
♦️
Kota Tokyo, distrik Shinjuku, siang hari sebelum tengah hari. tengah kota
"Bagaimana cara kita menemukan lukisannya?" tanya Izami
"Entah lah, disini sangat ramai, apalagi kita tidak punya petunjuk" jawab Yon
"Sebelum itu, kita harus keluar dari keramaian ini" ujar Izami yang terjebak di keramaian tengah kota
"Benar juga…" kata Yon
Izami berjalan ke depan sedangkan Yon sedang melihat gedung-gedung di tengah kota
"Oi, Yon, cepatlah sebelum kau tertinggal dan tersesat" panggil Izami yang menoleh ke belakang
"Ah, baik" balas Yon yang langsung berjalan
Mereka berjalan ke tepi jalanan lalu masuk ke gang yang ada banyak rumah-rumah penduduk
"Apa kita perlu menanyakannya kepada para penduduk yang ada disini?" tanya Yon yang melihat sekelilingnya sambil berjalan
"Aku tidak tau, jika semua penduduk tidak tau tentang lukisan maka percuma saja menanyakannya" jawab Izami sambil berjalan
Ketika mereka sedang berjalan di gang tersebut, terdengar suara perkelahian tidak jauh dari mereka, mereka berjalan kearah suara tersebut dan mengintip sedikit dengan kepalanya dari balik rumah dan mereka melihat satu laki-laki yang kewalahan sedang berkelahi dan satu perempuan yang hanya terdiam saja, mereka terkepung oleh banyak orang bersenjata di sebuah tempat sempit di gang tersebut dan terpojokkan oleh mereka semua
"Izami, apa kau akan menolong mereka?" tanya Yon sambil mengintip mereka
"Aku tidak tau, mungkin yang di serang adalah orang yang sedang pacaran sedangkan yang mengepung mereka adalah sebuah geng yang ada disini" jawab Izami
"Sebuah geng ya, aku merasa kasihan kepada pasangan itu, laki-lakinya kewalahan tapi masih berjuang melawan mereka sedangkan yang perempuan hanya terdiam saja karena di dekati banyak laki-laki dari geng itu" ujar Yon yang prihatin dengan mereka
♦️
"Oi, oi, ada apa? apa kau sudah kewalahan hah?!" tanya anggota geng yang sedang melawan laki-laki itu
"Haha… kau bilang kau akan menghabisi kami, tapi kenapa kau malah kewalahan? tubuh mu sudah babak belur, kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi!!" kata salah satu anggota geng itu sambil menertawakannya
"Berisik!! aku melakukan ini untuk melindungi dia!!" ujar laki-laki itu dengan nada tinggi
"Hah?! kau melindungi perempuan itu? orang seperti mu tidak pantas untuk melindunginya!! cepatlah kalah lalu berikan pacar mu itu kepada kami!!" ujar anggota geng yang melawannya
"Iya benar! serahkan saja!!"
"Ya!! serahkan saja dia kepada kami, kau tidak bisa melakukan apapun untuknya!!"
"Cepat serahkan jika kau tidak mau hidupmu terganggu lagi!!"
