Evil Spirit Hunter

Evil Spirit Hunter
Chapter 47 Masa lalu Ken Mikazura


__ADS_3

beberapa tahun lalu di SMA Shinagawa, di atas atap saat istirahat


"Hah… ke sini setelah pelajaran memanglah terbaik ya…" ujar Ken dengan sangat lega dan berwajah senang


"Kau ini seperti tidak pernah kesini saja Ken, padahal setiap hari kesini saja" kata temannya


"Iya, seperti tidak pernah kesini saja" kata teman satunya lagi


"Berisik, aku hanya ingin menikmati ini saja" balas Ken sambil menengok ke belakang ke mereka


"Hahaha…" tiga temannya tertawa


"Tempat ini selalu sepi saja ya, dulu saat masih kelas 10 tempat ini sangat ramai dan banyak orang yang makan siang disini" ujar Ken


"Sudahlah, jangan buang-buang waktu, hentikan drama mu itu" ujar salah satu temannya


"Berisik! kita SMA jadi sudah sewajarnya kita akan memiliki drama sendiri-sendiri" balas Ken


"Sudahlah kalian, cepatlah bersantai-santai sebelum bel berbunyi" kata salah satu temannya


Mereka duduk disana sambil bersantai-santai melihat keatas langit dengan angin yang berhembus melewati mereka, mereka bersantai-santai sangat lama diatas sana sehingga tidak mendengar bel berbunyi, setelah lamanya mereka bersantai-santai ada wali kelas mereka yang menghampiri mereka diatas atap. mereka berempat belum menyadarinya karena tidak tersadar mereka tertidur, guru mereka kesal melihat mereka berempat tiduran dan langsung berjalan kearah mereka lalu memarahi mereka


"Woi kalian berempat!!" panggil gurunya dengan suara keras


Mereka berempat terkaget kan dengan suara keras dan terbangun


"Ada apa sih, siapa yang menganggu kami… bersantai… santai?" tanya Ken sambil melihat kearah sampingnya lalu melihat gurunya dan nada bicaranya berhenti-henti


"Dari tadi bapak cari-cari, ternyata kalian ada diatas sini ya… seharusnya kalian dengar bel yang berbunyi kencang dari tadi, tapi kalian malah tidur-tiduran diatas sini, bagus sekali ya…" ujar gurunya


"Eh… eh… pak, kami tidak sadar bahwa kami tertidur, jadi maafkan kami pak!" pinta Ken sambil meminta maaf dan menundukkan kepalanya


"Iya, maafkan kami pak!" ujar tiga temannya sambil menundukkan kepalanya


"Tidak ada kata maaf maaf lagi, ini sudah ketiga kalinya kalian begini, bapak akan memberi hukuman yang berat ke kalian berempat" balas gurunya sambil menolak permintaan maaf mereka


"Eh…" mereka semua memasang wajah terkejut dan tubuhnya terdiam diri seperti membeku


Diluar kelas


Mereka berempat di hukum dan disuruh berdiri diluar kelas sambil membawa dua ember besi yang berisi air banyak yang sangat berat dikedua tangan mereka dan satu kakinya diangkat keatas hingga pelajaran selesai


"Sialan… kenapa kita semua harus begini?" tanya salah satu temannya


"Bukankah ini lumayan daripada disuruh ke kantor kepsek?" tanya balik salah satu temannya


"Kita harus begini hingga pelajaran selesai, ini semua sangatlah sulit dan mustahil" ujar salah satu temannya


"Ini bukan lah apa-apa! lagipula ini hukuman yang pantas untuk kita!" kata Ken dengan nada tinggi sambil menyemangati dirinya


"Bukan apa-apa bagimu? setelah pelajaran selesai kita disuruh untuk membersihkan kelas lho, kau bilang itu bukan apa-apa?" tanya salah satu temannya


"Eh… itu…" kata Ken dengan gugup dan mengelus-elus kepala belakangnya dan tersenyum paksa


Siang menjelang sore pelajaran itu selesai dan seluruh kelas pulang sementara mereka bertiga hukuman pertamanya selesai, dan sekarang mereka disuruh untuk membersihkan kelasnya mereka sampai bersih tanpa debu


"Sialan, tadi saja kita sudah diberi hukuman berat sekarang malahan disuruh bersih-bersih kelas" ujar salah satu temannya sambil berhenti menyapu dan kesal


"Ken, lain kali kita jangan kesana lagi, nanti dapat hukuman yang lebih berat lagi…" ujar salah satu temannya yang sedang membersihkan jendela


