tangannya agar dia sadar


"Sadarlah dasar bodoh!!" ujar Yon dengan suara keras dan lantang


Api birunya menghilang dan Izami menjadi normal kembali usai dirinya dipukul Yon


"Sialan, lagi-lagi aku mengeluarkan amarah ku saat masih berada dalam mode itu, aku memang benar-benar bodoh" ujar Izami


"Tadi itu hampir saja kau lepas kendali, kau tidak boleh mengeluarkan amarah mu saat masih dalam mode itu, jika tidak kau akan lepas kendali" kata Yon yang memperingatkannya


"Baiklah, Yon, kau baik-baik saja? tusukan itu mengenai organ vital mu" tanya Izami


"Tenang saja aku baik-baik sa—


Yon hampir terjatuh lalu Izami menahannya


"Sepertinya sampai sini saja ya" ujar Yon dengan nada pasrah


"Jangan berkata begitu, bodoh. kau tidak boleh mati sekarang" balas Izami yang menyemangatinya


Sebuah cahaya muncul yang berasal dari tubuh Futaka, tubuhnya tiba-tiba melayang di udara diatas semua orang, di pupil matanya terdapat lambang perisai dan ada nomor satu di perisai tersebut


..."Repeat time"...


Sebuah lingkaran berbentuk jam muncul di tanah lalu mengeluarkan cahaya keemasan dan luka semua orang pulih kembali seperti sedia kala dan tidak terluka, organ vitalnya pun menjadi kembali semula, lalu tubuh Futaka terjatuh begitu saja


"Apa ini? kenapa ini kembali seperti semula?" tanya Yon


"Yon, luka di organ vital mu, menutup kembali" ujar Izami


Semua orang disana menjadi pulih kembali seperti semula, namun mereka dalam keadaan tidak sadar

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2