Sorak semua anggota geng itu
"Berisik!! aku akan terus melindunginya, aku tidak peduli mau babak belur ataupun sakit!! aku tidak peduli jika kalian terus menganggu hidup ku terus!!" balas laki-laki itu dengan wajah yang tegar dan suara lantang
"Huh? kau tidak terganggu ya jika kami mengganggu kehidupan mu, baiklah kalau begitu, kepung dia lalu habisi dia!!" ujar ketua geng itu dengan suara lantang
Semua anggota geng itu langsung mengepung dia sambil bersiap-siap untuk menghabisinya sedangkan ketua gengnya berada di belakang mereka
♦️
"Huh, satu orang melawan banyak orang ya? cih, kalian pengecut. apalagi lawan kalian adalah orang yang berpacaran" ujar Ryuujiki yang datang dari balik Izami dan Yon dengan suara yang lantang dan terdengar mereka semua
Izami dan Yon yang mendengar suara itu berbalik kebelakang dan melihat Ryuujiki sedang berjalan hendak memasuki tempat sempit itu, para geng itu pandangannya langsung teralihkan ke belakang dan melihat Ryuujiki
*Bukankah dia Ryuujiki? kenapa dia ada disini?* tanya Izami dihatinya yang melihat dia
*Kenapa dia kesini? apa dia kesini gara-gara mendapat kabar tentang lukisan itu? tidak, dia tidak masuk cabang apapun di organisasi, lantas apa yang dia lakukan di sini?* tanya Yon dihatinya yang kebingungan melihatnya
♦️
Semua anggota geng dan ketuanya menghadap kebelakang
"Siapa kau?" tanya ketuanya
Lalu Ryuujiki masuk ke gang sempit itu lalu menjawab pertanyaannya
"Aku penjahat" jawabnya
"Hah?!?!" tanya semua anggota dan ketuanya yang kebingungan
"Apa yang kau bicarakan? apa kau mau mencari masalah dengan kami?!" tanya ketuanya
"Tidak, aku hanya ingin melawan kalian saja" jawab Ryuujiki sambil berjalan menuju kearahnya
"Jika kau bilang begitu sama saja kau mencari masalah dengan kami!!" ujar ketuanya
"Kalian geng 'The elite seven' bukan? jika di lihat dari lengan baju kalian yang bergambarkan nomor 1 yang berarti kalian adalah geng ke nomor satu kan?" tanya Ryuujiki kepada semua anggotanya dan ketuanya
"Iya, bagaimana kau mengetahuinya?" tanya ketuanya
"Karena… aku sudah mengalahkan semua geng beserta kaptennya dari tujuh sampai enam, dan baru tadi pagi aku melawan yang ke-dua dari si nomor satu" ujar Ryuujiki
"Apa?! tidak… tidak mungkin kau mengalahkan mereka semua sendirian!!" ujar ketuanya yang terkejut beserta semua anggota yang terkejut dan ketakutan
♦️
Mereka berdua masih mengintip dengan kepala mereka
*Apa yang Ryuujiki maksud? siapa geng 'the elite seven' itu? dan dia mengalahkan semuanya kecuali si nomor satu dan satu lagi gengnya?! aku tidak paham apa yang terjadi disini* tanya Izami dihatinya kebingungan
"Izami, apa kau tau tentang geng yang Ryuujiki maksud?" tanya Yon sambil mengintip mereka
"Entah lah, aku tidak tau apa-apa tentang sisi gelap Tokyo ataupun Jepang, jika mau tau tanyakan saja ke Ryuujiki" balas Izami
♦️
"Baiklah, jika kalian ku kalahkan, apa kalian bisa beritahu kepada ku dimana si nomor satu itu?" tanya Ryuujiki
"Sialan kau!! semuanya, jangan takut, soal omongan dia yang mengalahkan semua geng beserta kaptennya itu hanya bualan saja!! kita nomor satu, tidak boleh mengecewakan dia!! lawan saja dia dengan bersama-sama!!" ujar ketuanya sambil menoleh kebelakang dan menyemangati mereka
"Oh? kalian ingin melawan ku ya, kalau begitu hibur aku dan tunjukkan kepada ku bagaimana kekuatan geng si nomor satu yang pertama" ujar Ryuujiki
"Oke… jangan menyesalinya!! meskipun kau kuat tapi kau mungkin tidak bisa melawan 25 orang kan?" ujar ketuanya
"Serang dia!!" perintah ketuanya