"Iya, iya. lagipula kenapa bisa-bisanya kita tertidur disana ya?" tanya Ken sambil berhenti menyapu


"Entahlah, apa mungkin karena saking tenangnya kita tertidur" ujar salah satu temannya sambil berhenti menghapus papan tulis


"Oi, kalian berempat! jangan bicara dulu sebelum kelasnya bersih!!" kata gurunya dengan nada lantang dan tinggi


"Eh… baik pak, baik" jawab mereka dengan ketakutan


Mereka pun melanjutkan bersih-bersihnya sambil diawasi gurunya, setelah satu setengah jam mereka baru selesai dan itu sudah sore, mereka pulang ke rumahnya masing-masing. di tengah perjalanan, Ken melihat seseorang sedang diikat oleh beberapa orang di bawah jembatan, ia langsung kesana untuk menolongnya


*Saat itu… aku bertemu dengannya dalam kondisi yang wajahnya babak belur hingga ungu dibawah jembatan*


"Oi, siapa kalian?" tanya Ken yang datang ke mereka


"Huh? siapa kau?" tanya salah satunya sambil melihat ke Ken


"Aku hanyalah seorang siswa SMA, siapa kalian?" tanya Ken lagi


"Eh?? ada apa siswa kelas satu SMA sepertimu ke sini? apa jangan bilang kau temannya?" tanya orang yang tadi


*Lambang di lengan mereka, sepertinya mereka itu dari sekolah Meguro, lalu kenapa mereka kesini?* tanya Ken dihatinya sambil melihat lambang dilengan baju mereka


"Oi, kenapa kau hanya melihat lengan kami semua? apa jangan-jangan kau mengincar lengan kami?" tanya salah satu dari mereka yang maju ke Ken sambil merokok


"Tidak, aku hanya melihat lambang kalian saja—


"Dukk…"


Wajah Ken langsung di pukul olehnya dan dia terhempas lalu jatuh ke tanah, mereka semua menertawakan Ken saat dirinya terjatuh


"Hahaha… ku kira kau kuat, ternyata lemah. hahahaha…" ujarnya dengan tertawa


"Cih…" Ken mencoba bangun


"Oh, masih bisa berdiri ya, ku kira satu pukulan ku cukup untuk menumbangkan mu, ternyata tidak ya" ujarnya dengan setengah terkejut


"Hajar dia!"


"Hajar dia hingga mampus!"


"Hajar! hajar! hajar!"


Sorak semua orang dengan suara keras


*Cih… sial sekali nasib ku ini, andai saja aku tidak datang kesini, pasti aku akan mendapat nasib yang beruntung. cih, mau keluar dari sini saja susah karena mereka* ujar Ken dihatinya


Saat Ken bicara dihatinya dia di pukul oleh orang yang sama lagi, namun kali ini dia memukulnya berkali-kali ke wajahnya lalu ke dagu, Ken pun terjatuh


"S-Sialan… kalian…" ujar Ken dengan suaranya berhenti-berhenti


"Hahaha… dia masih bertahan dengan pukulan ku itu" ujarnya dengan tertawa dan melihat kearah yang lainnya


Ken mencoba berdiri lalu ia mengepalkan tangannya dan berjalan kearahnya


"Hei lihat, dia berjalan kearah mu" kata salah satu dari mereka


Lalu dia melihat kearah Ken


"Hah? kau bisa berdiri dengan wajah mu seperti itu?" tanyanya


"Tentu saja bisa, yang kau hajar bukanlah tubuh melainkan wajah" jawab Ken


"Oh? jadi kau kearah ku ingin dihajar lagi?" tanyanya


"Justru sebaliknya" jawab Ken


Ken memukul wajahnya hingga ia terjatuh terhempas kearah mereka, mereka ketakutan dan Ken maju lagi kearahnya lalu menginjakkan kakinya ke wajahnya, mereka semakin ketakutan


"Pemimpin kalian sudah ku hajar dan ku buat pingsan dia! apa kalian mau seperti ini?!" tanya Ken sambil menginjakkan kakinya di wajahnya


Ken memindahkan kakinya ke tanah lalu mereka lari ketakutan sambil membawa pemimpinnya, Ken menghampiri orang yang tadi mereka ikat lalu membebaskannya