Mereka semua menyerang Ryuujiki sambil membawa senjatanya dan berlarian kearahnya, Ryuujiki yang melihat mereka menyeringai disaat sebelum dirinya di serang. pada saat mereka mendekati Ryuujiki dan mengayunkan senjatanya kearahnya, saat senjatanya hampir mengenai dirinya senjata itu seperti mengenai sesuatu dan beberapa daru mereka langsung terpental ke tembok dan beberapa dari mereka terjatuh, sedangkan Ryuujiki masih tetap berdiri di tempatnya tanpa melangkahkan satu kaki,
Pasangan yang melihat itu terkejut
"Ti-Tidak mungkin… mereka semua kalah? sedangkan dia masih tetap disana?" tanya si laki-laki itu dengan amat terkejut
"Bagaimana bisa mereka terpental sedangkan dia hanya berdiri di tempat itu tanpa bergerak sekalipun?" tanya si perempuan terkejut melihat itu
♦️
Mereka berdua masih mengintip ke gang kecil itu dengan kepala mereka dari balik rumah
__ADS_1
"Hebat… seperti yang ku harapkan darinya, dia bisa mementalkan musuhnya hanya dengan diam diri saja" ujar Yon yang melihatnya dengan terkagum-kagum
"Dia memang benar-benar kuat!!" ujar Izami
♦️
"Oi, oi, apa segini saja yang kalian punya? katanya kalian geng si nomor satu yang pertama, tapi hanya segini saja kekuatan yang kalian punya? cih, membosankan! ku kira kalian bisa menghibur ku" ujar Ryuujiki
"Sial!! bagaimana bisa kau mementalkan kami tanpa kau bergerak?!" tanya ketuanya yang mencoba bergerak usai terpental ke tembok
"Aku memiliki kekuatan spesial yang tidak bisa kalian ketahui" jawabnya
"Hah? apa yang kau maksud?" tanya ketua geng lagi dengan kebingungan
"Kau pasti tidak akan paham…" Ryuujiki berjalan kearahnya
…Sekarang, dimana si nomor satu itu?" tanya Ryuujiki yang berada di hadapan ketua itu
"Di… Dia… sekarang sedang berada di atas menara Tokyo" jawab ketua itu dengan ketakutan
"Cih, terpaksa aku harus kembali ke Tokyo lagi" ujar Ryuujiki yang pergi meninggalkan mereka lalu keluar dari gang kecil itu
Disaat dia pergi dari gang kecil itu, Izami bertanya kepadanya sebelum dirinya pergi
♦️
"Ryuujiki" panggil Izami
"Hah? ada apa? jika bukan hal yang penting tidak usah berbicara" tanya Ryuujiki
"Kenapa kau ada disini?" tanyanya
"Aku sedang mencari keberadaan si nomor satu itu, aku dengar dia memiliki kaitan dengan misi ESH kali ini" jawab Ryuujiki
"Huh? dia ada kaitannya?" tanya Izami
"Ya, Hanreil laknat itu bilang padaku jika aku harus mengalahkan geng 'the elite seven' dan si nomor satu itu memiliki kaitannya dengan misi ESH, aku tidak tau apa kaitannya" jawab Ryuujiki
"Jadi begitu"
"Kalau begitu aku pergi dulu" pamit Ryuujiki
Ryuujiki langsung lompat lalu terbang menuju Tokyo, Izami dan Yon melihat dia terbang, setelah itu para geng tersebut lari keluar dari gang dengan terbirit-birit
"Ah, mereka lari" ujar Yon
"Biarkan saja mereka, yang penting kita harus menolong mereka" kata Izami
Mereka berdua masuk ke gang untuk menolong mereka, perempuan itu merangkul pacarnya, lalu saat melihat mereka berdua, dia berhenti
"Siapa lagi kalian?" tanyanya
"Jangan bilang kalian teman geng tadi itu ya?" sambungnya
"Tidak, kami dari ESH dan kami tidak sengaja melihat kalian berada disini dan terkepung oleh banyak orang, tapi kami hanya mengintip saja" jawab Izami
"Ha? dari tadi kalian ada disini dan cuma mengintip saja?! jangan bercanda!! kenapa kalian tidak menolong kami?! kalian yang harusnya sudah besar dan kuat melindungi kami yang kecil dan lemah, kenapa kalian hanya mengintip saja?! jika saja kalian sudah menolong kami duluan, pasti dia tidak akan babak belur dan pingsan seperti ini!!" ujar perempuan itu dengan marah dan penuh emosi