"Hoi, siapa namamu?" tanya Ken


"Hoku Shunsuei, kau boleh memanggil ku Hoku, aku dari kelas satu" jawab Hoku


"Ah salam kenal, aku Ken Mikazura, jadi kau adalah junior ku ya" ujar Ken


"Eh… kau dari kelas dua?" tanyanya


"Yap" jawab Ken


"Jadi begitu, kau adalah senpai ku" ujar Hoku


^^^*Senpai\= senior^^^


"Sepertinya begitu" balas Ken


Lalu Ken duduk disampingnya


"Ada apa dengan mu? kenapa kau berurusan dengan berandalan seperti mereka dan justru kau malah tidak balik melawan?" tanya Ken

__ADS_1


"Aku… dijadikan samsak tinju oleh mereka selama 3 bulan yang lalu, jika aku melawannya aku akan dihajar habis-habisan oleh mereka" jawabnya


"Begitu, kenapa kau tidak mengatakannya ke teman sekelas mu?" tanya Ken lagi


"Aku tidak punya teman di kelas satu pun, aku hanya penyendiri yang membosankan dan juga bodoh" jawab Hoku


"Menyedihkan sekali, baiklah aku akan menjadi teman mu!" ujar Ken


"Eh?"


"Serahkan saja mereka kepada senpai mu atau teman mu ini!" sambung kata Ken


"Tapi…"


"Tidak apa-apa, biar aku yang mengurus mereka jika mereka menganggu mu lagi" ujar Ken


"Ah, baiklah" jawab Hoku


"Kalau begitu, sampai jumpa besok lagi!" kata Ken sambil bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan dia


Keesokan harinya, Ken bersama tiga temannya seperti biasa saat istirahat


"Fiuh… pelajaran tadi sangat susah ya" ujar salah satu temannya


"Kau benar, aku bahkan tidak paham satu pun, aku memang bodoh ya" balas salah satu temannya


"Ken, bagaimana menurutmu tentang pelajaran tadi?" tanya salah satu temannya


"Cukup sulit bagi ku" jawab Ken


"Memang hebat ya, salah satu anak dari keluarga Mikazura" ujar salah satu temannya


"Tidak itu biasa saja"


Saat mereka berjalan di lorong yang banyak murid lain, Hoku lari menghampiri Ken dari belakang


"Ken-senpai!" panggil Hoku dari belakang


"Huh?" lalu Ken menengok kebelakang begitu pula dengan teman-temannya


"Ken-senpai, tolong ikut aku sebentar" pinta Hoku


"Ah, baiklah"


Ken pun ikut Hoku ke suatu tempat disekolah


"Eh? dia punya junior?" tanya salah satu temannya sambil melihat mereka berdua


"Entah lah, dia dari kelas satu, dan laki-laki" kata salah satu temannya sambil melihat mereka berdua


"Syukurlah jika juniornya laki-laki, jika perempuan mungkin saja mereka jadian sebelum kita" kata salah satu temannya dengan lega


♦️


"Oi, Hoku, kau mau membawa ku kemana?" tanya Ken


"Disini" jawab Hoku


*Tempat olahraga? kenapa dia membawa ku ke tempat ini?* tanya Ken dihatinya dengan penasaran


"Aku sudah membawanya, Fudo-san" ujar Hoku


Fudo sedang duduk di tempat olahraga yang sepi


"Oh, kerja bagus Hoku" ujar Fudo sambil bangkit dari duduknya


"Eh? siapa kau?" tanya Ken


"Perkenalkan, namaku Tsukamoto Fudo, panggil aku Fudo, aku teman sekelasnya" kata Fudo sambil memperkenalkan dirinya


"Ah salam kenal, namaku—


"Ya, aku sudah tau dari Hoku" ujar Fudo sambil memotong perkataan Ken


"Jadi, kenapa kau membawa ku kesini, Hoku? dan juga katanya kau tidak punya teman satupun" tanya Ken


"Dia adalah ketua kelas ku yang punya kekuatan fisik yang lumayan kuat" jawab Hoku


"Geng katamu?" tanya Fudo


"Iya, setelah kita mengalahkan geng yang ada disekolah Meguro, kita akan lanjut untuk menguasai Kanto, lalu Jepang" jawab Hoku dengan nada tinggi dan ceria


"Aku tidak tertarik" jawab Ken


"Eh?? kenapa?" tanya Hoku


"Menjadi berandalan dan membuat geng itu tidak menarik bagiku, cukup menjalani kehidupan ku yang biasa saja sudah cukup bagiku, tidak usah menjadi seperti orang lain yang hebat dalam hal-hal tertentu" ujar Ken


"Ah, kalian berdua tidak menyenangkan" ujar Hoku


"Jadi, apa hanya itu saja yang ingin kau bicarakan di tempat yang luas ini?" tanya Fudo


"Ya, segitu saja karena kalian tidak setuju" jawab Hoku


Mereka pun hendak kembali ke kelasnya masing-masing, ditengah perjalanan, mereka mendengar suara motor yang keras dari arah luar sekolah, motor-motor itu jika didengar dari suaranya akan menuju ke sekolah mereka. karena kerasnya suara motor tersebut, semua siswa melihat kearah luar dan mereka melihat sebuah geng motor yang beranggotakan banyak orang, mereka juga membawa senjata dan ada yang membawa bendera, bendera itu bergambarkan sebuah naga merah


"Oi, oi ada apa?"


"Siapa mereka?"


"Mengapa mereka banyak sekali?"


"Motor? darimana mereka?"


Tanya banyak siswa yang kebingungan saat melihat mereka


Orang yang membawa bendera tersebut langsung mengibarkannya lalu pemimpin mereka turun dari motornya dan berjalan kesana, OSIS datang untuk melihat itu dan mereka terjebak di kerumunan murid, ketua OSIS langsung keluar dari kerumunan orang dan berjalan kearahnya


"Hei, siapa kalian? disini tidak diijinkan untuk membawa senjata-senjata!" ujar ketua OSIS sambil memperingatkannya


"Aku ingin bertanya, dimana orang yang namanya Ken Mikazura?" tanya si pemimpin


"Ken Mikazura? apa urusan kalian dengan dia?" tanya ketua OSIS lagi


"Beritahu dulu" kata si pemimpin


"Beritahu dulu urusan kalian dengan dirinya!" ujar ketua OSIS dengan tegas


"Sepertinya bicara baik-baik tidak bisa ya…"


Pemimpin tersebut langsung mengangkat kakinya lalu menendang perut ketua OSIS hingga dia terhempas lalu jatuh dan pingsan


"Oi, tidak kusangka dia berani melawan ketua OSIS"


"Tidak mungkin, ketua OSIS kalah hanya dengan tendangan saja?!"


"Habislah kita…!!"


Semua murid ribut dan panik karena kalahnya ketua OSIS


Salah satu anggotanya memberikan pemimpinnya megafon lalu ia menggunakannya


"Kami disini hanya mencari seseorang yang bernama Ken Mikazura! apa orangnya ada disini?!" tanya si pemimpin dengan menggunakan megafon


"Ken? ada apa dengannya?"


"Ada apa dengan dia? ada dia melakukan hal jahat ke mereka?"


"Tidak mungkin, apa dia sudah berurusan dengan berandalan?"


Semua murid berisik dan panik


"Kami kesini hanya untuk memberinya pelajaran karena telah melukai salah satu anggota kami!" lanjut katanya lagi melalui megafon


Ken dan dua lainnya berjalan menuju kelas namun mereka terjebak di kerumunan murid-murid, salah satu temannya menemukan Ken yang terjebak di kerumunan lalu ia membebaskan mereka


"Oi, apa yang terjadi disini? kenapa ini sangat ramai, OSIS tidak bisa menghentikannya apa?" tanya Ken


"Ken, mereka sedang mencari mu, mereka bilang salah satu anggotanya terluka gara-gara dirimu" jawab temannya yang membebaskan mereka


*Hmm…? siapa ya, padahal aku tidak pernah berurusan dengan salah satu anggota mereka* tanya Ken dihatinya

__ADS_1


"Kemi… mereka mencari mu" ujar Hoku


"Kemi? siapa Kemi?" tanya mereka semua


"Dialah, kalian pikir siapa? aku menyingkat nama panjangnya menjadi 'Kemi' untuk mudah memanggilnya" jawab Hoku


"Ya ampun… tapi ku pikir itu tidak buruk juga" ujar Ken


"Ken, kau kemarin menyelamatkan Hoku dari sekolah Meguro kan?" tanya Fudo


"Iya, kenapa?"