"Kami memiliki kemapuan, tapi kemampuan tersebut tidak bisa di lihat oleh manusia biasa, jika aku menggunakan kekuatan ku untuk menyingkirkan mereka maka kekuatan ku akan menjalar dan membunuh manusia. tujuan kami bukanlah membunuh manusia biasa, melainkan membunuh roh jahat ataupun manusia yang memiliki kekuatan roh tapi dia menyalahgunakannya" jawab Izami
"Jadi begitu, kalau begitu menyingkir lah" ujar perempuan itu
Laki-laki itu tiba-tiba tersadar dan saat tersadar dirinya sudah berada di rumah, dia bangun dan melihat pacarnya dan dua pria lain di belakangnya, pacarnya langsung memeluknya
"Untunglah kau sudah bangun" ujar pacarnya sambil memeluk erat dirinya
"Hehe…" perempuan itu tertawa dan menunjukkan wajah manisnya dihadapannya
"Oh iya, siapa mereka berdua, Hinamiya?" tanya pacarnya
"Mereka sudah membantu ku untuk membawa mu kesini" jawab Hinamiya
"Ah jadi begitu, perkenalkan namaku Taigo" balas Taigo memperkenalkan dirinya kepada mereka berdua
"Perkenalkan juga nama ku, Kizuki Izami dan dia teman ku namanya Yon" jawab Izami
"Jadi begitu"
"Omong-omong apa keluarga mu menyukai lukisan?" tanya Izami
"Iya, keluarga ku sering sekali membeli sebuah lukisan lalu menaruhnya di suatu ruangan, banyak lukisan yang mereka beli, saat ini mereka sedang pergi keluar negeri untuk bekerja, jadi aku tinggal sendirian setiap malam" jawab Taigo
"Omong-omong apa di rumah ini ada lukisan yang membuat mu ketakutan saat kau berada di sini sendirian?" tanya Yon
"Oi, Yon, apa yang kau tanyakan? dia kan sudah besar dan punya pacar, tidak mungkin dia akan ketakutan hanya dengan melihat lukisan saja" tanya Izami sambil bisik-bisik ke Yon
"Ada." jawab Taigo
"Eh?" Izami menoleh ke hadapan Taigo dengan wajah yang kebingungan
"Karena orang tuaku belum pulang kembali ke sini selama 5 bulan, aku sering melihat-lihat lukisan apa yang mereka beli, dan ada satu lukisan yang sangat aneh dan itu membuat ku ketakutan, meskipun aku sudah besar dan nanti mau masuk SMA aku tetap takut melihat itu, Hinamiya saja ketakutan sekali melihatnya. karena saking takutnya, sampai-sampai lukisan itu terbawa dalam mimpi ku dan aku tidak bisa tertidur, lukisan itu bergambarkan sebuah satu mata yang besar, dan seluruh kanvasnya di warnai warna merah semuanya kecuali mata itu. saat dia terbawa dalam mimpi ku, dia seperti ingin merasuki ku" jawab Taigo sambil menerangkannya
"Tunjukkan ke kami bagaimana lukisan itu" kata Yon
Taigo langsung menunjukkan lukisannya kepada mereka, lukisan itu ada di ruangan gudang karena Taigo menyimpannya agar dia tidak melihatnya lagi, saat sampai disana, gambar lukisan itu benar seperti yang Taigo katakan, lukisan itu bergambarkan sebuah satu mata yang besar, kanvasnya di warnai warna merah semuanya kecuali mata itu
"Lukisan ini benar-benar aneh" ujar Yon
"Seperti yang ku bilang, lukisan itu benar-benar menyeramkan bagiku, maka dari itu aku akan menutup mata ku ini sampai kalian pergi dari gudang" ujar Taigo yang menutup matanya dengan kedua tangannya
"Izami, hancurkan lukisan ini dengan pedang mu itu" ujar Yon
"Baiklah"
Izami menarik pedang dari sarung pedangnya lalu menusukkannya ke lukisan itu lalu lukisan itu rusak dan terbakar
"Hahahaha…" Taigo tertawa sambil menutup matanya
Izami dan Yon menoleh kebelakang
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Izami
"Kalian benar-benar bodoh, kalian tidak mengecek dulu apa sebelum lukisan itu di bakar oleh api?" tanya Taigo lalu dia membuka kedua tangannya
Setelah Taigo membuka kedua tangannya dari matanya, mata Taigo berubah menjadi satu dan itu besar seperti lukisan tadi, mata itu berposisi vertikal keatas di dahinya. Izami dan Yon terkejut dan seketika rumah itu menjadi gumpalan daging
"Hoi, yang benar saja, apa sebenarnya Taigo itu adalah roh dari lukisan itu?!" tanya Yon terkejut melihat Taigo
"Tidak… aku adalah mata yang ada di lukisan yang kalian hancurkan lalu di bakar, sebelum kanvas itu terbakar, aku berpindah ke tubuh manusia ini dan memasukkan dua manusia ini ke kanvas yang telah kalian bakar!!" balas si mata satu
"Jangan bercanda!! tidak mungkin kanvas yang tadi ku bakar itu adalah mereka, kau pikir aku akan terkena mental?" ujar Izami yang percaya diri
"Oh ya, asal kalian tau, tubuh ini milik laki-laki itu, jika kau melukai tubuhnya ataupun membunuh ku melalui tubuh ini maka yang terbunuh atau terluka bukan lah aku, melainkan manusia itu" ujar si mata satu
"Cih, sepertinya aku tidak boleh asal menebas ya…" ujar Izami
__ADS_1
Si mata satu itu menyeringai lalu dia menyatu dengan gumpalan-gumpalan daging, mereka kebingungan dan waspada melihat sekelilingnya, disaat Izami lengah, matanya muncul dari gumpalan daging itu lalu dia lompat saat dirinya lompat tubuhnya menjadi manusia lagi lalu hendak memukul kepala Izami dari belakangnya, saat memukulnya dia hanya memukul angin saja, lalu kabut tebal bermunculan
"Huh? kabut? kenapa ada kabut di rumah ini? dan juga bukan kah tadi aku sudah memukul kepala orang itu? kenapa aku merasa aku hanya memukul angin saja?" tanya si mata satu berbicara sendiri di tebalnya kabut
Dari belakangnya muncul sebuah api biru yang menuju kearahnya, si mata satu langsung berbalik kebelakang dan menahan pedang Izami yang akan dia tebas kan ke si mata satu dengan lengan tangan kanannya
"Meskipun hanya mata satu, tapi kau dapat mengetahuinya dengan cepat ya" ujar Izami
"Kau pikir aku hanya musuh biasa yang tidak dapat mengetahui serangan dadakan dari seorang musuh?" tanya si mata satu sambil menahan pedang itu dengan tangan kanannya
Disaat Izami masih berusaha untuk menebas lengan tangan kanannya yang keras itu, tiba-tiba gumpalan daging dari lengan tangan kanannya yang ia coba tebas berkumpul di ujung pedang Izami lalu ujung pedangnya patah akibat gumpalan daging itu, Izami pun mundur masuk ke dalam kabut
"Hahaha… percuma saja kau masuk ke dalam kabut jika aku bisa menghilangkan kabut ini!" ujar dirinya
Kedua tangannya menjadi besar akibat gumpalan daging yang bersatu di tangannya, lalu ia memutarkan kedua tangannya ke seluruh arah lalu angin yang dihasilkannya menghilangkan kabut itu, saat kabut itu menghilang Izami langsung membakar seluruh gumpalan daging yang ada di rumah tersebut
"Apa? terbakar? tidak mungkin…" tanya si mata satu dengan panik
"Kau akan kalah disini, one-eye" ujar Izami berjalan dari belakangnya
"Jadi kau membakar seluruh gumpalan daging yang ada disini ya, tapi percuma saja, mereka akan tetap muncul meskipun sudah terbakar habis" ujar one-eye
Izami langsung berlari kearahnya lalu mengayunkan pedangnya kearah tubuhnya namun tubuhnya dihalangi oleh lengan tangan kanannya, Izami pun menebasnya dengan ujung pedangnya yang berapi biru lalu lengannya putus, sesaat setelah dia menebas lengan yang dia putus kan bergabung ke tubuh one-eye dari kakinya
"Jadi perkiraan ku benar" ujar Izami
"Apa yang kau maksud?" tanya one-eye
"Tubuh itu bukanlah punya Taigo, melainkan tubuh itu hanya tiruan yang kau buat dari gumpalan daging itu" jawab Izami
"Ah, jadi ketahuan ya… sepertinya ini adalah waktunya untuk mengakhiri—
"Gahakk!!"