"Yang menghajar-hajar Hoku adalah sebuah geng motor yang bernama 'Red dragon' dan kau melukai satu anggota dari mereka, jadi jika ada yang melukai satu anggotanya maka dia harus melawan semua anggota" ujar Fudo


"Jadi begitu, sepertinya aku harus melawan mereka ya" ujar Ken dengan perasaan pasrah


"Apa kau gila?! kau bisa saja mati melawan mereka! mereka itu banyak dan kuat, apalagi mereka memegang banyak senjata" tanya Fudo


"Aku tidak gila, aku hanya ingin menyelamatkan semua murid yang ada disini dari gangguan mereka, itu saja" jawab Ken


"Huh… kalau begitu aku ikut dengan mu, mari kita hajar mereka!" ujar Fudo dengan penuh semangat


"Oi, kalian berdua, jangan sampai mati, jika kalian mati, akan ledakan kuburan kalian" ujar salah satu teman Ken dengan bercanda yang berlebihan


"Aku mengandalkan kalian berdua, jangan memaksakan diri" ujar Hoku sambil mengkhawatirkan mereka


Mereka berdua masuk kedalam kerumunan lalu keluar untuk menunjukkan diri dengan rasa percaya diri yang amat tinggi


"Aku!! aku yang kalian cari!! nama ku Ken Mikazura!!" ujar Ken sambil menyebutkan namanya dengan nada tinggi dan tanpa ragu


"Eh? dia menunjukkan dirinya?"


"Tidak kusangka dia akan senekat itu"


"Kenapa dia gegabah langsung maju ke musuhnya?"


Semua murid ribut dan mengomentari apa yang Ken lakukan


"Disampingnya bukankah itu ketua kelas 10?"


"Kenapa ketua kelas 10 juga ikut-ikutan?"


"Apa dia disuruh Ken?"


Tanya semua murid


♦️


Di kantor para guru dan kepsek, wali kelas 11 dan 10 sedang melihat mereka berdua dari atas


"Ya ampun… kenapa mereka malah gegabah begitu saja?!" tanya guru kelas 11 atau wali kelasnya Ken


"Mereka benar-benar nekat ya pak, padahal mereka semua berhadapan dengan banyak orang bersenjata" ujar guru kelas 10 atau wali kelasnya Fudo dan Hoku


"Kenapa kalian tidak menghentikan konflik ini?" tanya pak kepsek


"Benar juga ya" kata mereka saat menyadarinya


Ada seseorang yang mengenakan jaket putih dan belakangnya terdapat gambar naga merah dengan rambut jingga dan ditangannya membawa stun gun lalu masuk ke ruangan para guru lalu membuat pingsan para guru dan kepsek


♦️


Di halaman sekolah


"Oh jadi kau yang namanya Ken Mikazura ya?" tanya si pemimpin


"Ya, aku dengar kalian memiliki urusan dengan ku, jadi aku langsung kesini saja" jawab Ken


"Oh? nekat sekali kau, mendatangi tempat musuhnya tanpa mengetahui apapun" ujar si pemimpin


"Ini hanya masalah kita saja bukan? kita tidak boleh membiarkan orang luar ikut kedalam konflik ini" ujar Ken


"Baiklah, lalu kenapa kau sendiri yang membawa orang luar ikut kedalam konflik ini?" tanya si pemimpin


"Oi, oi, kau pikir aku orang luar? tidak, tidak. aku salah satu orang yang ikut dalam permasalahan kalian, teman ku yang akan di jadikan samsak tinju oleh anggota geng kalian mana bisa ku biarkan bukan?" ujar Fudo


"Jadi begitu, sungguh pertemanan yang indah, tapi… pertemanan kalian akan sampai disini saja, ini adalah medan pertarungan, jadi ini tidak akan berakhir jika salah satu dari kita kalah atau tumbang" kata si pemimpin


"Baik, kami terima" jawab Ken


Semua anggota mereka turun dari motor dan bersiap-siap dengan senjata mereka masing-masing


"Semuanya… siap… serang!!"


Semua anggotanya maju semua sambil membawa senjata masing-masing sementara si pemimpin dan pembawa bendera hanya melihat mereka dari belakang. Ken dan Fudo menyerang mereka dengan cara menghindari serangan mereka lalu menyerangnya secara terus-menerus hingga mereka kewalahan namun mereka tidak menyerah dan terus melakukan hal tadi namun dalam gerakan yang berbeda dari sebelumnya, semua anggota geng itu yang berjumlah 103 kalah semua sementara mereka berdua masih berdiri dan mereka kewalahan, mereka menerima terluka yang lumayan parah karena serangan semua anggotanya ada yang mengenainya dan ada yang tidak. semua murid terkagum-kagum setelah melihat mereka


"Ya ampun, sepertinya aku meremehkan kalian ya, dengan 103 anggota saja tidak bisa mengalahkan kalian" ujar si pemimpin dengan santai