"Apa?!"
Izami menusukkan pedangnya ke bagian dada one-eye, bagian dadanya akan beregenerasi lagi dan pedangnya tersangkut di tubuhnya one-eye
"Percuma saja, kau tidak bisa melakukan apapun jika pedang mu tersangkut di sini, aku lah yang akan menang!!" ujar one-eye dengan percaya diri
"Oh? begitu kah?" tanya Izami yang menggenggam erat pedangnya dengan tangan kanannya
Pedang Izami mengeluarkan sebuah api biru saat tersangkut di bagian dadanya one-eye, lalu api biru tersebut menjalar ke seluruh tubuh one-eye
"Terbakar lah!!"
"Aaghhh!!!"
Tubuh one-eye pun terbakar hingga habis, Izami menarik kembali pedangnya. meskipun tubuh one-eye sudah habis terbakar namun gumpalan daging itu masih ada
*Apa?! meskipun aku sudah membakar habis dirinya tapi mengapa gumpalan daging ini masih ada? apa jangan-jangan itu bukan tubuh utamanya?! sepertinya iya, setelah melihat gumpalan daging ini belum menghilang yang berarti tubuh aslinya bukanlah tadi* ujar Izami dihatinya
"Yon!! carikan dimana tubuh aslinya!!" perintah Izami ke Yon
Yon pun langsung melaksanakannya, one-eye bangkit lagi dengan tubuhnya yang menyatu dengan banyak gumpalan daging dan matanya ada di atas sendiri, sedangkan mulutnya yang terbuka lebar, dia berada di belakang Izami. Izami yang melihat depannya gelap menoleh keatas dan melihat one-eye berubah menjadi besar tubuhnya dan menyatu dengan gumpalan daging
"Ini akan berakhir, sialan!!" ujar one-eye dari atas
"Cih tubuh mu membesar itu mempersulit ku untuk menyerang mu" kata Izami
One-eye mengarahkan tangan kanannya ke bawah lantai lalu menyatu dengan lantai dan gumpalan daging yang ada di lantai memegang kedua kaki Izami, Izami dengan cepat memotong mereka. gumpalan-gumpalan daging itu berubah menjadi bentuk manusia dalam jumlah banyak lalu menyerang Izami dan memojokkannya
"Jumlah mereka ini sangat banyak sekali, aku tidak bisa fokus kalau begini!" ujar Izami yang terpojokkan
...[Teknik api biru: pembakaran]...
Izami membakar mereka semua hingga habis, pandangannya teralihkan, one-eye dengan cepat langsung memukul pipi kanan dari samping Izami dengan kepalan tangan yang sangat besar, Izami terpental ke sebuah tembok gumpalan daging dan dia hampir masuk ke dalam gumpalan itu, saat dia hampir masuk ke dalam gumpalan tersebut, Izami melihat Yon yang samar-samar karena dirinya di tutupi oleh kabut
"Yon!! gunakan kabut minyak itu!!" pinta Izami dengan suara keras
...[Teknik kabut: kabut tebal berminyak]...
Sebuah kabut tebal muncul lagi dan itu menghalangi pandangan one-eye yang berjalan menuju ke Izami
...[Teknik api biru: pembakaran]...
Api biru muncul lalu membakar kabut itu hingga mengenai gumpalan-gumpalan daging, tubuh One-eye pun terkena api itu
"Sialan!! bagaimana bisa ada api di tubuh ku?! dan juga kenapa apinya bisa menjalar melalui kabut itu?! cih, jika begini terus aku akan terbakar dan semua gumpalan daging akan terbakar, lalu tubuh ku akan mengecil" ujar one-eye dengan tubuhnya yang terbakar lalu sedikit demi sedikit mengecil
Izami mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang One-eye dari depannya, one-eye menahan serangan tersebut dengan lengan tangan kanannya yang besar
*Apa?! lengannya menjadi besar?!* Izami terkejut
"Percuma saja"
Lalu Izami mundur menjauh menjaga jarak darinya
*Entah mengapa kekuatannya seperti Yama saja, seluruh badannya bisa ia ubah sesuka hati, jika aku tidak menemukan tubuh aslinya maka aku tidak akan menang. walaupun aku sudah membakar semua gumpalan-gumpalan daging hingga habis tapi itu masih muncul lagi, jika seluruh arah sudah ku bakar lalu dimana tubuh aslinya? tunggu, saat pembakaran ku membakar gumpalan daging di bawah aku tidak sengaja melihat lantai yang masih utuh, jika seluruh rumah ia jadikan sebagai gumpalan daging maka seharusnya lantainya juga di ubah, apa mungkin ada di bawah lantai ini?* ujar Izami dihatinya sambil berpikir
Telapak tangan kanan one-eye yang terbuka dan membesar menuju kearah Izami yang sedang berdiam diri, Izami melirik kearah one-eye dan melihat dia melancarkan serangannya pada dirinya
*Sialan, saking fokusnya berpikir aku lupa untuk fokus melihat gerak-geriknya* ujar Izami dihatinya
Izami berlari kearah Yon dan telapak tangan kanan one-eye masih mengejarnya
"Yon!! cepat gunakan itu!!" pinta Izami berlari kebelakang nya
Kabut tebal muncul lagi, lalu one-eye mengembalikan tangannya seperti semula
"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku bisa menghilangkan kabut ini kan?!" tanya one-eye dengan emosi
One-eye memutarkan kedua tangannya yang membesar berkat gumpalan daging itu, kabut pun hilang akibat hembusan angin yang dia hasilkan, disaat kabut itu hilang Izami sedang membakar gumpalan daging yang ada di lantai lalu saat selesai dia langsung menancapkan pedangnya ke lantai itu hingga menembus ke dalam lantai
*Jangan bilang?! dia menemukan tubuh asli ku?! bagaimana bisa?!* one-eye terkejut melihat Izami
Izami menancapkan pedangnya yang menjadi api biru lalu di bawah lantainya pedangnya seperti menusuk sesuatu, dia langsung membakarnya tanpa ragu, one-eye berlari ke Izami namun, dengan tipu muslihat milik Yon membuat Izami menjadi banyak dan membingungkannya. karena kebingungan dia tidak bisa melakukan apapun dan Izami membakar tubuhnya yang asli yang berada di bawah lantai, one-eye pun terbakar hingga habis tanpa sisa, rumah itu menjadi kembali seperti semula, Taigo dan Hinamiya selamat berkat mereka
"Terima kasih karena telah menghancurkan lukisan itu" ucap Taigo dan Hinamiya sambil melambaikan tangannya
Mereka mendengar ucapan terima kasih Taigo dan Hinamiya, mereka mendengarkan mereka sambil berjalan, di saat sedang berada di tepi jalan, cuaca malah menjadi hujan dan mereka harus berteduh
♦️
Tokyo, diatas menara Tokyo, saat hujan
"Oh? kau sudah datang ya, Ryuujiki?" tanya si nomor satu
Ryuujiki baru datang di sana dan saat itu cuaca hujan, mereka masih tetap berada diatas sana meskipun sudah hujan
"Baiklah, si nomor satu, apakah kita bisa memulai pertarungannya?" tanya Ryuujiki
"Iya, sebelum itu, namaku adalah Kitsukami Jouen, panggil saja aku Kitsukami. ingat lah namaku setelah kau mati, Ryuujiki" ujar Kitsukami
"Baiklah kalau begitu, mari kita lihat, siapa yang akan kalah di atas menara Tokyo ini!" ujar Ryuujiki dengan penuh semangat
__ADS_1
Angin di atas menara Tokyo berhembus kencang di tambah lagi dengan hujan yang turun
Bersambung……