"Ini tidak cukup untuk mengalahkan kami berdua!" ujar Ken


"Sepertinya kita harus turun tangan ya, pemimpin?" tanya si pembawa bendera


"Ya, karena kita jumlahnya 2 dan mereka 2 jadi ini lebih adil dibandingkan yang tadi, tapi masalahnya…


…Apa kalian bisa bertahan dengan melawan kami berdua?" tanya si pemimpin sambil berjalan kearah mereka sambil menginjak-injak tubuh anggotanya yang pingsan lalu memasang wajah menyeramkan


"Tentu saja, kami tidak akan kalah meskipun nyawa kami terancam" ujar Ken


"Aku urus si tubuh kekar, kau urus yang satunya lagi" kata si pemimpin


"Baik!!" jawabnya sambil berlari lalu melompat dan mendarat di depan hadapan Fudo


Angin mulai berhembus kencang saat pertarungan mereka akan dimulai


♦️


Di kantor guru dan kepsek. orang tadi selesai membuat pingsan para guru dan kepsek, saat dia keluar, dia melihat seorang perempuan yang melihat tindakannya


"Jadi kau salah satu dari mereka ya?" tanya perempuan itu


"Wah ada yang melihat ku ya" ujar orang tadi dengan terkejut


Perempuan itu langsung berlari kearahnya dengan kecepatan yang terlihat oleh laki-laki yang ada didepannya, perempuan itu langsung menendang kepalanya dari belakang dan laki-laki langsung pingsan tak sadarkan diri dalam sekejap


"Ya ampun… dia ini lemah sekali"


♦️


Dihalaman sekolah


Tanpa basa-basi, Ken langsung mengarahkan pukulannya ke wajahnya si pemimpin, namun si pemimpin langsung membuat tangan Ken terkilir dengan tangannya, si pemimpin langsung mengangkat kerahnya keatas lalu membantingnya ke tanah


"Hei, ada apa dengan mu, apa kau kewalahan?" tanya si pemimpin


"Tidak, kau lah yang terjebak kedalam perangkap ku!" ujar Ken dari bawah


Saat berada di tanah, Ken langsung menyeret kakinya lalu dia membanting tubuhnya ke tanah, Ken langsung menginjak-injak wajahnya dengan kakinya. sang pembawa bendera marah ia berlari menuju ke Ken namun dia dihalangi oleh Fudo


"Kau tidak boleh melawan musuh yang sudah melawan musuh lain!" ujar Fudo


"Menganggu saja kau!!" lalu si pembawa bendera mengarahkan pukulannya ke Fudo


Fudo menahan pukulannya, lalu ia memegang tubuhnya lalu mengarahkannya ke lututnya yang ia angkat keatas, lututnya mengenai dada si pembawa bendera. lalu dia menjatuhkan tubuhnya ke tanah. mereka berdua melawan musuh yang amat kuat dan mereka tetap bisa menahannya, setelah melawan mereka selama sejam, Fudo dan Ken memenang kan konflik tersebut. mereka dengan bahagia langsung terjatuh pingsan


Setelah kejadian itu, sang pemimpin geng red dragon menyerahkan posisinya ke Ken namun Ken tidak mau dan justru membubarkannya, ia hanya menerima gelarnya sebagai "Red dragon killer". 1 tahun berlalu dan kini Ken dan tiga temannya lulus dari SMA, dia hanya menunggu Fudo dan Hoku lulus, saat dia berada di halaman sendirian meskipun suasananya ramai, adik perempuannya yang bernama Aira Mikazura memeluknya dari belakang dengan erat hingga tubuhnya Ken tidak bisa bergerak


"Oi, Aira, lepaskan aku, aku tidak bisa bergerak" ujar Ken


"Ehe… kau memang keren kak, kau mendapatkan gelar 'red dragon killer' hanya dengan mengalahkan gengnya berdua saja" kata Aira sambil melepaskan pelukannya


Saat Aira melepaskan pelukannya, Ken cepat-cepat lari dari dirinya. Aira pun langsung mengejarnya


♦️


Dikelas 12


"Lihat saja Kemi, aku akan menjadi musuh mu, dan membangkitkan geng red dragon itu lalu merekrut banyak anggota yang dari seluruh Kanto hingga Jepang yang kuat-kuat, lalu menguasai wilayah Kanto hingga seluruh wilayah yang ada di Jepang!!" ujar Hoku dengan penuh semangat di kelasnya saat dia sendirian


"Tunggu saja aku, wahai red dragon killer" lanjut Hoku


Bersambung………

__ADS_1


__ADS_2